
" kenalkan Bu, ini calon istri Safi,namanya Naima " Safi memperkenalkan wanita yang hendak dirinya sunting menjadi calon pendamping hidupnya setelah wanita itu berdiri tepat berada di samping Safi.
Bu Rita menatap Naima dari ujung rambut hingga ujung kakinya bukan karena ketidaksukaan namun untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa anak sulung yang amat sangat dirinya rindukan benar benar hadir kembali ditengah tengah mereka bersama wanita yang tidak dirinya ketahui namun dengan lugasnya Safi memperkenalkannya sebagai calon istri.
Naima yang merasa dirinya sedang diperhatikan oleh wanita tua yang ada dihadapannya pun merasa canggung.dia pun memaksakan untuk tersenyum ke arah Bu Rita sambil membungkuk untuk mencium tangan calon mertuanya.
Naima memang tidak berhijab namun pakaiannya yang sopan dan tertutup membuat Naima terlihat cantik tanpa polesan make up.
" assalamualaikum Bu,aku Naima " senyum Naima memperkenalkan dirinya dengan canggung
Bu Rita tertegun melihat wanita muda yang sedang mencium tangannya.lalu tanpa sadar Bu Rita menitikkan air mata sambil mengusap lembut rambut Naima yang tergerai indah.
Safi yang melihat perlakuan ibunya pada Naima tersenyum haru,pasalnya,lama dirinya pergi meninggalkan keluarga kecilnya.begitu banyak perubahan yang terjadi pada ibu dan adiknya membuat Safi yakin,bahwa Nissa benar benar melakukan tugasnya dengan baik hingga dapat merubah pribadi kedua orang yang dicintainya menjadi yang tidak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya.
Nissa yang melihat Naima lalu berdiri untuk menyetarakan dirinya dengan calon istri kakak iparnya.sedangkan baby Kia telah berpindah ke tangan seni yang mengerti untuk mengambil alihnya agar Nissa leluasa berkenalan dengan wanita yang dibawa oleh Safi.
Nissa menghampiri Naima lalu menyapanya
" saya Nissa " senyum Nissa ramah sambil mengulurkan tangannya kepada wanita yang akan menjadi calon istri safi untuk bersalaman
" Na Naima " Naima gugup sambil membalas uluran tangan nissa
ya Tuhan,ini wanita yang bernama Nissa !?dia terlihat sangat cantik dan baik serta anggun.jauh berbeda dengan aku yang kadang petakilan jadi perempuan.apa bang Safi tidak akan menyesal menikahi aku !?
" ayo kak,duduk dulu " ajak Nissa mempersilahkan,karena terlihat dari wajah Naima yang terlihat gugup dan lelah membuat Nissa mengerti dengan posisi Naima.
Safi lalu membawa Naima dan ibunya duduk dengan dirinya yang berada diantara wanita yang kini amat sangat dicintainya.
air mata tak henti hentinya mengalir di pipi milik Bu Rita yang terlihat keriput termakan oleh usia.
antara bahagia dan tidak percaya.bu Rita terus saja merangkulkan tangannya di pinggang lebar milik putra sulungnya yang selama dua tahun ini dianggap telah meninggal akibat kecelakaan pesawat yang Safi tumpangi saat itu.
__ADS_1
sambil.membalas rangkulan sang ibu,Safi melingkarkan tangannya di bahu wanita yang telah melahirkannya dan selalu memberinya kasih sayang tanpa batas.
sesekali Safi mencium puncak kepala ibunya yang memiliki ukuran tinggi badan jauh lebih rendah dari pada tinggi badannya.
" maafkan Safi ya Bu,karena telah membuat ibu khawatir.safi sangat merindukan ibu.tidak tahu seberapa besar rasa rindu Safi pada ibu dan Rasya hingga Safi sendiri harus menunggu waktu yang singkat namun terasa amat sangat lama untuk Safi lewati " ucap Safi dengan suara beratnya menahan agar dirinya tidak ikut menangis seperti yang sedang dilakukan Bu Rita.
" ibu hampir memilih mati nak mendapati kenyataan bahwa ibu harus kembali kehilangan orang yang amat sangat berharga dalam hidup ini setelah kepergian ayah kalian " ucap Bu Rita yang terdengar isakan kecil didalamnya.
Safi semakin mengeratkan rangkulannya pada ibunya yang terlihat sangat sedih.sedangkan Rasya kini tengah duduk tepat di sebrang Safi berada dengan Nissa disampingnya yang kembali menggendong baby Kia.
seni,Darsa dan Lolita lebih memilih untuk ke taman belakang setelah bersalaman dengan Safi dan wanita yang datang bersamanya.
" Rasya bersyukur bang,Abang masih diberi keselamatan.karena jujur.rasya sudah tidak berharap lagi Abang bisa kembali berkumpul bersama kami disini mengingat ini sudah lebih dari dua tahun Abang menghilang dan tidak ada kabar.bahkan untuk sekerdar menemukan puing puing kecil remahan dari pesawat yang Abang tumpangi saja tidak kita dapatkan " Rasya penuh syukur dalam mengucapkannya sambil tangannya yang sesekali refleks membelai kepala istrinya yang tertutup hijab dengan lembut.
dari perlakuan yang Rasya berikan pada nissa,tampak jelas terlihat oleh Safi bahwa adiknya kini telah benar-benar menyayangi wanita yang sempat akan dirinya nikahi sebelum kejadian jatuhnya pesawat yang dirinya tumpangi.
senyum tipis pun terlihat di bibir tipis milik Safi merasakan kelegaan karena Safi yakin,selama sepeninggalannya selama dua tahun, orang orang yang dirinya sayangi saling berbagi kasih sayang terlebih melihat sikap ibunya dan Rasya yang cukup banyak perubahan dan dapat dipastikan tidak lain dari buah kesabaran sikap Nissa yang menjaga kedua orang keluarganya dengan baik.
" Nissa yang seharusnya berterima kasih pada bang Safi,karena melalui jalan dari Abang,Allah memberikan Nissa kesempatan untuk dapat merasakan hangatnya kasih sayang keluarga yang mas Rasya dan ibu berikan pada Nissa " senyum Nissa simpul sambil menoleh kearah suaminya yang duduk disebelahnya dan juga memberikan senyum termanisnya pada sang suami yang seolah tidak ingin jauh dari dirinya.
Naima yang hanya dapat mendengarkan ungkapan penuh kerinduan dari keluarga calon suaminya,terenyuh melihat begitu manisnya perlakuan yang Rasya berikan pada Nissa.
aura penuh cinta yang di rasakan Rasya pada Nissa seolah memberikan energi positif bagi siapa saja yang berada di sekitar pasangan yang selalu terlihat manis itupun dapat ikut dirasakan oleh Naima yang baru mengenal dan melihat mereka.
ya ampun.manisnya mereka.melihat kemesraan mereka membuat hatiku menjadi merasa ikut nyaman seolah aku sendiri yang merasakannya.hmm dimataku Nissa sangat sempurna.bagaimana dengan aku hiks,,,hiks batin Naima mengagumi pasangan yang akan menjadi adik iparnya sekaligus meratapi sifat dan sikapnya yang sangat jauh berbeda dengan Nissa yang anggun dan ramah.
" apa kamu bahagia niss !?" tanya Safi
" tidak ada yang lebih membahagiakan selain dapat merasakan hangatnya kasih sayang keluarga yang berada disekitar kita bang " jawab Nissa yang diangguki oleh safi
" ibu, apa ibu sudah merasa baikan !?" kini perhatian Safi kembali pada ibunya yang sudah lebih tenang karena terisak diperlukan anak sulungnya yang amat sangat dirinya rindukan.
__ADS_1
" jangan pergi lagi ya nak " balas Bu Rita
" insyaallah Bu " senyum Safi menenangkan ibunya.
" kita masih ingin mendengar cerita abang.tapi sepertinya kak Naima sudah sangat kelelahan.biarkan dia beristirahat di ruang tamu saja bang.sedangkan kamar Abang,terpakai oleh ibu karena mengingat dulu waktu pertama kami datang membawa ibu kemari,hanya kamar Abang yang bisa langsung ditempati " tutur Rasya.
" iya tidak apa sya.abang bisa beristirahat dimana saja.,Naima pasti kelelahan,mengingat kami datang dari bandara langsung menuju kemari.terlebih Naima baru pertama kali menaiki pesawat " ucap Safi menoleh ke arah Naima yang memang sudah sangat kelelahan dengan penuh kekhawatiran.
semua mata langsung tertuju pada Naima karena mendengar ucapan Safi tapi justru perhatian mereka membuat Naima terlihat malu dan salah tingkah dan terlihat lebih sering menundukan kepalanya.
bang safi,kenapa semua mata melihat aku sih,kan aku jadi malu.
..._...
..._...
..._...
..._...
..._...
assalamu'alaikum,,,Dateng lagi nich jangan bosen Yach 😁
sesuai permintaan,aku bakal coba ceritain tentang safi tapi janji ya readers temenin aku,,,pake like koment dan votenya atuh biar tambah semangat 🤭(Idih banyak maunya😏)
😂
aku ga tahu kalian bakal suka apa nggak,tapi mudah mudahan suka ya dan ga bikin kalian bosen.
happy reading
__ADS_1
🤗🤗🤗