
Hari ini Safi baru akan pulang dari pasar setelah dagangan ikannya habis.dan kini Safi hendak memberikan setoran uang hasil berdagang ikan di pasar kepada pa jamin,namun di teras rumahnya,Safi melihat seorang wanita muda yang tengah duduk di kursi yang berada tepat di teras rumah milik pa jamin.
Rinzani,anak sulung pa jamin yang bekerja di salah satu bank swasta di kotanya terlihat sedang merasa kebingungan dengan laptop yang berada dihadapannya.
Entah apa yang membuat wanita itu terlihat bingung,namun Safi yang memang berniat menemui pa jamin pun menyapanya untuk menanyakan keberadaan pemilik jongko yang setiap hari dijaganya.
“ assalamualaikum “
“ Walaikumsalam ,eh ada bang Safi “ sapa Rinzani.
Safi tersenyum mendengar sapaan anak bosnya tersebut lalu menanyakannya “ bapanya ada mba !?” tanya Safi sopan pada anak bosnya
“ ada didalam “ jawab Rinzani yang datang menghampiri Safi.
“ YAAAH,ADA BANG SAFI “ panggil Rinzani sedikit berteriak pada pa jamin tanpa mencarinya ke dalam rumah.
“ Bang Safi duduk saja dulu “ Rinzani mempersilahkan.
“ tidak usah mba,saya disini saja.malu,nanti mba zani kasihan nyium bau amis di badan saya “ jawab Safi sungkan.
“ Ya ampun bang,emangnya kenapa kalo bau amis,namanya juga abis jualan ikan.ya sudah yuk duduk “ ajak Rinzani yang diikuti Safi sedikit menjauh dari jaraknya dengan Rinzani.
“ ayo bang mau minum apa.!? “tanya Rinzani.
“ Tidak usah mba,saya tidak akan lama.hanya mau memberikan uang setoran pada pa.jamin”
“ Ish bang Safi panggil aja aku Zani ga usah pake mba,kesannya aku tua banget tahu bang “ pinta Rinzani yang langsung kembali fokus pada laptopnya.
“ Kenapa mba eh zani !?” tanya Safi yang melihat raut wajah Bingungnya
“ ga tahu bang,laptop aku ga bisa dioperasikan dengan baik.apa memorinya keberatan apa gimana ya aku ga ngerti !?” jawab Rinzani sambil terus mencoba mengoperasikan laptop kesayangannya
“ Boleh saya lihat !?” Safi meminta izin
“ bang Safi bisa benerin ya ? “
“ Ya dicoba saja dulu,siapa tahu saya bisa bantu “ jawab Safi yang langsung mencoba melihat apa yang terjadi pada laptop milik Rinzani .
Lama Safi mengotak Atik program yang ada didalamnya hingga terdengar kumandang suara adzan Dzuhur.
“ sepertinya memang harus ada yang di perbaiki ,boleh tidak saya bawa ke rumah untuk mencari masalahnya,karena sudah masuk waktu Dzuhur,biar bisa saya perbaiki dengan teliti “ ucap safi
__ADS_1
“ Gitu ya bang safi.ya sudah lah bang bawa saja,tapi bener ya hari ini selesai karena saya ada laporan penting yang harus segera di serahkan pada atasan saya secepatnya ”
“ insya Allah “
Dan tidak lama munculah pa jamin dengan stelan baju Koko sarung dan peci hendak pergi ke surau untuk sholat berjamaah.
“saya mau memberikan uang setoran jualan saya hari ini.maaf saya tidak bisa lama karena harus segera membersihkan diri untuk sholat berjamaah di surau pa “ ucap Safi memberikan uang hasil berjualan ikannya di pasar lalu pamit untuk pulang
“ ya sudah terima kasih ya safi “ pa jamin tersenyum hangat yang langsung dijawab dengan anggukan dan kemudian Safi pun pamit pulang sambil membawa laptop milik Rinzani.
“ Mari Rinzani,saya pulang dulu “ pamit Safi
“ Iya bang silahkan,maaf karena merepotkan bang Safi “ ucap Rinzani sungkan.
Safi hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya lalu pergi meninggalkan kediaman pa jamin menuju kontrakannya yang tidak terlalu jauh.
🔹🔹🔹🔹🔹
Sore hari dimana Safi tengah asyik dengan laptop milik Rinzani yang sudah diperbaikinya.tiba tiba terdengar suara ketukan pintu beberapa kali lalu diikuti ucapan salam dari sipengetuk pintu
Tok,,,tok,,,tok
“ assalamualaikum “
Terlihat Safi yang telah membukakan pintu kontrakannya dengan lebar membuat Rinzani terpesona dengan sosok Safi yang hanya menggunakan kaos oblong berwarna cerah sangat cocok dikenakan dikulitnya yang putih dan celana training nya
Terlihat jelas bahwa Safi memang bukan berasal dari daerah terpencil tersebut terlebih dengan warna kulitnya yang putih mulus seperti kulit wanita.rival pria yang dinobatkan sebagai salah satu pria tampan di kampungnya saja memiliki warna kulit sawo matang yang terlihat manis berbeda dengan Safi sehingga membuat para gadis bahkan ibu ibu yang sudah memiliki suami dan anak pun selalu terpesona jika melihat ketampanan paras pria yang masih belum mengingat sepenuhnya masa lalunya tersebut.
Rinzani menatap Safi dengan tatapan kagum,tidak ada kata kata yang keluar dari bibir tipisnya yang telah dibubuhi lipbalm agar terlihat sedikit lembab karena kekagumannya pada paras Safi membuat bibirnya seolah terkunci rapat untuk mengeluarkan kata kata oleh ketampanan Safi yang diatas rata rata pria dikampungnya.
Entah apa yang dipikirkan Rinzani saat melihat Safi hanya saja beberapa kali panggilan yang Safi berikan padanya tak juga mendapat jawaban sehingga Safi memanggil namanya hingga beberapa kali.
“ Zan,,,Zan,,,zaniii “ panggil Safi yang seidkit meninggikan intonasinya di panggilan yang terkahir sontak membuat Rinzani terkejut dan kembali pada kesadarannya setelah terhanyut karena terpesona dengan wajah Safi.
“ eh bang Safi “ Rinzani tersenyum
“ Kenapa !? “
“ Ti,,,tidak,,,Mmh aku kesini mau tanyain laptop aku,,,a apa sudah selesai !?” tanya Rinzani terbata masih dalam mode malu karena telah mengagumi wajah Safi diam diam.
“ oh,sudah,sebentar ya saya ambilkan “ Safi kembali kedalam membawa laptop milik Rinzani yang telah diperbaikinya.
__ADS_1
Sepertinya Rinzani masih belum sepenuhnya tersadar setelah terhanyut dengan pesona wajah Safi yang tampan sehingga saat Safi kembali dengan membawa laptop miliknya ditangan pria yang telah memperbaiki laptopnya.rinzani masih saja terkejut saat Safi kembali menyapanya.
“ Zan,masih disini,ayo duduk “ Safi mempersilahkan Rinzani untuk duduk di bangku lebar yang ada di teras kontrakannya yang tidak terlalu besar.
Namun kegugupan Rinzani membuat dirinya salah tingkah.zani yang seharusnya melangkahkan kakinya ketempat dimana bangku berada malah menubruk tubuh Safi dan hampir saja laptop yang dibawanya terjatuh ke lantai.dengan sigap keduanya menangkap benda canggih tersebut agar tidak jatuh sehingga secara tidak sengaja,tangan mereka saling berpegangan satu sama lain.
“ Assalamualaikum “ tiba tiba suara wanita yang tidak asing ditelinga Safi pun terdengar membuyarkan kejadian ketidak sengajaan Tersebut membuat Safi dan zani menoleh kearah sumber suara.
“ Ehm “ Naima pura pura berdehem untuk menyadarkan kedua orang yang berada dihadapannya agar segera beranjak karena dirinya telah berada diantara mereka.
Safi dan Rinzani pun langsung berdiri dengan laptop yang diberikan Safi pada Rinzani.
“ eh Ima,apa kabar !? “ sapa Rinzani yang memang mengenal Naima
“ Eh Zan, Alhamdulillah baik,kamu !?” Naima berusaha menutupi rasa cemburunya setelah melihat kedekatan antara Safi dan Rinzani.
“ Alhamdulillah baik “ Rinzani tersenyum
“ sepertinya aku mengganggu ya !? “ Tanya Naima basa basi
“ ti tidak “ Rinzani malu seolah sedang ketahuan mencuri sambil membawa laptop miliknya dan berjalan menuju bangku panjang milik Safi
“ Ini bang,aku Cuma bawa titipan ibu “ Naima memberikan rantang beberapa tingkat yang ibunya suruh seperti biasanya.lalu hendak pergi untuk.meninggalkan Safi dan Rinzani.
Namun dengan sigap,Safi langsung mencekal lengan Naima yang akan berbalik.terlihat wajah Naima yang sedikit ditekuk saat berhadapan dengan Safi membuat Safi tersenyum melihat ekspresi wajah yang ditampilkan oleh gadis yang kini menyatakan bahwa dirinya telah jomblo.
“ mau kemana nay !?” tanya Safi lembut dan tersenyum manis membuat Naima memalingkan wajahnya karena tak kuasa melihat senyum Safi yang terlalu manis untuk dilihatnya.
“ Pu pulang “ jawab Naima sedikit ketus.
“ Temani kita disini “ pinta Safi dengan lirikan mata yang mengarah ke arah dimana Rinzani sedang duduk membelakangi mereka.
“ Tidak,aku tidak mau jadi orang ketiga,karena yang ketiga itu setan “ Naima masih ketus
Safi tidak tahu apa penyebab yang membuat gadis di hadapannya bersikap ketus padanya namun dengan sabar Safi terus meminta Naima untuk.menemaninya duduk.bersama rinzani.dan Safi kembali tergelak saat mendengar jawaban Naima yang menolak permintaannya .
“ Mana ada setan secantik kamu “ goda Safi dan sontak membuat wajah Naima memerah karena malu mendapatkan serangan pujian secara tiba tiba.
“ ish,gombal “ cibir Naima namun tidak dapat menutupi wajah meronanya karena malu dengan gombalan yang dilontarkan pria yang telah membuat dirinya cemburu.
sedangkan Rinzani yang sudah duduk terlebih dahulu terlihat tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan dua orang yang ada dibelakangnya karena Safi dan Naima berbicara dengan suara yang lirih dan hampir berbisik sehingga Rinzani tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan.
__ADS_1