
Hari hari Safi lewati dengan perasaan galau.Naima si gadis pencuri hati masih tidak bisa dirinya temui.penuh diisi kepalanya tentang pertanyaan dari alasan kenapa gadis cantik tersebut berubah sikap menjadi sangat dingin padanya.
Tapi ucapan bah iman yang mengatakan Naima sempat kerumahnya pun selalu lekat diingatannya berharap mendapatkan titik temu dari perubahan sikap Naima padanya.
Pekerjaannya selalu selesai dengan baik namun tidak dengan hatinya.semakin lama tidak bertemu dengan si pencuri hati,Safi merasakan semakin rindu saja pada Naima yang telah membuat hari harinya terasa lebih berwarna warni.
Apalagi jika mengingat wajah merah merona Naima saat dirinya goda yang selalu terlihat menggemaskan Dimata Safi membuat rasa rindu itu pun semakin tidak dapat dibendungnya lagi.
Lima hari dalam satu Minggu Safi habiskan waktunya untuk mencari uang tambahan di kantor tempat Rinzani berkerja dan itu membuat waktunya untuk bertemu dengan Naima semakin terpangkas sudah terlebih saat ini Naima selalu kerja lembur dengan alasan akan memasuki penerimaan siswa baru tapi asal diketahui saja itu alasan untuk Naima bisa menghindar dari Safi yang pasti akan datang kerumahnya setiap waktu walaupun Naima tahu Safi juga pasti memiliki kesibukan dengan pekerjaan tambahannya itu.
Dan akhir pekan ini,waktunya Safi mendapatkan jatah libur di jongko ikan milik pa jamin.Safi yang ingat bahwa hari dimana waktu yang diberitahukan bah iman dengan kedatangan Naima dikontraknya adalah saat dimana dirinya sedang berbicara serius dengan pa ustad mulai gusar karena takut jika Naima mendengar percakapannya dengan pa ustad.
Sangking seriusnya,Safi dan pa ustad tidak menyadari ada suara langkah kaki Naima yang terdengar mendekati pintu kontrakan Safi namun baik Safi maupun pa ustadz tidak mendengarnya sehingga Naima pun dapat pergi dengan leluasa tanpa ada orang yang tahu bahwa dirinya mendengar apa yang telah di bicarakan dengan kedua pria tersebut didalam kamar kontrakan.
Waktu subuh Safi pergi ke surau untuk berjamaah dan setelah pulang dari surau,Safi berniat untuk mampir ke rumah Bu Arum untuk mengajak Naima pergi ke pasar membeli bahan masakan untuk Bu Arum masak mengingat hari libur sudah pasti membuat Safi tidak dapat memberikan apa apa pada Bu Arum untuk dimasak.
Dan dengan alasan akan membeli bahan masakan,Safi datang untuk membujuk Naima agar mau pergi bersama dirinya.
Namun,setibanya di kediaman bah iman,saat sang Surya telah memulai tugasnya untuk memberi kehangatan pada seluruh penghuni planet bumi,Safi mendapat jawaban bahwa gadis yang sedang dirinya cari telah pergi menuju tempat dimana dirinya sering bertemu dengan sahabat sahabatnya.
Sang calon mertua menganggap bahwa anaknya pergi untuk melakukan reuni mengingat setiap tahunnya,Naima akan selalu mengadakan pertemuan dengan sahabat sahabat sekolahnya semasa SMA karena terhalang oleh jarak dan waktu sehingga mereka menyempatkan untuk bertemu walaupun hanya sekedar satu kali dalam satu tahun.
Namun,Naima yang sudah sangat terbuka tentang masa lalunya bersama teman temannya pada Safi mengingatkan Safi bahwa hari ini bukanlah waktunya Naima untuk melakukan pertemuan dengan Sahabat sahabatnya walaupun Safi tahu,bisa saja ada acara dadakan tapi hati kecil Safi yakin bahwa gadis yang telah mampu meluluhkan hatinya tidak sedang bertemu dengan teman-temannya.
Tanpa menunggu lama,Safi langsung pamit pada bah iman untuk kembali berjalan jalan menikmati udara pagi yang terasa sejuk tanpa memberi tahukan kemana tempat tujuannya sebenarnya.
Setelah beberapa lama Safi berjalan menyusuri pantai,akhirnya Safi tiba di tempat dimana Safi yakin bahwa gadis yang sedang dirindukannya ada ditempat tersebut.
Dari kejauhan,Safi melihat sosok wanita yang tengah berdiri menghadap pantai yang indah yang dirinya beri nama ujung dunia.
__ADS_1
Terukir senyum tipis di wajah tampan Safi saat melihat gadis yang dicarinya sedang berdiri membelakangi dirinya yang berjalan semakin lama semakin mendekat ke arah si gadis.
“ Nay,,,” suara lembut Safi membuyarkan segala lamunan yang ada dalam pikiran Naima.senyum Safi menghiasi wajahnya kala Naima menolehkan wajahnya kearah sipemilik suara.
Dadanya yang terasa sakit karena memendam rasa yang tidak terungkapkan seakan bergetar saat jantungnya berdetak kencang tidak beraturan.
Desiran aneh pun Naima rasakan saat mendengar suara lembut yang selalu terngiang di telinganya saat memanggil namanya yang berbeda dari orang lain memanggilnya.
Rindu yang tertahan selama beberapa waktu sebelumnya membuat Naima rasanya ingin sekali memeluk tubuh tinggi nan tegap itu namun Naima cukup tahu diri untuk tidak melakukan hal memalukan tersebut mengingat dirinya kini dalam mode menjaga jarak dari Safi.pria asing yang sukses membuat hatinya jatuh cinta karena semua kebaikan dan kepribadiannya.dan yang terpenting,berada di dekat Safi membuat Naima merasa nyaman dan hangat.
Ditatapnya lekat mata tajam milik Safi yang sedang menatapnya hangat penuh kerinduan namun tidak berapa lama Naima memutuskan kontak mata diantara mereka dan lebih memilih memalingkan tatapan matanya ke arah lain.
“ nay,kamu sedang apa disini !?” tanya Safi mencairkan suasana yang terasa canggung.
“ Abang sendiri sedang apa disini !?” Naima balik bertanya namun tatapannya tertuju jauh pada pemandangan laut yang tidak berujung.
“ Abang,ingin melihat kamu “ jawab Safi apa adanya.
“ nay,ada apa dengan kamu,kenapa kamu berubah jadi dingin begini sama Abang,apa Abang sudah berbuat jahat sama kamu sampe kamu bersikap dingin sama Abang !?” tanya Safi to the point
“ Tidak,Abang tidak berbuat jahat sama aku,aku Cuma lagi lelah aja dan ingin cari angin kesini biar kepala aku segar lagi “ bohong Naima.
“ apa kamu sedang berbohong !?” Tebak Safi.
“ ga,aku ga bohong “ jawab Naima masih dengan posisi saling berdampingan dengan Safi dan sibuk melihat apa yang ingin mereka lihat.
Naima terus saja menghindar untuk tidak menatap wajah terlebih mata Safi agar Safi tidak tahu bahwa dirinya tengah berbohong karena terlihat dari sorot matanya.
Safi menoleh kearah gadis yang tidak lebih tinggi darinya tersebut lalu menghadap ke arahnya dan menarik bahu kecil milik Naima agar bisa saling berhadapan.
__ADS_1
“ coba lihat mata Abang,tolong katakan kalau kamu sedang tidak menutupi sesuatu dari Abang sampe kamu bersikap berbeda sama Abang “ tanya Safi lembut tepat didepan wajah Naima yang tengah menghadap nya.
“ pertanyaan Abang salah alamat,harusnya itu pertanyaan aku untuk Abang,apa ada sesuatu yang abang tutupi dari aku yang harus Abang beritahu sama aku !?” Naima membalikan pertanyaan Safi padanya menjadi pertanyaanya untuk Safi.
Kini tatapan mata mereka saling mengunci.naima menatap mata Safi dengan lekat seolah meminta penjelasan dari pria tersebut tentang apa yang sempat dirinya dengar dari percakapannya dengan pa ustad
“ apa kamu tahu sesuatu !?” Safi mulai gusar
“ apa ada sesuatu yang abang sembunyikan dari aku !? “ Kembali Naima balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari pria yang kini tengah memegang lengannya erat
Tidak ada jawaban apapun dari Safi mendengar pertanyaan Naima.yang ada hanya suara angin laut yang dengan lancangnya menyapu rambut mereka sehingga terlihat rambut Safi dan Naima yang menari bebas kesana kemari.
..._ ...
..._...
..._...
...insya Alloh aku up satu lagi hari ini...
...jangan lupa ...
...like...
...komen...
...rate bintang lima...
...makasih buat yang udah ngasih vote...
__ADS_1
...happy reading...
...🤗🤗🤗...