
Tepat empat bulan usia kandungan Nissa,semenjak pernyataan dokter bahwa Nissa sedang dalam keadaan hamil.rasya dan Bu Rita menjadi sangat protektif pada Nissa.
Jangankan untuk melakukan pekerjaan rumah,Rasya yang selalu meminta perhatian lebih pada Nissa kini berbanding terbalik menjadi Nissa yang mendapatkan perhatian lebih dari Rasya hingga keinginannya untuk dilayani di ranjang pun dia urungkan dengan alasan usia kandungan yang masih riskan membuat Rasya takut jika nantinya akan membuat Nissa kelelahan dan berdampak pada kesehatan dirinya dan janin yang sedang dikandungnya.
Tapi Rasya hanyalah pria normal yang tidak bisa menahan kebutuhan biologisnya dalam jangka waktu yang sangat lama.untuk dapat memenuhi kebutuhannya Rasya sudah memiliki rencana akan membawa Nissa baby moon.
Tapi tidak dalam jangka waktu dekat ini karena kondisi Nissa yang masih kadang lemah mengingat usia kandungannya baru memasuki usia empat bulan.
Dan sebagai rasa syukur Rasya atas kehamilan istrinya,Rasya membagikan kebahagiaanya bersama orang disekitar termasuk dengan anak anak yatim yang ada di pondok milik Abi Mansyur dan ummi Aisyah setelah sebelumnya mengadakan acara syukuran bersama teman teman pengajian Bu Rita dan membagi bagikan sembako pada warga sekitar yang membutuhkan.
Rasya mengadakan acara syukuran di pondok tempat istrinya tumbuh dengan didikan ummi Aisyah yang berperan sebagai ibu angkat menggantikan ibu kandungnya yang telah lama pergi dibandingkan dengan bibinya dahulu yang merupakan istri dari Darsa pamannya.
Setelah selesai dengan acara syukuran bersama anak anak di pondok.tidak lupa semua penghuni pondok mendapat bingkisan tanda kasih sayang yang sengaja Rasya dan Nissa sediakan sebagai ungkapan rasa syukur yang tidak dapat Rasya tutupi.
Kini Rasya ,Nissa dan Bu Rita berada di pelataran halaman dalam pondok yang terasa sejuk dan asri dengan bebagai tanaman dan pepohonan yang tumbuh.
“ niss,ummi dapat titipan salam buat kamu dan nak Rasya dari pa Bhekti “ ucap ummi Aisyah mengawali perbincangan mereka
“ Ummi kapan ketemu dengan pa Bhekti !? “ tanya Nissa
Tidak ada wajah ramah yang ditampilkan Rasya saat ummi Aisyah menyebutkan nama pria yang pernah mencoba mengambil Nissa dari pelukannya.namun Nissa yang peka dengan apa yang dirasakan suaminya lebih memilih menjawab pertanyaan ummi Aisyah dengan bertanya kembali.
“ beberapa waktu lalu,beliau pamit setelah terakhir menitipkan anaknya disini katanya sih mau pindah ke luar kota.dan akhirnya titip salam buat kalian “ jawab ummi Aisyah
Mendengar jawaban ummi Aisyah,wajah Rasya kembali berubah menjadi terlihat lega.masih ada rasa takut dihatinya jika Bhekti ingin merebut Nissa kembali dari pelukannya namun mendengarnya pindah keluar kota membuat Rasya merasa dapat bernafas lega.
Di tengah tengah obrolannya bersama pemilik pondok,tiba tiba mata Nissa tertuju pada buah mangga yang menggantung indah diatas pohon yang berada dihalaman pondok.
“ Mas,lihat mangga yang diatas pohon itu !? “ Tunjuk Nissa pada suaminya
Rasya lalu mengalihkan pandangannya kearah tempat mangga itu tergantung sesuai yang ditunjukan Nissa padanya.
“ iya,tapi kayanya belum matang sayang,nanti mas beli di supermarket ya yang sudah matang biar enak dimakan “ jawab Rasya.
“ tapi Nissa mau yang itu “ rengek nissa.sepertinya naluri ibu hamil yang sedang ngidam tiba tiba merasuki wanita cantik yang tengah berbadan dua tersebut.
“ Tapi itu belum matang sayang,pasti rasanya sangat masam “
“ biarin,,,Nissa mau mangga yang itu,tapi mas yang naik yang metikin mangganya buat Nissa ,,,ya !?” pinta Nissa dengan mata yang berbinar layaknya anak balita meminta sesuatu pada orangtuanya.
__ADS_1
“ Mas manjat pohon itu !?” tanya Rasya tidak percaya atas permintaan istrinya yang sedang hamil.
Nissa hanya mengangguk antusias dengan pertanyaan suaminya.
“ tapi sayang,sudah lebih baik beli saja ya , mas tidak janji bisa memanjat pohon “ Rasya berusaha membujuk istrinya yang tengah ngidam
“ Mas tidak mau ya !? Ya sudah Nissa saja yang naik “ ucap Nissa konyol karena wanita yang biasanya anggun ingin memanjat pohon hanya karena ingin sebuah mangga yang masih menggantung indah dipohonnya.
“ JANGANNN “ cegah semua orang yang berada diantara Nissa bersamaan
“ Ayolah nak,masa kamu tidak bisa memanjat pohon segitu saja buat istrimu yang sedang ngidam,nanti anakmu ngeces lho “ kini Bu Rita yang meminta karena rasa sayangnya pada menantu dan calon cucunya membuat Bu Rita lebih memilih mengikuti keinginan Nissa dari pada menuruti ketakutan putranya.
“ Tapi Bu,Rasya tidak bisa manjat pohon “ alasan Rasya.
“ Ya sudah kak,biar Fadil saja yang ambilkan untuk kak Nissa “ Fadil menawarkan karena tidak tega melihat Nissa yang sangat menginginkan mangga yang ditunjuknya dan juga Rasya yang memang tidak bisa memanjat pohon.
“ Memangnya suami Nissa siapa !?” Nissa memajukan bibirnya tidak terima dengan usulan Fadil.
Semuanya tersenyum melihat Nissa yang berubah menjadi sangat manja dengan keadaanya yang sedang ngidam.
Rasya bingung bagaimana caranya memanjat secara dirinya sangat takut terjatuh karena pernah mengalaminya saat masih duduk di bangku SD.
“ Ya sudah kak,kakak naik pake tangga saja nanti Fadil bantu pegang tannganya dari bawah,yang penting kak Rasya bisa mengambil mangga yang diinginkan kak Nissa “ usul Fadil.
“ sabar ya nak Rasya menghadapi istri yang lagi ngidam,soalnya permintaanya suka aneh aneh “ ummi Aisyah menenangkan Rasya sambil tersenyum
Tanpa canggung Rasya mencium puncak kepala Nissa lalu beralih ke perut Nissa yang mulai berubah membuncit diusia kandungannya yang baru memasuki bulan ke empat di hadapan pemilik pondok dan ibunya sebelum pergi menuju pohon yang akan dia pnajat.
Tampak senyum merekah dibibir merah milik Nissa saat melihat Rasya akan memanjat pohon mangga yang sedari tadi seolah memintanya untuk dia petik walaupun harus dibantu oelh Fadil.
“ Dil,pegangan yang kuat ya,kak Rasya ga mau jatuh “ Rasya mewanti wanti Fadil yang akan membantu memegang tangga yang akan dia gunakan untuk memanjat pohon “
“ Insyaallah kak “ senyum Fadil sambil mengangkat ibu jarinya ke arah Rasya sebagai tanda keseriusannya.
Rasya mulai menaiki satu persatu anak tangga untuk mencapai pada buah mangga yang ditunjuk nissa dengan kaki gemetar namun melihat senyum simpul dibibir wanita yang dicintainya membuat rasa takut yang menyelimuti Rasya seketika hilang tak bersisa.
Segera Rasya meraih buah mangga yang diidam-idamkan Nissa dengan oenuh keyakinan.sesaat Rasya kembali menoleh ke arah Nissa untuk menanyakan mangga mana lagi yang ingin dia petikan
“ Yang lainnya mau mas petikkan tidak sayang !?” tanya Rasya dengan suara yang sedikit tinggi
__ADS_1
“ tidak,Nissa hanya ingin mangga yang itu saja “ jawab Nissa dengan senyum sumringah.
Rasya menuruti keinginan istrinya dan segera menuruni pohon dengan tangga yang digunakannya memanjat pohon tersebut tidak lupa Fadil masih dengan setianya membantu Rasya mengambilkan mangga untuk istrinya yang sedang ngidam.
Dengan antusiasnya Rasya membawakan mangga hasil dari petikannya ke arah Nissa yang sudah menunggunya sedari tadi bersama ummi Aisyah,Abi Mansyur dan Bu Rita.
Diikuti Fadil dari belakang setelah menyimpan kembali tangga yang digunakan untuk Rasya memanjat pohon.
“ Ini sayang,buah mangga yang kamu minta hasil petikan mas dengan penuh perjuangan dan doa “ ucap Rasya sambil memberikan satu buah mangga yang dipetiknya.
“ makasih ya mas “ senyum Nissa
“ Apa mau mas ambilkan pisaunya untuk mengupas mangga ini atau mau kamu makan di rumah saja !?” tanya Rasya ingin melihat ekspresi bahagia yang dipancarkan Nissa saat memakan buah mangga yang diidam-idamkan nya.
“ siapa yang mau makan buah mangga ini,Nissa Cuma mau ngelusin buah mangganya saja dan mencium wangi khas dari buah mangga ini.dari warnanya Nissa yakin kalo buah mangga ini wangi jadi Nissa mau cium terus wanginya sampai bosan “ jawab Nissa santai sambil terus mendekatkan buah mangga hasil petikan Rasya dihidung mancungnya,menikmati aroma wangi khas buah mangga yang terasa segar versi ibu hamil.
Mendengar ucapan Nissa membuat Rasya menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.rasa kesal dan gemas bercampur menjadi satu.
Kesal karena usahanya yang untuk menghilangkan rasa takut memanjat pohon yang sudah susah payah dia lawan demi memberikan satu buah mangga yang diminta oleh sang istri yang sedang ngidam hanya untuk bisa Nissa nikmati aroma wangi khas buah mangga tanpa harus dicicipi rasanya.
Jika dipikirkan dengan akal sehat,bukankah semua aroma wangi yang dihasilkan dari buah mangga itu sam,jadi lebih baik beli saja di supermarket yang ada.
tapi karena yang memintanya adalah seorang wanita hamil yang masih dalam fase ngidam jadi buah yang ingin di cium aromanya hanya satu buah mangga yang berada di pohon pondok milik Abi Mansyur dan itu harus dilaksanakan oleh sang suami yang benar benar takut untuk sekedar memanjat pohon.
Ingin rasanya Rasya marah dengan perlakuan yang dilihatnya jika saja bukan Nissa yang memintanya.namun rasa kesalnya terobati dengan senyum bahagia dibibir Nissa terlebih ucapan terima kasih tulus yang Nissa berikan kepada suaminya sambil bergelayut manja ditangan berototnya membuat semua kekesalan Rasya menghilang sudah tak berbekas yang ada hanya senyum penuh kepuasan yang terpancar dibibir merah milik Rasya.
Gelak tawa yang berasal dari orang orang yang berada disekitar Nissa dan Rasya pun terdengar meramaikan pondok milik ummi Aisyah dan Abi Mansyur melihat adegan lucu yang ditampilkan calon orang tua baru tersebut.
Abi Mansyur yang berdiri tepat disebelah Rasya,mengelus punggung Rasya mencoba mengalirkan energi positif agar Rasya bisa bersabar menghadapi istrinya yang masih dalam fase ngidam karena Abi Mansyur sangat melihat dengan jelas wajah frustasi yang di tampilkan Rasya namun tidak mengurangi kebahagiaan yang dirasakannya.
" sabar ya nak Rasya " ucap Abi Mansyur yang dibalas dengan cengiran kuda oleh Rasya sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal
..._...
..._...
..._...
...**jadi inget waktu ngidam,aku malah pengen manjat pohonnya sendiri sampe nangis nangis dikamar 🤭...
__ADS_1
...jangan lupa like dan koment ya...
...🤗🤗🤗**...