Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kenapa Nissa,bukannya Naima !!!???


__ADS_3

Bah iman dan Bu Arum kini telah tiba di ibu kota.semenjak kedatangan orang tuanya,Naima pindah dari rumah tempat tinggal Safi ke apartemen milik Rasya yang sudah tidak pernah Rasya tempati semenjak dirinya menikah dengan Nissa karena tidak mungkin juga membawa Bu Rita yang kondisinya tidak baik saat itu dibawa ke apartemen milik Rasya.


Untuk sementara,bah iman dan keluarganya Safi tempatkan di apartemen Rasya sampai rumah yang berada di kampung halamannya rampung di renovasi oleh orang suruhan safi.dan juga sambil menunggu persiapan pernikahan Safi dan Naima beres karena Rasya sudah memberikan kepercayaan untuk pesta pernikahan abangnya tersebut pada Wo ternama.


Untuk pernikahan Safi,Rasya ingin membuat konsep pesta mewah yang akan digelar walaupun pada kenyataanya Safi hanya ingin pesta biasa namun dengan keteguhan hati Rasya akhirnya Safi hanya menuruti apa yang diinginkan adiknya.toh tidak rugi juga menuruti keinginan Rasya yang ingin mengadakan pesta mewah untuk pernikahan sekali seumur hidup Safi bersama Naima.


Dan kini setelah sempat mampir kekediaman Bu Rita tempat ibu Safi berada serta kembali ke kampung halamannya untuk memberi tahu bahwa mereka akan kembali tinggal di desa nan sejuk dengan pemandangan indah tersebut.bah iman ,Bu Arum dan juga Naima menempati apartemen Rasya yang cukup mewah untuk mereka tinggali.


Awalnya,Safi menawarkan untuk memberikan asisten rumah tangga untuk membantu segala pekerjaan rumah selama mereka bertiga tinggal di apartemen,namun Naima menolaknya,dia rasa,dirinya masih sanggup untuk melakukan pekerjaan rumahnya di apartemen milik Rasya walaupun tempat tersebut lebih besar dari rumahnya dulu sewaktu didesa.


Naima masih belum terbiasa dengan orang lain yang harus membantu pekerjaan rumahnya yang masih bisa dia kerjakan sendiri.


“ Bah,ibu rasa,Safi bukan orang kecil seperti kita,tempat ini saja terlihat sangat mewah untuk kita yang hanya orang kecil dari desa “ ucap Bu Arum saat duduk di sofa ruang tv dengan layar pipih besar berada menggantung di hadapannya.


“ Bang Safi memang jauh berada diatas kita Bu,dia bukan orang sembarangan,aku saja sempat ingin mundur saat pertama kali melihat rumahnya tinggal “ ucap Naima yang kembali mengingat pengalaman pertamanya menginjakan kaki dirumah Safi.


“ Ibu jadi berkecil hati Ima,ibu takut kalo kita malah akan membuat nak Safi malu memiliki keluarga seperti kita “ Bu Arum minder.


“ Abah juga begitu Bu,tapi,ibu lihat sendiri kan waktu kita pertama kali tiba di kota dan mampir ke rumahnya,keluarga nak Safi menyambut kedatangan kita dengan sangat ramah.nak Safi juga menyakinkan Abah bahwa apapun keadaan kita,dia tetaplah Safi calon menantu dari Abah” bah iman kembali mengulang ucapan Safi terakhir kali saat meyakinkan calon mertuanya agar bersikap biasa saja tanpa ada rasa canggung.


Ditengah obrolan hangat mereka,tiba tiba terdengar bunyi bel dari arah pintu apartemen.naima segera beranjak menuju pintu untuk membukanya karena dia yakin yang datang pastilah Safi.


Setelah pintu terbuka dan terlihat sosok gadis tambatan hatinya berdiri tegak didepan pintu,tanpa di persilahkan masuk,Safi langsung berjalan menuju tempat dimana calon mertuanya sedang duduk bersantai ditemani dengan acara yang sedang tayang di depan benda pipih dengan layar yang sangat lebar.


“ assalamualaikum bah,Bu,bagaimana hari ini !?” Safi mengucapkan salam pada kedua orang tua Naima.


“ walaikum salam, Alhamdulillah hari ini kami cukup beristirahat.terima kasih ya nak Safi dengan semua fasilitas ini. “ jawab bah iman penuh syukur.


“ Syukurlah bah kalo Abah dan ibu bisa beristirahat dengan baik,maaf,saya harus menempatkan kalian di apartemen Rasya untuk sementara waktu,hingga rumah Abah dan ibu di kampung selesai kami renovasi “ ucap Safi merasa menyesal.


“ Ini sudah lebih dari cukup untuk kami nak Safi,malah terlalu berlebihan untuk kami yang hanya orang kecil “ ucap Bu Arum.


Safi hanya tersenyum mendengar penuturan Bu Arum yang jujur membuatnya sedikit kurang nyaman,karena bagai manapun Safi tetap menganggap mereka orang hebat tanpa memandang materi.


“ Abah dan ibu, nanti besok mampir ke kantor SR travel ya,ada berkas yang harus kalian tandatangani untuk keberangkatan kalian umroh bulan depan,dan kamu nay,nanti ada jadwal fitting baju pengantin,ditemani Nissa dan ibu “ ucap Safi saat Naima telah meletakan secangkir air putih hangat untuk calon suaminya dan duduk di antara Bu Arum dan bah iman.


“ Ya ampun nak Safi,apa ini tidak terlalu berlebihan untuk kami “ tanya bah iman.


“ tidak bah,ini sudah menjadi niatan saya agar Abah dan Bu Arum pergi umroh sebelum acara pernikahan kami dilaksanakan,dan untuk Naima,akan sedikit sibuk karena harus bolak balik survey tempat dan baju pengantin.walaupun konsep keseluruhan Rasya yang minta tapi untuk warna dan dekor,tetap Naima yang harus memilih karena ini pernikahan kami yang harus disesuaikan dengan apa yang menjadi impian dan cita cita pengantin khususnya kamu nay” jelas Safi

__ADS_1


“ tapi bang,jujur,semakin kalian memberikan kepercayaan sama aku,semakin ngebuat aku ga yakin mmmh___” Naima gugup


“ Kamu ga yakin kenapa nay,apa kamu berubah pikiran untuk menikah dengan Abang !?”safi mulai gusar karena takut jika Naima akan berubah pikiran dan kejadian saat dirinya harus dijauhi oleh Naima sebelumnya terulang kembali.


“ Bu bukan,,,aku ga yakin,aku takut,aku yang ga selevel sama Abang dan Cuma gadis yang berasal dari kampung bisa masuk kedunia Abang yang lebih dari apa yang aku bayangkan.aku takut,aku malah bikin malu Abang “ Naima mengutarakan kembali ketakutannya.


“ Astagfirulloh nay,Abang kira kamu berubah pikiran dan menolak menikah dengan Abang.dunia Abang dan kamu tidak jauh berbeda.kamu luar biasa kamu wanita paling istimewa yang pernah Abang temui.jadi jangan pernah berpikir yang lain lain karena apapun kamu,dari manapun kamu Abang tetap mau kamu yang jadi pendamping hidup Abang,dan Abang bicara seperti ini sebagai janji Abang dihadapan Abah dan ibu untuk bisa membahagiakanmu sesuai dengan apa yang bisa Abang lakukan “ ucap Safi tulus tanpa ada keraguan di dalamnya.


“ jadi kamu mau kan pergi bersama Nissa dan ibu untuk fitting baju pengantin,nanti Abah dan ibu menyusul setelah pulang dari kantor travel “ tanya Safi meyakinkan Naima.


Naima pun mengangguk pelan sambil tersenyum kearah Safi sedangkan kedua tangan Naima telah digenggam erat oleh Bu arum dan bah iman yang duduk mengapit di sisi kanan dan kiri Naima.


...°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


...


Sarapan pagi dilakukan Rasya bersama Nissa Safi dan Bu rita.hari ini mereka harus kembali ke kantor sebelum akan mengunjungi butik yang telah Rasya tunjuk untuk mengurus baju pengantin Naima dan Safi serta baju yang akan dikenakan dirinya bersama Nissa dan Bu Rita di pesta pernikahan Safi nanti.


“ bang,nanti kita ketemu di butik ya,Abang ke kantor properti kan !?” Tanya Rasya.


“ iya,Abang harus pergi ke kantor pusat bersama Dion,kita bertemu di butik saja,karena bah iman dan Bu Arum sudah Abang titipkan pada zizah untuk mengurus berkas mereka yang kurang lengkap “ ucap Safi.


“ tidak usah, apartemen tidak baik untuk tumbuh kembang Adzkia,kalian disini saja “ cegah Safi


“ tapi Abang !?” timpal Rasya.


“ Kamu cari rumah yang dekat disini saja nak,biar ibu tidak terlalu jauh dengan anak menantu dan cucu ibu,dimana ibu kangen ibu bisa langsung bertemu dengan kalian “ pinta Bu Rita pada Safi


“ iya Bu,jika ada kita cari rumah yang sudah jadi saja disini.” Jawab Safi


“ jika tidak salah,sebelah rumah Bu Rosi ada yang dijual,kenapa tidak kalian lihat saja dulu siapa tahu cocok,entah siapa yang akan menempatinya yang terpenting ibu tidak harus jauh lagi dari kalian “ pinta Bu Rita.


“ Iya bang,lagian kak Naima juga biar tidak merasa kesepian “ Nissa menimpali percakapan ibu dan anak anaknya tersebut.


“ baiklah sya,nanti kita lihat rumahnya,kalo Naima dia pasti ikut saja gimana Abang “ titah Safi pada Rasya,adiknya.


Rasya hanya mengangguk mengiyakan ajakan abangnya.


__ADS_1




Nissa , Naima dan Bu Rita serta Adzkia kini berada di mobil menuju ke butik tempat dimana Naima akan melakukan pengukuran untuk baju pengantinnya.setelah mengantar bah iman dan Bu Arum ke kantor travel.mereka segera pergi ketempat dimana Nouval asisten Rasya janjikan.


Setibanya di di pelataran parkir butik,Bu Rita meminta untuk menggendong Adzkia masuk kedalam butik dan Nissa memilih untuk membawa perlengkapan Adzkia agar tidak menangis ketika harus melakukan fitting baju untuk pesta pernikahan kakak iparnya tersebut.


Bu Rita yang telah di antar oleh mang Dodo dengan payung sambil menggendong Adzkia telah sampai di dalam butik karena Bu Rita takut,cucu kesayangannya terkena sengatan sinar matahari yang sedang terik teriknya sedangkan Nissa dan Naima masih berada di mobil.


Pintu kendali mobil yang tidak terkunci tiba tiba dibuka oleh orang yang tidak dikenal dan dua orang dari belakang Naima dan Nissa mendorong Nissa dan Naima untuk kembali masuk kedalam mobil.


Setelah Naima dan Nissa masuk kembali ke dalam mobil dan kedua orang yang menggunakan topi dan wajahnya tertutup masker ikut masuk ke dalam mobil bersama Naima dan Nissa,mobil pun dibawa lari oleh orang yang sama tertutupnya oleh topi dan masker.


Tidak sempat meminta pertolongan,akhirnya Naima dan Nissa pasrah mengikuti keinginan ketiga orang asing yang tidak mereka ketahui wajahnya duduk didalam mobil yang telah dikemudikan komplotannya dengan jantung yang berdetak kencang dan wajah yang berubah menjadi pucat karena ketakutan.


Sedangkan di pelataran parkir butik,mang Dodo yang melihat kejadian tersebut melaporkan kepada Rasya dan Safi dan tidak lama Safi dan Rasya pun tiba di tempat dimana mobil yang ditumpangi Nissa dan Naima parkir sebelum dibawa oleh para orang asing yang tidak diketahui identitasnya tersebut.


“ mang Dodo,dimana Nissa dan Naima !?” tanya Rasya panik


“ Mereka di bawa orang asing yang sudah bawa lari mobilnya juga pa “jawab mang Dodo tidak kalah panik


“ siapa mereka !?” tanya Safi


“ Tidak tahu pa,mereka bertiga menggunakan topi dan masker yang menutupi wajahnya “


“ bagaimana ini sya !?” tanya Safi mulai frustasi


“ Oia bang,aku pasang GPS di handphonenya Nissa “ Rasya ingat dengan ponsel Nissa yang selalu terhubung di GPS-nya,kejadian Nissa yang dibawa Mita tempo hari membuat Rasya tidak ingin kecolongan sehingga memasang alat pelacak di ponsel sang istri walaupun kejadian yang hampir sama terulang kembali pada Nissa.


“ ya sudah sya cepat lacak,kasihan Naima terlebih Nissa,semoga Nissa baik baik saja “ gumam Safi yang terdengar oleh Rasya.


Dari ucapannya,Safi terdengar sangat menghawatirkan Nissa padahal di mobil tersebut ada Naima yang merupakan calon istrinya tapi kenapa Safi malah lebih mengkhawatirkan Nissa dari pada Naima,,,apa jangan jangan Safi masih ada perasaan pada Nissa dan,,, Rasya !!!???


...makasih yang udah sedekahin vote nya😊...


...aku up lagi ya mudah mudahan ada yang mau ngasih lagi vote nya ke author gaje ini🤭...


...jangan lupa like nya di tuph trus cek lagi ke atas kali aja readers lupa kasih like biar jumlahnya sama kaya yang di awal 😅...

__ADS_1


__ADS_2