
Nissa kini sudah berada di mobil setelah Rasya membukakan pintu mobilnya untuk Nissa dan menutupnya kembali setelah dirasa Nissa sudah duduk dengan nyaman di kursi samping kemudi lalu Rasya menuju tempatnya untuk mengemudikan mobilnya.
Setelah kejadian bersama Bimo,Rasya selalu membukakan pintu mobil untuk Nissa,karena Rasya takut kejadian serupa kembali terulang saat Nissa yang akan masuk mobil dan tiba tiba tangannya di cekal oleh pria lain.
Rasya yang sudah menggunakan sabuk pengamannya telah menyalakan mesin mobil dan hendak mengemudikan mobil yang akan dia bawa namun sebelumnya dia terlebih dahulu menoleh ke arah Nissa yang terus menatapnya.
“ kamu lihat apa !?” tanya Rasya
“ tidak,Nissa lihat ada yang aneh dari ekspresi wajah mas Rasya,namun Nissa tidak tahu apa!?” jawab Nissa
“ tadi mas menghubungi no kamu hampir dua puluh kali namun tidak kunjung ada jawaban “ ucap Rasya
“ maafin Nissa ya mas,tadi handphone dan tas Nissa tertinggal di pondok karena Nissa harus membawa vio ke klinik bersama Fadil “ ucap Nissa menyesal
“ apa dia anak dari pria yang bernama Bhekti !?” Tanya Rasya ketus
“ iya “ jawab Nissa singkat
Rasya tidak melanjutkan lagi pembicaraannya bersama nissa,.dia lebih memilih fokus mengemudikan mobilnya membelah jalanan kota yang sudah dihiasi kerlap Kerlip lampu jalanan untuk menerangi jalanan dari kegelapan malam
Tidak ada percakapan yang menemani perjalanan mereka menuju pulang.rasya yang biasanya selalu melontarkan gombalan gombalan kecil pada Nissa lebih memilih diam dan terus fokus pada jalanan yang ada dihadapannya sambil terus larut dalam pikirannya sendiri.
Ucapan Darsa tentang ada orang lain yang menginginkan nissa untuk berpisah darinya dan menikahinya pun terus terngiang di telinganya.
Terlebih Rasya melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Bhekti hendak meraih tangan Nissa untuk di genggamnya membuat rasa cemburu dan emosinya bercampur aduk menjadi satu dan terasa sesak didadanya karena menahan amarah yang dengan sekuat tenaga dia tahan.
Nissa yang berada disisi Rasya pun terus menatap dengan lekat suaminya yang terlihat tidak seperti biasanya.
Tidak ada obrolan apapun yang dia dengar dari mulut tipis rasya.terlebih gombalan dan godaan yang biasanya dia terima dari suaminya tersebut yang selalu membuatnya merona karena malu.
Bahkan untuk sekedar genggaman hangat dan lembut yang selalu Rasya lakukan saat dirinya mengemudikan mobilnya pun tidak Nissa dapatkan.
Wajah datar yang ditampilkan Rasya membuat Nissa tidak dapat membaca apa yang sedang mengganggu pikiran suaminya tersebut.
Namun Nissa tidak berniat untuk mengawali percakapan karena melihat situasi yang dirasanya sudah tidak nyaman membuat Nissa memilih untuk diam dan menikmati indahnya pemandangan kota di malam hari dengan hati yang mengganjal.
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan pulang dalam keheningan,akhirnya mereka pun tiba di rumah.nissa langsung turun dari mobil yang diikuti oleh Rasya.
Masih tidak ada obrolan yang keluar dari mulut rasya.yang ada hanya wajah dingin Rasya yang tidak dapat di baca oleh Nissa.
Rasya pun terus berjalan masuk kedalam rumahnya mendahului Nissa lalu diikuti Nissa dari belakang.
“ Mas tidak suka jika kamu harus bertemu dengannya “ ucap Rasya to the point ketika mereka sudah berada di dalam kamarnya
“ Nissa tidak sengaja bertemu pa Bhekti mas,itu pun karena vio yang ingin bermain ke pondok” ucap Nissa
“ ya apapun alasannya,mas tidak suka kamu harus bertemu dengannya “ tegas Rasya.
“ mas Rasya kenapa sih kok Nissa jadi aneh dengernya “ gumam Nissa
“ bisa saja kan dia mencari tahu tentang kamu dan dia menggunakan vio sebagai alasan agar bisa bertemu dengan kamu di pondok “ ucap Rasya.
“ mas Rasya kok jadi suudzon gitu sich “ ucap Nissa mulai kesal
“ Pokoknya mas tidak ingin lagi mendengar apalagi melihat kamu dekat dengan pria itu “ tegas Rasya.
“ wajar bukan jika seorang suami akan merasa cemburu ketika istrinya hendak diperlakukan yang membuat kita cemburu.apa kamu tidak sadar tadi dia akan menggenggam tangan mu !?” Rasya balik bertanya
" tidak,Nissa hanya pamit pada pa Bhekti " sangkal Nissa
" ya ampun sayang,tadi dia ingin memegang tanganmu,apa kamu juga tidak melihat ekspresi penuh cinta di wajahnya !?" ucap Rasya berusaha membuka mata istrinya untuk mengetahui bagaimana perasaan Bhekti sebenarnya pada istri yang sangat dia sayangi itu.
Nissa hanya menggelengkan kepalanya
“ Nissa lihat tadi kalian saling mengenal,mas pasti tahu dong bagaimana pa Bhekti,dia tidak mungkin menyukai Nissa “ keukeuh Nissa
“ Pria mana yang tidak akan menyukai kamu setelah mengetahui kepribadian kamu “ ucap Rasya mulai kesal namun tetap berusaha untuk mengontrol emosinya
“ tapi mas ____ “
“ Mas tidak mau mendengar bantahan apapun lagi.jika sampai mas mendengar bahkan melihat langsung pria itu mendekati kamu, mas pastikan paman kamu yang akan menanggung akibatnya “ ancam Rasya
__ADS_1
“ mas,kenapa bawa bawa nama paman.ini semua tidak ada hubungannya dengan paman Nissa mas “ Nissa mulai tersulut emosi
“ kamu tidak tahu saja kalau paman kamu itu ___ “ melihat betapa Nissa menghormati pamannya,Rasya tidak melanjutkan alasan kenapa Darsa diikut sertakan dalam kejadian ini.
Rasya tidak ingin Nissa merasakan kekecewaan yang lebih besar lagi jika harus mengetahui pamannya kembali menjual dirinya pada pria lain yang diyakini Rasya adalah Bhekti.pria yang ternyata adalah rekan bisnisnya.
“ pokoknya tidak ada bantahan apapun, keputusan mas sudah bulat “ tegas Rasya melanjutkan ucapannya yang terpotong
“ mas Rasya,kenapa mas Rasya gitu sich “ keluh Nissa yang tidak menerima keputusan Rasya dengan membawa bawa nama pamannya yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Bhekti.
Rasya tidak mengatakan apapun lagi karena dia rasa sudah cukup membahas tentang ketidaksukaanya melihat Bhekti mendekati Nissa.
Ambigu memang alasan Rasya mengikutsertakan paman Nissa dalam masalah ini namun Rasya yakin ini yang terbaik untuk perasaan istrinya karena Rasya tidak mau dia benar benar merasa terpukul selalu menjadi korban dari keserakahan seorang paman seperti Darsa.
Nissa yang tidak setuju dengan ancaman Rasya hanya diam tidak dapat menerima jika paman yang dia hormati menjadi korban saat dirinya harus bertemu secara tidak sengaja dengan Bhekti.
Baik buruk Darsa adalah pamannya.orang yang telah mengurusnya menggantikan posisi ayahnya sebagai wali hingga dia menikah.walaupun Darsa tidak memperlakukannya dengan baik,namun Nissa tetap menghormatinya sebagai orang tuanya sendiri.
Tidak ada bantahan apapun lagi yang Nissa lontarkan pada rasya.dia memilih untuk mengikuti perintah dari suaminya walaupun tidak dapat dipungkiri,rasa marah karena Rasya yang mengancam akan melakukan hal yang tidak diinginkan pada Darsa,pamannya.namun Nissa memilih untuk diam tak bergeming.
Rasya sadar benar dengan raut wajah sedih dan kecewa yang terpancar jelas diwajah sendu milik istrinya,namun Rasya pun tidak tega jika harus memberi tahu pada Nissa apa yang sebenarnya terjadi hingga Rasya memutuskan untuk menyembunyikannya dari Nissa.
Maafkan mas,semoga ini yang terbaik buat kamu , sayang batin Rasya.
_
_
_
_
_
like like like dan koment
__ADS_1
🤗🤗🤗