
Akhirnya Safi membawa bah iman pulang dengan tubuhnya yang masih lunglai.safi membantu bah iman berjalan dengan sebelah tangan bah iman yang dikalungkan ke leher belakangnya agar dapat membantu bah iman berjalan.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup.menguras tenaga,Safi dan bah iman pun akhirnya tiba juga dikediaman bah iman.didudukannya bah iman di kursi yang berada di teras rumahnya.suara Safi yang terdengar hingga kedalam rumah oleh Bu Arum dan Naima membuat kedua wanita itu keluar dan melihat kenapa mereka bisa pulang sedangkan waktu baru memasuki waktu subuh.
Melihat keadaan bah iman yang terlihat lemah tentu saja membuat kedua wanita yang sangat dicintai oleh pria tua itu terkejut.pasalnya,bah iman merupakan pria tangguh yang mereka kenal dan untuk pertama kalinya mereka melihat bah iman dalam keadaan lemah tak berdaya.
“ Astagfirullohaladziiim,,,Abah,Abah kenapa!?” tanya Bu Arum panik yang diikuti oleh Naima.
“ Abah kenapa bang,tadi berangkat kan baik baik saja !?” kini Naima menanyakan apa yang terjadi pada Safi.
“ Perahu layar Abah rusak parah “ jawab Safi
“ Kok bisa !? Memangnya semalam ada badai sampai perahu layar Abah rusak !? “ tanya Naima heran
“ tidak,karena yang rusak hanya punya Abah saja “ jawab Safi
“ Kenapa bisa begitu !? Memangnya punya Abah tidak terkontrol ya sampai bisa begitu !?” Naima masih tidak percaya
“ bukan rusak karena tidak terkontrol ma,tapi sepertinya perahu Abah ada yang sengaja merusaknya “ bah iman berusaha menjawab pertanyaan anak gadisnya dengan perasaan kecewanya.
“ maksud Abah sabotase !? Kok bisa,tapi kenapa sampai hati ada orang yang mensabotase perahu Abah,memangnya ada masalah apa sama Abah sampai mensabotase perahu kita !?” tanya Naima mulai naik pitam
“ Sudah sudah,abahmu kita bawa kedalam.kasihan dia sudah lemah “ Bu Arum menghentikan perasaan kesal Naima dengan meminta suaminya untuk dibawa kedalam rumahnya.
Safi langsung membantu bah iman untuk kembali berjalan masuk kedalam rumahnya menuju kursi panjang yang berada di ruang tamunya dengan menyenderkan tubuh bah iman yang sudah ditaruh bantal di sandaran kursi.
“ Bagaimana ceritanya nak Safi,perahu Abah bisa rusak !? Apa tidak ada yang melihat siapa yang sampai hati merusak perahu kita yang Cuma satu-satunya itu !?” Bu Arum bertanya pada Safi kronologis keadaan perahu yang selalu digunakan suaminya untuk mencari nafkah.
“ saya juga tidak tahu Bu,hanya saja,setibanya kami di muara,kami melihat perahu milik bah iman sudah tidak berbentuk “ jawab safi
“ bagaimana ini Bu,Abah tidak bisa lagi mencari ikan tanpa perahu kita “ sesal bah iman mengingat benda satunya yang dia miliki untuk mencari nafkah rusak tidak dapat digunakan kembali.
__ADS_1
“ Ya sudah,Abah tidak usah khawatir.mungkin sudah waktunya Abah benar benar beristirahat untuk menikmati masa tua Abah dengan berdiam dirumah “ ucap Naima menenangkan
“ Tapi bagaimana dengan biaya hidup kita ma !?” tanya bah iman masih khawatir dengan biaya hidup keluarganya.
“ aku kan kerja bah,ya kita kan bisa gunakan uang gajiku untuk biaya hidup kita sehari hari.walaupun tidak besar,tapi setidaknya cukup jika untuk biaya hidup kita “ jawab Naima
“ Saya akan coba cari kerja agar bisa membantu mencukupi kebutuhan hidup kita “ timpal Safi.
“ Tidak usah repot repot nak Safi juga punya tanggungan untuk membayar kontrakan.semoga kedepannya ada jalan keluar agar bah iman bisa kembali mencari nafkah agar tidak terlalu membebani Naima.” Bu Arum tidak enak hati
“ Tidak apa apa Bu,semoga saja ada jalan keluarnya.benar kata nay,bah iman sudah seharusnya beristirahat di rumah menikmati masa pensiunnya jadi tidak perlu lagi repot mencari nafkah “ tungkas Safi.
“ Ya sudah Abah sekarang lebih baik istirahat saja dikamar,bila perlu kita ke puskesmas untuk memeriksa keadaan Abah “ titah Naima
“ Saya juga pamit dulu,sepertinya masih ada waktu untuk solat berjamaah di surau.nanti insya Allah saya kemari lagi untuk menjenguk bah iman “ pamit Safi.
“ Ya sudah bang ,terima kasih “ ucap Naima
Selama diperjalanan menuju rumah kontrakan,Safi terus saja memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan perahu layar milik bah iman.kenapa ada orang yang sampai hati merusaknya.padahal selama yang dia tahu,bah iman merupakan sosok pria yang ramah dan memiliki jiwa sosial yang tinggi dan dapat bersosialisasi dengan baik bersama masyarakat disekitarnya dan tidak pernah terdengar sedikitpun omongan buruk tentang bah iman dikampung mereka.tapi kenapa ada yang membenci bah iman sebegitunya hingga harus menghancurkan benda satu satunya yang bah iman miliki untuk modal dirinya mencari nafkah !?.
Tanpa terasa Safi tiba dirumah kontrakannya,lalu berganti pakaian dengan pakaian yang biasa dikenakannya pergi ke surau.setelah itu Safi segera menuju surau untuk.melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Sholat subuh pun telah usai dilaksanakan.pa ustad yang akan hendak pulang merasa heran karena melihat Safi mengikuti sholat berjamaah subuh di surau kebanggaan masyarakat sekitar mereka lalu pa ustad langsung menyapanya.
“ Safi,tidak biasanya ikut sholat berjamaah subuh di sini,apa tidak bekerja !? “ tanya pa ustad saat sudah berhadapan dengan Safi
“ tidak pa ustad,saya tadi sudah akan pergi namun perahu layar milik bah iman yang biasa kita gunakan untuk berlayar rusak jadi kita tidak jadi pergi “ jawab Safi.
“ astagfirulloh,kenapa bisa terjadi !?”
“ entahlah pa ustad saya pun tidak faham “ jawab Safi.
__ADS_1
“ assalamualaikum pa ustad,Safi “ sapa seorang pria paruh baya yang bernama pa jamin.
“ Walaikum salam,,,” balas pa ustad dan Safi bersamaan
“ Pa jamin,belum berangkat ke pasar pa !?” tanya pa ustad
“ saya baru akan pergi setelah dari sini,,,ada nak Safi,kenapa tidak berangkat bersama bah iman !?” tanya pa jamin salah satu warga yang mengenal Safi karena mereka sering bertemu saat sholat berjamaah.
“ iya pa,kebetulan kapal bah iman rusak,jadi saya dan bah iman tidak bisa pergi “ jawab Safi.
“ Oh,sekarang nak Safi sibuk apa !?” pa jamin terus bertanya
“ Entahlah pa,saya sendiri baru mau menanyakan pada pa ustad,siapa tahu punya informasi yang bisa memperkerjakan saya” jawab Safi
“ kalo begitu,nak Safi mau tidak ikut berdagang ikan dengan bapa di pasar.kebegulan pegawai saya kemarin saya mutasikan ke kota karena disana tidak ada yang mengatasi jadi saya kekurangan pegawai !? “ pa jamin menawarkan.
“ Benarkah pa,saya tentu saja mau.saya juga bingung,disini saya tidak banyak mengenal orang lain selain keluarga bah iman dan beberapa warga yang selalu saya temui saat berjamaah disurau “ Safi antusias
“ Alhamdulillah,,,beginilah manfaat kita beribadah di rumah Allah,selalu ada keajaiban didalamnya “ ucap pa ustad.
“ Iya Alhamdulillah pa ustad “ balas Safi senang.
“ ya sudah,saya tunggu nak Safi di rumah saya ya,untuk sekarang saya antar dulu nak Safi ke pasar,kedepannya,saya akan melepas nak Safi karena saya juga masih banyak urusan “ ucap pa jamin.
“ Iya siap pa,saya ganti baju terlebih dahulu,setelah itu saya menuju rumah bapa,,,terima kasih banyak pa “ ucap Safi tulus.
“ Iya sama sama,saya pamit duluan, assalamualaikum “ pamit pa.jamin pada Safi dan pa ustad
“ walaikum salam” jawab Safi dan pa ustad bersamaan
“ mari pa ustad “ Safi mempersilahkan pa ustad untuk berjalan terlebih dahulu lalu diikuti Safi dibelakangnya.
__ADS_1
Inilah yang di sukai oleh warga setempat dari Safi,selain ramah,Safi juga rajin dalam beribadah dan juga memiliki adab yang baik sehingga ketika beredarnya berita warga yang menuduh Safi dan Naima berbuat mesum,untuk kalangan orang orang tertentu tidak begitu saja mempercayainya karena mereka tahu Safi bukanlah orang seperti yang mereka tuduhkan walaupun Safi sangat terbilang baru berada dikampungnya.