
“ assalamualaikum “ ucapan salam Safi memecahkan keharuan yang tercipta dari keluarga kecil.milik bah iman .
“ Walaikum salam “ jawab ketiga orang itu serempak menoleh kearah pemilik suara
“ Kamu sudah datang nak !? “ Tanya bah iman
“ Iya “ jawab Safi singkat
“ Ya sudah,ayo kita makan bersama “ ajak Bu Arum
“ Baik Bu,saya ganti baju dulu “ pamit Safi yang langsung menuju ke kamar yang ditempatinya.tak lama Safi pun kembali dengan baju yang telah diganti dan duduk dimeja makan untuk makan malam bersama bah iman,Bu Arum dan juga Naima.
Setelah beberapa saat kemudian mereka pun selesai dan Naima yang telah menyelesaikan tugasnya membantu Bu Arum membereskan meja makan langsung menuju teras rumah untuk mengerjakan tugas kantornya.
Naima yang bekerja di kantor tatausaha sekolah sebagai tenaga honorer,selalu mendapatkan tugas untuk membuat laporan bulanan yang harus dirinya berikan pada kepala sekolah.
Dengan menggunakan laptop miliknya yang sengaja dirinya beli untuk mempermudah menyelesaikan tugasnya,Naima segera memulai untuk mengerjakan laporan,namun laptop miliknya yang memang tidak secanggih laptop keluaran terbaru,Naima terlihat gusar karena barang yang selalu dia gunakan untuk membuat laporan,mendadak tidak dapat digunakan dengan baik.
Safi yang telah selesai mengobrol dengan bah iman pun menghampiri Naima yang sedang berada di teras rumahnya untuk sekedar mendapatkan angin segar karena hawa pantai yang terasa sangat panas walaupun ketika dimalam hari .
“ kenapa nay !?” tanya Safi saat melihat gadis manis yang selalu terlihat ceria itu gusar.’
“ Ini bang,laptop aku mendadak ga bisa di pakai,gimana ini,aku mau bikin laporan buat besok “ Naima gusar
“ sini saya coba periksa !?” Safi menawarkan,ya meskipun Safi belum mengingat sepenuhnya masa lalunya tapi setidaknya Safi pernah memegang benda pipih yang menjadi penyebab gadis manis dihadapannya terlihat kebingungan.
Dengan serius,Safi terus mengotak Atik program yang ada di laptop jadul milik Naima
“ Sepertinya ini keluaran lama sekali ya nay,karena dilihat dari programnya ini masih pakai sistem Pentium “ ucap Safi sambil terus fokus pada layar datar dihadapannya dengan tangan berada diatas keyboard laptop
Naima hanya menaikan sebelah alisnya ragu dengan apa yang diucapkan pria dihadapannya.
“Abang ngerti ya cara benerin program laptop ini !?” tanya Naima
“ Ya setidaknya,dulu Abang pernah memegang benda seperti ini nay “ jawab Safi masih pandangan yang tidak teralihkan
“ Abang,beneran ga ingat apa apa lagi selain ibu dan adik Abang !?apa Abang udah nikah dan punya anak gitu bang,kan kasihan kalo Abang sudah punya istri dan anak tapi ternyata Abang malah terdampar di tempat terpencil ini !?” tanya Naima menelisik
“ Entahlah nay,saya juga bingung harus mulai mengingat dari mana.tapi jika memang benar saya sudah menikah,mana mungkin saya melupakan orang yang saya sayang,mengingat saya sangat menyayangi ibu dan adik saya dan mereka tidak hilang diingatan saya “ cerita Safi
“ iya juga sih,kayanya Abang tipe orang yang penyayang juga sih”jawab Naima so tahu
“ Hmm,so tahu kamu “ cibir Safi
“ ish,inikan baru perkiraan aku “ ucap Naima tidak terima dengan cibiran lawan bicaranya sambil menaikan sudut bibirnya.
__ADS_1
“ Kamu sendiri,kenapa selalu menolak diajak menikah oleh pacar kamu !?” kini Safi yang mencoba menelisik gadis yang selalu enggan jika ditanyakan perihal penolakannya untuk menikah.
“ itu,Mmh,ya belum waktunya saja mungkin bang.lagian aku masih mau bawa Abah sama ibu pulang kampung.aku kasihan sama mereka harus terjebak di tempat terpencil seperti disini.aku mau di sisa umur mereka,bisa kembali ketanah tempat mereka dilahirkan “ jelas Naima.
“ Kamu yakin !? Mau sampai kapan !? Bukankah umurmu semakin bertambah dan bagaimana jika pacarmu lari dengan wanita lain “ cecar safi setelah menyelesaikan tugasnya membetulkan laptop milik Naima.
“ Ya berarti kita belum jodoh bang,kalo belum jodoh ngapain aku maksa maksa “ jawab Naima datar tanpa beban
“ memangnya ada yang mau lagi sama perempuan kaya kamu selain pacar kamu itu !? “ sindir Safi
“ Biarin aja,kalo tidak ada yang mau sama aku,kan masih ada bang Safi,Abang nikah sama aku aja kalo Abang sampe belum ingat sama masa lalu Abang “ jawab Naima datar seolah ringan mengucapkan kata kata yang akan menjadi tulah untuk dirinya sendiri.
“ Idih,mana ada perempuan yang ngajak nikah duluan sama laki lakinya “ Safi tidak puasnya menggoda Naima.
“ Ada,zaman nabi kan yang ngajakin nikah siti khodijahnya duluan,ya kenapa nggak aku ikutin jejak Siti Khodijah versi modern nya “ Naima membela diri sambil menaikan kedua alisnya seolah bangga dengan apa yang sudah diucapkannya dan jangan lupakan seringai jahil yang keluar dari bibir mungilnya lalu tertawa lepas
“ Dasar gadis aneh “ ucap Safi sambil mengacak acak rambut wanita yang akan membuat hidupnya dilema.
“ bang Safiii “ pekik Naima tidak terima karena Safi yang mengacak acak rambut ya asal
“ Nih sudah selesai “ Safi memberikan laptop yang sudah di otak atiknya
“ makasih ya bang “ucap Naima sambil tersenyum so manis dihadapan Safi yang membuat Safi gemas melihatnya.
“ ehm “ suara deheman seorang pria yang tiba tiba datang mengalihkan perhatian Naima dan Safi yang sedang berduduk santai sambil menikmati angin sejuk pantai dimalam hari.
“ rival !?” ucap Naima saat melihat pria yang berdehem adalah kekasihnya.
“ Apa aku ganggu !?” tanya rival basa basi dan jangan lupakan tatapan tajam yang sengaja dia arahkan untuk Safi yang terlihat sedang tersenyum dengan kekasih hatinya tersebut
“ Tidak “ jawab naima malas
“ ya sudah nay,saya masuk dulu,takut mengganggu “ pamit Safi tersenyum ke arah rival namun mendapatkan balasan dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat.
Tidak menjawab apapun,Naima langsung kembali fokus pada laptopnya yang telah diperbaiki oleh Safi.
“ Kamu lagi sibuk ya ma !?” tanya rival
“ aku Cuma lagi bikin laporan bulanan buat kepala sekolah “ jawab Naima datar tanpa ekspresi berbanding terbalik saat rival melihatnya tertawa lepas bersama pria yang tidak dikenalnya
“ Sepertinya aku ganggu “
“ Tidak juga,kenapa !?” tanya Naima yang terus fokus pada layar laptopnya sambil mengetikan laporan yang membuatnya terlihat sibuk
“ Tidak,aku hanya rindu ingin bertemu dengan kamu !?” Ada perasaan kesal dihati rival karena mendapatkan perlakuan yang kurang membuatnya puas dari wanita yang amat sangat ingin dia jadikan istri sebagai pendamping hidupnya
__ADS_1
Tanpa menjawab,Naima hanya tersenyum miris mendengar ucapan pria yang sudah berstatus sebagai kekasihnya kurang lebih selama dua tahun itu.
“ Aku lihat kamu sangat akrab dengan pria tadi !?” rival mulai mencari bahan obrolan dengan Naima yang sama sekali tidak terlihat antusias menyambut kedatangannya
“ Aku sudah menganggap dia sebagai Abang aku sendiri.aku suka sama bang Safi,dia orangnya baik dan tulus ___”
“ dia juga ganteng “ timpal rival
“ Namanya juga laki laki,ya pasti gantenglah “ sahut Naima datar tidak peka dengan perasaan rival yang sudah sangat panas mendengarnya.
“ kamu suka sama dia !?” tanya rival sinis
“ kamu lagi cemburu sama aku !? “ Naima balik bertanya
“ aku lagi tanya sama kamu ma ! “ kesal rival
“ Aku juga sedang bertanya sama kamu “ Naima malah membolak balikan perkataan rival yang membuat rival semakin geram
“ Ya wajarlah aku cemburu,aku pacar kamu ma,melihat kamu tertawa lepas dengan pria lain normal kan kalo aku cemburu “
“ Sayangnya kamu cemburu pada orang yang tidak tepat “ jawab Naima sinis
“ tidak tepat bagaimana,dia bukan siapa siapa kamu,dia pria asing yang ada di rumah kamu, tidak.menutup kemungkinan kalo dia bakal suka sama kamu “
Tidak ingin berdebat,Naima menarik nafas panjang dan menghempaskanya kasar mencari kekuatan untuk menghindari perdebatan yang paling tidak dirinya inginkan bersama rival.
“ kalo kamu kesini Cuma mau berprasangka buruk,mendingan kamu pulang aja,aku harus menyelesaikan tugas aku malam ini juga dan aku tidak mau terganggu karena kecemburuan kamu yang tidak beralasan “ ucap Naima berusaha sebisa mungkin menahan amarahnya pada rival karena dirinya tidak ingin terdengar oleh kedua orangtuanya jika dia sedang merasa kesal pada kekasihnya.
“ tidak,aku akan menemanimu untuk menyelesaikan tugas kantormu “ tolak rival
“ ya sudah,kalo begitu diam jangan mengajak aku berdebat “ pinta Naima pada akhirnya mengizinkan rival menemaninya membuat tugas laporannya.
..._...
......_......
..._...
..._...
..._...
...lanjutkah ???...
...happy reading...
__ADS_1
...🤗🤗🤗...