
Beberapa hari berlalu setelah kepulangan sang Abang tercinta,Rasya akhirnya kembali pada aktivitasnya seperti biasa yaitu pergi ke kantor untuk menyelesaikan segala tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.
Kehadiran Safi sesaat setelah acara syukuran aqiqah baby Adzkia sang putri mungilnya membuat Rasya memilih untuk mengambil cuti untuk mengobati rasa rindu yang terpendam selama kurang lebih dua tahun lamanya.
Sambil merapikan pakaian kerjanya,sesekali Rasya mengoceh seolah mengajak baby Kia ngobrol ala anak kecil.Nissa yang baru selesai dengan persiapan Kia yang ingin terlihat cantik dan wangi sebelum ayahnya pergi ke kantor langsung beralih pada sang suami yang masih sibuk merapikan bajunya.
“ Sini mas,biar Nissa bantu pasangkan dasinya “ Nissa menghampiri sang suami lalu meraih dasi yang sudah menggantung di kerah kemejanya lalu merapikannya.
“ makasih ya sayang “ kecupan pun mendarat di kening Nissa setelah memakaikan dasi sang suami dengan baik dari Rasya dan tentu saja membuat wajah cantik milik Nissa yang putih mulus berubah merah merona.
Masih dalam dekapan hangat Rasya,Nissa pun memukul gemas dada bidang suaminya yang jahil dengan senyuman manisnya.
“ mas yakin mau pergi kerja !?” Nissa bertanya pada Rasya karena melihat suaminya yang terlihat masih enggan untuk pergi meninggalkan malaikat kecilnya bahkan untuk sekedar mencari nafkah.
Adzkia yang memang lahir secara prematur membuat bayi mungil tersebut harus menginap di tabung incubator dan berpisah dengan kedua orang tuanya yang sudah sangat merindukannya.membuat Rasya merasa malas jika harus kembali berpisah dengan bayi cantiknya padahal Adzkia sudah diperbolehkan pulang untuk berkumpul bersama bunda dan eyangnya.
Terlebih kepulangan Safi.abang yang telah Rasya anggap telah tiada karena mengalami kecelakaan pesawat yang ditumpanginya dua tahun lalu membuat Rasya begitu enggan meninggalkan keluarganya.
“ mas harus pergi kerja,karena cuti kemaren membuat semua pekerjaan mas di kantor terbengkalai.dan lagi,sekarang ada Abang jadi mas harus laporan juga hasil perusahaan selama dia pergi “ ucap Rasya sambil memeluk istrinya Erat.
“ ya sudah,kalo begitu ayo kita keluar,sepertinya Kia sudah ingin keluar,dan malu kalo ibu Abang dan ka Naima kelamaan menunggu kita “ ajak Nissa yang hendak melerai pelukan Rasya namun dengan sigap Rasya memeluknya kembali.
Rasya meraih dagu sang istri yang semakin hari terlihat semakin cantik. ciuman Rasya pun hendak mendarat dibibir ranum Nissa namun tinggal jarak satu Senti bibir Rasya akan menyentuh bibir sang istri yang sudah menjadi candu untuknya,suara tangis baby Kia pun menggagalkan aksi sang ayah dan sontak membuat Nissa menoleh ke arah sang putri kecilnya berbaring.
“ ish,Kia,baru saja ayah ingin mencium bundamu,tapi sepertinya kamu tidak ingin berbagi bundamu dengan ayah mu ini “ sungut Rasya seolah merasa kesal dengan kelakuan gemas malaikat kecilnya yang tentu saja membuat Nissa tergelak melihatnya.
“ mas ini apaan sih,masa sama anak sendiri cemburu “ ucap Nissa sambil mencubit gemas pipi Rasya lalu pergi menghampiri bayinya yang tiba tiba menangis
...O0ooooo0O...
Ditempat yang berbeda,Naima terlihat sedang membantu asih membereskan makanan untuk keluarga calon suaminya sarapan.beberapa hari berada di tempat kediaman keluarga Safi tidak membuat Naima menghentikan kebiasaanya yang selalu membantu ibunya mempersiapkan makanan untuk mereka santap.
Sempat merasa bingung dengan apa yang harus dilakukannya di rumah Safi karena semua yang biasa dirinya lakukan bersama ibunya sudah dilakukan oleh asisten rumah tangga yang dipekerjakan keluarga Safi.
Naima tidak menyangka,pria yang sempat ditolong abahnya dan telah mencuri hatinya adalah orang yang cukup memiliki kehidupan materi yang berlebihan.
Sempat terpikir dalam benaknya Safi memang memiliki level yang lebih tinggi darinya mengingat Safi pasti salah satu korban kecelakaan pesawat dan disana Naima mengira jika Safi berasal dari keluarga yang berkecukupan.
Namun melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana keadaan rumah yang menjadi tempat kediaman Safi dengan beberapa mobil yang terparkir dihalaman rumahnya yang cukup menampung lebih dari tiga mobil belum lagi motor sport milik Rasya yang Naima tahu harganya tidak murah karena di desanya,masih terhitung beberapa orang yang mampu membeli motor serupa dengan yang ada di halaman parkir rumah Safi membuat Naima berpikir bahwa level Safi jauh jauh diatas dirinya yang hanya seorang pekerja honorer di sebuah sekolah di desa terpencil.dan sempat ada perasaan minder dari Naima karena dirinya merasa tidak pantas untuk menginginkan Safi menjadi pendamping masa depannya.
Tapi,Safi yang melihat sikap Naima yang sempat tidak yakin dengan dirinya sendiri mencoba memberikan keyakinan pada gadis yang telah mencuri hatinya itu untuk tidak berpikiran buruk tentang Safi dan keluarganya.
Dan kini,Safi yang tidur di kamar yang sempat dijadikan gudang dan akhirnya di bersihkan untuk Safi gunakan untuk beristirahat karena keterbatasan kamar yang ada dirumah mereka membuat Naima tertegun melihatnya yang keluar dengan pakaiannya yang sudah sangat rapi.
Safi keluar dengan menggunakan stelan kerjanya yang terlihat sedikit kekecilan karena ukuran tubuhnya yang melebar setelah dua tahun tidak dia gunakan.
Ditambah jas dengan warna senada dengan celana bahannya serta dasi yang menggantung di leher Safi membuat Naima merasa takjub melihat Safi yang sangat terlihat cocok dengan baju yang saat ini dia kenakan.
Ini merupakan untuk yang pertama kalinya Naima melihat Safi menggunakan baju kerjanya yang lengkap karena selama di desa,saat bekerja pun Safi hanya menggunakan baju yang terlihat sopan namun biasa saja.
Naima diam tak bergeming di tempatnya berdiri sambil memperhatikan Safi yang sudah berada dihadapannya.
__ADS_1
“ berkedip nay,apa kamu melihat hantu yang berdiri bersama Abang hingga membuat kamu hanya melototi Abang tanpa berkedip !?” suara Safi membuyarkan keterpesonaan Naima.
“ ti tidak,mmmh,,,Abang mau kemana !?” tanya Naima gugup.padahal dirinya sudah tahu jika hari ini Safi akan pergi untuk melakukan aktivitasnya sebelum mereka bertemu.
“ Abang mau ke jongko,mau jualan ikan di pasar “ goda Safi yang membuat Naima merasa malu dengan pertanyaanya sendiri.
“ ish Abang,bisa saja “ jawab Naima tersenyum malu
“ bukannya semalam kamu tahu jika Abang sudah akan pergi bersama Rasya!?”
“ maaf,aku lupa.mmh bang __”naima ingin mengatakan sesuatu tapi sepertinya Naima masih enggan dan malu melakukannya mengingat di rumah Safi dirinya masih merasa canggung untuk sekedar memperlihatkan perasaan cintanya pada pria yang telah membuatnya jatuh cinta.
“ Kenapa nay !?” tanya Safi penasaran
“ itu bang _” ucap Naima sambil menunjuk kearah kerah baju kemeja Safi yang terlihat belum rapi sempurna
“ itu apa !?” Safi tidak faham
“ maaf ya bang “ Naima meminta izin pada si pemilik tubuh lalu segera mengangkat tangannya membetulkan kerah baju Safi dan dasinya yang belum rapi sempurna.
Posisi Naima yang berhadapan langsung dengan Safi dan dengan jarak yang sangat dekat membuat Safi dapat mencium rambut Naima yang wangi .
Bibir Safi yang berada tepat disebelah telinga Naima pun akhirnya membisikan sesuatu yang sukses membuat calon istrinya merona karena malu mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Safi.
“ kamu harus terbiasa merapikan baju yang Abang kenakan karena jika kita sudah menikah,itu sudah menjadi tugas kamu memastikan baju Abang sudah rapi atau belum “ bisik Safi sambil tersenyum menggoda
“ apaan sih Abang,malu tau “ Naima telah menurunkan tangannya dari kerah baju Safi lalu mencubit perut Safi
Namun tidak lama datanglah bu Rita dan membuat Naima langsung mengambil jarak aman bersama safi.
“ Rasya dan Nissa belum keluar !?” tanya Bu Rita
“ belum Bu “ jawab Safi dan Naima bersamaan.
Tidak berapa lama yang ditanyakan keluar bersama dengan baby Kia yang sudah terlihat cantik di pangkuan sang ayah.
“ sudah lama menunggu !?” tanya Rasya yang datang sambil memangku bayi mungilnya diikuti Nissa di sampingnya.
“ Belum,ibu juga baru keluar “ jawab Bu Rita yang langsung mengambil alih Adzkia dari pangkuan Rasya.
“ cantik eyang udah wangi,,,mau antar ayah sama Wawa pergi kerja ya sayang “ Bu Rita menggendong cucu pertamanya sambil berceloteh mengajak Adzkia berbicara.
“ Kia nya biar Nissa yang gendong Bu,ibu sarapan saja “
“ neng Kia biar saya saja yang gendong nona,nona bisa sarapan bersama “ asih art muda yang membantu mba Tarmi datang tanpa di minta mengambil alih Adzkia agar para majikannya bisa sarapan dengan tenang.
“ Mba asih udah sarapan !?” tanya Nissa tidak enak hati
“ saya nanti saja “ Jawab asih sopan
“ beneran tidak apa-apa !?” Nissa memastikan.
__ADS_1
“ Ya sudah sayang,asih biar nanti sarapan setelah kita selesai sarapan dan mengambil Kia “ ucap Rasya yang langsung menarik kursi agar Nissa duduk di kursinya.
“ ya sudah titip Kia ya mba “ ucap Nissa masih belum terbiasa meminta bantuan asih untuk menjaga bayi kecilnya.
Rasya,nissa, Safi, Naima,dan Bu Rita pun segera memulai sarapannya.disela sarapan tidak lupa mereka bercengkrama agar suasana makan terasa lebih hangat .
“ kapan orang tua Naima akan dijemput !?” Bu Rita mengawali percakapan menemani sarapan mereka
“ hari ini Dion sudah mengirim beberapa orang untuk menjemput Abah dan ibu Naima “ jawab Safi.
“ alamatnya sudah pasti kan bang,jangan sampai mereka berputar putar mencari keberadaan orang tua kak Naima “ kini Rasya yang bersuara.
“ sudah,Naima yang sudah memberikannya langsung pada Abang”
“ Maaf ya Naima,karena kekhawatiran ibu,orang tuamu jadi harus di jemput orang lain,bukan Safi sendiri.kejadian kami yang pernah kehilangan Safi membuat ibu merasa trauma dan belum ingin Safi kembali meninggalkan ibu “ ucap Bu Rita penuh penyesalan dalam meminta maaf pada calon menantunya yang harus rela orang tuanya dijemput orang lain untuk tiba di kota.
“ Tidak apa-apa Bu “ senyum Naima.
Setelah beberapa lama akhirnya sarapan pun selesai.Nissa Bu Rita dan Naima juga Adzkia yang sudah kembali ke gendongan Rasya mengikuti langkah kaki Safi menuju parkiran untuk mengantarkan para pria dewasa tersebut pergi ke kantor.
“ ayah pergi kerja dulu ya sayang,kamu sama bunda main yang anteng ya di rumah” Rasya pamitan pada buah hatinya dan memberikan Adzkia ke gendongan nissa,sang istri.
“ Mas pergi dulu ya sayang “ pamit Rasya pada sang istri dan satu kecupan pun kembali mendarat di kening nissa.tanpa canggung Rasya memperlihatkan kemesraannya di hadapan abangnya yang hampir saja menjadi calon suami dari wanita yang telah diciumnya.
“ Ish mas,malu ada bang Safi sama ka Naima “ protes Nissa lirih namun terdengar oleh semua yang berada di tempatnya berdiri.
“ Nay,Abang tinggal dulu ya,disini ada Nissa dan ibu yang bisa nemenin kamu “ pamit Safi pada calon istri.
Naima hanya bisa mengangguk dan tersenyum .
“ ga minta bekal cium kening ka Naima nich bang,buat amunisi di kantor “ goda Rasya pada abangnya
“ Enak aja amunisi amunisi,belum halal “ Bu Rita sang ibu memarahi Rasya yang sudah memanas manasi abangnya dan tidak lupa satu jeweran pun mendarat di telinga Rasya.
“ Ampun Bu,aku becanda,sumpah “ Rasya mengaduh mendapatkan hadiah jeweran dari sang ibu tercinta karena telah menggoda abangnya.
Tidak ada yang tidak tergelak melihat Rasya yang mendapat hadiah terindah dari sang ibu karena kejahilannya termasuk istrinya.nissa.
“ Memangnya Abang kamu Sya,yang suka main sosor aja kaya soang “ cibir Safi mengingat kejadian yang pernah dilihatnya saat sang adik mencium wanita yang menjadi kekasihnya dulu.
“ itu kan dulu bang,kalo sekarang kan udah punya yang halal “ ucap Rasya sambil merangkul bahu sang istri yang sudah memicingkan matanya kesal lalu mengecup puncak kepalanya yang tertutup hijab.
“ ya sudah sana,keburu terlambat,kejebak macet bisa telat kalian “ Bu Rita segera mengusir kedua jagoannya untuk pergi ke kantor tempat mereka bekerja.
Akhirnya Rasya dan Safi pun masuk ke dalam mobil yang akan di kemudikan oleh mang Dodo,supir yang selalu setia mengantarkan mereka bekerja setelah mencium punggung tangan Bu Rita dan mengucapkan salam.
...niatnya pengen double up,tapi kayanya part di atas aja readersnya lupa tekan jempolnya deh,,,jadi Ceki Ceki lagi ya siapa tau ada yang kelewat kasih like🤭...
...aku liat vote ya,kalo nambahnya banyak aku tambah lagi...
...maaf kalo pamrih,,,aku mau banyak permintaan di detik detik menuju ending yang sebenarnya 😂...
__ADS_1