Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 11


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa menit,Naima tiba di depan pintu kontrakan yang ditempati safi.jarak rumah bah iman dan kontrakan baru Safi memang tidak jauh sehingga dengan berjalan kaki beberapa menit,Naima dapat segera tiba di depan rumah petak yang menjadi tempat Safi tinggal setelah keluar dari rumah bah iman.


Tanpa berlama lama,Naima langsung mengetuk pintu yang tertutup dengan rapat agar Safi dapat segera keluar dari kontrakannya.


Cukup lama Naima mengetuk pintu namun belum juga ada jawaban.dan setelah beberapa saat akhirnya suara kunci pintu dan gagang pintu di buka lalu perlahan terlihat sosok pria tinggi dengan tubuh tegapnya keluar dari balik daun pintu.wajahnya yang tampan terlihat lebih segar dengan rambut yang terlihat masih basah membuat Safi terlihat sangat tampan berkali-kali lipat dari biasanya.


Aroma shampo dan sabun khas warung kecil yang menusuk di indera penciuman Naima memperjelas bahwa pria tampan yang terlihat sangat mempesona yang kini berada dihadapan Naima pun baru selesai melaksanakan ritual mandinya.


Ya Robb kenapa bang Safi terlihat tampan sekali batin Naima.


Jantungnya tiba tiba berdegup kencang melihat sosok Safi yang terlihat segar sehabis mandi.kulit putih bersihnya terpampang nyata di mata Naima walaupun masih banyak noda noda bekas luka yang menempel di tangan dan kaki Safi karena saat ini Safi hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek murah yang pernah Naima belikan.


Namun harga murah dari baju yang pernah dibelikan Naima untuk Safi tidak menutup ketampanan dan kegagahan Safi yang malah terlihat pas dan cocok di tubuhnya yang proposional dan terkesan baju yang dipakai Safi adalah baju mahal dengan merek ternama di tanah air


Melihat pemandangan indah di hadapannya membuat mata Naima seolah enggan berkedip dan hanya bisa berdiri mematung menikmati pemandangan indah yang sebelumnya sangat terlihat biasa jika Naima melihat Safi dalam keadaan seperti saat ini dirumahnya.


“ nay,,,nay,,, Naima!” suara Safi membuyarkan lamunan wanita cantik dihadapannya


“ eh bang Safi,aku mau ngasihin ini dari ibu,tapi aku ganggu ya,ya sudah aku pulang lagi “ tampak raut wajah gugup dari wanita yang selalu terlihat santai Dimata Safi sambil akan berlalu pergi.


Namun dengan Sigap Safi meraih tangan Naima dan mencekalnya sehingga Naima yang sudah hendak berbalik badan pun terhenti oleh genggaman erat tangan Safi


“ nay mau kemana !?’” tanya Safi lembut sambil tangannya yang masih menggenggam erat tangan Naima.


Sontak jantung Naima kembali berdegup kencang.sentuhan lembut Safi membuat tubuh Naima seolah disengat aliran listrik yang membuat tubuhnya merasakan seolah tersengat oleh setruman listrik yang berasal dari genggaman erat Safi ditangannya dan menimbulkan desiran aneh di tubuhnya.hati Naima seolah bergetar seperti efek dari aliran yang berasal dari genggaman hangat tangan safi.tanpa disadari.wajah Naima pun berubah menjadi merah merona menahan rasa yang entah apa namanya.


Ya ampun,kenapa aku!?badan ku terasa lemas,rasanya aku mau pingsan mendapat sentuhan dari bang Safi,aaaaakh ya Robb,tolong aku.batin Naima.


“ Nay,kamu kenapa,sakit !?” tanya Safi saat melihat perubahan wajah Naima yang memerah ..


“ ah tidak,aku baik baik saja “ jawab Naima sambil melepaskan genggaman tangan Safi lalu memegang wajahnya yang terlihat merah oleh Safi.

__ADS_1


Safi melihat jelas perubahan wajah Naima yang semakin memerah.namun kenapa Naima malah terlihat menggemaskan Dimata Safi saat wajahnya merona.sepertinya Safi tahu jika Naima sedang merasakan malu,tapi malu karena apa !?Safi pun tersenyum gemas melihat tingkah Naima saat sedang malu walaupun dirinya tidak tahu apa yang menyebabkan wanita yang selalu terlihat aneh dimatanya merasa malu.


“ Katanya mau kasih buat saya,kenapa mau diambil lagi !?” tanya Safi saat Naima akan kembali membawa rantang yang hendak diberikannya pada Safi dengan senyumannya yang terlihat sempurna Dimata Naima dan membuat Naima tambah kikuk.


Naima pun tersenyum canggung merutuki kebodohannya sendiri karena sudah terkesima oleh pesona Safi sehingga dia lupa bahwa tujuan utamanya adalah memberikan Safi makanan yang diperintahkan oleh ibunya.


“ oh i,iya,ini aku kesini mau kasih Abang ini,dari ibu.katanya untuk makan malam bang Safi “ jawab Naima kikuk.


“ Oh,terima kasih “ ucap Safi sambil menerima rantang yang dibawakan Naima untuknya “ kamu mau mampir, tapi disini saja duduknya,kalau di dalam takutnya ada fitnah lagi “ Safi menawarkan Naima untuk duduk di kursi panjang yang berada di luar kontrakannya.


“ Tidak usah bang,lain kali saja,aku masih takut nanti kita kena fitnah lagi.dirumah Abah saja yang ada ibu dan Abah kita dituduh mesum,apalagi disini yang Cuma Abang sendiri “ timpal Naima sedikit kesal mengingat kejadian malam itu yang membuat Naima sendiri masih geram.


“ Ya sudah terima kasih “ ucap Safi tulus


“ ya sama sama,aku pulang dulu “ jawab Naima dengan senyum manisnya yang membuat Safi merasa jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.


Kenapa jantungku deg degan gini ya !? Tanya Safi pada dirinya sendiri sambil menyentuh dadanya yang merasakan detak jantung yang sedang ber dag Dig dug sambil melihat kepergian Naima yang terus berjalan tanpa menoleh kearahnya lagi


Namun setelah Safi masuk kedalam rumah kontrakannya,Naima pun menoleh seolah masih penasaran dengan pria yang selalu dianggapnya kakak namun telah berhasil membuat jantungnya berdegup kencang.


Melihat orang yang di liriknya telah masuk, Naima pun kembali kerumahnya dengan perasaan tidak karuan.


🔹


🔹


🔹


🔹


🔹

__ADS_1


Setelah kepindahannya dari rumah bah iman,Safi masih saja terus melakukan aktivitasnya berlayar untuk mencari ikan bersama bah iman.tidak ada yang berbeda dengan Safi selain tempat tinggalnya sekarang.


Jika sebelumnya dirinya tinggal dirumah sederhana namun penuh kehangatan milik bah iman.kini Safi tinggal di kamar kontrakan yang hanya bisa menampung kasur tidur yang berukuran seratus dua puluh kali dua ratus centi meter yang menjadi alas dirinya untuk merebahkan tubuh tegapnya setelah penat beraktivitas.Ditambah lemari kecil dan kamar mandi kecil didalamnya.


Safi harus berusaha lebih keras lagi untuk bisa membiayai hidupnya,terlebih sekarang dirinya memiliki kewajiban untuk membayar sewa rumah yang ditempatinya kini.


Jika dihitung sesuai dengan perkiraannya,hasil dari penjualan ikan yang ditangkapnya bersama bah iman dapat mencukupi biaya hidupnya dan ada sedikit lebih untuk dirinya mengumpulkan uang tersebut untuk biaya dirinya pulang menemui ibu dan adiknya yang sudah sangat dia rindukan.


Jangan ditanya kenapa tidak menghubungi keluarganya saja melalui telepon.karena selain Bu Rita dan Rasya serta kematian ayahnya,Safi tidak mengingat apapun termasuk perusahaan yang telah dirinya bangun bersama Rasya.apalagi no telepon yang bisa dirinya hubungi untuk sekedar memberikan kabar pada ibu dan adik yang amat sangat dia sayangi.


Kini Safi harus berjuang membiayai hidupnya.tapi tidak lupa juga Safi selalu ingin menyisihkan sebagian uangnya untuk sekedar memberikan keluarga yang sudah sangat baik karena telah menolong dirinya saat Safi masih dalam keadaan koma


Dini hari setelah Safi melaksanakan sholat tahajud, seperti biasanya,dia akan pergi kerumah bah iman untuk membawa perlengkapan menangkap ikan dilaut sebagai mata pencahariannya saat ini bersama bah iman.


Bah iman yang sudah siap untuk pergi bersama safipun langsung memberikan semua alat yang harus Safi bawa.mereka berjalan menuju muara tempat dimana bah iman meletakan Perahu kecilnya yang selalu digunakan untuk berlayar mencari ikan.


Tidak ada yang berbeda dari Safi dan bah iman yang sudah terbiasa pergi waktu dini hari untuk menangkap ikan,namun setelah mereka tiba di tempat biasanya mereka meletakan perahu yang selalu menjadi alat transportasi untuk berlayar.safi dan bah iman terkejut mendapati perahu yang satu satunya alat yang dapat membawa mereka berlayar mencari ikan telah rusak parah tidak dapat digunakan sama sekali untuk berlayar.


Perahu kecil tersebut adalah perahu yang sengaja bah iman beli dari hasil menyicil di koperasi desa dengan jerih payahnya mengajar di sekolah dengan gaji yang tidak terlalu besar.


Betapa lemasnya tubuh bah iman melihat keadaan perahunya yang rusak parah.padahal ini adalah satu satunya aset yang bah iman miliki untuk memenuhi nafkah keluarganya.


Tubuh bah iman yang hampir tersungkur diatas hamparan pasir pantai itupun langsung diraih oleh Safi agar tidak terjatuh.


Tanpa pikir panjang,Safi membawa bah iman duduk di tempat peristirahatan yang terletak tidak jauh dari muara tempat kapalnya berada.


“ Apa semalam ada badai besar di pantai ini sehingga membuat kapal kita hancur !?” tanya bah iman tampak raut sedih diwajah bah iman yang terlihat sudah menua


Safi tidak menjawab hanya berusaha menenangkan bah iman dengan memberikan segelas air hangat untuk bah iman minum.


...yang mau liat visualnya boleh di keppoin di part awal ya...

__ADS_1


...sekalian kalo readers lupa ngelike jadi di cekin lagi like nya🤭( modus author biar kalian balik lagi dan like juga 😁)...


__ADS_2