Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 14


__ADS_3

Sesuai permintaan Bu Arum,sore itu Safi mampir ke rumah bah iman setelah melaksanakan solat ashar.dengan membawa beberapa jinjingan kantong keresek ditangannya yang berisi beberapa buah tangan untuk keluarga yang sudah dianggap seperti keluarganya sendiri.


Ikut bekerja bersama pa jamin membuat Safi bisa memenuhi janjinya untuk membantu biaya dapur Bu Arum sehingga Naima tidak terlalu di beratkan dengan kebutuhan untuk isi perut mereka.


Selain itu Safi juga bisa menyisihkan uang sisa dari biaya kontrakannya karena untuk makan,Bu Arum selalu mengiriminya makanan untuk dirinya sendiri.dan tidak lupa setiap hari.sedikit dari hasil upahnya bekerja bersama pa jamin,Safi sisihkan untuk sekedar memasukan beberapa lembar kertas uang kecil untuk disedekahkan di surau tempat dirinya beribadah. menurut safi,dia harus tetap bisa bersedekah walaupun sedikit karena sebagian rezeki yang didapatnya ada hak orang lain.itulah yang selalu almarhum ayah Safi katakan dan itu melekat kuat di ingatannya.


Safi berharap bisa segera pulang ke tempat ibu dan adiknya berada karena Safi sangat khawatir dengan keadaan mereka setelah kehilangan ayahnya yang telah pergi meninggalkan mereka bertiga saat usaha yang dibangun oleh ayahnya mengalami kebangkrutan dan Safi yakin,Rasya dan Bu Rita sangat membutuhkannya untuk bertahan hidup.


Ya Robb lindungi ibu dan adikku,mudahkanlah rezeki hamba agar bisa segera pulang menemui mereka.doa Safi Yang selalu di ucapkannya dalam hatinya


“ assalamualaikum “ ucap Safi saat sudah tiba di kediaman bah iman yang sudah tampak pria tua tersebut duduk sendirian di teras rumahnya


“ walaikum salam nak Safi gimana sehat !? “ tanya bah iman saat Safi sedang mencium punggung tangannya dan dibalasnya dengan usapan lembut di bahu kekar milik Safi


“ Alhamdulillah bah “ jawab Safi


Mereka masih sering bertemu di surau namun hanya sekedar saling sapa biasa antar jemaah karena Safi dan bah iman kadang langsung pulang ke tempat mereka masing masing.


“ Pada kemana bah !?” tanya Safi saat melihat hanya bah iman seorang diri yang duduk di teras rumahnya


“ eh ada nak Safi !? Sudah lama !?” sapa Bu Arum saat keluar membawakan segelas teh hangat untuk suaminya sesaat sebelum bah iman akan menjawab pertanyaan Safi.


Safi pun beranjak dari duduknya lalu mencium tangan wanita paruh baya tersebut.


“ iya Bu,baru saja sampai “ jawab safi


“ sebentar ya ibu ambilkan minum “ ucap Bu arum


“ tidak usah bu merepotkan,ini saya ada mekanan kecil untuk cemilan Abah ibu dan juga nay “ ucap Safi sambil menyodorkan keresek yang dibawanya


“ Aduh merepotkan pake bawa oleh oleh segala “ jawab Bu Arum sambil membawa kantong yang sudah Safi sodorkan kearahnya.


“ ya sudah tunggu sebentar ya !? “ Bu Arum lalu kembali ke dalam rumahnya meninggalkan kedua pria yang sedang duduk di teras rumahnya.


“ bagaimana kerjaan kamu nak,kerasan !?” bah iman membuka topik pembicaraan untuk menghangatkan suasana.


“ Alhamdulillah bah,saya betah,lagi pula pa jamin orang baik tidak rewel jadi saya kerasan kerja bersama beliau “ jawab Safi.

__ADS_1


“ Bagaimana dengan rencana kamu untuk pulang !? Apa kamu sudah sedikit mengingat masa lalu kamu !?” bah iman sangat perhatian pada pria tampan idaman baru semua wanita di kampungnya tersebut


“ insya Allah bah,saya sudah sedikit demi sedikit menabung untuk bekal saya pulang.namun saya masih bingung dengan ingatan saya baru baru ini hanya saja saya sering bermimpi mengerjakan tugas di kantor padahal seingat saya usaha almarhum ayah saya bangkrut kerena ditipu oleh saudaranya sendiri “.jawab Safi.


“ semoga kamu segera mendapat titik terang dari semua ingatan kamu yang sempat hilang “ doa bah iman tulus


Saya yakin,kamu bukan orang sembarangan nak,semoga kamu bisa segera ingat dan pulang pada keluargamu batin bah iman.


“ sebentar ya Abah kekamar mandi dulu “ pamit bah iman pada Safi


Namun berpapasan dengan bah iman yang akan masuk ke dalam rumah,tampak Naima keluar membawa nampan berisi air dan makanan ringan untuk menemani bah iman dan Safi mengobrol.


“ Abah mau kemana !?” tanya Naima


“ Kamar mandi “ jawab bah iman tanpa menoleh kearah anak gadisnya


“ kenapa kamu yang bawa,ibu mana !?” tanya Safi saat Naima keluar membawa air dalam gelas dan makanan ringannya


“ Ibu sedang membereskan sisa makanan yang tadi Abang bawa.abang sudah makan !?” tanya Naima basa basi


“ sudah tadi di kontrakan “jawab Safi sambil melihat kearah Naima yang sudah duduk di kursi lainnya.


“ tidak,,,,,,,ini kan malam Minggu,mana pacar kamu !? “


“ Ke laut “ jawab Naima asal


“ Ngapain ke laut !?” tanya Safi serius menanggapi jawaban Naima


“ berenang sampe samudra biar ada kerjaan “ jawab Naima malas


“ Ish,sama calon suami kok gitu !?” ucap Safi


“ ikh “ timpal Naima sambil.dengan bibir yang ditarik keatas seolah tidak terima dengan ucapan safi


Safi hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Naima.


“ Kenapa!? Kamu marah karena tidak di apeli !?” tanya safi

__ADS_1


“ ga “ jawab Naima ketus


“ Kenapa kamu ga minta jalan jalan kan ada taman ria di Deket kantor desa !? Itu ada acara apa sih !?” tanya Safi


“ oh itu acara pesta rakyat tahunan untuk memperingati hari jadi kota kita “ jawab Naima.


“ Jadi ada setiap tahun ya !?”


“ Iya Cuma dua hari dalam satu tahun.hari ini sama besok tapi acaranya baru dimulai dari jam tiga sore sampe malam “ jawab Naima.


“ pacarmu tidak diajak kesana nay!?” tanya Safi


“ Tidak “ rival pasti sedang bermain dengan wanitanya diluar sana batin Naima.” Abang mau kesana ,ayo aku temani “ ajak Naima.


Ya ampun, kenapa aku pake ajak bang Safi segala sih rutukNya dalam hati.


“ memangnya kamu mau!? “ Safi memastikan


“ Kalo Abang mau traktir aku ayo aku mau lagian disana kan ada Bazaar jadi siapa tahu Abang mau traktir aku “ tantang Naima asal karena Naima yakin Safi akan sayang uangnya jika harus dihambur hamburkan untuk mentraktir dirinya sebagaimana rival yang selalu perhitungan jika akan mengajaknya berkencan.


“ Kalau kamu tidak keberatan ayo,saya mau tahu bagaimana suasana taman ria disini apa sama seperti taman ria yang pernah saya kunjungi bersama keluarga saya waktu kecil “ jawab Safi


“ tapi Abang yang traktir ya !?” Naima menegaskan


“ Iya nay “ jawab Safi lembut memastikan ucapannya.


Naima tersenyum terlebih saat Safi lagi lagi menyebutkan namanya yang berbeda dari yang lainnya dengan begitu lembut.


Awalnya Naima merasa aneh dengan panggilan kecil Safi untuk namanya,namun seiring berjalannya waktu,Naima mulai merasa terbiasa malah sekarang dirinya merasa jantungnya akan beranjak dari tempatnya saat Safi mengucapkan dengan begitu lembut dan terdengar sangat manis di telinga Naima.


🔹🔹🔹🔹🔹


Setelah pamit dan meminta izin pada bah iman dan Bu Arum untuk Safi dan Naima pergi ke taman ria yang berada di dekat kantor desa tidak jauh dari tempat tinggal mereka,akhirnya Safi dan Naima pergi dengan berjalan kaki karena jaraknya yang cukup dekat dapat di tempuh hanya dengan mereka berjalan kaki.


Pasangan tersebut pergi setelah melaksanakan sholat isya karena agar tidak melewatkan sholat magrib yang hanya memiliki waktu sebentar sehingga Naima memutuskan untuk pergi bersama Safi setelah selesai sholat isya.


Di perjalanan menuju tempat tujuan,Safi melihat sosok yang tidak asing denganya.tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat namun Safi memperjelas pandangannya dan berusaha agar gadis cantik disebelahnya tidak ikut melihat kearah dimana pusat perhatiannya tertuju saat apa yang dilihatnya adalah nyata dan bukan sekedar mirip.

__ADS_1


Safi berusaha untuk mengalihkan perhatian Naima agar tidak melihat hal yang serupa dengan dirinya namun terlambat,Naima telah melihatnya dan Safi bingung apa yang harus di katakannya pada gadis cantik yang akhir akhir ini selalu terlihat menggemaskan dimatanya.


__ADS_2