Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 26


__ADS_3

Safi terlihat pulang dari pasar dengan membawa sesuatu yang dapat dimasak oleh Bu Arum seperti biasanya.mengingat ini akhir pekan,Safi dapat sedikit waktu senggang karena dia tidak harus pergi ke kantor tempat Rinzani bekerja untuk melaksanakan tugasnya memperbaiki komputer komputer di kantor tersebut.


Bibir Safi pun melengkung keatas saat mendapati sang pujaan hati terlihat sedang khusu melaksanakan tugas rumahannya yaitu menyapu membuat Safi merasa mendapat aliran daya tambahan untuk menjalani hidupnya yang selama beberapa hari ini cukup terkuras karena hampir tiap malam mimpi aneh yang sama datang menghampirinya bahkan mulai mendapatkan titik terang dari semua ingatan masa lalunya namun justru membuat Safi merasakan dilema dan ketakutan yang berlebih.


Ketakutan yang muncul karena dirinya belum siap jika harus mengatakan yang sebenarnya pada orang yang dicintainya yang akan membuatnya menjauh dari dirinya.


Entah sejak kapan Safi mulai menjadi makhluk Tuhan yang takut akan kehilangan sesuatu yang amat sangat berharga bagi dirinya selain takut kehilangan ibu dan adiknya.


Disela sela kerjanya di pasar dan di kantor Rinzani,mimpi itu terus menghantuinya dan kadang mengganggu aktivitasnya sehingga semakin hari dia semakin tidak fokus pada tugasnya sendiri.


Terlebih jika sudah bayangan Naima ikut hadir didalamnya.safi takut jika dirinya jujur pada Naima tentang mimpi yang menyebutkan bahwa dirinya tengah memiliki wanita yang akan dia nikahi di kota tempatnya berasal wanita itu akan pergi menjauhinya karena masih terngiang jelas ditelinga Safi saat Naima mengatakan bahwa dirinnya tidak akan pernah mau berharap apapun pada cinta yang pernah Safi ungkapkan sebelum Naima yakin bahwa Safi tidak memiliki wanita lain di masalalunya.


Tapi entah kenapa itu membuat Safi merasa takut jika harus jujur pada naima.takut jika dia harus kehilangan sosok Naima yang tegar dan penuh kasih sayang namun gadis tersebut hanya akan bermanja pada dirinya yang membuat Safi merasa menjadi pria yang berguna untuk wanita tangguh seperti Naima.


Safi sadar jika waktunya tiba,dia harus tetap mengungkapkan kebenaran yang terjadi pada gadis cantik sang penguasa hatinya namun untuk saat ini Safi benar benar belum siap jika Naima tidak lagi menjadi wanitanya yang manja dan menggemaskan jika dia tahu kebenarannya.


Egois memang Safi rasakan.saat dirinya sudah mulai mendapatkan titik terang tentang masa lalunya yang selalu Naima tanyakan karena gadis itu selalu khawatir jika ingatan Safi tidak kunjung pulih.tapi saat semuanya sudah kembali Safi malah menyembunyikannya karena takut jika Naima tahu bahwa ada wanita yang dia janjikan untuk dinikahinya tengah menunggunya di tempatnya berasal.


Langkah Safi pun terhenti tepat di depan teras rumah bah iman dimana disitu terlihat Naima yang sedang menyapu sambil.melamun sehingga tidak menyadari kedatangan pria tampan yang selalu menjadi bunga tidurnya tersebut.


“ Ehm,,,nay ,,, assalamualaikum” ucapan salam Safi membuyarkan lamunan sigadis cantik berambut sebahu tersebut.


“ eh, walaikum salam bang “ jawab Naima yang baru tersadar dari lamunannya dan tersenyum secerah mentari saat mendapati sang objek lamunan hadir didepan mata.


“ kamu sedang apa nay !?” tanya Safi basa basi.


“ aku,ya nyapu lah,Abang lihat sendiri kan aku lagi pegang sapu “ jawab Naima apa adanya dengan memajukan bibir merahnya.


“ pegang sapu kok sambil melamun,awas nanti dideketin jin lho !” Safi tersenyum mengejek


“ Berarti Abang jinnya,kan sekarang yang lagi ada di Deket aku bang Safi “ ejek Naima balik dengan senyum tipis penuh kemenangan


“ Ish,mana ada jin seganteng Abang “ narsis Safi seolah tidak terima dengan ejekan Naima.


“ Ikh,siapa juga yang ganteng,geer “ Naima senyum meremeh sambil menaik turunkan sudut atas bibirnya


“ ya meskipun ga ganteng,tapi Abang cukup ngengenin kan buat kamu “ goda Safi yang sontak membuat Naima tersipu malu.

__ADS_1


“ Idih apaan sih bang ga jelas tahu “ wajah Naima mulai merah merona dengan godaan Safi dan tentu saja menambah kesan gemas untuk Safi saat melihat wajah Naima yang merona karena malu.


“ Abang baru pulang dari pasar !?” tanya Naima mengalihkan dan saat merasakan baju yang Safi gunakan masih tercium bau amis


“ iya,Abang Cuma mau mengantarkan ini sayuran sama ikan yang bisa kamu dan ibu masak “ Safi memberikan beberapa kantong keresek yang berisikan sayuran dan bahan masakan lainnya untuk Bu Arum dan Naima masak seperti biasanya.


Naima pun meletakan sapu yang dipegangnya tidak jauh dari tempatnya berdiri lalu menerima kantong yang diberikan Safi.


" makasih ya bang " ucap Naima tulus


" Hem " jawab Safi singkat sambil menganggukan kepalanya pelan dan tersenyum.


senyuman yang selalu membuat Naima merasa kesal karena selalu membuat Naima selalu berangan jika melihatnya.senyuman yang sangat pas ditampilkan oleh pria tampan seperti Safi.


“ hari ini Abang ke kantor Rinzani tidak !?” tanya Naima basa basi karena tentu saja dia tahu jadwal Safi yang tidak pergi ke kantor di akhir pekan.


“ Tidak nay,ini kan akhir pekan,jadi waktunya Abang libur.abang ingin beristirahat di rumah,rasanya badan Abang sangat lelah “ jawab Safi yang sempat mencubit hidung mancung milik Naima gemas


“ Abang sakit !?” Naima mulai panik sambil mengusap hidung mancungnya yang sempat di cubit gemas oleh Safi.


Safi pun tersenyum melihat kepanikan yang tampil diwajah Naima lalu membelai rambut panjang Naima yang tergerai indah


“ oh,aku kira Abang sakit.aku Abah sama ibu mau jenguk pa zaki dirumah sakit.tadinya aku mau ajak Abang juga tapi lebih baik Abang istirahat saja,biar aku pergi bertiga “ ucap Naima.


“ maaf ya nay,Abang tidak bisa ikut.titip salam saja ya buat pa zaki semoga cepat kembali sembuh.abang jadi ikut sedih mendengar beritanya “


“ Ya sudah Abang cepetan pulang,istirahat,jangan lupa mandi dan ganti bajunya.abang ga ngerasa bau amis apa ish “ Naima menutup hidungnya seolah bau amis yang menempel ditubuh Safi mengganggu indera penciumannya untuk menggoda safi.


“ Beraninya kamu mengejek Abang,biar bau begini tapi tetep kan kamu suka !?” Safi balik menggoda


“ Siapa juga yang suka sama Abang ,ikh geer “ Naima memasang wajah yang tidak suka yang dibuat buat.


“ Tapi Abang ga akan biarin kamu suka sama pria lain selain Abang,jadi bagaimanapun caranya,kamu hanya akan suka sama Abang “ sambil mecubit pipi Naima gemas ucapan Safi terdengar gombal namun sangat tulus terdengar oleh Naima.


blusssh,,,


Safi paling bisa membuat rona wajah Naima berubah memerah dan hal itu paling sulit untuk Naima hindari terlebih jika dia sudah mengeluarkan kata kata dan perlakuan manisnya tentu tidak dapat dihindari oleh gadis cantik tersebut untuk tidak tersipu malu.

__ADS_1


Naima yang memang sudah jatuh dalam pesona yang dimiliki Safi tidak dapat mengelak apa apa lagi dan hanya menampilkan wajah nya yang sudah merah seperti tomat karena apa yang dikatakan Safi memang benar,tidak ada lagi pria yang telah mencuri hatinya selain Safi.pria asing yang tidak diketahui masalalunya namun cukup membuat Naima yakin untuk terus mencintai pria dihadapannya dengan tulus.


“ Ya sudah Abang pulang dulu ya,salam sama ibu sama Abah,maaf Abang belum bisa mampir “ pamit Safi sambil hendak melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Naima yang menatap Safi dengan binar cinta dimatanya.


Namun sedetik kemudian Safi kembali membalikan tubuhnya dan menoleh kearah Naima.


“ oiya “ ucap Safi menggantung


“ kenapa bang?ada yang lupa !?” tanya Naima bingung


“ tidak “ jawab Safi menatap lekat mata teduh milik Naima sambil tersenyum manis “ ya sudah Abang pamit, assalamualaikum “ kini Safi benar benar berjalan melangkahkan kakinya menuju kontrakan kecilnya walaupun sesekali menoleh kearah Naima yang masih setia berdiri ditempatnya sambil menatap lekat punggung Safi yang semakin lama semakin menjauh hingga hilang di pandangan Naima.


jangan tanyakan gemuruh detak jantung yang ada didada mereka masing masing karena rasa cinta dalam diam mereka mampu membuat jantung yang berdetak terasa seperti ingin loncat dari tempatnya berada.


ya Naima dan Safi masih setia dengan menjalani cinta dalam diam tanpa kata-kata walaupun setiap perlakuan masing masing mereka sudah saling berbalas.


ingin rasanya Naima mengungkapkan.tapi Naima masih enggan untuk mengutarakannya dengan langsung karena dirinya takut suatu hari kemungkinan buruk terjadi pada cintanya dengan adanya wanita lain di masalalu Safi.


walaupun dia bisa berkata ikhlas,tapi ketahuilah menjalaninya cukup membuat siapa saja akan sakit.sakit yang teramat sangat.sakit yang tanpa mengeluarkan darah sehingga orang lain tidak tahu betapa sakit yang dirasakan karena sakit itu sakit yang tidak dapat terlihat oleh orang lain namun hanya dapat dirasakan oleh hati.


..._...


..._...


..._...


...**like...


...koment...


...rate 🌟 5...


...Sama bagi bagi vote nya ya...


...happy reading...


...🤗**...

__ADS_1


...


...


__ADS_2