Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
15


__ADS_3

Pagi ini Rasya ibu dan Nissa sedang berada di meja makan untuk sarapan,tiba tiba terdengar suara nada dering ponsel milik Rasya yang dia simpan di saku kemejanya.


Rasya pun menggeser tombol hijau saat melihat nama Dion di layar benda pipih itu untuk menerima panggilan


“Assalamualaikum mas,ada apa!?”


“,,,,,,,,,,,,,”


“Alhamdulillah,terus apa ada kabar baik dari hasil pencariannya!?”


“,,,,,,,,,,”


“Innalillahi wa innailaihi rojiun,,,baiklah kalo begitu,kita langsung bertemu di tempat informasi”


Setelah menutup panggilan telepon,raut wajah Rasya pun berubah,membuat ibu dan Nissa yang berada satu meja dengannya bertanya tanya


“Ada apa mas,apa ada masalah!?”tanya Nissa penasaran


Dengan berat hati Rasya pun akhirnya memberi tahu berita apa yang baru saja diterimanya


“Mas Dion sudah mendapatkan kabar hasil pencarian pesawat bang Safi yang hilang kontak”


“Lalu apa mas Safi sudah ketemu!?”tanya Nissa antusias


Rasya pun menghela nafas kasar lalu melirik ke arah Bu Rita yang sedang menanti jawaban Rasya dengan sangat antusias lalu tangan Rasya pun menggenggam tangan orang yang telah melahirkan dan merawatnya dengan penuh kasih sayang dan membelainya dengan lembut.


“Semua yang ada di dalam pesawat tidak ada yang selamat,tanpa terkecuali”ucap Rasya dengan nada yang terdengar berat seperti sedang menahan tangis.


Sontak air mata Bu Rita pun pecah seketika,Isak tangis yang tak dapat dibendung lagi pun menggema di ruang makan pagi ini.


Pagi hari yang cerah seolah berbanding terbalik dengan hati seorang ibu dan adik yang sedang mendung berselimutkan awan kesedihan karena harus kehilangan orang terkasih yang selama ini mereka harapkan berada dalam keadaan baik baik saja.namun takdir berkata lain.


Pesawat yang dikabarkan hilang kontak beberapa waktu Lalu pun ditemukan sudah remuk menjadi serpihan puing puing tak berbentuk dan para makhluk yang berada di dalamnya pun di kabarkan tidak ada yang selamat tanpa terkecuali.


Hati ibu dan adik mana yang tak sakit ketika mendengar berita anak dan abang yang sangat mereka cintai sudah tidak bernyawa dan lebih sakitnya lagi,mereka tidak dapat melihat wajahnya untuk yang terakhir kalinya.


Rasya pun beranjak dari duduknya lalu meraih tubuh lemah ibunya yang masih terduduk di kursi rodanya dalam pelukan hangatnya seolah sedang memberikan energi untuk Bu Rita tetap kuat padahal hati kecil Rasya pun tak sanggup menerima kenyataan jika harus kehilangan Abang semata wayangnya secepat ini.


Nissa yang mendengar ucapan Rasya pun ikut menitikan air matanya.pasalnya,calon suami yang memberinya mimpi untuk berkeluarga bersama pun dikabarkan tak bernyawa.


Nissa pun beranjak dari duduknya berjalan mendekati ibu Rita yang masih berada dalam pelukan rasya.dielusnya dengan lembut punggung Rasya dan bahu ibu mertuanya sebagai tanda untuk mereka bisa saling menguatkan dan menerima dengan ikhlas dan sabar.

__ADS_1


Rasya pun mengurai pelukannya bersama Bu Rita karena Rasya harus pergi ke kantor pusat informasi kecelakaan pesawat yang Safi tumpangi.


“Rasya harus pergi dulu ke kantor pusat informasi karena mas Dion sudah menunggu Rasya disana.ibu baik baik dirumah bersama Nissa”rasya pun mencium punggung tangan kanan dan kiri Bu Rita secara bergantian lalu mencium kening Bu Rita dengan mata yang berkaca kaca berusaha menahan cairan bening dimatanya agar tidak tumpah di depan ibu kesayangannya.


▪️▪️▪️▪️▪️


Sudah tujuh hari semenjak berita kepergian Safi di umumkan,Bu Rita masih saja terus menitikan air matanya.kenangan indah bersama anak sulungnya benar benar berputar dengan apik diingatannya sehingga setiap kali mengingatnya Bu Rita pun tak hentinya menangis dan menangis sampai puncak dari segala kesedihannya.


Nissa yang selalu setia menjaga dan merawat Bu Rita pun merasa sedih melihat keadaan Bu Rita terlebih saat ini Bu Rita selalu menolak jika di beri makan ataupun minum obat.


Nissa selalu membujuk Bu Rita namun kali ini Bu Rita benar benar berada di puncak kesedihannya sehingga beliau menolak untuk diberi makan dan obat.


Hari ini Nissa masih dengan sabar membujuk Bu Rita untuk makan karena Nissa yang khawatir dengan kondisi Bu Rita yang akan memburuk jika tidak ada asupan makanan dan obat yang masuk kedalam perutnya.


“Bu Nissa mohon,ibu makan ya sedikit saja,lalu setelah itu ibu minum obat,biar ibu bisa cepat sembuh”pinta Nissa dengan halus memohon agar mertuanya mau makan.


“Ibu tidak mau makan,biarkan ibu mati saja”ucapnya lirih


Mendengar ucapan ibu mertuanya,Nissa langsung bersimpuh di hadapan Bu Rita


“Ibu Nissa mohon, ibu jangan berpikiran seperti itu.”nissa memelas


“Nissa mohon ya Bu,demi kebahagiaan mas Rasya dan ibu,mari kita bertahan dan berjuang bersama”ucap Nissa lirih dan air matanya pun tak henti hentinya menetes membasahi pipi mulus Nissa.


Mendengar kesungguhan dari ucapan menantu yang selalu menjaga dan merawatnya selama ini,Bu Rita pun terisak Isak seolah menyesali perbuatannya dan menghapus air mata yang membasahi pipi mulus Nissa.


“Maafkan ibu”ucap Bu Rita singkat dan terdengar lirih beradu dengan isakan tangisnya


Tanpa ke dua wanita beda generasi itu sadari,Rasya sudah berdiri tak jauh dari tempat mereka berada.rasya melihat dengan jelas kejadian yang sangat mengharukan yang terjadi antara mertua dan menantu yang sangat menguras emosinya.


Rasya pun ikut terhanyut dalam situasi mengharukan tersebut hingga tanpa disadari cairan bening yang selalu dia tahan pun lolos mengalir dengan lancarnya melewati pipi yang berahang kokoh tersebut.


⁦▪️⁩⁦▪️⁩⁦▪️⁩⁦▪️⁩⁦▪️⁩


Dimalam harinya,Setelah penat beraktivitas,Rasya pun merebahkan tubuh kekarnya di sofa empuk yang berada di dalam kamarnya.


Nissa yang baru mamasuki kamarnya setelah mengantarkan ibu tidur untuk beristirahat,mendapati Rasya sedang merebahkan tubuh di atas sofa dengan kepala yang bersender di sandaran sofa dan mata yang menatap ke atas langit langit dengan tatapan kosong.


Nissa pun menghampiri Rasya dan duduk tepat di sebelah Rasya.


“Mas,belum tidur!?”tanya Nissa memecahkan lamunannya

__ADS_1


“belum”jawab Rasya sesaat sebelum memperbaiki posisi duduknya.


“mas kenapa!?apa ada masalah!?”


“Entahlah,mungkin saya sedang kelelahan saja”ucap Rasya asal


“apa perlu Nissa pijit lagi kaki mas Rasya!?”nissa menawarkan


“Tidak usah,kamu pasti sudah lelah menjaga dan merawat ibu”tolak Rasya dengan halus.


Dengan posisi duduk yang sudah berubah dari semula,kini Rasya pun duduk tegak dengan kedua kakinya di gunakan sebagai penyangga siku lengan dan Rasya pun menutup wajah tampannya dengan kedua kotelapak tangannya seolah sedang menutupi wajah yang penuh dengan beban itu dari pandangan Nissa.


“Mas Rasya,apa mas Rasya masih terus memikirkan mas Safi!?”tanya Nissa menebak semua kemelut yang ditampilkan oleh wajah tampan suaminya.


Rasya pun hanya tersenyum kecut menjawab semua pertanyaan Nissa.


“nissa yakin,mas Rasya pasti mampu menghadapi semua yang terjadi sekarang.bukankah mas Rasya masih memiliki ibu yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian mas Rasya!?”ucap Nissa memberi motivasi kepada Rasya agar tetap yakin.


I“Saya hanya sedang berpikir,bagaimana dengan ibu jika suatu saat nanti kamu harus pergi meninggalkan ibu bersama orang yang kamu cintai.bukankah saya sudah berjanji untuk mengizinkanmu pergi jika waktunya tiba.tapi melihat keadaan ibu yang seperti ini,saya yakin ibu pasti akan sangat sedih jika harus kehilangan lagi karena ibu terlihat sudah sangat nyaman bersama kamu dan bahkan sepertinya ibu sudah benar benar menyayangimu”ucap Rasya lirih sambil mengalihkan pandangannya yang semula memandang lurus kedepan barubah menjadi menatap wajah Nissa yang sedang duduk tepat disebelahnya


Terlihat dengan jelas kegalauan yang di tampilkan oleh wajah tampan Rasya,namun ucapannya membuat Nissa tersenyum tipis.


-


-


-


makasih karena masih setia mampir di lapak "istriku calon kakak iparku"🤗


jangan lupa like,like dan like nya dan juga tinggalin jejak di kolom komentar karena itu bisa jadi moodbuster buat terus nge up


🤭😁😄


sebenernya butuh vote juga sih tapi buat Thor Thor pemula ini,ada yang mau baca dan koment juga udah Alhamdulillah banget


🤭😅


sampai ketemu di up selanjutnya semoga kita semua terus diberkahi dengan kesehatan ya!!!


😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2