Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
24


__ADS_3

Bu Rita yang sedang berada di kamarnya tidak mengetahui kedatangan Rasya yang sudah Sedari tadi duduk di sofa di ruang tv.


Dan ketika Bu Rita hendak pergi ke dapur,Bu Rita mendengar suara Rasya yang sedang berbicara dengan Nissa dengan suara yang tinggi.


Bu Rita pun berjalan menuju ruang tv tempat dimana anak dan menantunya berada.


Betapa terkejutnya Bu Rita saat mendapati Rasya yang sedang marah kepada Nissa yang baru pulang dari meetingnya.


Bu Rita pun menghampiri Rasya yang sedang duduk sendiri sesaat setelah Nissa pergi menuju kamarnya sambil menangis.


“Ada apa nak!?”tanya Bu Rita pada Rasya dengan suara yang lembut sambil mendudukkan dirinya tepat berada disebelah Rasya.


Rasya pun menceritakan semuanya pada Bu Rita tanpa ada yang terlewatkan satu pun, lengkap dengan saat dimana dia bertemu dangan Mita dikantornya.


“Tadinya Nissa tidak ingin pergi karena khawatir jika harus meninggalkan ibu,tapi ibu memintanya pergi karena ibu pikir tidak akan lama.dan sebelum pergi Nissa pamit pada ibu untuk mampir ke kantormu terlebih dahulu sebelum ke travel.saran ibu sih lebih baik kamu tanyakan secara baik baik pada Nissa apa yang sebenarnya terjadi karena ibu rasa ini hanya kesalah pahaman yang harus di bicarakan.dan sepertinya kemarahan kamu yang membludak bagaikan bom ini diakibatkan kamu yang sedang cemburu tapi kamu malu untuk mengungkapkannya”ucapan ibu diikuti senyuman tipis diakhir kalimatnya membuat Rasya tersadar bahwa saat ini dia sedang merasakan cemburu,takut akan kehilangan Nissa yang sangat besar membuat egonya lebih memilih untuk meluapkan emosi dari pada harus mengakui bahwa dia sedang cemburu.


Rasya pun menatap lekat ke arah Bu Rita seolah sedang meminta pertolongan apa yang harus Rasya lakukan agar Nissa tidak pergi meninggalkan mereka.


“Kamu sebaiknya pergi menghampiri Nissa untuk meminta maaf dan meminta penjelasan dari apa yang sebenarnya terjadi.dan juga utarakan isi hati kamu yang sebenarnya pada nissa agar Nissa tahu perasaan kamu yang sebenarnya pada dia”bu Rita menyarankan.


“Tapi,bagaimana jika Nissa benar benar mencintai pria lain dan berniat pergi meninggalkan kita!?”tanya Rasya penuh ketakutan.


“Yang jelas ibu tidak mau jika harus kehilangan Nissa dan jangan sampai kamu menyesal karena harus kehilangan wanita sebaik Nissa”ancam Bu Rita pada anaknya yang sedang kalut.


Rasya pun akhirnya berdiri dari duduknya berjalan menuju kamarnya mengikuti saran dari Bu Rita untuk membicarakan masalah yang terjadi secara baik baik dengan nissa dan meminta maaf karena telah bersikap kasar.


Rasya membuka pintu kamarnya dan mendapati Nissa yang masih terus menangis diatas kursi sofa panjang.rasya pun berjalan pelan mendekati Nissa yang terisak Isak dan berusaha menghapus air matanya yang terus menerus mengalir membasahi wajahnya tanpa henti.


“Niss”ucap Rasya lirih saat dia sudah duduk tepat di samping Nissa.


Rasya pun terus menatap Nissa yang sedang menahan tangisnya dan menundukan kepalanya menyembunyikan wajah cantiknya yang sudah dibasahi oleh air matanya yang terus menerus keluar di balik bulu mata lentiknya.


terdengar suara nafas Nissa yang terengah engah karena menahan isakan tangisnya agar tidak terdengar oleh Rasya.


“Maafkan Nissa mas,,,”ucap Nissa sambil mengatur nafas agar dapat melanjutkan ucapannya yang ingin dia sampaikan pada Rasya.


Rasya pun menggenggam erat tangan Nissa yang berada di atas pangkuan kaki Nissa.


“Maafkan Nissa,Nissa tidak bermaksud untuk tidak menghormati mas Rasya.tapi Nissa tidak mau mengganggu mas Rasya yang sedang mengobrol dengan wanita ketika mas Rasya berada di ruang kerja mas rasya.sebenarnya Nissa sudah berada di depan pintu ruangan mas Rasya untuk pamit sebelum Nissa pergi meeting tapi ,,,”


Nissa pun kembali mengatur nafas sambil sesekali menghapus buliran air matanya yang terus menerus keluar dari mata indahnya.


“tapi niat Nissa untuk menghampiri mas Rasya Nissa urungkan jadi Nissa kembali ke mobil dan memilih untuk mengirimkan pesan singkat pada mas Rasya ketika Nissa sampai mobil”


Nissa pun kembali mengatur nafasnya dan terdengar hentakan nafas yang keluar dari bibir Nissa karena menahan isakan tangis agar tidak keluar walaupun air matanya tetap tidak bisa tertahan untuk tidak keluar dari matanya.


“Apa kamu mendengarkan apa yang kita bicarakan!?”tanya Rasya lembut berbeda dengan intonasi yang tadi dia keluarkan saat membentak Nissa di ruang tv.


Nissa pun mengangguk pelan


”maafkan Nissa,tidak seharusnya Nissa menguping apa yang kalian ucapkan tapi Nissa tidak sengaja mendengar sedikit dari pembicaraan kalian namun Nissa langsung pergi saat Nissa mendengar mas Rasya mengatakan bahwa mas Rasya masih mencintai dia.”


Nissa pun kembali mengatur nafasnya dan melanjutkan ucapannya

__ADS_1


“Nissa tidak sanggup jika harus mendengarkan kelanjutan dari apa yang akan mas Rasya katakan.hati Nissa sakit jika harus mendapati kenyataan bahwa mas Rasya masih mencintainya dan akan kembali pada wanita itu walaupun nissa tahu Nissa tidak pantas untuk mendapatkan cinta mas Rasya tapi Nissa juga tidak bisa berbohong pada hati Nissa sendiri jika Nissa mengharapkan mas Rasya bisa mencintai Nissa seperti Nissa mencintai mas rasya.walaupun Nissa tahu pada akhirnya mas rasya akan,,,,,mhmhmh”ucapan Nissa pun tertahan karena Rasya membungkam Nissa dengan ciuman lembut yang membuat Nissa diam tak bergeming atas apa yang dilakukan Rasya padanya.


Setelah dirasa cukup hening,Rasya pun melepaskan ciumannya.kedua tangannya menangkup wajah cantik Nissa sambil ibu jarinya mengusap sisa air mata yang masih membasahi wajah Nissa yang terlihat sembab karena tangisannya.


“Maafkan mas karena sudah salah faham dan membentak kamu.mungkin karena rasa takut kehilangan kamu yang begitu besar membuat mas tidak dapat berfikir jernih.sehingga mas emosi dan meluapkannya bagai bom waktu yang harus meledak”rasya pun kembali menghapus sisa tangisan di ujung mata Nissa dan kembali meraih bibir ranum milik Nissa yang amat sangat diinginkannya.


Nissa merasakan ciuman lembut yang di berikan rasya tanpa penolakan sedikitpun.nissa yang memang belum memiliki pengalaman apapun hanya terdiam membiarkan Rasya menghisap lembut bibir miliknya sampai akhirnya Rasya bisa menggapai kedalam mulut Nissa dan menjelajahi setiap sudutnya.


Rasya pun melepaskan ciumannya saat merasakan Nissa yang mulai kehabisan nafas dan tersenyum ke arah Nissa yang tertunduk malu saat tatapan mereka saling bertemu satu sama lain.


Rasya menyentuh lembut dagu lancip milik Nissa agar Nissa kembali menatap ke arahnya.


“Mulai saat ini,kamu jangan pernah berfikir untuk mas akan pergi meninggalkan kamu karena sampai kapan pun mas akan terus menjaga kamu dan ibu.kalian orang yang amat sangat berarti dalam hidup mas”ucap Rasya lirih sambil tangannya mencoba membantu Nissa untuk melepas hijab yang masih menempel di kepala nissa.


Rasya tahu Nissa yang sudah melakukan perjalanan keluar rumah pasti merasakan panas yang teramat yang seharusnya dia beristirahat dan mengganti pakaiannya namun karena Rasya yang menyambut kedatangan Nissa dengan membentaknya pun membuat Nissa lupa untuk sekedar mengganti pakaiannya dan malah membuatnya menangis.


Nissa yang menggunakan hijab simple pun memudahkan Rasya untuk membantunya melepas hijabnya tanpa ada penolakan karena ucapan lembut yang mengiringi pergerakan tangan Rasya seolah menghipnotis Nissa untuk diam menuruti apa yang dilakukan Rasya padanya.


“Suara yang tadi kamu dengan berbicara dengan mas di kantor adalah suara Mita.mas memang mengucapkan kalimat 'masih mencintainya' tapi itu dulu,sebelum mas menikahi kamu.setelah mas menikah dengan kamu kehidupan mas tertuju hanya pada kamu dan ibu___”ucapan Rasya terpotong oleh pertanyaan Nissa dengan tangan yang terus bergerak membuka hijab milik nissa


“Tapi mas,Mita __!?”tanya Nissa yang langsung di potong oleh Rasya sambil hendak menghentikan pergerakan tangan Rasya,namun gelengan pelan kepala Rasya seolah meminta Nissa untuk mengatakan 'jangan menolak'


“Dia pulang ke tanah air bukan untuk kembali pada mas,tapi dia ada kerjaan di sini dan mas tidak perduli itu.karena sekarang yang mas cintai hanya kamu.kamu dan ibu adalah alasan mas untuk tetap bertahan dan kalian yang menjadi cita cita mas untuk bagaimana caranya bisa membuat kalian bahagia bersama mas”ucap Rasya dengan tangan menyentuh rambut Nissa yang sudah tergerai bebas


Nissa pun menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Rasya dan terus menangis terharu karena mendengar apa yang di ucapkan oleh Rasya dengan begitu lembut dan yakin sampai Nissa tatap kedua mata Rasya untuk mencari keraguan didalamnya.namun tidak ada sedikitpun Nissa dapatkan keraguan dari diri Rasya saat Rasya mengucapkan kata kata yang membuat hatinya begitu hangat dan bahagia.


“Maafkan mas dan lain kali jika kamu mau menguping,belajar untuk mendengarkan sampai selesai,agar kamu tidak salah faham dengan apa yang kamu dengarkan “ucap Rasya sambil mencium puncak kepala Nissa dengan lembut dan membelai rambut Nissa yang sudah tergerai indah tanpa tertutup hijab.


Mereka pun saling melepaskan pelukan mereka


“Mana ada,Nissa ga bau kok”sungut Nissa sambil mengerucutkan bibirnya.


“Apa jangan jangan kamu lagi berharap kalau kita bisa mandi be____”ucapan Rasya yang menjurus untuk menggoda Nissa pun terpotong karena cubitan kecil yang Nissa hadiahkan di perut sispack milik Rasya yang menampilkan rona wajah yang memerah karena malu


“Maaas”cicit Nissa sambil mencubit manja perut Rasya


“Aw,sakit sayang”rasya mengaduh


Mendengar Rasya yang memanggilnya dengan sebutan sayang membuat wajah Nissa kembali merona karena malu.


Nissa pun memilih untuk beranjak pergi ke kamar mandi karena tidak tahan jika harus terus di goda oleh suaminya.


“Mau kemana ” tanya Rasya sambil mencekal tangan Nissa yang hendak pergi menuju ruang pakaian sambil beranjak menyetarakan tubuhnya dengan Nissa.


“Mau ngambil baju buat ganti ” jawab Nissa datar


Rasya pun kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Nissa.


“Kamu gantinya di sini saja tidak usah di kamar mandi,toh mas udah pernah liat kamu tanpa____”lagi lagi ucapan mesum Rasya dipotong oleh cubitan manja yang dihadiahkan oleh Nissa.


“ aw,kamu kok suka sekali sih menyakiti mas!? ” rasya mengaduh dan berkata dengan nada seolah sedang tersakiti


“ Habis mas sich ngomongnya mesum terus,Nissa kan jadi malu ” jawab Nissa sambil menutup wajah nya yang sudah sangat merah karena godaan Rasya yang bertubi tubi dengan tangannya.

__ADS_1


Rasya pun menggenggam kedua tangan yang menutupi wajah cantik Nissa yang sudah sangat memerah karena malu lalu mengecup kembali bibir ranum Nissa dengan singkat


“ Anggap saja ini hukuman buat kamu yang sudah menguping tapi tidak sampai beres ” ucap Rasya saat sudah mengecup bibir ranum Nissa sambil tersenyum manis.


Nissa pun langsung pergi menuju kamar mandi meninggalkan Rasya yang terus saja membuat jantungnya dag Dig dug duer tidak karuan.


Saat Nissa sedang membersihkan diri.rasya pun pergi keluar menghampiri Dion yang sedari tadi menemaninya menunggu Nissa pulang sambil menghampiri ibunya yang masih di ruang tv.


“bagaimana pa,apa nona baik baik saja”tanya Dion saat melihat Rasya berjalan menghampiri mereka dengan satu tangan di taruh disaku celana


“Nissa tidak apa apa.hanya saja ada kesalah pahaman sedikit”ucap rasya


“Apa Nissa masih menangis!?”tanya ibu khawatir


“Dia sekarang sedang membersihkan diri”jawab Rasya santai.


“Nona sepertinya mendengarkan semua yang dibicarakan pa Rasya dengan Mita saat kalian berada dalam satu ruangan”


“dari mana mas Dion tahu Mita ke ruangan saya!?”tanya Rasya heran.


“Sesaat setelah pa Rasya memarahi zizah dan pergi.saya menghubungi pa Eman untuk mengetahui keberadaan mereka dimana.lalu pa Eman menceritakan semua tentang nona yang seperti habis menangis setelah keluar dari kantor dan juga pa Eman bilang saat perjalanan pulang kerumah pun nona kembali menangis.pak Eman tidak berani menanyakan penyebab nona menangis.dia hanya memperhatikan nona dalam diam”ucap Dion.


“Lalu!?”tanya Rasya Ingin mengetahui kelanjutannya.


“Saya menghubungi Nouval meminta dia melihat rekaman cctv untuk mengetahui apa yang terjadi dikantor saat nona masuk dan setelah beberapa saat Nouval pun memberi tahu kepada saya.saya meminta pa Eman untuk mengikuti kemana pun nona pergi termasuk ketika nona pergi dengan pa Bhekti yang diantar oleh supir pa Bhekti.karena sudah memprediksi akan terjadi seperti ini pa,makanya kenapa saya tidak merekomendasikan nona untuk ikut terjun langsung menemui klien.kehangatan dan keramahan yang dimiliki nona membuat siapa saja akan menyukai kepribadiannya.dan saya tidak mau nona jatuh ke tangan orang lain dan pergi meninggalkan pa Rasya da nyonya”ucap Dion panjang lebar.


“Kenapa saya tidak terpikirkan kearah sana ya mas”tanya Rasya merutuki kebodohannya


“Bukankah jatuh cinta dan cemburu dapat membuat orang cerdas kehilangan akal sehatnya pa!?”sindir Dion.


“Mas Dion bisa saja”jawab Rasya sambil tersenyum menertawakan kebodohannya sendiri dan menggaruk garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Sontak Rasya,Bu Rita dan Dion pun tertawa bersama tepatnya menertawakan kebodohan yang Rasya ciptakan karena cinta dan cemburu buta.


“makasih ya mas,sudah menjaga kami sebaik ini”ucap Rasya pada Dion


“ Ini sudah kewajiban saya pa.keluarga pa Safi sudah saya anggap seperti keluarga saya sendiri dan menjaga kalian merupakan tanggung jawab saya yang harus saya jalankan.terlebih kebaikan pa Safi membuat saya ingin membalas semuanya dengan cara menjaga dan memastikan kalian dalam keadaan baik baik saja ” ucap Dion penuh keyakinan


“Sudah mau magrib,kamu ikut makan malam disini saja bersama kita”ajak Bu Rita pada Dion.


“ Maaf nyonya saya sudah berjanji pada anak dan istri saya untuk pulang awal.insyaallah lain waktu saya mampir kesini untuk makan malam bersama.mari pa Rasya,mari nyonya ” pamit Dion lalu berjalan keluar menuju mobilnya dan pergi.


_


_


_


udah di edit sich tapi kalo masih ada typo maafkan yaaa !!!


paling syuka kalo udah lolos nge up eh ada komentnya berasa banget ada yang nungguin gitu buat up lagi lagi dan lagi walaupun akunya so sibuk🤭🤭🤭 tentunya sama like like likenya juga .


jadi jangan lupa abis baca LIKE dan KOMENT

__ADS_1


makasih dan jangan bosan buat terus mampir


🤗🤗🤗


__ADS_2