Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 9


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan pa RW membuat mereka yang berada di teras rumah bah iman menjadi tersadar,kenapa baru sekarang setelah Safi tinggal di rumah bah iman hampir menginjak satu tahun.kenapa tidak sebelumnya saat mereka tahu Safi kembali sadar dan mulai beraktivitas kembali para warga berdemo menuduh Naima dan Safi berbuat mesum hanya karena tinggal dalam satu atap.itupun mereka tinggal bersama bah iman dan Bu arum.orangtua Naima yang pasti akan menjaga dan melindungi Naima agar tidak berbuat yang aneh aneh dengan orang lain yang warga tuduhkan kepada Safi.


Suasana pun kembali hening dengan pikiran dan perkiraan mereka masing masing terlebih untuk Naima.sepertinya dia merasakan sesuatu yang ganjal dengan kejadian ini tapi apa!?


“ Maaf semuanya,mungkin ini sudah waktunya saya keluar dari rumah bah iman.karena jika tidak.mereka akan terus mengusik ketenangan hidup bah iman beserta keluarganya “ ucapan Safi membuyarkan lamunan mereka masing masing.


“ Tapi nak Safi,kamu mau tinggal dimana,disini kamu tidak punya siapa siapa,bahkan untuk mengingat masa lalu kamu pun kamu belum bisa “ bah iman khawatir


“ Kalau untuk tinggal,kebetulan didekat rumah saya ada kontrakan yang kosong,memang tidak besar tapi saya rasa cukup untuk Safi tinggal seorang diri hingga dia bisa mengingat kembali semua masa lalunya “ ucap pa ustad


“ Saya tidak masalah pa ustad,yang terpenting saya masih bisa tinggal “ ucap Safi


“ bang Safi mau bayar kontrakan pake apa,Abang kan belum bekerja !?” Tanya Naima peduli


“ Abang kan bisa ikut berlayar mencari ikan bersama bah iman.abang bisa sambil membantu Abah mencari ikan kasihan juga jika bah iman dibiarkan berlayar sendiri “ jawab Safi


Benar juga apa yang dikatakan Safi,dia bisa sekalian menjaga bah iman yang sudah tidak muda lagi untuk tetap berlayar mencari ikan memenuhi nafkah keluarganya.tapi Naima tetap merasa khawatir pada pria yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.


“ tapi kan bang,hasil mencari ikan bisa Abang gunakan untuk bekal Abang pulang ke ibu kota.belum lagi Abang harus mencari makan sendiri memangnya akan cukup !?” Naima masih kekeuh dengan kekhawatirannya.


“ iya nak Safi,uang itu bisa kamu kumpulkan untuk kamu pulang ke ibu dan adikmu,setidaknya,meskipun ingatan kamu belum sepenuhnya kembali,kamu masih bisa bertemu mereka di tempat asal kamu “bah iman sepemahaman dengan anak gadisnya.

__ADS_1


“ Jangan khawatir bah, insyaallah jika sudah waktunya,saya pasti akan kembali kepada keluarga saya.tapi jika saya terus memaksakan tinggal disini ketenangan hidup kalian akan terus terganggu hingga saya benar benar keluar dari rumah ini memenuhi keinginan para warga tadi yang berdemo “ ucap Safi


“ Apa yang diucapkan Safi benar bah iman.safi memang seharusnya keluar dari rumah ini.jika tidak,fitnahan mereka berzina pun akan terus dilontarkan para warga dan menyebabkan kehidupan bah iman dan keluarga tidak akan nyaman “ pa ustadz membenarkan alasan Safi.


“ baiklah jika itu memang keputusan kamu nak Safi,Abah tidak akan memaksa,dan kamu bisa datang kerumah ini kapan saja.jangan lupa juga kamu janji akan pergi berlayar bersama Abah mencari ikan “ bah iman pasrah.bu Arum mengikuti saja apa yang diputuskan suaminya,Sedangkan Naima,meskipun belum dapat menerima keputusan Safi yang harus pergi hanya karena fitnahan yang tidak berdasar warga hanya dapat mengiyakan,toh Safi masih berada satu kampung dengan mereka dan jika mereka khawatir,mereka masih bisa melihatnya ke tempat kontrakan yang di sarankan pa ustad.


Akhirnya malam itu juga Safi memutuskan untuk pindah dari rumah bah iman dengan membawa beberapa helai baju yang sempat dibelikan Naima untuknya.karena Safi tidak memiliki apa-apa saat bah iman menemukannya dipesisir pantai dengan baju yang menempel ditubuhnya walaupun dalam keadaan compang camping sobekan dimana mana dan luka yang berada disekujur tubuhnya.


🔹


🔹


🔹


Kerumunan warga yang sedari tadi memenuhi halaman rumah bah iman yang telah membubarkan diri dan dianggap sudah pulang kerumahnya masing masing ternyata salah,mereka memang membubarkan diri namun bukan untuk pulang kerumah mereka masing masing,melainkan ketempat dimana seorang pria muda yang sedang menanti kehadiran mereka berada.


Para warga yang berdemo di halaman rumah bah iman bukanlah warga yang memang menginginkan kesejahteraan kampungnya agar terhindar dari malapetaka akibat perzinahan salah satu warganya,melainkan karena selembar kertas berwarna yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran untuk membeli beberapa kebutuhan hidup mereka.


Ternyata warga yang berteriak teriak di rumah bah iman dan menginginkan Safi keluar dari rumah bah iman adalah warga yang sudah dijanjikan untuk dibayar agar Safi diusir dari kampung mereka dengan sejumlah uang yang telah dijanjikan.


Dialah Rival,pria muda yang rela mengeluarkan banyak uangnya demi membayar para warga bayaran untuk berdemo mengusir Safi agar keluar dari rumah bah iman.

__ADS_1


Untuk apa lagi semua ini dilakukan Rival jika bukan karena cemburu melihat kekasih hatinya tersenyum lepas saat mereka bersama seolah mereka tidak sedang menyakiti hati siapapun yang akan melihat keakraban pasangan tersebut padahal sikap mereka telah membuat Rival merasa diacuhkan oleh kekasihnya sendiri.


Rival sadar bahwa selama ini Naima memang telah mengacuhkannya jauh sebelum keberadaan Safi diantara mereka,namun cemburu membuatnya gelap mata hingga memilih untuk menyingkirkan Safi dari rumah bah iman.


Setidaknya rival tidak akan merasa khawatir membayangkan Naima yang lebih sering bertemu dengan Safi karena tinggal di bawah atap yang sama dibandingkan dengan dirinya yang harus menempuh jarak beberapa meter untuk dapat berjumpa dengan Naima.


Rival berharap,dengan perginya Safi dari rumah bah iman dapat membuat Naima lebih mudah lagi untuk diajak menikah dengannya karena tidak ada lagi batu sandungan yang dapat menghalangi Naima untuk menerima dirinya menjadi suaminya.


Rival tidak sadar,bahwa Naima dan Safi tidak pernah berpikir tentang apa yang ditakutkan dirinya pada hubungan mereka dan dengan memisahkan Safi dan Naima,malah akan membuat mereka yang awalnya hanya menganggap hubungan mereka sebagai kakak beradik akan menjadi lebih lagi saat keduanya merasakan rindu yang terhalang oleh jarak dan tempat yang telah sengaja rival ciptakan.


Rival tidak tahu,jika usahanya memisahkan Naima dan Safi akan menjadi Boomerang yang malah membuatnya semakin menjauh dari hati Naima dan perasaan yang Naima susah payah dia jaga untuk tetap menerima rival apa adanya akan hilang karena rasa rindu dan cinta yang akan tumbuh karena sikap dan sifat luar biasa yang dimiliki Safi membuat hati Naima akan luluh lantah pada pesona Safi yang memang jauh lebih baik dibandingkan dengan pesona yang dimiliki rival.


...🔹...


...🔹...


...🔹...


...jangan lupa kasih like komen sama vote juga ya...


...happy reading...

__ADS_1


...🤗🤗🤗...


__ADS_2