Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
43


__ADS_3

Nissa kini berada di pondok bersama anak anak santri dan ternyata disana Nissa juga mendapati vio anak dari Bhekti ikut hadir di tengah tengah mereka.


Nissa yang sebelumnya memang sudah terbiasa bermain dan menjaga anak anak di pondok membuatnya tidak canggung dalam membawa suasana menjadi lebih ceria bersama anak anak.tidak terkecuali vio yang memang menyukai Nissa semenjak pertama mereka bertemu sebelumnya


Sesekali vio pun mencari perhatian pada Nissa dan bermanja di pangkuan Nissa sebagai bukti kenyamanannya bersama Nissa.


Nissa yang cerewet dan ceria dapat menjadikan suasana lebih nyaman dimana pun dia berada terlebih bersama anak-anak.


Seperti memiliki stok kesabaran yang banyak,Nissa menghadapi sifat dan sikap anak anak dengan berbagai jenis karakter tersebut dengan sabar dan lembut


tidak heran bukan jika seorang Bu Rita yang awalnya memiliki kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain dapat lebih terbuka dan bahkan sekarang Bu Rita aktif dengan berbagai kegiatan pengajian.


Setelah semua anak anak santri pergi ke kamarnya masing masing untuk tidur siang.nissa masih berdiam diri di taman menemani vio yang seolah tidak ada rasa bosan untuk bermain bersama Nissa.


Ponsel milik Nissa yang dia simpan di dalam saku bajunya berbunyi menandakan daya baterei lemah.nissa pun meminta vio untuk menunggunya di bangku yang terdapat di taman untuk mengisi daya baterei ponselnya di dalam rumah ummi Aisyah dan berjalan menuju kediaman pemilik pondok tersebut.


Nissa yang masih didalam memasangkan pengisi daya baterai ponselnya di kagetkan oleh teriakan suara Fadil anak ummi Aisyah yang baru saja pulang dari kuliahnya.


Nissa segera bergegas ke arah suara dimana Fadil berada dan betapa terkejutnya saat mendapati vio yang pingsan karena terjatuh dari pohon yang berada di taman tempat Nissa memintanya menunggu


“ astagfirullah,Dil kenapa vio !?” tanya Nissa panik


“ jatuh dari pohon kak “ jawab Fadil tidak kalah panik


“ ya sudah kita segera bawa vio ke klinik terdekat takutnya terjadi apa apa “ titah Nissa


“ Kita naik motor saja kak supaya lebih cepat “ ajak Fadil yang langsung diangguki oleh Nissa.


Nissa mengangkat tubuh kecil vio menuju motor Fadil dan ada beberapa orang yang bertugas di pondok yang melihat kejadian tersebut.mereka yang menghampiri Nissa dan Fadil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi


“ Ada apa ini Fadil !?” tanya seseorang


“ vio pingsan pa,tolong hubungi ayah vio “ pinta Fadil pada pria yang jauh lebih dewasa dari dirinya lalu membantu Nissa menaiki motornya.


Tanpa berlama lama Fadilpun menjalankan motor kesayangannya dengan kecepatan tinggi agar dapat segera sampai di klinik terdekat untuk mengobati vio yang sedang pingsan.


Nissa yang panik pun langsung pergi membawa vio yang di antar Fadil ke klinik tanpa membawa apapun termasuk ponselnya.


Tidak berapa lama,Nissa dan Fadil pun tiba di klinik terdekat dengan pondok dan langsung meminta dokter jaga untuk segera memeriksa keadaan vio yang sedang pingsan.


“ bagaimana keadaan vio dokter !?” tanya Nissa yang berdiri di samping dokter yang sedang memeriksa vio tepat di sebelah Fadil


“ Alhamdulillah,dia tidak apa-apa,hanya saja dia sedikit syok jadi dia pingsan.sebentar lagi juga dia bangun “ jelas dokter yang memeriksa vio


“ syukurlah,saya takut dia kenapa kenapa dok “ ucap Nissa.


Nissa dan Fadil pun menunggu vio tersadar dan duduk di bangku yang berada di sebelah ranjang pasien.


Setelah beberapa saat,datang lah Bhekti yang terlihat sangat cemas karena mendapatkan kabar bahwa vio,anaknya di larikan ke klinik .


Setelah memasuki ruangan pasien,Bhekti mendapati Nissa dan Fadil yang sedang menunggu vio tersadar dan tidak lama setelah pa Bhekti datang tiba tiba vio pun kembali tersadar dari pingsannya.


“ papa,papa “ gumam vio dengan keadaan mata setengah terbuka


“ sayang,ini papa nak “ sahut Bhekti yang langsung mendekatkan dirinya dengan vio

__ADS_1


“ minum “ gumam vio pelan


Nissa pun memberi air dalam gelas yang berada di nakas dekat ranjang pasien pada Bhekti lalu vio pun meminumnya.


“ vio tidak apa-apa sayang !?” tanya Nissa memastikan keadaan vio


Vio hanya menggeleng kepalanya pelan.


“ ya sudah,vio sekarang istirahat dulu ya,biar vio bisa cepet sembuh “ bujuk Nissa.


Bhekti yang berada di sebelah vio menoleh ke arah Nissa yang dengan sabar menghadapi sikap manja anak semata wayangnya tersebut.


Tiba tiba datanglah dokter yang sebelumnya memeriksa keadaan vio ketika vio dalam keadaan pingsan.lalu dokter tersebut kembali memeriksa keadaan vio.


“ keadaannya membaik hanya saja masih harus cukup istirahat karena detak jantungnya yang belum normal menandakan bahwa vio masih dalam keadaan syok dan butuh sedikit waktu untuk dapat lebih tenang,perbanyak saja air minum ya Bu “ ucap dokter pada Nissa yang diangguki dan di balas senyuman oleh Nissa


Namun tiba tiba Nissa teringat pada ponselnya yang tertinggal di pondok karena sedang diisi daya.


“ astagfirulloh,Dil kak Nissa lupa handphone kakak tertinggal di pondok,kita pulang ke pondok,” ajak Nissa pada Fadil


“ vio mau di temani Tante Nissa “ rengek vio


Pa Bhekti yang mendengar rengekan vio menoleh ke arah Nissa sebagai ungkapan tidak enak hati karena sikap manja anaknya pada Nissa.


“ ya sudah kak,biar Fadil saja yang membawakan tas dan handphone kakak,nanti Fadil kembali lagi kesini menjemput kak Nissa “ usul Fadil


“ ya sudah,tapi jangan lama lama ya,kak Nissa takut mas Rasya menghubungi Nissa “ pintanya.


“ Insyaallah “ jawab Fadil “ ya sudah pa Bhekti Fadil permisi dulu “ pamit Fadil pada Bhekti yang sedang memperhatikan percakapan Nissa dan Fadil.


Fadil pun pergi meninggalkan Nissa,vio dan Bhekti di ruang pasien untuk membawakan tas dan handphone milik Nissa yang tertinggal di kediamannya.


Di tempat yang berbeda,Rasya yang hendak pulang,terlebih dahulu menghubungi Nissa agar bersiap siap untuk dijemputnya.


Namun Nissa yang telah beberapa kali dihubungi oleh Rasya tidak juga menjawab panggilan telepon Rasya.


“ Nissa kemana ya,kenapa dihubungi tidak juga dijawabnya “ gumam Rasya.


Hari yang sudah hampir sore membuat Rasya memutuskan untuk menjemput Nissa di pondok karena jadwal Rasya yang tidak begitu padat dan juga sebelumnya Rasya juga berjanji untuk menjemput Nissa di pondok.


Namun hampir dua puluh kali panggilan Nissa tak kunjung menjawab panggilannya.


Rasya yang mulai khawatir pun segera bergegas membawa kunci mobilnya karena mang Dodo yang biasanya mengantar jemput Rasya kekantor sudah di persilahkan pulang terlebih dahulu oleh Rasya yang memang berniat menjemput Nissa di pondok.


Rasya pun mengemudikan mobilnya membelah jalanan kota menuju pondok untuk menjemput nissa.setibanya di pondok,Rasya tidak mendapati Nissa di sana.


suasana pondok yang sepi karena anak anak yang sedang belajar mengaji dan staf pengajar dan yang lainnya masih sibuk dengan tugasnya masing masing membuat Rasya tidak tahu harus menanyakan Nissa pada siapa.


Namun otak cerdas Rasya memutuskan untuk mencari Nissa di mini market milik pamannya karena rasya berpikir mungkin Nissa masih ingin melepas rindu bersama partner kerjanya.


Rasya pun mengemudikan mobilnya keluar melewati gerbang utama pondok menuju minimarket milik Darsa,dan dari arah yang berlawanan,Fadil melihat mobil Rasya yang baru saja keluar dari pelataran pondok menuju ke arah mini market.


Fadil pun memutuskan untuk mengambil ponsel dan tas milik Nissa terlebih dahulu setelah itu menyusul Rasya.


Rasya yang sudah di selimuti rasa cemas menghentikan laju mobilnya dipelataran parkir minimarket milik Darsa.

__ADS_1


Rasya segera keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki kaca besar pintu utama mini market.


Rasya melihat ada seorang wanita berdiri dibalik komputer kasir yang sedang melayani beberapa pelanggan yang mengantri untuk membayar belanjaanya.


Setelah tidak ada lagi pelanggan,Rasya pun segera menghampiri wanita yang sedari tadi ditunggunya.


“ Maaf,saya Rasya suami nissa,.apa tadi Nissa kemari !?” tanya Rasya ramah


“ O,saya Fitri temannya Nissa.tadi sih Nissa memang mampir kemari dan memberikan saya oleh oleh tapi tidak lama dia pergi,katanya mau mampir ke pondok “ jawab Fitri


“ Benarkah,tapi tidak ada siapa siapa. “ jawab Rasya tambah panik


Namun tiba tiba datanglah Darsa yang melihat Rasya sedang dalam keadaan panik


“ Anda sedang apa kemari pa Rasya !?” tanya Darsa ketus


“ saya mencari istri saya,apa anda melihatnya !?” tanya Rasya ramah


“ bukankah setelah menikah dengan mu dia sama sekali tidak diizinkan untuk sekedar bertamu padaku pamannya “ ucap Darsa masih dengan nada ketus


“ Maaf jika memang anda tidak melihat Nissa,saya mau permisi “ pamit Rasya.


“ apa kamu memperlakukannya layaknya perawat yang menjaga orang sakit dan memenjarakan kehidupannya hingga baru keluar saja kamu sudah kelimpungan mencari Nissa “ ucap Darsa so tau


“ maaf pa Darsa yang terhormat,mohon tidak mengatakan apa yang tidak anda ketahui ,jadi jaga lisan anda “ ucap Rasya mulai emosi


“ Dari pada kamu memenjarakan wanita seperti Nissa,lebih baik kamu lepaskan saja Nissa bersama orang lain yang ingin membuatnya bahagia, dan juga tidak kalah beruang seperti kamu “ ucap Darsa dengan nada yang jauh dari kata sopan


“ apa maksud anda !?” tanya Rasya sambil memicingkan matanya geram mendengar ucapan yang dilontarkan Rasya.


“ Saya akan mengembalikan uang yang telah Abang kamu berikan kepada saya tempo hari dulu padamu namun sebagai imbalannya,kamu kembalikan Nissa agar saya bisa menikahkannya dengan orang yang mencintainya dan tentunya saya pun bisa kembali mendapatkan lebih besar dari pada uang yang Abang kamu beri dulu pada saya “ ucap Darsa lantang tanpa tahu apa itu rasa malu dan sangat tidak berprikemanusiaan.


Mendengar ucapan kasar yang dilontarkan Darsa membuat emosi yang telah Rasya tahan menjadi berada di puncak ubun ubunnya dan dengan kuatnya Rasya meraih kerah baju Darsa dan mencengkramnya kuat.


“ Siapa yang kamu maksud dengan orang yang mencintai Nissa hah !?” bentak Rasya emosi dengan nada suara yang tinggi


“ sa sa saya lupa namanya,ta tapi di dia bilang di dia se sedang menitipkan a anaknya di po pondok “ jawab Darsa terpotong potong menahan rasa takutnya karena perlakuan kasar rasya.


Berbeda dengan sikap awal yang dia tunjukan pada rasya.sikap Sok tahu,ketus dan arogan Darsa berubah drastis melempem bagai kerupuk yang tersiram air saat mendapat perlakuan kasar dari Rasya.


“ Kalau saja kamu berani merusak rumah tanggaku dan Nissa,bukan lagi dinginnya jeruji besi yang akan kamu tempati,namun aku tidak akan segan segan mengirimmu ke rumah sakit dengan alat selang yang meliliti tubuhmu “ bentak Rasya geram


_


_


_


_


_


jangan lupa like **dan komentnya


🤗🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2