Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
Nissa memang buat kamu


__ADS_3

Pikirannya masih bergelut dengan gumaman abangnya tapi kekhawatirannya terhadap sang istri sejenak mengesampingkan rasa penasaran Rasya dengan apa yang sempat di dengarnya langsung dari mulut Safi.


Safi lebih mengkhawatirkan Nissa dibandingkan Naima,padahal sudah jelas jelas,Naima juga ada didalam mobil yang dibawa lari oleh orang tidak dikenal bersama Nissa.


Sambil tatapan yang terus fokus pada layar GPS yang menunjukan dimana Nissa berada,Rasya yang didampingi Safi duduk disebelah kemudi melajukan mobilnya tanpa menunggu polisi yang telah Safi hubungi untuk menemani mereka mencari keberadaan pasangan masing masing.


“ masih jauh Sya!?” tanya Safi yang setia menemani Rasya yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata


“ Di layar nya sih sudah dekat, tapi apa ini bukan memasuki wilayah pemukiman bang !?” Rasya terus memutar pandangannya kesana kemari untuk mengetahui tempat yang sudah mereka masuki sesuai petunjuk GPS yang ditunjukan untuk mengetahui dimana Nissa berada.


Dan setelah lama berjalan,Safi dan Rasya mendapati mobil yang dibawa lari oleh sekomplotan orang tidak dikenal tersebut terparkir di depan bangunan rumah besar yang sepi namun terlihat masih terurus.


“ itu mobil yang tadi ditumpangi Nissa dan Naima kan bang !?” rasya memastikan.


“ Iya,ayo turun “ ajak Safi yang diikuti Rasya dengan tidak sabaran.


Rasya sengaja menghentikan mobilnya dengan jarak yang cukup aman agar si pencuri mobil tidak mendengar suara mesin mobil yang mereka tumpangi.


Dengan perlahan,Safi dan Rasya mencoba masuk kepelataran rumah sepi tersebut.tidak ingin tertangkap basah,Safi dan Rasya berjalan mengendap endap sambil tatapan mata yang terus melihat kesekeliling tempat sepi tersebut.


Hingga tiba di gerbang yang menghubungkan langsung ke tempat parkir belakang,dengan jelas Rasya dan Safi mendengar suara seorang pria yang memanggil nama Naima seperti mereka telah saling mengenal lama.


Perlahan Rasya membuka gerbang yang memang tidak terkunci hingga terbuka lebar.semakin dekat,Safi semakin mengenali suara pria yang terdengar seperti mengobrol namun dengan nada suara yang tinggi.


Hingga terlihat dengan jelas Nissa sedang berada dalam bekapan pria yang Safi ketahui itu adalah Rival.


Emosi melihat wanita yang dicintainya disentuh secara kasar,tanpa berpikir panjang,Rasya langsung berteriak


“ lepaskan tangan kotormu dari istriku “


...~...


...~...


...~...


Mobil yang dibawa oleh orang tak dikenal pun masuk ke suatu rumah yang cukup besar namun terlihat sepi.naima dan Nissa yang masih dalam mode ketakutan pun saling bertatapan tanpa membuka suara karena pada kenyataanya,dua pria yang tertutup rapat oleh masker dan topi tidak memperlakukan mereka dengan kasar,namun ancaman di pun tak urung tetap keluar dari mulut salah satu pria yang duduk disebelah Naima.


“ Jangan teriak,ikuti saja arahan kami jika kalian ingin selamat “ ucap salah satu pria yang duduk di dekat Naima.


Sebenarnya,jika ini diruang terbuka bukan didalam mobil,Naima bisa saja melawan untuk sekedar menyelamatkan dirinya karena jangan lupakan bahwa Naima adalah perempuan tangguh yang menguasai ilmu bela diri yang bisa diperhitungkan di bidangnya.


Namun,Naima tidak ingin egois karena bisa saja para penjahat yang ada satu mobil dengannya mencelakakan Nissa,calon adik iparnya.


Setelah mobil berhenti,para pria bermasker tersebut membuka pintu mobil dan meminta Naima dan Nissa turun dan mengikuti kemana mereka melangkah.


Namun saat berada di halaman dalam yang ada dirumah besar tersebut,Naima begitu terkejut saat mendapati orang yang telah menculik dirinya dan Nissa ternyata adalah Rival mantan kekasihnya yang kabur karena hampir membunuh wanita yang telah dihamilinya dengan obat penggugur kandungan yang pernah diberikannya tempo hari.


“ Rival !?” gumam Naima tidak percaya

__ADS_1


saat salah satu dari pria bermasker itu membuka masker dan topi mereka.


Sedangkan Nissa hanya berdiri menatap Naima dan pria yang di panggil Rival oleh calon istri dari kakak iparnya tersebut secara bergantian.


“ Iya,,,aku “ Rival tersenyum sinis,ada kerinduan didalamnya namun melihat Naima yang menatapnya dengan penuh kebencian,rasa rindu itu pun bercampur dengan amarah dan cemburu karena mengetahui bahwa Naima datang ke kota besar yang menjadi tempat persembunyiannya dari kejaran polisi itu bersama pria yang sempat dirinya fitnah semasa di desa.


“ Mau apa kamu menculik kami !?” Geram Naima.


“ mau memastikan,bahwa yang aku tabrak di bandara tempo hari adalah benar kamu ,,,dan ternyata benar benar kamu “ sinis Rival.


“ terus setelah kamu tahu ini benar aku kamu mau apa !?” Naima semakin kesal dengan ucapan Rival yang seolah menabuhkan genderang perang kepadanya.


“ Kamu sendiri mau apa disini !?” tanya Rival pada Naima.


“ aku mau menikah “ jawab Naima ketus


“ dengan pria yang pernah bah iman tolong itu !?” tanya Rival tidak suka.


“ iya,memangnya kenapa !?” Naima balik bertanya.


Rival pun tersenyum sinis hingga akhirnya kembali membuka suara “ ,,,munafik,,,kamu bilang kamu hanya menganggap nya tidak lebih dari seorang adik pada abangnya,ternyata,kamu mencintainya.apa jangan jangan tuduhan warga saat itu yang menyebutkan kalian berbuat mesum itu benar “


Plakkk


Satu tamparan pun mendarat di pipi Rival yang terlihat lebih kurus dari terakhir Naima bertemu dengannya.


“ Jaga mulutmu,bang Safi tidak serendah seperti kamu yang dengan mudah berganti wanita seperti mengganti pakaian.bahkan dia terlalu berharga untuk kamu hina “ Naima murka.


“ aku pastikan,sebelum dia menikahinu,aku yang akan menyentuhmu hingga dia jijik untuk sekedar melihatmu “ ancam Rival pada Naima.


Bukannya gentar,Naima malah tersenyum meremeh kearah Rival hingga mendengar kedua orang yang ada di belakang Rival mencoba melecehkan gadis lugu yang berdiri disebelahnya.


“ kalo boleh bos,kita mau yang satunya lagi,gadis kota mantep mantep bos “ ucap salah satu pria penuh nafsu menatap Nissa yang terbalut hijab.


“Sedikit saja kamu menyentuh adikku,aku pastikan,adik kecilmu tidak akan berfungsi dengan baik untuk selamanya “ ancam Naima.


Dan benar saja,saat satu tangan salah seorang anak buah Rival hendak menyentuh Nissa,satu tendangan pun mendarat tepat di perut pria bajingan itu hingga membuat pria tersebut tersungkur.


Dua lawan satu untuk Naima bukan hal yang sulit karena Rival yang memang tidak berniat untuk bertarung dengan Naima hanya menonton pertarungan yang dilakukan Naima dengan kedua anak buahnya tersebut.


Nissa yang ketakutan lebih memilih menjauh dan menyaksikan aksi heroik Naima dengan tubuh yang gemetar menahan rasa takut,berharap Tuhan segera menurunkan keajaibannya dari jarak yang cukup aman untuk dirinya yang seorang penakut.


Setelah,Naima berhasil membuat kedua anak buah Rival bertekuk lutut memohon ampun , Naima mencari keberadaan Nissa yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.


“ sekarang apa mau kamu !?” tanya Naima yang sudah terlihat lelah dengan semua yang dilakukan Rival padanya.


“ aku mau kamu “ Jawab Rival ambigu


“ Aku,untuk apa !?” tanya Naima kesal

__ADS_1


“ menikahlah denganku “ pinta rival pada akhirnya


“ Tidak,aku tidak mau menikah denganmu,aku akan menikah dengan bang Safi dan aku mencintainya “ tegas Naima menolak permintaan Rival.


“ kalo begitu,wanita ini yang akan menjadi tumbal karena penolakanmu “ perlahan Rival berjalan hingga berada didekat Nissa dan meraihnya lalu mengungkungnya dengan pisau yang ada ditangannya diarahkan tepat ke wajah mulus Nissa yang terlihat pucat karena ketakutan.


Bekapan rival yang cukup kuat di leher Nissa membuat Nissa semakin gemetaran menahan rasa takut.terlebih pisau yang Rival arahkan ke wajahnya membuat Nissa pasrah tidak bisa melakukan apa apa selain berdoa memohon pertolongan kepada sang maha Kuasa.


Naima yang memiliki ilmu beladiri yang baik pun dibuat takut dengan kelakuan Rival karena caranya membekap Nissa membuat Naima tidak dapat melakukan perlawanan apa apa agar tidak melukai Nissa yang memang tidak tahu apa apa tentang urusan mereka.


Hingga terdengar teriakan yang memekakan telinga membuat perhatian ketiganya pun langsung tertuju pada sumber suara.


“ Lepaskan tangan kotormu dari istri ku “ suara Rasya yang tinggi membuat rival menoleh ke arah pria yang datang bersama orang yang sempat di fitnahnya.


Kungkungan Rival pun mengulur membuat Nissa merasa mendapatkan celah untuk kabur dari bekapan kuat rival.


Dengan sigap,Nissa langsung menggigit kuat tangan rival yang berada di depan mulutnya,diinjaknya kaki rival dengan sepatu Nissa yang memiliki hak pendek dengan kuat lalu di tendangnya inti pusaka milik Rival sekuat yang dirinya bisa.lalu Nissa berlari menghampiri Rasya yang sudah berdiri penuh dengan amarah.


“ mas “ gumam Nissa setelah berada dalam dekapan hangat sang suami dengan nafas yang terengah engah.


Sedangkan Rival yang hendak meraih kembali tangan Nissa dihalau oleh Naima yang dengan sigap mematahkan tangan rival yang masih memegang pisau kecil yang sempat digunakan untuk mengancam Nissa.


Setelah pisau itu terjatuh ke tanah,Naima langsung memutar lengan rival untuk mengunci pergerakan pria yang sudah berusaha ingin melecehkan kesuciannya.


“ pulanglah,pa Zaki sakit karena mencarimu, kembalilah dan mintalah maaf pada ayahmu dan berhenti untuk mengharapkan aku,karena sampai kapanpun aku tidak ingin kembali bersamamu “ ucap Naima pada rival yang berada dalam kuncian tangannya.


Rival sempat melawan,namun kuncian tangan Naima yang cukup kuat membuat rival kesulitan untuk keluar dan melarikan diri hingga pada akhirnya rival lebih memilih pasrah dan menurut.


Tidak lama kemudian datanglah segerombolan polisi yang telah Safi hubungi untuk membantu mencarikan Naima membawa rival dan teman temannya ke kantor polisi untuk ditindak lanjuti.


“ Kamu tidak apa-apa nay !?” tanya Safi khawatir dengan keadaan calon istrinya walaupun terlihat baik baik saja.


“ Aku ga apa apa bang,tapi Nissa !” Naima langsung menoleh pada Nissa yang tengah berada dalam dekapan hangat suaminya,Rasya.


“ jadi ini alasan Abang lebih mengkhawatirkan Nissa dibanding kak Naima!?” Tebak Rasya yang melihat Naima terlihat cukup lihai dengan gerakan beladirinya.


“ memangnya kenapa sya,kamu cemburu mendengar Abang mengkhawatirkan istrimu !?” senyum Safi menggoda.


“ maaf bang,aku pikir ___” Rasya malu untuk mengungkapkan isi hati dan pikirannya yang sempat berburuk sangka pada abangnya.


“ tenang Sya,Nissa memang buat kamu “ goda Safi pada adiknya yang terlihat sangat mencintai istri yang sempat berstatus calon kakak iparnya.


...part-nya udah mau abis nich readers,,,...


...end nya mau sekarang juga atau besok tergantung vote sama komentnya readers ya...


...sedekahin vote yang banyak,buat imbalan othor yang mendadak pamrih didetik detik terakhir mau udahan😂🤣...


...happy reading...

__ADS_1


...🤗...


__ADS_2