
“ Naima “
suara seseorang membuat Naima yang sedang larut dalam lamunannya menoleh ke arah sumber suara.
“ Femi !!!” Panggil Naima antusias melihat yang menyapanya di atas kapal yang sedang di tumpanginya ternyata sang sahabat yang sudah dua tahun terakhir tidak pernah bertemu
Sejenak Naima mengesampingkan kegalauan hatinya tentang Safi dan lebih memilih untuk melepas rindu bersama dengan Femi sahabatnya yang tidak sengaja menaiki kapal yang sama dengannya.
“ Kamu dari desa?kenapa ga mampir!?” Naima terlihat kecewa karena mengetahui sahabatnya yang datang ke desanya namun tidak mengunjunginya.
“ iya maaf ya ma,bukan aku ga kangen sama kamu,tapi ini kunjungan mendadak,aku juga baru dua hari di rumah ayah langsung pergi lagi karena cuti suamiku yang ga bisa lama.ayah masuk rumah sakit,jadi kita kesini “ jelas Femi panjang lebar.
“ Iya ga apa apa,,,hai sayang,kamu tambah cantik aja “ Naima beralih kepada anak kecil cantik yang datang bersama ayahnya mendekati ibunya dan dirinya.
“ Kamu mau kemana,kapan aku dapet undangan pernikahan dari kamu,udah tua juga masih aja ga nikah nikah,kapan mau nyusul kita,ya kan yah !?” tanya Femi pada Naima sambil meminta dukungan kepada suaminya agar ikut menyudutkan sahabatnya yang hanya di jawab dengan senyuman oleh sang suami sambil memegang erat tangan kecil anak perempuannya.
“ Insya Allah,doain aja “ jawab Naima datar
“ Kamu masih sama Rival kan !?”telisik Femi.
“ Ga,sekarang aku lagi,,,BANG SAFI !?” tiba tiba ucapan Naima beralih pada seseorang yang cukup mencolok netra matanya yang terlihat berjalan dibelakang sahabatnya berdiri terus mendekatinya.
Sontak,sang sahabat langsung menoleh ke arah dimana pusat penglihatan Naima tertuju diikuti suaminya.
“ wah ma,ini calon suami kamu yang baru,ehm, dapet dari mana ma,kok bening !?” goda Femi pada Naima dan Safi saat Safi tengah ikut berdiri diantara mereka dan tersenyum manis saat mendengar ucapan perempuan yang tidak dikenalnya.
“ Perkenalkan saya Safi “ Safi memperkenalkan dirinya tanpa diminta pada Femi dan suaminya.tak lupa cubitan kecil Safi berikan pada anak kecil yang sedang di pegang erat oleh ayahnya.
“ aku Femi,dan ini suami aku sama anak aku “ Femi ikut memperkenalkan dirinya pada Safi sambil terus mengulas senyum mengagumi ketampanan paras safi
“ kalian mau kemana !?” Tanya Femi yang terus penasaran dengan sosok pria yang dirinya pikir adalah pasangan dari sahabatnya karena ucapan Naima yang menggantung membuat Femi salah faham dan menganggap bahwa Safi adalah calon suami dari Naima sehingga membuat Naima kikuk dan untuk Safi tentu saja dia senang dengan kesalah fahaman yang Femi pikirkan.
“ ibu kota “ jawab Safi santai yang sontak membuat Naima langsung menoleh kepadanya.
“ ibu kota !?ibu kota provinsi atau ibu kota negara !?” tanya Femi yang tidak kalah terkejutnya mendengar jawaban pria tampan yang membuatnya terkesima.
__ADS_1
“ Ibu kota negara “ jawaban Safi masih terlihat santai untuk ukuran orang yang membuat orang di sekitarnya terkejut.
Tangan Naima sudah menarik narik lengan Safi sebagai tanda protesnya namun Safi tidak menghiraukannya dan malah semakin memperlihatkan senyuman yang mempesona pada Naima.
“ dari kota jauh ternyata !?” kini suami Femi membuka suaranya.
“ iya “ jawab Safi
“ pantesan bening ma,dari kota toh “ senyum Femi kagum pada pria yang dirinya anggap calon suami sahabatnya
“ Bund,masih ada ayah lho disini “ suami Femi memberikan kode agar istrinya bisa menjaga matanya saat bertemu pria ganteng.
“ hehehe,,,maaf yah,bawaan debay kayanya “ cengir Femi ke arah sang suami yang di balas delikan mata oleh sang suami.
Tidak ada tanggapan berarti dari Naima karena dirinya masih terpaku dengan segala ucapan Safi yang membuatnya bingung harus mengatakan apa pada Femi tentang kesalah pahaman yang sudah terlanjur ditanggapi bahagia oleh sahabatnya.
Sedangkan Safi terlihat senang melihat kebahagiaan yang ditunjukan dari keluarga yang kini dia tahu adalah salah satu sahabat Naima.
“ sudah masuk usia berapa kandungannya !?” Safi mencoba mengakrabkan diri dengan keluarga sahabat gadis yang dicintainya.
“ insya Allah fem,doain aja “ jawab Naima bingung
“ jangan kelamaan ma,sumpah yang ini bening lho,kalo aku masih jomblo,aku ga akan nolak “ gelak Femi kembali terdengar menggoda Naima.
“ bund,udah aku bikin hamil yang ke dua masih aja genit “ protes sang suami yang di balas gelayutan manja oleh Femi
“ Tenang sayang,aku Cuma goda Naima aja biar ga berubah pikiran lagi,sayang kan kalo calon suaminya yang sekarang diambil orang,,,hahaha” gelak Femi yang membuat Naima semakin merasa bingung untuk menjelaskan semuanya pada sahabatnya tersebut.
“ ish,bener tuh suami kamu,udah mau punya ekor dua juga masih aja genit “ protes Naima seolah tidak terima dengan godaan sahabatnya
“ Tuh kan yah dia sewot,,,hahaha” godaan Femi sukses membuat Naima mati kutu dihadapan Safi yang melihat dengan jelas wajah gadisnya yang berubah memerah karena malu.
“ makanya jangan kelamaan,jagain dia buat aku ya kak Safi ,jangan lupa undangannya harus nyampe ke aku,dimana pun aku samperin deh asal sahabat aku jadi nikah “ ledek Femi yang berisikan doa terbaik untuk sahabatnya.
“ Insya Allah “ jawab Naima dan Safi bersamaan
__ADS_1
“ Tuh kan udah jodoh banget,,,cocoklah kalian kalo buat aku,,,hehehe,,,ya sudah kita pamit kesana dulu ya,nanti kalo senggang aku datengin kamu lagi ya ma,semoga kalian berjodoh sampe maut.hati hati ya “ pamit Femi yang telah mencium pipi kiri kanan sahabatnya yang diikuti oleh suami dan anaknya yang hanya melambaikan tangan pada pasangan yang ada dihadapannya dan mereka anggap sepasang kekasih.
“ kalian juga hati hati “ Naima melambaikan tangan pada keluarga kecil yang selalu terlihat bahagia tersebut.
Setelah kepergian Femi dan keluarganya,suasana kembali canggung.Naima bingung harus memulai menyapa Safi dari mana,kesalah pahaman yang Femi pikirkan membuat Naima merasa harus ada yang di luruskan.
Namun keterkejutan Naima yang melihat Safi berada dalam satu kapal dengannya pun belum terobati dan membuat Naima akhirnya menanyakan apa yang Safi lakukan diatas kapal yang sama dengannya.
“ Abang mau kemana !?” tanya Naima memecahkan kesunyian yang sempat tercipta.
“ Abang mau ke kota “ jawab Safi datar.
“ Kenapa tiba tiba,bahkan Abang ga pamit ke aku kalo abang mau pulang sekarang juga “ terlihat raut kecewa di wajah Naima.
“ gimana Abang mau pamit sama kamu,kamunya selalu menghindar dari Abang,bahkan kamu mau pergi ke kota tanpa memberi kabar pada abang “ jawab Safi terdengar menyalahkan Naima “ apa sebegitu tidak berartinya Abang buat kamu hingga untuk sekedar memberi tahu Abang kamu akan ke kota saja tidak membuatmu penting “ kini terdengar nada kecewa dalam setiap ucapan yang keluar dari mulut Safi.
“ maaf “ hanya kata itu yang keluar dari mulut Naima dengan nada yang terdengar lirih.
“ untuk !?” tanya Safi
“ Untuk semuanya “
“ tentang !?” tanya Safi yang seolah mengulang percakapan yang pernah mereka lakukan beberapa waktu yang lalu saat mereka berada di tempat yang diberi nama ujung dunia
“ Tentang semua kelakuan aku yang ga dewasa “ ucap Naima menyesal “ maaf juga aku ga bisa ngasih apa apa untuk aku titipkan sama calon istri bang Safi sebagai hadiah pernikahan kalian “
“ hadiah pernikahan !?”
“ Iya,setidaknya,aku bisa kasih hadiah buat calon istri Abang sebagai ucapan selamat atas pernikahan kalian walaupun aku ga kenal sama dia “
“ dia siapa !?” tanya Safi pura pura tidak tahu.
“ Nissa,,,calon istri Abang,siapa lagi !?” jawab Naima yang sedikit kesal karena tahu Safi bersikap seolah tidak tahu siapa wanita yang dimaksud dirinya.
“ Kenapa Abang harus menikah dengan adik ipar Abang sendiri !?” Safi memasang wajah yang membuat Naima merasa bingung dengan ucapan dan ekspresi yang di tampilkan dari wajah pria yang kini berada tepat dihadapannya.
__ADS_1