Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 16


__ADS_3

Dengan nada suara yang terdengar seperti orang yang sedang mabuk,rival terus saja mengancam gadis yang membuatnya selalu ingin memilikinya dengan ingin menghabisi hidup safi.pria yang selalu membuatnya cemburu karena selalu berdekatan dengan Naima.


Naima tahu, Rival sedang dalam keadaan tidak waras,namun dirinya tidak mencium bau alkohol di nafas yang keluar dari bibir tipis milik Rival.


Matanya terus saja menatap pria yang selalu memaksanya untuk menikah dengan tatapan penuh kebencian terlebih saat rival terus saja meracau tidak jelas hingga dia mengatakan sesuatu yang membuat Safi dan Naima tercengang dengan apa yang telah diucapkan dari mulut pria yang sangat menyukai bermain main dengan para wanita tersebut.


“ enak saja kamu mau pergi dengan pria asing itu.kamu pikir kalian bisa dengan mudahnya pergi tanpa aku lakukan sesuatu hahaha “ seolah ada yang lucu rival tertawa lepas sambil terus mengoceh “ aku sudah melakukan berbagai cara agar kalian terpisah termasuk membayar beberapa orang untuk mendatangi rumah reyot milik Abah mu agar menyebarkan fitnah bahwa kalian telah berbuat mesum di kampung ini dan juga jangan lupa,perahu butut yang selalu kalian gunakan untuk mencari ikan yang baunya busuk itupun aku yang merusaknya dengan bantuan semua uang ku,,,hahaha “ Rival kembali terbahak padahal saat itu tidak ada yang lucu sama sekali namun ocehannya yang tidak berhenti membuat Naima dan Safi tahu siapa dalang dari semua yang telah terjadi pada keluarga bah iman dan juga Safi.


“ jadi,jangan harap kalian bisa bersama dan selamat hari ini,terlebih kau pria asing yang telah merebut wanitaku.ku pastikan kau harus mati sebelum memiliki Naima ku tercinta,,,hahaha “ gelak Rival dengan segala ocehannya


benar saja dua orang pria yang berada di belakang tempat rival berdiri langsung maju dan hendak memukuli Safi namun beruntung Safi masih bisa mengimbangi kekuatan dari orang suruhan Rival.


tidak diam,Naima yang memiliki basic ilmu bela diri langsung menghempaskan cekalan tangan rival.dengan satu kali hentakan saja cekalan tangan Rival pun langsung terlepas dari tangan Naima dan tubuhnya yang memang sudah oleng tidak mampu menopang kekuatan Naima sehingga satu kali dorongan Naima,rival langsung tersungkur tidak berdaya.


Naima langsung membantu Safi melawan salah satu teman Rival yang menghadang dan memukuli pria yang menjadi saingan terberatnya dalam mendapatkan Naima.


Sepertinya,orang yang mengikuti rival pun dalam keadaan tidak normal.mereka sama tersungkurnya dengan bos yang memerintahnya.


Tanpa aba aba,untuk menghindari sesuatu hal terjadi yang tidak mereka inginkan,Safi menggenggam tangan Naima erat lalu mengajaknya pergi menjauhi ketiga orang yang tersungkur di atas tanah.


Menuju kediaman bah iman.safi dan Naima terus saling berpegangan tangan tanpa ingin menoleh kembali ke arah dimana Rival dan antek anteknya berada.


“ lebih baik kita pulang saja nay,saya takut,mereka akan berbuat lebih jahat lagi dari ini “ ajak Safi yang di angguki oleh Naima.

__ADS_1


Lama mereka berlari hingga nafas mereka pun terengah-engah dengan tangan yang saling menggenggam erat,akhirnya Safi dan Naima berhenti setelah dirasa cukup jauh dari tempat dimana Rival dan suruhannya tadi menghadang Safi.


Sadar dengan posisi tangan yang saling menggenggam erat,Safi dan Naima tiba tiba terlihat canggung dan saling melepaskan genggaman tangan mereka dan pura pura membereskan pakaian mereka yang memang terlihat lusuh karena efek dari mereka yang berlari menghindari kejaran para pesuruh Rival.


“ Ehm “ Naima berdehem memecahkan kecanggungan yang terjadi beberapa saat diantara mereka.


“ Maaf “ ucap Safi


“ Untuk !? “ tanya Naima gugup


“ karena tidak jadi membawamu ke taman ria,saya tidak mau pacar kamu melakukan hal yang tidak tidak sama kamu,nay “ ucap Safi bingung setelah kecanggungan yang terjadi diantara mereka.


“ Ish,itukan bukan salah Abang,lagian sekarang dia bukan pacar aku.aku sekarang jomblo “ senyum Naima ke arah Safi menegaskan statusnya kini seolah telah terlepas dari beban yang selama ini di tanggung ya.


“ Abang benar , lambat laun mereka harus tahu yang sebenarnya dan aku akan berhemat agar kita bisa secepatnya pulang ke kampung halaman kita “


“ insyaallah saya akan bantu nay,doakan saya agar dagangan ikan milik pa jamin selalu ramai jadi saya bisa mendapatkan uang yang banyak dan dapat membantu kalian agar segera pergi dari sini.bukankah ibu kota dan kampung halaman kalian tidak terlalu jauh jika dibandingkan dari sini “ ucap Safi tulus sambil kembali meraih tangan Naima untuk di genggamnya.


Naima melepaskan perlahan tangan Safi yang sudah menyentuh lembut lengannya “ Makasih ya bang,tapi ga usah terlalu baik sama aku,aku takut aku suka sama abang,kalo nanti aku suka sama Abang terus gimana!? Apa Abang mau tanggung jawab sama perasaan aku,hayooo !?” di saat yang mulai haru seperti ini Naima menyelipkan guyonannya agar tidak terbawa perasaan yang sudah mulai membawa hatinya terus jatuh pada pesona Safi yang semakin hari semakin membuatnya semakin memikirkannya.


“ memangnya saya sudah melakukan apa sama kamu sampai harus bertanggung jawab segala !?” senyum Safi mendengar ucapan konyol Naima.


“ Yaitu,Abang ngomongnya so manis begini,sudah seperti ngomong sama pacarnya,gimana kalo aku salah faham coba.abang mau tanggung jawab kalo aku malah suka sama Abang !?” ucap Naima sambil terus berjalan menyusuri jalanan yang mulai sepi yang hanya diterangi lampu jalan yang tidak terlalu terang.

__ADS_1


“ Memangnya kenapa kalau kamu suka sama saya !?” Safi menghentikan langkah kaki nya dengan mencekal tangan Naima sehingga mau tidak mau membuat langkah kaki gadis manis itupun ikut terhenti.


Tatapan mata Safi yang menatap manik matanya dengan lekat membuat Naima semakin salah tingkah dibuatnya.dibawah cahaya sinar rembulan yang di bantu oleh cahaya lampu jalan ketampanan Safi begitu terlihat nyata di mata Naima dan sontak membuat jantung Naima kembali berdegup kencang tidak tahu tempat.


“ ish Abang ini,aku tidak.mau menyukai pria beristri,aku tidak mau sakit hati.nanti aku dibilang pelakor “ jawab Naima sambil menghempaskan tangan Safi lembut agar jantungnya bisa berdetak normal kembali.


“ apa kamu yakin saya sudah beristri!?bagaimana jika saya masih jomblo !?”


“ ya tidak gimana gimana ,memangnya aku harus apa kalo Abang masih jomblo,,,wleee “ Naima menjulurkan lidahnya seolah mengejek Safi “ sudah yuk pulang,nanti keburu malam “ ajak Naima pada Safi yang kemudian melanjutkan perjalanan pulang mereka.


jangan ditanyakan bagaimana detak jantung dari kedua insan yang sudah jatuh pada saling ketertarikannya masing masing,yang jelas,mereka berusaha menetralisir detak jantungnya sambil melangkahkan kakinya menuju rumah bah iman untuk mengantar Naima pulang.


❤️❤️❤️


Semenjak hari dimana Safi melihat ketulusan Naima dalam menjaga hati kedua orangtuanya,disitulah Safi merasa kagum pada sosok Naima yang terlihat acuh karena selalu mengabaikan keinginan orang tuanya untuk menikah yang ternyata karena pria yang selama ini mengajaknya menikah bukanlah pria baik yang diidamkan oleh gadis cantik tersebut.


Rasa kagum yang seperti apa yang Safi rasakan tidak Safi ketahui pasti namun,Safi akan selalu tersenyum jika melihat tingkah laku Naima yang menurutnya sangat menggemaskan dan akan ada detak jantung yang diatas normal jika dirinya sudah melihat jelas wajah menggemaskan yang ditampilkan Naima dihadapannya.


Di hatinya hanya tersimpan nama Naima didalamnya tanpa safi sadari,rasa yang selalu dirinya anggap sebagai rasa sayang Abang terhadap adiknya ternyata rasa yang selalu seorang pria rasakan pada lawan jenisnya yang menurutnya istimewa.


Dia mulai merindu dan selalu ingin melihat wajah cantik gadis baik hati itu dan akan senyum sendiri jika terus mengingat tingkah lakunya dan segala kelucuannya yang membuat Safi tidak pernah berhenti tersenyum baik ketika bersamanya maupun ketika membayangkannya sendiri.


Ibu,Rasya,marahkah kalian jika aku pulang dengan membawa wanita yang aku cintai,,,hah cinta ??? Apa aku sedang merasakan cinta pada gadis yang selalu aku anggap adik sendiri !???

__ADS_1


Batin Safi sebelum dirinya membaca doa sebelum tidur mengantarkan dirinya masuk kealam mimpi yang selalu ada Bu Rita,Rasya dan Naima sebagai pelengkap didalamnya.


__ADS_2