
Setelah kejadian kecelakaan mobil yang dialami Nissa dan Mita.Rasya segera membawa Nissa ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil yang Dion kemudikan saat mengejar Mita yang membawa lari nissa.
Tanpa.menoleh ke arah Mita yang memelas meminta pertolongannya karena benturan yang dia alami membuat kepalanya terasa sakit Tak tertahankan.
Namun seolah menulikan pendengarannya,Rasya terus saja fokus menyelamatkan istrinya yang sudah terluka di dahinya dan pingsan.
Setelah mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit,akhirnya Dion telah memasukan mobilnya ke area parkir rumah sakit yang tidak jauh dari tempat kejadian kecelakaan berlangsung.
Nissa langsung di larikan ke ruangan IGD untuk mendapatkan penanganan segera.tampak raut kekhawatiran yang terpancar dari wajah tampan milik Rasya.
Sedangkan Mita datang beberapa saat setelah Rasya tiba di rumah sakit yang sama dengan dibawa oleh ambulance dan diikuti beberapa orang polisi di belakangnya yang tiba di tempat kejadian perkara atas laporan yang diberikan Nouval.
Mita pun segera dibawa keruangan IGD tempat dimana Nissa dibawa masuk.beruntung mereka segera dilarikan ke rumah sakit terlebih Nissa yang sudah mengeluarkan banyak darah didahinya sehingga dapat segera diberikan tindakan oleh para tenaga medis.
Setelah di nyatakan dalam kondisi baik baik saja,Rasya membawa Nissa yang masih belum sadarkan diri ke kamar ruang rawat inap VVIP yang berada di rumah sakit tersebut .
Setelah Nissa berada di ruang rawat inapnya,tak lama kemudian terlihat Bu Rita tiba di rumah sakit dengan wajah yang terlihat khawatir.
Bu Rita segera menghampiri Rasya yang berdiri disamping ranjang rumah sakit tempat Nissa terkulai lemah tidak berdaya.tampak bulir air mata bercucuran di mata sendu milik wanita paruh baya itu melihat menantu kesayangannya terbujur kaku tidak sadarkan diri.terlebih saat melihat lilitan perban yang berada tepat di sekeliling kepalanya dan selang infusan yang terhubung di lengannya.
Isakan tangis pun pecah mengisi ruang VVIP tempat Nissa dirawat.rasya lalu memeluk tubuh wanita tua yang amat dicintainya itu untuk menenangkannya dan berusaha memberi kekuatan kepada ibunya dengan mengatakan bahwa Nissa baik-baik saja walaupun tidak dapat dipungkiri Rasya pun sebenarnya takut untuk kehilangan wanita cantik yang sangat dia sayangi dan cintai itu.
Setelah Isak tangis yang keluar dari bibir Bu Rita mereda,Rasya lalu mengajaknya untuk duduk di sofa yang di sediakan di ruangan dimana Nissa di rawat.
Tak henti hentinya Bu Rita memanjatkan doa kepada sang pemilik kehidupan untuk segera memberikan kesembuhan pada wanita muda yang telah merawatnya semasa dia sakit dulu.
Segala asma asma Allah dia ucapkan di bibirnya,tak lupa,sehabis melaksanakan sholat,dia lantunkan ayat ayat suci berharap Nissa akan segera sadar setelah mendengarkan ayat ayat suci yang dilantunkannya.
Beberapa jam sudah Nissa pingsan namun sepertinya obat penenang yang diberikan dokter masih bereaksi dengan baik sehingga Nissa terlihat masih setia memejamkan matanya tanpa menghiraukan panggilan lembut yang diucapkan suami dan ibu mertuanya.
Tiba tiba nouval dan Dion memasuki ruangan tempat Nissa berada.nouval melaporkan jika Mita sudah kembali sadar dan setelah mendapatkan hasil dari proses interogasi dan observasi yang dilakukan pihak berwajib.ternyata Mita berada dalam pengaruh obat terlarang.
Keberanian dan emosi Mita yang amat sangat tidak terkendali berasal dari efek obat terlarang yang dia konsumsi sesaat sebelum dirinya memutuskan untuk pergi menemui Rasya di kantornya,meminta agar Rasya mau memaafkan dan kembali merajut kasih bersama dirinya.
Namun penolakan Rasya membuat emosi Mita memuncak dan semakin tidak terkendali sehingga berdampak pada Nissa yang secara tidak sengaja bertabrakan dengan Mita ketika Nissa hendak memasuki kantor besar milik suaminya.
Tampak jelas raut penuh kekecewaan dari wajah Rasya yang acak acakan saat mendengar kenyataan bahwa Mita sekarang berteman dengan barang yang selama bersamanya selalu dia hindari itu.namun Rasya tidak dapat berbuat apa apa karena bahkan dirinya sendiri tidak mengenal Mita sekarang yang sangat berbeda dengan Mita yang dulu amat dia cintai.
Rasya juga ingin marah pada Mita karena dia hampir membuat istrinya kehilangan nyawanya.namun Dewi Fortuna sepertinya masih berpihak pada kedua wanita yang amat mencintai Rasya sehingga kecelakaan tunggal yang dialami oleh mobil yang dikemudikan Mita hanya membuat penumpang yang berada didalamnya terluka ringan .dan membutuhkan beberapa jahitan untuk menutup luka didahinya akibat benturan keras yang Mita dan Nissa alami.
Melihat istrinya yang masih belum sadarkan diri membuat Rasya enggan untuk beranjak dari samping ranjang tempat Nissa merebahkan tubuhnya.
Dia bingung apa yang harus dirinya lakukan agar bisa membuat istrinya segera sadar dari pingsannya.terlihat kristal bening yang berada tepat diujung matanya seolah meminta untuk bisa keluar dari sarangnya sebagai ungkapan rasa takut akan kehilangan kembali dari orang yang dia sayang.
“ bagaimana ini mas,saya tidak tahu harus apa,melihat kondisi Nissa yang belum sadarkan diri membuat saya merasa sangat emosi jika harus mendengar nama Mita “ ucap Rasya lirih
“ Kita berdoa saja pa,semoga nona segera siuman.untuk urusan Mita,kita serahkan saja penyelesaiannya kepada pihak berwajib “ Dion menenangkan.
“ Sekarang Mita masih di ruang rawat inap,paling nanti prosesnya akan dilanjutkan setelah dia dinyatakan sembuh oleh dokter dan bisa segera di bawa ke kantor polisi “ ucap nouval
“Saya serahkan semuanya pada kalian karena saya tidak mau meninggalkan Nissa terlebih sebelum dia sadarkan diri “ ucap Rasya sambil.melirik ke arah Nissa yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
Dion dan Nouval memutuskan untuk menunggu Nissa di luar kamar agar tidak mengganggu Bu Rita dan Rasya yang benar benar sedang rapuh.
Rasya pun kembali duduk di kursi yang berada di sebelah ranjang tempat tidur Nissa sambil menggenggam erat tangan Nissa yang terasa dingin dan lemah.
“ Sayang,bangun .jangan tinggalkan mas,maafkan mas yang sudah lalai untuk menjaga kamu,mas ga sanggup jika harus kehilangan kamu.mas mohon kamu bangun sayang,disini ada ibu juga yang menunggu kamu bangun.mas mohon buka mata kamu sayang “ ucap Rasya dengan lelehan air mata yang akhirnya keluar dari mata tajamnya yang terlihat sendu sambil menggenggam erat tangan Nissa dan menciumnya.
Bu Rita yang awalnya duduk di sofa segera menghampiri Rasya yang duduk di bangku sebelah ranjang tempat tidur Nissa lalu mengusap lembut bahu anaknya yang sangat terlihat rapuh.
Semampu Rasya menguatkan hati ibunya untuk dapat tenang namun perasaan takut kehilangan dan penyesalan karena tidak dapat menjaga Nissa dari segala keambisiusan Mita membuat Rasya merutuki kejadian yang memang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Rasya bahwa Mita akan melakukan hal sekejam ini pada istrinya.
Rasya pun terus meletakan tangan Nissa digenggamanya sambil sesekali menciuminya.tak dapat dielakkan,air mata Rasya pun jatuh membasahi tangan Nissa yang terlihat sangat lemah.
Namun sepertinya obat penenang yang diberikan dokter sudah mulai menghilang sehingga Rasya merasakan pergerakan kecil ditangan Nissa yang masih dia genggam.
“ Sa sayang,apa kamu sudah bangun !?” ucap Rasya tidak percaya
Tidak ada jawaban dari Nissa namun Nissa terlihat menggerakkan kepalanya yang terlilit perban dan berusaha menetralisir kan cahaya yang masuk ke matanya dengan membuka matanya secara perlahan.
Saat sudah dapat membuka matanya sempurna Nissa melihat samar suaminya yang sedang berdiri disamping ranjangnya bersama dengan Bu Rita.ibu mertuanya.
“ maaas,sakit “ ucap Nissa lirih sambil menyentuh lilitan perban yang berada di sekeliling kepalanya yang telah di jahit oleh dokter.
“ syukurlah sayang kamu sudah sadar,ya sudah kamu jangan banyak bergerak agar rasa sakit bekas jahitan dikepalamu dapat segera sembuh “ ucap Rasya senang melihat istrinya sudah membuka matanya “ apa kamu mau minum !?” tanya Rasya yang tahu bahwa istrinya pasti kehausan.
Nissa hanya menganggukan kepalanya pelan.Rasya segera membawa gelas berisi air yang disimpan di atas nakas samping tempat tidur Nissa lalu memberika Nissa minum dengan menggunakan sedotan agar Nissa tidak perlu banyak bergerak dan dapat segera pulih dari sakitnya.
“ ibu “ panggil Nissa lirih saat mendapati ibu mertuanya menangis
“ apa kamu baik baik saja nis !?” tanya Bu Rita sambil terdengar isakan kecil dibibirnya tidak tega melihat kondisi menantu kesayangannya.
Melihat perlakuan Nissa Bu Rita pun tersenyum tipis walaupun air mata yang mengalir dipipinya tetap tidak dapat dia hentikan.
“ ya sudah ,kamu jangan banyak bergerak ya sayang,kalau perlu apa apa,minta tolong mas “ ucap Rasya yang sudah mulai lega karena melihat istrinya sudah kembali sadar.
Rasya lalu memencet tombol yang berada tidak jauh dari ranjang Nissa untuk memanggilkan dokter yang memeriksa Nissa yang sudah kembali sadar.
Beberapa saat kemudian munculah dokter dibalik pintu yang sempat tertutup rapat untuk melakukan pemeriksaan lanjutan pada Nissa yang diikuti Dion dan Nouval dari belakang.
Dokter pun segera memeriksakan keadaan Nissa dengan alat alat yang dibawanya lalu tersenyum mendapatkan keadaan Nissa yang baik baik saja.
“ ada keluhan lainnya Bu selain sakit dikepala !?” tanya dokter ramah
Nissa hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban dari pertanyaan yang diberikan dokter yang telah memeriksanya.
“ Bagaimana keadaan istri saya dokter !? “ tanya Rasya yang masih khawatir dengan keadaan istrinya.
“ istri anda baik baik saja pa,beruntung anda segera membawanya kemari sehingga tidak banyak mengeluarkan darah di kepalanya dan dapat langsung diberikan penanganan medis dengan tepat.” Jawab sang dokter
“ berapa lama lagi istri saya akan pulih !?”
“ Secepatnya pa,berikan istri anda istirahat yang cukup dan obat penahan sakit yang saya berikan dengan teratur,agar lukanya segera kering dan semoga keadaannya segera pulih “ jawab dokter dengan sabar menjawab pertanyaan Rasya .
__ADS_1
“ baiklah dok,terima kasih “ ucap Rasya.
“ saya kembali keruangan saya,jika ada apa apa anda bisa Kembai memanggil saya dengan menekan tombol yang sudah tersedia,mari pa,mari semuanya “ pamit dokter pada semua orang yang berada di ruangan Nissa dirawat.
“ syukurlah pa,nona sudah siuman “ ucap Dion penuh kelegaan melihat istri bosnya kembali siuman.
“ saya pamit keluar dulu pa sepertinya anda dan nyonya belum makan sekalian saya bawakan “ nouval meminta izin
“ Tidak perlu repot repot,jika kalian mau pulang,pulang saja “ Rasya meminta para asistennya kembali ke rumah mereka masing masing
“ jangan sungkan pa,jika keadaan pa Rasya sudah benar benar bisa kami tinggalkan kami akan pamit pulang “ timpal Dion
Rasya hanya tersenyum pada kedua asisten setianya dengan keadaan rambut dan wajah yang acak-acakan.
▪️
▪️
▪️
Esoknya,Rasya menyuapi Nissa makanan yang tersedia di nakas tempat tidur yang telah disediakan oleh rumah sakit sebelum akhirnya Rasya memberi obat yang telah dokter sarankan untuk kesembuhan Nissa.
“ mas,kak Mita !?” terdengar pertanyaan lirih Nissa menanyakan wanita yang telah membuatnya mengalami kecelakaan yang hampir menghilangkan nyawanya.
Mendengar pertanyaan Nissa membuat Rasya terdiam tidak ingin menjawab karena jujur rasya masih merasa kesal dan marah dengan apa yang telah dilakukan Mita pada istrinya.
“ kamu istirahat yang cukup agar segera pulih dan kita bisa kembali kerumah “ jawab Rasya lembut tanpa ingin membahas tentang wanita yang ditanyakan oleh istrinya.
_
_
_
_
_
maaf untuk part yang kemaren pada komplain
" kok di ulang !?"
di akhir part emang sengaja di ulang biar kesannya Mita tuh bener bener ngerasain sakit dan menyesal jadi biar rada di dramatisir gitu
🤭🤭🤭
tapi maaf ya kalo kesannya malah jadi bertele tele.🙏
maafkan juga aku yang hanya amatiran dan tetep kalian inti dari penyemangat ku buat terus up
😁
__ADS_1
jangan bosen ya buat terus kasih like sama komentnya
🤗🤗🤗