
Setelah memasuki usia kandungan trisemester kedua,Nissa terlihat lebih segar dari sebelumnya.
Permintaan aneh aneh ibu hamil yang sedang ngidam pun perlahan menghilang.setelah beberapa waktu lalu Nissa meminta Rasya memanjat pohon mangga milik Abi Mansyur hanya karena ingin mencium aroma buah mangga yang menggantung manja dipohonnya Nissa sudah jarang lagi untuk meminta yang lainnya.
Namun sepertinya fase ngidam Nissa dapat menular keseluruh anggota keluarganya termasuk pada Rasya da Bu Rita.
Seperti halnya malam ini.tiba tiba Rasya meminta Nissa yang masih terjaga dalam pelukan Rasya yang sedang mengelus perutnya yang mulai berubah membesar untuk menemaninya memakan buah mangga yang rasanya sangat masam untuk ukuran orang normal di malam hari.
Nissa yang merasakan lembutnya belaian Rasya di perutnya merasa aneh dan hanya dapat mengkerut kan dahinya mendengar permintaan sang suami yang bukankah seharusnya dirinya yang meminta memakan buah mangga masam,tapi malah suaminya lah yang meminta itu semua.
Sambil tersenyum geli mendengar permintaan absurd suaminya,Nissa tetap mengikuti keinginan Rasya untuk menemaninya memakan buah mangga masam yang dibawanya kekamar setelah mengantar Rasya mengupas buah tersebut didapur.
Sambil menonton,Rasya yang meletakan kepalanya di atas pangkuan Nissa yang sedang terduduk di sofa menikmati suapan demi suapan buah mangga yang Nissa berikan ke mulutnya.
“ mas,ini kan rasanya asem banget “ Nissa bergidik membayangkan betapa masam rasa buah mangga yang sedang Rasya nikmati.
“ entahlah sayang,yang pasti mas merasa mangga ini enak “ jawab Rasya sambil menatap layar kaca tv yang sedang menayangkan film favoritnya.
Sesekali Rasya mengelus dan mencium perut Nissa sambil mengajak ngobrol bayi yang ada diperut Nissa,seolah sedang benar benar mendengarkan apa yang diucapkan ayahnya.
“ mungkin ini permintaan kamu agar ayah memakan buah yang masam ini. tapi ayah senang karena bunda menyuapi ayah “ ucap Rasya di depan perut buncit Nissa lalu mengecupnya.
“ Apaan sih mas,kok pake nyalahin anak kita segala “ senyum Nissa seolah tidak rela dengan tuduhan Rasya yang ingin memakan buah masam sambil mengelus perutnya lembut.
Rasya lalu bergerak duduk untuk mengambil gelas berisi air putih yang akan dia teguk untuk menghilangkan rasa hausnya.
“ emang pada kenyataanya begitu,kamu membawa virus sayang.virus ngidam yang kini menular pada mas “ Rasya membela diri.
“ ish,mana ada virus ngidam “ gelak Nissa mendengar ucapan pembelaan dari Rasya.
“ Makasih ya sayang,karena dengan senang hati mengandung bayi hasil buah cinta kita.mas tahu proses seperti ini tidak mudah untuk kamu,tapi mas berusaha untuk tetap selalu menjadi suami dan ayah yang siaga untuk kalian “ senyum Rasya tulus sambil mencium lembut bibir Nissa yang tengah tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Sambil menyentuh tengkuk leher Nissa Rasya memperdalam ciumannya pada istrinya yang selalu dia inginkan.ciuman lembut yang Rasya berikan mulai merambah kedalam mulut Nissa dengan lidahnya Rasya mencoba membuka mulut Nissa agar dapat mengeksplore lebih dalam lagi setiap rongga mulut milik istrinya yang juga menyambut ciuman lembut Rasya dengan begitu hangatnya.
Mereka pun terus menyalurkan rasa cinta mereka lewat berbagi nafas yang selalu membuat mereka merasa saling mencintai satu sama lain.
Rasya pun melepaskan pangutannya di bibir Nissa lalu mencium kening Nissa lembut.dengan Hidung mancung mereka yang beradu dan hangatnya hembusan nafas Rasya yang dapat Nissa rasakan diwajahnya,Rasya terus menatap lekat wajah wanita yang amat sangat dicintainya.Lalu kembali mengecup singkat bibir ranum milik Nissa yang selalu terasa manis untuk dia nikmati.
Rasya lalu membawa Nissa kedalam hangatnya pelukan dada bidang miliknya sambil membelai lembut rambut Nissa yang terurai indah.
__ADS_1
“ sayang “ panggil Rasya lembut
“ Ya “ timpal Nissa yang sedang memeluk erat tubuh suaminya dan terus mencium aroma tubuh suaminya yang selalu menjadi obat penenang dalam tidurnya.
“ Maaf,karena babymoon yang mas janjikan harus batal karena terhalang izin ibu “ Rasya menyesal
“ Nissa yang seharusnya minta maaf,karena keadaan Nissa semua keinginan mas tidak bisa Nissa penuhi “ timpal Nissa.
“ kamu tidak perlu meminta maaf,karena jika kamu mau memenuhi keinginan mas,disini juga bisa tanpa harus jauh jauh kemana mana “ ucap Rasya serius sambil terus membelai rambut Nissa dan sesekali mengecup puncak kepalanya.
“ Maksud mas !?” tanya Nissa yang tidak faham dengan ucapan suaminya dengan mendongakkan kepalanya ke arah wajah Rasya.
“ Karena Cuma kamu yang mas inginkan,tanpa harus pergi kemana mana,kamu bisa memberikan diri kamu yang begitu mas inginkan disini ,dikamar kita “ bisik Rasya diakhir kalimatnya Rasya ucapkan tepat di cuping telinga Nissa membuat Nissa menggeliat geli merasakan hangatnya hembusan nafas Rasya di telinganya.
Nissa hanya tersenyum malu mendengar ucapan Rasya yang menjurus ke arah mesum.belum Nissa memalingkan wajahnya dari hadapan Rasya namun Rasya sudah kembali meraih bibir Nissa untuk diciumnya.
Ciuman lembut Rasya pun kembali di bibir ranum milik Nissa dan kini semakin dalam seolah menuntut untuk meminta lebih dari sekedar ciuman terlebih lagi tangan Rasya yang sudah mulai bergerilya ditempat yang amat sangat dia inginkan dan membuat Nissa pasrah dengan perlakuan lembut Rasya sehingga keinginan Rasya untuk dilayani pun disetujui nya dengan senang hati oleh Nissa yang sudah digiring Rasya menuju ranjang tempat dimana mereka akan kembali menyatukan cinta mereka dengan penuh gairah.
▪️
▪️
▪️
Tidak jarang untuk Bu Rita melarangnya namun Nissa tetap bersikeras untuk melakukan tugasnya membereskan kamarnya seorang diri karena Merasa pekerjaan itu tidak terlalu sulit baginya walaupun sedang dalam keadaan hamil.
Setelah kepergian Rasya ke kantor,Nissa memilih membereskan kamarnya karena melihat Bu Rita yang sibuk dengan koleksi tanaman dihalaman belakang rumahnya.
Ketika mba Tarmi akan memberikan minuman yang sempat diminta nonanya yang sedang berada dikamarnya tersebut,mba Tarmi melihat Nissa sedang tersungkur dengan linangan cairan bening kental membasahi rok yang Nissa kenakan.
Mba Tarmi langsung memanggil Bu Rita dan segera menghubungi Rasya yang baru saja pergi meninggalkan rumahnya menuju kantor.
Rasya yang masih berada di pertengahan jalan langsung meminta mang Dodo untuk kembali kerumahnya karena mendapatkan kabar bahwa Nissa sedang tersungkur lemah dari mba Tarmi.
Tanpa aba aba,mang Dodo membawa mobil yang dikemudikannya putar balik sedangkan Rasya segera menghubungi dokter yang memeriksa kandungan Nissa .
Mang Dodo yang mengemudikan mobilnya dengan cepat atas permintaan Rasya terus melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
“ ya Robb lindungi istri hamba dan janin yang berada dalam kandungannya “ lirih Rasya menemani perjalananya menuju pulang yang dalam keadaan panik.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa melebihi dari rasa takut yang sedang dialami Rasya saat ini mendengar berita bahwa istrinya yang sedang dalam keadaan hamil,tersungkur lemah merasakan sakit di perutnya dengan keadaan area ************ yang sudah terlihat basah oleh cairan bening kental yang dijabarkan oleh mba Tarmi.
Sedangkan Bu Rita yang mendengar ucapan mba Tarmi langsung berjalan menghampiri menantunya yang sedang terkulai lemah dan membawanya untuk duduk di sofa yang berada dikamar milik Rasya.
Sambil menunggu kedatangan Rasya yang sudah dihubungi oleh mba Tarmi,Bu Rita terus mengelus lembut punggung Nissa yang terlihat meringis menahan rasa sakit yang dirasakannya namun sepanjang itu pun tidak ada keluhan atau rengekan yang keluar dari bibir Nissa.
Setelah beberapa lama akhirnya Rasya tiba dirumahnya,aura panik dan khawatir menyelimuti wajah tampan Rasya terlebih saat melihat keadaan Nissa yang memang terlihat lemah.
“ sayang,tahan ya,kita segera pergi ke rumah sakit “ ucap Rasya dengan nafas yang terengah engah sisa dari dirinya yang tengah lari menuju kamar dimana Nissa berada.
Nissa hanya menjawab ucapan Rasya dengan senyuman menahan rasa sakit yang teramat di tubuhnya.walauoun Nissa kadang selalu bersikap manja pada suaminya,namun Nissa tidak mau membuat suami dan ibu mertuanya tambah cemas hanya karena rengekan kesakitan yang dirasakannya.
Rasa sakit yang dia rasakan akan setimpal dengan hasil yang akan dirinya terima dengan kehadiran bayi mungil nan lucu yang selalu dirinya dan Rasya beserta Bu Rita nantikan.
Namun Nissa juga tidak mengerti dengan rasa sakit yang dirasakannya mengingat usia kandungannya yang baru memasuki dua puluh enam minggu belum waktunya untuk dirinya melahirkan.
Wajah Nissa yang terlihat memerah menahan rasa sakit membuat Rasya yakin bahwa istrinya sedang menutupi rasa sakit yang teramat hingga dirinya segera menuntun Nissa untuk segera menuju mobil.
Tahu dengan keadaan Nissa yang sudah sangat lemah,Rasya membopong tubuh mungil Nissa dengan perut buncitnya menuju mobil lain yang akan dia kemudikan sendiri bersama Nissa dan Bu Rita di belakangnya.
Sedangkan mang dodo,Rasya perintahkan untuk menyusul ke rumah sakit bersama mba Tarmi yang sedang membereskan keperluan Nissa selama di rumah sakit.
..._...
..._...
..._...
..._...
..._...
...jangan lupa like dan komen...
...😁...
...happy weekend...
...🤗🤗🤗...
__ADS_1