Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 20


__ADS_3

“ cantik “ lirihnya


Blush


Tentu saja satu kata tersebut membuat wajah Naima menjadi merah merona malu karena mendengar ucapan Safi yang terdengar gombal namun sangat membuat gadis tersebut bahagia bukan main.dan dengan wajah yang merona itulah Safi semakin menyukai wajah Naima yang begitu menyejukkan matanya setiap kali dia memandang.


“ Apaan sih bang,malu tahu “ senyum Naima malu malu sambil satu tangannya memegang benda yang telah Safi sematkan dikepalanya.


safi menggeser duduknya agar lebih dekat lagi dengan naima.ditatapnya lekat manik mata yang selalu membuat dirinya merasa teduh bila memandangnya.


melihat wajah cantik Naima seolah membuat Safi terpana dan semakin lama Safi mendekatkan wajahnya kearah Naima hingga hidung mancung mereka pun saling beradu dan akhirnya tidak ada jarak yang memisahkan antara mereka saat Naima merasakan bibir kenyal milik Safi mendarat tepat dibibir ranumnya.


Naima merasakan bibirnya yang tengah disesap oleh sang pujaan hati yang berada dihadapannya lalu memainkan lidahnya hingga bibirnya yang tertutup pun tanpa disadarinya mulai terbuka dengan gerakan lidah yang Safi mainkan hingga Naima dapat merasakan lidah Safi sedang menari nari mengeksplore diantara anggota rongga mulutnya.


Naima merasakan kehangatan yang diberikan Safi di bibirnya.terbuai dengan segala permainan cinta Safi melalui ******* lembutnya hingga sesaat sebelum dirinya merasakan ada guncangan lembut di tubuhnya dan mengagetkannya dengan panggilan namanya beberapa kali.


" nay,,,nay,,, Naima " panggilan Safi membuyarkan lamunan indah gadis cantik asal tanah Pasundan dan membuatnya terhenyak karena mendapati bahwa dirinya sedang mengkhayalkan sesuatu yang indah akan perlakuan Safi padanya dan tentu saja itu membuat dirinya sendiri malu karena telah berpikiran yang tidak tidak .


" ah,,,hah,,," jawab Naima kembali pada kesadarannya yang sempat melayang karena khayalan absurdnya.


" kamu kenapa,sakit atau ada yang sedang dipikirkan !?" tanya Safi khawatir karena sedari tadi Naima hanya terdiam sesaat setelah mendapatkan hadiah crown yang dirinya buatkan dari bahan seadanya


Naima pun tersenyum kikuk meratapi kebodohannya yang telah berani beraninya berkhayal yang tidak tidak bersama Safi


" Aaah emh ga aku ga apa apa " jawab Naima terbata bata.


" apa kamu tidak suka dengan hasil karya Abang !?" tanya Safi


" akh tidak,aku suka suka sekali malah,ini bagus bang dan aku akan menyimpannya " jawab Naima segera


akh bisa bisanya aku berkhayal kan sesuatu yang memalukan bersama bang safi.akh semoga saja bang Safi tidak pernah tahu apa yang aku pikirkan Naima meringis dalam hatinya meratapi kebodohannya


Masih dengan ulasan senyum diwajahnya,Safi menatap lekat mata indah milik Naima.seperti terhipnotis oleh keteduhan mata milik Naima,Safi terus saja memandanginya.


Dielusnya lembut pipi Naima yang putih polos tanpa sapuan make up.safi pun mendekatkan wajahnya pada wajah Naima yang malah diam terpaku mendapatkan perlakuan lembut dari pria tampan dihadapannya.


Jika itu Rival sudah pasti Naima akan menjauh dan berusaha akan menghindar dengan apa yang akan dilakukan pria yang telah menjadikannya kekasih selama beberapa tahun kebelakang.


Namun dihadapan Safi.Naima hanya bisa diam tak bergeming seolah menanti kelanjutan apa yang akan dilakukan Safi padanya.

__ADS_1


akh,mau apa sekarang bang safi.jangan jangan dia tahu kalo aku tadi membayangkan dia menciumku aaakh apa yang harus aku lakukan.ini bukan mimpi lagi seperti barusan kan Naima kembali membatin dalam hatinya


Semakin lama Safi semakin mendekatkan wajahnya di wajah Naima membuat Naima pun refleks menutupkan matanya.


Entah apa yang sedang berada dalam pikiran Naima sehingga memilih untuk menutup matanya di bandingkan menghindar dengan apa yang akan Safi lakukan.


Namun beberapa saat dirinya menutup mata,Naima terkejut saat Safi membuka suaranya dan membuyarkan semua lamunan dan khayalan Naima yang lagi lagi membuat dia malu pada dirinya sendiri


“ Bulu mata kamu ada yang jatuh nay “ ucap Safi yang membuat Naima membuka matanya kembali


“ hah ,a apa bang !?” Naima gugup dan mendapati Safi tengah tersenyum saat dirinya membuka mata sambil memberikan satu helai bulu mata yang jatuh dipipinya ke telapak tangan Naima yang sudah Safi raih.


“ nih “ Safi memberikan bulu mata Naima yang diambilkannya dipipi Naima.


Sumpah demi apapun,Naima merasakan dirinya adalah wanita terbodoh karena telah mengharapkan bahwa Safi akan memberikan kecupan di salah satu anggota wajahnya dan itu membuat Naima merasa malu pada dirinya sendiri.bisa bisanya dia mengharapkan sesuatu yang biasanya dia hindari jika rival hendak melakukan hal itu padanya.


yang membuat dirinya tambah menyesal adalah bukan hanya sekali dia berpikiran bodoh tapi sudah dua kali dan itu membuat wajahnya tiba tiba berubah menjadi merah seperti kepiting rebus


Bodohnya akuuu Naima meringis dalam hatinya


“ pulang yuk,matahari sudah naik,hari mulai semakin panas “ ajak Safi dengan senyum hangatnya yang lalu diangguki pelan oleh Naima sambil berharap bahwa Safi tidak berpikir bahwa dirinya telah berarao sesuatu yang memalukan dari pria tampan idaman semua wanita tersebut.


Namun,karena kaki yang tanpa menggunakan alas apapun,secara tidak sengaja Naima menginjak benda laut yang tajam sehingga menusuk di telapak kakinya dan membuat gadis cantik tersebut mengaduh kesakitan dan tentu saja membuat Safi panik dan khawatir


" aaawh " pekik naima


“ Kenapa nay !?” tanya Safi khawatir dengan keadaan Naima.


“ sepertinya kaki aku tertusuk sesuatu yang tajam bang “ Naima meringis


“ Ya sudah kamu jangan bergerak,biar Abang lihat apa yang sudah kamu injak “ titah Safi yang langsung berlutut dibawah kaki Naima yang sengaja dirinya pegang erat agar tidak jatuh untuk melihat keadaan telapak kakinya yang tertusuk benda tajam.


Dengan hati hati Safi melihat keadaan telapak kaki Naima dan mengambil benda yang telah menusuk di telapak kakinya lalu setelah itu ditiupnya perlahan bekas tusukan benda tersebut.


Naima yang berdiri membelakangi Safi yang tengah berlutut di depan telapak kakinya merasa tersanjung dan mengulas senyum tipis dibibirnya mendapati perlakuan manis yang Safi lakukan padanya.


“ Sudah nay,untung benda itu hanya menusuk tidak sampai membuat kakimu terluka.apa kamu masih bisa berjalan,atau mau Abang gendong kamu sampai ke rumah !?” Safi menawarkan


“ akh,tidak bang aku masih bisa berjalan kok “ tolak Naima segera karena tidak mungkin sekali dia mau digendong oleh Safi hingga tiba di rumahnya lebih tepatnya dia akan malu karena pasti banyak pandangan mata yang tertuju pada mereka.

__ADS_1


“ ya sudah,ayo pegang tangan Abang,biar kamu bisa abang bantu berjalan “ Safi menjulurkan tangannya lalu meraih tangan Naima dengan saling menautkan jari jari mereka agar dapat membantu Naima berjalan walaupun tergopoh karena masih merasakan sakit akibat tusukan benda yang diinjaknya.


Tanpa bisa menolak,Naima pun pasrah dengan segala perlakuan manis Safi yang menggenggam tangannya erat agar bisa membantunya berjalan dengan sandal yang mereka pegang di sebelah tangan mereka masing masing.


“ makasih ya bang “ ucap Naima tulus saat mereka sedang berjalan menyusuri pantai menuju pulang


“ untuk !?” tanya Safi bingung dengan menautkan kedua alisnya hingga tersambung menjadi satu


“ Untuk hari ini “ senyum manis Naima menghiasi wajah cantiknya


“ harusnya Abang yang bilang terima kasih,karena hari ini kamu bawa Abang ke tempat indah dan sejenak membuat Abang melupakan masalah ingatan Abang yang tak kunjung kembali “senyum hangat Safi “ terima kasih karena selama Abang disini,kamu selalu menemani Abang bahkan memberi warna dalam hidup Abang yang terasa abu abu menjadi lebih berwarna karena keceriaan dan ketulusan yang selalu kamu beri pada Abang.entahlah nay,Abang ragu untuk mengungkapkannya tapi Abang harap kamu bisa menjadi wanita yang bisa mendampingi hidup Abang " Safi tulus mengungkapkan isi hatinya yang selama ini terpendam untuk gadis cantik berambut sebahu tersebut


Hati Naima bergemuruh hebat seolah sedang bersorak Sorai bergembira mendengar pernyataan cinta yang diutarakan Safi padanya.namun sebagai wanita yang realistis,Naima tidak ingin terlalu terlena dalam nuansa romantis yang sedang berlangsung dihadapannya pasalnya,pria yang dirinya cintai dan mencintainya bukanlah pria yang normal yang belum mengingat masa lalunya.


“ aku sedang tidak ingin berharap banyak pada Abang sebelum ingatan Abang benar benar kembali “ ucap Naima apa adanya “ jadi jangan memberi harapan apa apa sama aku “ Naima memicingkan matanya menatap Safi seolah sedang menghakimi Safi yang telah membuatnya melayang dengan pernyataan cintanya.


Safi pun terkekeh melihat raut wajah Naima yang tengah menghakiminya.


" maaf " Safi menyadari kesalahannya.


" ya sudah,kita pulang saja " ajak Naima


dengan kaki yang terpincang pincang,Naima mengeratkan genggaman tangan Safi ditangannya agar bisa membantu dirinya berjalan tanpa harus di gendong sesuai yang ditawarkan Safi padanya.


dengan diiringi canda tawa disetiap langkah perjalanan mereka menuju pulang tanpa terasa,sudah tiba di rumah kediaman bah iman.


terdengar suara seseorang yang tidak asing ditelinga mereka berdua sehingga tanpa sadar membuat mereka saling melepaskan tautan tangan mereka masing masing yang sedari tadi tidak terlepas sepanjang perjalanan mereka pulang.


..._...


..._...


..._...


......jangan berharap cerita yang bagus bagus ya dari si aku yang hanya amatiran ini......


...tapi boleh kali minta like dan kasih rating tertinggi buat aku biarin lah g ngasih vote juga karena aku tahu cerita ini jauh dari kata keren...


...😩😭...

__ADS_1


__ADS_2