
Rasya kini sudah mulai kembali akan beraktivitas untuk pergi ke kantornya,namu pagi ini Nissa sangat terlihat berbeda.wajah cantiknya yang putih terlihat sangat pucat.pergerakan badannya yang biasanya lincah dan gesit terlihat sangat lemah dan kurang bergairah.
Rasya yang melihat dengan jelas wajah pucat milik Nissa langsung menempelkan tangannya di dahi nissa untuk mengukur suhu tubuh Nissa takutnya sedang demam.
Namun Rasya mendapati suhu tubuh Nissa yang normal.membuat Rasya semakin khawatir jika istrinya benar benar sakit.
“ wajah kamu pucat sayang,tapi suhu tubuh kamu normal,apa mau mas bawa kamu ke dokter !?” Rasya menawarkan.
“ Tidak usah mas,Nissa cuman sedikit pusing,mungkin istirahat sebentar akan mambuat Nissa kembali pulih “ ucap Nissa lirih
Dimeja makan Bu Rita melihat wajah menantunya yang pucat.bu Rita juga menyarankan agar Nissa pergi ke dokter tapi lagi lagi Nissa menolak.
Nafsu makan Nissa yang banyak membuat rasa khawatir Rasya berkurang,mungkin istrinya benar,dengan istirahat sebentar Nissa akan kembali pulih.karena dengan nafsu makan yang lebih besar membuat kondisi tubuh Nissa bisa cepat sehat kembali.
Rasya meminta istrinya untuk segera beristirahat namun belum juga Rasya menaiki mobilnya,Nissa sudah harus berlari ke kamar mandi karena mual yang dirasakan mendorong semua makanan yang Nissa makan tadi untuk keluar tanpa sisa.
Rasya mengikuti Nissa yang berlari dengan kondisi tubuh yang lemah kenkamar mandi memastikan istrinya dalam keadaan baik baik saja.namun mulutnya yang terus mengeluarkan isi perutnya membuat Nissa berkali-kali lipat sangat lemah dan hampir tersungkur jika saja Rasya tidak dengan sigap meraih tubuh Nissa yang sudah terkulai tidak berdaya.
“ Kita ke dokter yuk !?” Rasya kembali mengajak istrinya untuk pergi berobat
“ Tidak,mungkin ini hanya masuk angin.nissa selalu begini jika masuk angin.mas pergi bekerja saja,tidak usah mengkhawatirkan Nissa “ ucap Nissa dengan suaranya yang terdengar lemah.
Ingin sekali Rasya merutuki ucapan istrinya.bagaimana bisa dia pergi ke kantor melihat kondisi wanita yang dia cintai sedang sangat lemah.namun Rasya tidak mengeluarkan unek-uneknya karena dirinya tahu ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat.
“ ya sudah,kamu tidur saja “ Rasya membopong tubuh mungil Nissa ke tempat tidur agar Nissa bisa merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lemah.
Tidak menunggu aba aba dari Nissa,Rasya menghubungi Dion dan Nouval untuk memberitahukan bahwa dirinya tidak bisa pergi ke kantor dan segera menghubungi dokter yang biasa dia hubungi untuk memeriksa kesehatan ibunya.
Nissa terlihat sedang menutup matany di atas ranjang tempat tidurnya dengan wajah yang sangat terlihat pucat membuat Rasya semakin khawatir terlebih saat dirinya melihat Nissa mengeluarkan semua isi perutnya yang baru saja masuki makanan saat mereka sarapan.
__ADS_1
Tidak selang berapa lama,dokter yang Rasya hubungi untuk memeriksa keadaan Nissa pun telah tiba dikediamannya.tanpa menunggu Rasya membawa dokter tersebut kekamarnya agar segera memeriksa kondisi tubuh istrinya yang tiba tiba terlihat lemah dan tidak bergairah.
“ Maaf Bu,kapan terakhir anda datang bulan !?” tanya dokter tersebut setelah memeriksa keadaan Nissa.
“ tiga hari kemarin dok tapi saya aneh kenapa Cuma keluar flek hitam,apa mungkin saya sakit karena terlambat datang bulan !?” tanya Nissa yang sudah mulai panik karena dia ingat bahwa sebelumnya dia hanya mengeluarkan flek hitam diwaktu tamu bulanannya seharusnya tiba
Dokter pun tersenyum mendengar penuturan wanita cantik yang terlihat sangat pucat.
“ Bapa bisa menemani ibu untuk kekamar mandi, sepertinya saya harus melakukan tes urine untuk mengetahui hasilnya “ pinta sang dokter
Tanpa bertanya Rasya segera membawa Nissa untuk buang air kecil dan membantu Nissa yang tidak sanggup untuk berdiri menuju kamar mandi dan menampung urine yang diminta oleh dokter yang sedang memeriksa Nissa.
Perasaan khawatir yang menyelimuti pikiran Rasya lebih mendominasi sehingga Rasya tidak memiliki keinginan untuk menanyakan kenapa harus menggunakan tes urine untuk memeriksa kesehatan istrinya.
Setelah beberapa saat dokter menerima wadah kecil berisikan urine milik nissa dengan tangan yang sudah dibungkus dengan sarung tangan khusus medis .dokter pun memasukan benda panjang kecil pipih kedalam wadah tersebut.tanpa bertanya Rasya hanya melihat benda yang memang belum pernah dia lihat sebelumnya dimasukan kedalam urine milik Nissa oleh dokter.
Dengan masih duduk disebelah istrinya yang sangat lemah,Rasya terus memperhatikan gerak gerik sang dokter dengan memasang wajah yang panik.
Sebelum dokter tersebut menjawab pertanyaan Rasya,Bu Rita tiba tiba datang untuk melihat kondisi menantunya yang sedang diperiksa dokter.
“ selamat ya pa,istri anda positive hamil.untuk informasi selanjutnya,silahkan anda mengunjungi dokter kandungan agar mengetahui berapa usia kandungan istri anda lewat pemeriksaan USG “ ucap dokter tersebut.
Rasya yang memang sedang duduk di samping Nissa lalu memeluk tubuh lemah milik Nissa dengan senyum sumringah diwajahnya.tak lupa segala ucapan syukur dia panjatkan kepada sang pemilik kebesaran yang tidak henti hentinya memberikan kebahagiaan dan anugerah pada keluarganya.
Begitu juga dengan Bu Rita yang begitu senang mendengar ucapan dokter bahwa dirinya akan segera memiliki cucu.tidak ada yang lebih membahagiakan selain mendengar berita baik yang dia terima dengan akan datangnya cucu yang sedang bersemai dirahim Nissa sang menantu yang amat dia sayangi.
“ Alhamdulillah,,,terima kasih ya ROBB “ ucap Bu Rita penuh syukur.
Dokter pun segera pamit dari hadapan orang orang yang sedang berbahagia mendapatkan kabar baik yang mereka terima.
__ADS_1
Nissa yang memang terlihat lemah hanya tersenyum tipis mendapatkan berita bahagia yang selama ini amat sangat mereka nantikan dan dengan segera Rasya membawa Nissa dengan ditemani Bu Rita ke dokter kandungan yang disarankan dokter sebelumnya agar Nissa dan bayi yang ada dalam kandungannya bisa mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kondisi Nissa saat ini.
begitu antusiasnya Rasya dan Bu rita menyambut kehadiran calon anggota baru yang akan meramaikan keluarga mereka hingga pemeriksaan lanjutan yang Nissa lakukan selalu mendapat pengawalan yang ketat dari sang calon ayah dan sang calon eyang tersebut.
Dan betapa bahagianya mereka ketika tiba di ruangan dokter kandungan yang memeriksakan kandungan Nissa saat melihat layar monitor hasil dari USG yang sedang Nissa lakukan bersama dokter kandungannya.
“ Ini potret janinnya ya Bu,sudah ada pergerakan yang baik dan denyutnya pun sudah terdengar jelas,dari hasil pemeriksaan saat ini ibu sudah memasuki usia kandungan enam Minggu ya bu “ ungkap dokter kandungan yang berjenis kelamin wanita itu menjelaskan pada calon ibu,ayah dan eyang yang ada dihadapannya.
Senyum.merekah pun selalu terpancar diwajah ketiganya terlebih waktu ini sudah amat sangat mereka nantikan sebelumnya.
“ untuk membantu memulihkan kondisi sang ibu,saya beri vitamin dan obat anti mual ya Bu,karena di tri semerter pertama rasa mual dan lemas itu selalu ada dan jangan terlalu khawatir jika setiap pagi ibu hamil akan mengalami morning sicknes dimana rasa mual dan muntah selalu terjadi.jadi tugas ibu dan nyonya sekarang memaksa sang ibu hamil untuk memakan makanan yang lebih bergizi dan baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin ya Bu,jika tidak bisa usahakan paksakan dan minimal sedikit tapi sering ya Bu “
Penjelasan sang dokter kandungan yang sangat panjang dan lebar di angguki dengan baik oleh Rasya dan Bu Rita yang benar benar sangat bahagia mendapatkan berita yang sudah lama mereka idam idamkan tersebut.
Jika saat pertama diawal pernikahan Nissa dan Rasya. Nissa yang selalu melayani dan merawat Bu Rita serta suaminya.kini giliran Nissa yang akan diperhatikan ,di rawat dan dilayani dengan baik oleh suami dan ibu mertuanya.demi kebahagiaan sang ibu hamil dan demi perkembangan yang baik untuk si janin yang masih berada dalam kandungan.
_
_
_
_
_
...**like dan koment ya...
...happy reading...
__ADS_1
...🤗🤗🤗**...