
Semenjak kejadian dimana Naima mati Matian menjaga perasaan orang tuanya demi membahagiakan mereka.perasaan Sayang Safi semakin bertambah.safi yang selalu menjaga sikap agar tidak membuat Naima berharap pun dilupakannya sudah.dia tidak lagi takut dengan masa lalunya yang belum dirinya ingat sepenuhnya dengan mencintai Naima.
Hingga benteng pertahanan Naima untuk tidak menjatuhkan hatinya pada Safi dengan sejatuh jatuhnya pun hancur sudah.dirinya kini terhanyut lebih dalam dengan segala perlakuan dan perhatian Safi yang semakin hari semakin menunjukan rasa cintanya dan pada akhirnya tanpa mereka sadari,mereka saling berbalas rasa cinta masing masing walaupun tidak pernah ada kata cinta yang terucap keluar dari bibir mereka.
Saling merindu,saling memberi perhatian dan saling berbalas ucapan dan perlakuan manis kini dilakukan keduanya.jika tidak berpikir dan merasakan sayang pada ibu dan adiknya mungkin Safi sudah memilih untuk segera menikahi wanita cantik yang telah membuatnya jatuh cinta tersebut mengingat seorang pria tidak butuh wali dalam menikah.
Namun tetap saja,Safi ingin ibu dan adiknya mengenal dan merestui hubungannya dengan Naima sehingga mereka bisa menikah dengan tenang karena mengantongi restu ibunya.wanita yang selama ini dirindukannya.
Semakin hari semangat Safi bekerja semakin besar karena dia ingin segera pulang dan berniat membawa Naima untuk dikenalkan pada ibu dan adiknya sebagai calon wanita yang akan mendampingi masa depannya.
Rasa rindu pun semakin besar kala Safi harus menerima pekerjaan tambahan setelah pulang dari pasar dengan memperbaiki semua program dari komputer di kantor tempat Rinzani anak pemilik jongko yang Safi jaga itu bekerja.
Pertemuan mereka yang hanya dapat dilakukan sebentar karena Safi pulang kerumah kontrakannya sesuai jam kerja yang selalu di lalui Rinzani yaitu sore hari.dimana hari akan memasuki waktu magrib.membuat Safi jarang bertemu dengan Naima.
Dan untuk libur pun mengikuti aturan libur nasional yaitu seminggu sekali.karena kemampuan Safi di bidang komputer dan Rinzani yang merupakan salah satu orang penting yang menduduki tempat tinggi di salah satu kantor tersebut membuat Safi dapat bekerja tanpa harus menggunakan ijazah lagi pula dia bekerja hanya sebagai tukang Service yang dibayar harian bukan bulanan layaknya karyawan tetap.Hanya waktu kerja saja yang mengharuskan Safi mendatangi kantor di hari dan jam sibuk kerja.
Semangatnya dalam mengumpulkan pundi pundi rupiah pun dilaluinya dengan senang hati demi segera membawa sang pujaan hati menemui keluarganya.tidak pernah ada keluhan dari Safi yang ada hanya kebahagiaan yang membuatnya merasa tidak sabar akan datangnya hari dimana Naima dan keluarganya akan dia bawa untuk kembali ketanah kelahiran mereka bersamaan dengan Naima yang akan dirinya bawa menemui keluarganya
Namun semua rasa bahagia Safi yang menyelimutinya selama ini karena mencintai Naima pun tergoyahkan seketika saat dirinya bermimpi akan masa lalunya yang membawa pada ingatan yang telah dirinya lupakan sekian lamanya.
Malam itu Safi tidur seperti biasanya setelah sholat isya.safi yang selalu bangun dini hari karena harus pergi ke pasar memilih tidur cepat agar tenaganya untuk bekerja pun tidak terkuras habis.
Malam itu seperti biasanya.safi terlelap sesaat setelah membaca doa akan tidur.senyumannya selalu tampak diwajahnya karena malam malamnya selau dihiasi orang orang yang dicintainya termasuk Naima.
Tiba tiba dalam keadaan terlelap Safi mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya.hawa panas daerah pesisir pantai ditambah mimpi yang hadir menemani tidur Safi pun menambah panas tatkala Safi bertemu dengan salah seorang pria yang terlihat kejam akan menjual gadis yang ada dihadapannya dengan dipaksa menikah.
__ADS_1
Safi yang penasaran terus berjalan mendekati pria paruh baya yang sedang memaksakan seorang wanita untuk menikah yang tertutup wajah dan tubuhnya oleh tubuh sang pria pemaksa.
Tiba tiba si pria pemaksa itupun membalikan tubuhnya saat mengetahui Safi berjalan mendekat kearahnya.dan akhirnya Safi pun dapat melihat dengan jelas wajah wanita cantik yang sedari tadi dilihatnya di bentak dan dipaksa pria dihadapannya untuk menikah.
Lupa lupa ingat,Safi berdiri dihadapan pria dan wanita yang kini telah menatapnya dengan lekat dan si pria pemaksa pun berkata
“ dari mana saja kamu !? Bukankah kamu berjanji untuk menikahinya dan akan memberikanku sejumlah uang !?” tanya pria tersebut yang sontak saja membuat Safi bingung.
" me,,,menikah !?" Safi bertanya dalam hatinya
Yang Safi ingat dirinya pernah melihat pria kejam dihadapannya namun dia lupa siapa nama pria paruh baya tersebut dan dimana dia pernah melihatnya?
Ditatapnya bergantian antara gadis cantik berhijab yang terlihat sangat menyedihkan dimatanya dan pria kejam yang menyuruhnya menikah demi uang.safi ingat pernah melihatnya tapi dimana !?,siapa sebenarnya mereka yang terlihat sangat mengenal dirinya?
Keringat dingin pun mengalir membasahi sekujur tubuhnya saat dirinya harus menyaksikan gadis cantik berhijab tersebut terus dipaksa oleh pria paruh baya dihadapannya menikah.sambil tertawa jahat,pria itu terus saja memaksanya dan tidak perduli dengan rintihan dari gadis itu yang berusaha untuk menolak keinginan si pria jahat.
Ingin rasanya Safi mendekati gadis yang terlihat sangat menyedihkan itu tapi tiba tiba Safi mendengar suara yang tidak asing ditelinga ya memanggil namanya
“ bang,,,bang Safi “ suara Naima terdengar memanggilnya sambil tersenyum manis ke arahnya.
Tanpa bergerak,Safi tertegun ditempat dirinya berdiri.ingin rasanya Safi menghampiri wanita yang terlihat menyedihkan tersebut karena ada rasa iba dihati Safi saat menatap mata sendunya.
Namun disisi lain,senyuman manis Naima tidak dapat dipungkiri membuat dirinya nyaman dan ikut tersenyum melihatnya.
Semakin lama rintihan gadis berhijab yang terus dilihatnya semakin menyedihkan.namun panggilan dan senyuman Naima pun tidak dapat dielakkan oleh Safi yang membuat dirinya ingin sekali menghampirinya.
__ADS_1
Tak tahu mana yang harus terlebih dahulu dia hampiri karena keduanya terasa sangat penting bagi dirinya.
Gadis berhijab yang menyedihkan terlebih saat melihat mata sendunya membuat Safi semakin iba.
Dan senyuman manis Naima dan panggilan lembutnya membuat hati Safi semakin dilema untuk tidak menghampirinya.
Safi mengulurkan tangannya keudara seolah ingin meraih gadis cantik yang terus memelas untuk dibantu dari perlakuan kejam si pria jahat namun panggilan Naima terus dan terus terngiang di telinganya.
Hingga pada akhirnya Safi tersadar bahwa dirinya sedang bermimpi dengan peluh yang telah membasahi sekujur tubuhnya.tenggorokannya terasa kering seperti tidak terisi oleh aliran air selama beberapa purnama.
Safi bangun dari tidurnya dan meringsut menggapai gelas yang terisi air putih tidak jauh dari tempat dirinya tertidur.
Diteguknya gelas berisi air tersebut dalam tiga kali tegukan.setelah itu diletakan kembali gelas yang kosong dan Safi kembali mencerna mimpi yang baru saja menjadi bunga tidurnya.
siapa gadis itu,kenapa dia terlihat sangat menyedihkan dimatanya.tatapan matanya seolah meminta pertolongan atas apa yang terjadi pada dirinya.dan pria itu.siapa pria jahat yang telah tega menjual gadis yang terlihat masih sangat polos untuk dipaksa menikah.
Pertanyaan pertanyaan pun datang menghampiri benak safi.sebelumnya tidak pernah Safi bermimpi selain keluarganya bahkan ayahnya yang sudah meninggal pun turut hadir menghampirinya dalam mimpi.
Tapi malam ini,dirinya bermimpi tentang orang lain yang dirasanya pernah dilihatnya,tapi dia tidak ingat,siapa mereka.
Safi mengusap wajahnya kasar dan menggusar rambutnya kebelakang menandakan bahwa dirinya sedang dalam mode bingung yang teramat sangat.
Setelah larut dalam lamunannya tentang mimpi yang membuat dirinya merasa aneh,Safi beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk melaksanakan sholat malam karena saat melihat jam dinding yang menggantung di salah satu sudut kontrakannya.waktu menunjukan lewat tengah malam dan masih ada waktu beberapa jam lagi untuk melaksanakan sholat sebelum dirinya harus pergi kepasar untuk berjualan ikan di jongko milik pa jamin.
Safi pun melaksanakan aktivitasnya seperti biasa setelah selesai melaksanakan sholat malamnya.dia segera bersiap siap akan pergi ke pasar sebelum terlambat karena untuk sholat subuh,Safi selalu melakukannya di mushola yang berada di pasar.
__ADS_1
Walaupun dengan perasaan galau,Safi masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.sempat terbesit pertanyaan siapa wanita yang hadir dimimpinya malam ini disela sela Safi melakukan tugasnya namun tidak ingin mengganggu kewajibannya.safi mengesampingkan rasa penasarannya demi dapat berjualan dengan baik tanpa ada gangguan apapun.
Dirinya yakin,mimpi tersebut ada kaitannya dengan masa lalunya yang masih belum dia ingat,tapi Safi memutuskan untuk kembali mengingatnya jika dia sudah kembali di rumah kontrakannya dan lebih memilih fokus kepada pekerjaannya agar keinginannya untuk segera pulang pada ibu dan adiknya segera terwujud.