
“kenapa kamu tersenyum!?”
Tanya Rasya saat mendapati ekspresi wajah Nissa yang tersenyum tipis saat mendengar ucapannya yang begitu panjang dengan sebelah alisnya yang dinaikan
“Nissa kira mas Rasya sedang galau karena belum bisa menerima kepergian mas Safi,ternyata mas Rasya sedang memikirkan keadaan ibu”jawab Nissa masih dengan senyumnya
“Saya pasrah dengan kepergian Abang,karena bagaimana pun tidak akan membuat bang Safi hidup kembali hanya karena saya yang terus larut dalam kesedihan”ucap Rasya bijak
“mas Rasya adalah satu satunya orang yang bersisa yang menjadi penyemangat ibu untuk terus bertahan hidup.lagi pula mas Rasya tidak usah khawatir,insya Allah Nissa akan terus ada menjaga dan merawat ibu selama Allah masih memberikan Nissa kesempatan untuk hidup.dan bila mas Rasya mengizinkan,jika pada saatnya nanti mas Rasya menikah dengan kekasih mas Rasya,Nissa ingin ibu tetap bersama Nissa.”ucap Nissa sambil menundukan wajahnya
“Jadi mas Rasya fokus saja pada tanggung jawab mas Rasya menjalankan amanah mas Safi dalam memegang perusahaan yang mas Safi tinggalkan.bukankah di sana banyak orang yang menggantungkan hidupnya untuk mencari nafkah demi bisa memberikan kehidupan yang layak untuk keluarga mereka.”ucap Nissa melanjutkan.
“Tapi bagaimana dengan perasaan kamu!?”
“Nissa sangat bahagia bisa merawat ibu.bukankah Nissa sudah pernah katakan.merawat seorang ibu adalah cita cita terbesar buat nissa.jadi mas Rasya tidak perlu khawatir.”ucap Nissa dengan senyum manisnya.
Rasya pun membalas senyuman Nissa dengan senyuman kelegaan
Terima kasih bang karena telah membawa Nissa untuk kami batin Rasya.
“Ya sudah,mas Rasya segera beristirahat,bukankah besok mas Rasya harus pergi ke kantor!?apa perlu Nissa pijit lagi sampai mas Rasya tertidur!?”ucap Nissa menawarkan
“apa kamu sedang mencoba menggoda saya!?”tanya Rasya ambigu
“Maksud mas Rasya!?”tanya Nissa bingung
“kenapa kamu suka sekali menawarkan untuk memijit saya!?,apa kamu sangat ingin menyentuh tubuh saya ini yang terlihat seksi!?”tanya Rasya dengan senyum tipis mencoba mencairkan suasana dengan menggoda istri cerewetnya.
Nissa yang mulai faham dengan apa yang dimaksud Rasya pun membelalakkan matanya dengan sempurna
“Ish,mas Rasya mah mesum.ya sudah Nissa mau pergi tidur”ucap Nissa dengan pipi yang berubah warna menjadi merah merona menahan malu karena pertanyaan Rasya yang terdengar sedang menggodanya
Rasya pun tersenyum melihat Nissa yang salah tingkah dengan ucapannya dan wajah merona Nissa pun membuat Rasya menggigit bibir bawahnya menahan agar Rasya tidak tertawa karena melihat tingkah dan warna merah padam di wajah Nissa membuat Rasya menjadi gemas.
Nissa pun akhirnya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat tidur untuk pergi tidur dan menyembunyikan rasa malunya.
▪️▪️▪️▪️▪️
Hari hari Pun di lalui Rasya dengan kesibukan pekerjaan yang terus menguras waktu dan tenaga.tidak jarang Rasya pun lupa kapan waktunya makan dan beristirahat,sehingga tubuh yang terus saja di forsir untuk bekerja mengalami penurunan.
Malam itu Rasya pulang lebih lambat dari biasanya.tuntutan pekerjaan membuat Rasya harus melakukan kerja lembur padahal tubuh Rasya merasakan ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas yang menguras fikiran ekstra sehingga berpengaruh tidak baik pada tubuhnya yang memang kurang sehat karena istirahat dan pola makan yang tidak teratur.
__ADS_1
Nissa yang baru saja selesai melaksanakan solat isya melihat ke arah Rasya yang baru memasuki kamarnya dengan tubuh yang terlihat lelah dan wajah yang pucat
“mas sudah pulang!?apa mas sudah makan malam!?”tanya Nissa memastikan
Rasya pun hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis
“Apa mas baik baik saja!?wajah mas terlihat pucat!?”nissa yang mulai khawatir
Nissa pun mengambil tas dan jas yang di bawa Rasya untuk disimpannya dan dalam jarak yang hanya beberapa senti terasa hawa panas yang berasal dari tubuh Rasya.
“Sepertinya mas sakit,ya sudah mas ganti baju saja tidak usah mandi,mas rebahan saja dulu di tempat tidur,makan malam biar Nissa ambilkan ke kamar agar mas bisa makan di kamar saja”ucap Nissa menginterupsi
Rasya yang memang sudah merasa tidak kuat menopang tubuh kekarnya hanya menurut.Rasya mengganti bajunya saat Nissa sudah keluar membawakannya makan malam dengan baju yang sudah disediakan Nissa sebelum dia keluar kamar.setelah selesai,Rasya pun merebahkan tubuh nya yang sudah lemas di atas kasur yang selama beberapa bulan ini hanya ditempati Nissa.
Nissa yang sudah kembali dengan nampan yang berisikan makan malam dan obat untuk Rasya di tangannya langsung menghampiri Rasya yang sudah berada di atas kasur.
“Mas,makan dulu ya setelah itu minum obat,baru tidur untuk istirahat”ucap Nissa sambil memberikan suapan pertama kepada Rasya.
Rasya yang sudah tidak berdaya pun hanya menuruti apa yang diberikan Nissa.setelah beberapa suap Rasya pun menolak suapan berikutnya dengan mencekal sendok berisi makanan yang Nissa akan suapkan pada mulut Rasya sambil menggelengkan kepala pelan.
“Ya sudah,sekarang mas minum obatnya ya”ucap Nissa setelah mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Rasya.
“Rasya pun meminum obat yang diberikan Nissa tanpa perlawanan karena saat ini Rasya benar benar merasakan lemas dan ingin segera beristirahat”
Sesampainya Nissa kembali ke kamar Nissa mendapati Rasya yang sedang bergumam dengan mata yang tertutup menyebutkan nama yang terdengar samar ditelinga nissa.
Lalu Nissa pun menghampiri Rasya yang tengah menutup mata sambil masih terus bergumam memanggil Abang dengan posisi mata yang terpejam.Nissa pun menyentuh dahi Rasya dan betapa terkejutnya saat mendapati suhu badan Rasya dengan panas yang tinggi.
“Ya ampun,mas Rasya demamnya tinggi”guman Nissa panik
Nissa pun segera membawa wadah berisi air hangat dan handuk kecil untuk mengompres dahi Rasya yang sedang panas tinggi.
Dengan telaten,Nissa pun merawat Rasya agar demamnya segera turun dengan beberapa kali mencelupkan handuk kecil ke dalam wadah yang berisikan air hangat agar suhunya tetap hangat.
Rasya yang sedang tertidur pun terus bergumam dengan mata yang masih terpejam dan sesekali mengalirkan cairan bening di ujung mata nya yang masih tertutup.
“Bang,bang Safi,,,bang Safi ,,, jangan tinggalin Rasya bang”guman Rasya yang terus menerus diucapkannya tanpa sadar.
Nissa yang melihat dan mendengar Rasya yang terus menerus bergumam memanggil abangnya pun tak kuasa menahan cairan bening untuk tak keluar dibalik bulu mata lentiknya.sambil dengan kembali mencelupkan handuk kecil kedalam air hangat untuk mengompres dahi Rasya,air mata Nissa pun tak henti hentinya mengalir karena melihat Rasya yang terus bergumam tanpa henti dan sesekali mengusap air mata yang mengalir di ujung mata Rasya yang tetap terpejam.
“Sepertinya mas Rasya sangat terbebani dengan tanggung jawabnya yang begitu besar.maafkan Nissa ya mas yang ikut membebani hidup mas Rasya”ucap Nissa lirih sambil mengukur suhu tubuh di dahi Rasya dengan punggung tangannya.
__ADS_1
Sampai akhirnya suhu badan Rasya pun mulai turun dan gumaman Rasya pun sudah mulai tidak terdengar lagi,Nissa pun akhirnya memejamkan matanya dengan posisi tangannya yang menggenggam erat tangan Rasya dan menopang kepala Nissa yang tertunduk sambil tertidur.
Setelah masuk waktu subuh,Rasya pun tersadar menggeliatkan badannya yang terasa kaku dan mendapati posisi tidur dengan badannya yang berada di atas tempat tidurnya,handuk kecil yang berada tepat di atas dahinya dan tangan yang digenggam erat oleh wanita yang tertutup wajahnya oleh rambut panjangnya yang tergerai
“Nissa!?”gumam Rasya dalam hati karena pasalnya Rasya belum pernah melihat Nissa dengan tanpa hijab.
Kepanikan Nissa melihat keadaan Rasya semalam membuat Nissa lupa untuk menggunakan hijabnya kembali sesaat sebelum Nissa akan pergi tidur.
Pergerakan tubuh Rasya membuat Nissa terbangun dan mengerjapkan matanya untuk menetralisir kesadarannya.
“Sudah masuk waktu subuh”gumam Nissa dan tanpa disadarinya,Rasya yang sedari malam tadi tangannya di genggam erat oleh nissa sedang memperhatikannya dalam diam mendapati Nissa yang tidak menggunakan hijabnya.
“mas Rasya sudah bangun!?”tanya Nissa yang belum menyadari Rasya yang memperhatikan rambutnya yang tergerai tanpa hijab.
“Nissa,,,kenapa kamu tidur di bangku,,,dan,,,!?”tatapan mata Rasya yang seperti sedang mengabsen anggota tubuh Nissa pun membuat Nissa tersadar dengan dirinya yang lupa sedang tidak memakai hijab.
“aduh,ma maaf mas,Nissa lupa pakai hijab Nissa,karena se semalam mas Rasya demam tinggi jadi Nissa panik dan lupa menggunakan hijab Nissa”ucap Nissa gugup
Mendapati wajah gugup dan malu Nissa yang menciptakan rona merah di pipinya membuat Nissa malah terlihat menggemaskan di mata Rasya ditambah dengan morning facenya yang lucu membuat Rasya pun kembali tersenyum walaupun Rasya masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
“apa semalam saya mengigau!?”tanya Rasya dengan suara yang lirih
“iya,mas Rasya semalam demam tinggi,dengan mata tertutup mas Rasya bergumam gumam lirih.apa sekarang mas Rasya sudah merasa baikan!?”tanya Nissa memastikan
“Alhamdulillah,mungkin saya hanya butuh sedikit istirahat saja,,,maaf ya sudah mengganggu tidurmu dan tentunya sudah sangat merepotkan!?”ucap Rasya menyesal
“Tidak,sangat tidak merepotkan,hanya saja Nissa sedikit khawatir dengan keadaan mas Rasya.dan Nissa minta hari ini mas Rasya jangan pergi ke kantor.istirahat saja di rumah biar nanti Nissa bilang sama pa Dion.”
Rasya pun hanya mengedipkan mata lalu mengangguk perlahan untuk mengiyakan permintaan Nissa.
“Ya sudah Nissa sekarang mau ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan solat subuh,setelah itu Nissa pergi ke kamar ibu untuk menyiapkan keperluan ibu mas Rasya istirahat saja dulu disini”ucap Nissa lembut sambil tersenyum.dan ketika Nissa membalikan tubuhnya untuk pergi ke kamar mandi tiba tiba cekalan tangan Rasya di tangan nissa menghentikan pergerakan tubuh Nissa yang akan melangkahkan kakinya sontak Nissa pun kembali membalikan tubuhnya ke arah Rasya.
“saya minta kamu jangan beritahu ibu ya tentang keadaan saya semalam!!!”pinta Rasya memelas
Nissa pun mengedipkan matanya dan menganggukkan kepalanya pelan sambil berkata”iya,insya ALLAH”dengan senyum simpul yang membuatnya terlihat sangat manis pagi hari ini.
Rasya pun kembali memejamkan matanya setelah melepaskan cekalan tangannya pada tangan Nissa dan membiarkan istri cerewetnya itu melanjutkan aktivitas paginya.
Terlihat samar senyum tipis dari bibir Rasya yang terlihat pucat dengan matanya yang terpejam seperti ada sesuatu yang membuatnya bahagia pagi ini.
Like,,,
__ADS_1
Like,,,
Like,,,dan komen🤗