
Tidak ada yang tidak panik dengan melihat keadaan Nissa yang semakin melemah.tanpa aba aba Rasya segera membopong tubuh lemah Nissa menuju mobil yang lainnya yang dikemudikan oleh dirinya sendiri dengan Bu Rita di belakang kursi penumpang menahan tubuh Nissa yang tidak berdaya.
Sedangkan mang Dodo Rasya perintahkan untuk membawa mba Tarmi yang sedang menyiapkan perlengkapan yang Nissa butuhkan selama dirumah sakit menyusul mobil yang akan dia kemudikan
Tidak ada perlengkapan bayi yang Rasya bawa karena Rasya tahu betul jika istrinya dijadwalkan oleh dokter kandungannya akan melahirkan dua bulan kemudian.
Namun takdir Tuhan siapa yang tahu,walaupun tidak tahu pasti keadaan istrinya ini akan melahirkan atau bukan Rasya hanya bisa berdoa semoga Nissa dan bayi yang berada dalam kandungannya dalam keadaan baik baik saja.
Rasya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.tidak perduli siapa yang dia bawa di belakang kursi penumpang yang jelas Rasya ingin membawa Nissa kerumah sakit sesegera mungkin agar istrinya segera mendapatkan tindakan medis.
Bu Rita yang duduk disamping Nissa yang tengah meringis menahan rasa sakit yang teramat,tidak henti hentinya memperingatkan Rasya agar tetap berhati hati walaupun dirinya dalam keadaan khawatir.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras adrenalin,akhirnya Bu Rita dapat bernafas lega karena Rasya sudah memasuki pelataran area parkir rumah sakit tempat Nissa periksa.
Rasa takut diperjalanan karena Rasya mengemudikan mobil seperti sedang melakukan balapan dengan kereta api pun akhirnya usai setelah mobil Rasya berhenti di depan gedung rumah sakit yang segera membawa Nissa ke ruang tindakan bersalin dengan blangkar.
Dokter kandungan yang memeriksa Nissa pun sudah menyambut kedatangan Nissa dengan sigap.
Tidak lama kemudian dokter itu pun segera memeriksa keadaan Nissa dan bayi yang berada dalam kandungannya.
Alat khusus pengecek tensi darah pun asisten dokter sematkan di lengan Nissa. tidak lupa,pendeteksi denyut jantung untuk ibu hamil pun di gunakan untuk memeriksa denyut jantung bayi yang terdengar tidak sebaik bayi pada umumnya.
Setelah itu cairan bening khusus untuk pendeteksi alat USG pun sudah di taburkan diatas perut nissa.dokter melihat jelas apa yang terjadi dengan kesehatan Nissa beserta janinnya.
Melihat cairan bening kental yang membasahi rok Nissa sudah dapat dipastikan bahwa ketuban di rahim Nissa sudah pecah terlebih dahulu sehingga membuat dokter yang menangani Nissa memutuskan untuk melakukan operasi Caesar jika tidak ada peningkatan pembukaan pada alat vitalnya sebagai akses bayinya dilahirkan.
Tidak ada cara lain yang bisa dokter putuskan selain mengambil tindakan operasi Caesar untuk Nissa dapat melahirkan bayinya.
Walaupun ini bukan waktunya untuk Nissa melahirkan namun cairan kental bening yang keluar dari alat vital Nissa membuktikan bahwa Nissa dan bayinya harus segera mendapatkan tindakan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Kondisi Nissa yang lemah tidak dapat memungkinkan untuk Nissa melahirkan secara normal terlebih pembukaan yang tidak kunjung meningkat membuat dokter benar benar harus mengambil tindakan operasi sebagai satu satunya cara menyelamatkan Nissa dan bayinya.
Tidak ada yang dapat Rasya lakukan selain mengikuti interuksi dokter kandungan yang faham betul dengan apa yang harus dilakukan.
Nissa sengaja diberikan anestesi umum oleh dokter agar dirinya dapat lebih tenang lagi dikondisinya yang sangat lemah.
Riwayat terjadinya benturan di daerah perut semasa Nissa sebelum menikah dengan Rasya menjadi alasan kondisi rahim Nissa yang lemah sehingga dalam kondisi hamil,Nissa benar benar dianjurkan untuk istirahat total termasuk melakukan pekerjaan ringan seperti membereskan rumah.
Rasya kini hanya dapat menunggu hasil dari dokter melakukan operasi Caesar pada Nissa di ruang operasi bersama ibunya.semua doa dan asma Allah mereka lafadzkan lirih dibibir keduanya.
Rasya tidak tahu seberapa menyakitkannya kehidupan Nissa dahulu bersama pamannya hingga dia harus terjatuh dan mendapatkan benturan diperutnya yang berdampak jangka panjang hingga saat ini.
Ingin rasanya Rasya mengutuk keluarga Darsa yang telah berbuat semena-mena pada Nissa namun dengan kelapangan hati istrinya Rasya hanya bisa memaafkan walaupun rasa benci atas perlakuan mereka pada Nissa tidak dapat dirinya lupakan.
Tidak ada senyum hangat yang biasa terpancar dari wajah Rasya ketika bersama Nissa karena saat ini Rasya hanya memikirkan nasib istri dan anaknya yang masih berada di ruang operasi.
Setelah kurang lebih dua jam Rasya mondar mandir tidak tenang di depan pintu ruang operasi akhirnya Rasya segera menghampiri pintu operasi yang mulai terbuka.
Munculah dokter kandungan yang menangani Nissa dari balik pintu ruang operasi dan sesegera mungkin Rasya menghampirinya untuk mengetahui apa yang terjadi pada istri dan anaknya.
“ Bagaimana keadaan istri dan anak saya dokter !?” tanya Rasya dengan penuh kekhawatiran di wajahnya.
“ Alhamdulillah operasinya berjalan lancar, Bu Nissa juga masih dalam keadaaan pengaruh obat bius jadi beliau belum sadar,sedangkan bayi anda___”
“ bayi saya kenapa dokter !?” paksa Rasya tidak sabar memotong ucapan dokter
“ bayi anda lahir dalam keadaan prematur,,,berat badannya di bawah dari ukuran normal sehingga kami harus membawanya untuk di inkubator.terlebih sekarang bukan waktunya untuk bayi anda lahir”
“ Bi,bisa saya lihat keadaan anak dan istri saya dok !?” Rasya tidak sabar ingin melihat keadaan istri dan anaknya
__ADS_1
“ silahkan pa , tapi belum bisa semuanya,untuk sementara baru bapa selaku suami saja yang bisa masuk “ izin dokter
“ ya sudah nak,sana lihat anak dan istrimu “ titah Bu Rita
Rasya akhirnya masuk melihat keadaan istri dan anaknya setelah di bawa ke ruang inap yang sudah disediakan untuk Nissa.sedangkan bayinya sudah disiapkan untuk di masukan kedalam tabung inkubator.
Rasya masuk ketika istrinya masih dalam pengaruh obat bius.tampak ketenangan di wajah Nissa yang sebelumnya terlihat meringis menahan rasa sakit karena kontraksi.
Rasya berjalan menghampiri Nissa lalu membelai kepalanya yang tertutup kain penutup kepala khusus operasi.diciumnya lembut dahi Nissa sebagai ungkapan terima kasih karena telah berjuang menahan sakit melahirkan buah cinta mereka.
Setelah beberapa lama Nissa pun tersadar dari tidurnya.matanya mencoba menetralisir cahaya yang masuk pada kornea matanya dan setelah Nissa melihat Rasya yang sedang berdiri di sebelah ranjangnya Nissa pun melengkungkan bibirnya ke atas.
“ mas “ panggil Nissa lirih yang disambut dengan senyum hangat suaminya.
“ sayang,apa kamu mau minum !?” tanya Rasya yang dijawab anggukan oleh Nissa.
Rasya dengan sigap memberikan minum kepada Nissa yang baru tersadar dari tidurnya akibat pengaruh obat bius yang dokter berikan saat operasi.
“ mas,anak kita !?” tanya Nissa masih dengan suaranya yang terdengar parau mengingat keadaan bayinya.
“ Alhamdulillah,bayi kita perempuan dia cantik persis sepertimu dan dia baik-baik saja hanya saja dia harus diinkubator karena berat badannya yang sangat kecil,lagi pula seharusnya dia belum waktunya lahir,tapi karena tidak sabar bertemu kita,dia jadi ingin cepat cepat lahir ke dunia ini “ goda Rasya mencoba mencairkan suasana yang semula tegang agar lebih santai.
Mendengar candaan suaminya Nissa hanya tersenyum tipis masih merasakan lemas karena efek obat bius yang belum sepenuhnya menghilang.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
beberapa bulan kemudian,terlihat Bu Rita sedang menggendong bayi perempuan cantik nan mungil yang akan dipotong rambut karena hari ini adalah hari dimana Rasya mengadakan syukuran aqiqah yang sempat tertunda untuk bayinya yang diberi nama Adzkia Puti Ardana.
syukuran ini baru dapat mereka gelar karena baby Kia sebutan untuk putri kecil Rasya dan Nissa tersebut yang baru diizinkan pulang beberapa hari yang lalu oleh dokter yang menanganinya setelah harus hidup dalam tabung inkubator.
betapa bahagianya Bu Rita dapat menggendong bayi kecil nan mungil yang selalu menjadi bagian dari setiap doanya.wajah bahagia penuh syukur beliau panjatkan pada Tuhan sang pemilik kebesaran dalam hidupnya karena masih memberikan waktu kepada dirinya untuk dapat merasakan bagaimana bahagianya menjadi seorang eyang untuk cucu dari anak bungsunya.
Rasya mengambil alih baby Kia dari pangkuan bu Rita yang akan membawanya berkeliling mengelilingi para tamu yang mengikuti syukuran aqiqah baby Kia untuk membantu memotongkan rambut bayi mungil yang tengah terlelap dalam tidunya di pangkuan sang ayah.
sambil berjalan mengitari satu persatu orang yang ingin membantu memotong rambut anaknya,wajah Rasya tak henti-hentinya menebarkan senyum pada setiap pengunjung.anugerah terindah yang Tuhan beri padanya begitulah sempurna dengan kehadiran bayi kecil mungil nan cantik di tengah tengah rumah tangganya bersama nissa.tiada nikmat Tuhan yang dapat dirinya dustakan terlebih saat dirinya mendapatkan anugerah terindah dengan kehadiran istri dan sekarang ditambah baby Kia sebagai hasil dari buah cinta mereka.
bukan hal yang mudah untuk Rasya bisa mencapai pada posisi ini mengingat bagaimana perjuangan dirinya melawan rasa sakitnya kehilangan dan ditinggalkan.
Rasya yang sempat ingin menyerah karena harus dihadapkan pada kehidupan pelik dimana dirinya harus kehilangan abangnya dan bertanggung jawab atas ibunya yang sakit ditambah dengan bagaimana cara menjaga calon kakak iparnya yang dia sendiri tidak tahu siapa wanita asing yang harus dia jaga layaknya dia menjaga ibunya sampai akhirnya dia memilih untuk menikahi wanita asing tersebut hanya demi sebuah perjanjian dan demi kesehatan sang ibu.
tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Rasya menikahi calon kakak iparnya sendiri terlebih saat dirinya harus berbagi kamar dengan wanita asing yang telah sah menjadi istrinya namun sedikitpun tak pernah ada rasa cinta yang tumbuh,mengingat pada saat itu Rasya masih mencintai mantan kekasihnya yang pergi meninggalkannya demi mengejar karir.
namun saat ini,tidak ada kebahagiaan yang dapat melebihi dari bahagia yang sedang Rasya rasakan dengan titel barunya yakni menjadi seorang ayah dari anak perempuannya Hasil buah cintanya dengan Nissa setelah dirinya bertanggung jawab menjadi seorang anak dan suami.
rasa syukur tidak pernah hentinya Rasya panjatkan dalam setiap senyumnya atas segala kebesaran yang telah Tuhan berikan dihidupnya karena telah menghadirkan tiga wanita hebat dihidupnya,yakni Bu Rita,Nissa dan kini bertambah dengan kehadiran baby Kia sabagai penyemangat baru dalam hidupnya.
setelah beberapa lama kemudian akhirnya acara syukuran pun selesai dilaksanankan,para tetamu dan pengunjung acara pengajian telah kembali kerumahnya masing-masing dan kini bersisakan Nissa yang sedang menggendong baby Kia sambil memberinya asi yang telah dirinya masukan ke dalam botol dot susu karena Nissa tau hari ini akan banyak tamu yang datang sehingga Nissa memilih untuk mempumping ASI-nya dan memasukannya ke dalam botol agar baby Kia dapat meminumnya kapan saja dan dimana saja.
dengan ditemani Bu Rita,Nissa sedang duduk di ruang tv bersama darsa beserta istri dan anaknya yang turut menghadiri acara syukuran aqiqah baby Kia.
dengan gemasnya Lolita yang memilih duduk disebelah Nissa yang sedang menggendong baby Kia menatap lekat bayi yang tengah asik menikmati asi yang berada dalam botol susu tersebut.
beberapa saat kemudian datanglah Rasya duduk tepat disebelah Nissa yang sedang memberi asi pada buah hati mereka.rasya ikut berada di tengah tengah keluarganya dan keluarga Darsa,paman dari istrinya.
Rasya meletakan satu tangannya di sandaran kursi tepat berada di belakang kepala nissa.sedangkan satu tangannya lagi tidak henti-hentinya menyentuh pipi bayi perempuannya yang terlihat lebih chuby dibanding beberapa waktu yang lalu.
Rasya pun mencium puncak kepala baby Kia sebelum mendaratkan ciuman di kepala istrinya yang tertutup hijab.terlihat jelas dari perlakuan Rasya betapa dirinya amat mencintai dan menyayangi wanita yang telah melahirkan anaknya dan telah membolak balikan kehidupannya sehingga Rasya tidak pernah berpikir untuk mencintai wanita lain selain Nissa.
" niss,maaf kami baru bisa menjenguk baby Kia karena kesibukan kami mengurus mini market " ucap seni merendah sesaat melihat keromantisan yang di tampilkan Rasya pada Nissa.
__ADS_1
" tidak apa-apa Bi,kalian sudah mau datang saja Nissa sudah cukup senang " senyum Nissa
" iya, kami juga mau mengucapkan terima kasih,karena berkat kebaikan hati nak Rasya,kami dapat memiliki mini market sepenuhnya dan sekarang kami dapat memperluas minimarket kami dan lebih kumplit lagi " ucap Darsa tulus
" selama bisa menyenangkan hati Nissa,saya tidak masalah dengan semua itu " jawab Rasya datar sambil sesekali mencuri ciuman pada bayinya yang tengah kembali terlelap.
Nissa menoleh ke arah suaminya dan tersenyum mendengar ucapan Rasya yang terdengar datar namun begitu tulus dia ucapkan.
" maaf,Luna tidak bisa ikut hadir karena hari ini hari pertama dimana dirinya melakukan training diperusahaan yang menerimanya bekerja,namun sebagai gantinya dia menitipkan sesuatu untuk baby Kia " ucap seni sambil menyodorkan bingkisan berbungkus kado dengan ukuran yang cukup besar.
" tolong sampaikan ucapan terima kasih Nissa untuk Luna,dan semoga Luna betah bekerja di sana" doa Nissa tulus.
lengkap sudah kebahagiaan yang Nissa rasakan karena selain dirinya bisa menjadi seorang istri dan ibu serta menantu.kini Nissa bisa merasakan bagaimana perlakuan keluarga Darsa yang sangat baik berbanding terbalik sebelum dirinya menikah dengan rasya.namun itu semua tidak begitu penting untuk Nissa karena saat ini semua keluarga yang dirinya miliki dapat berkumpul bersama terlebih dihari bahagianya bersama Rasya dalam acara syukuran aqiqah baby Kia,anak mereka sudah dirasanya lebih dari cukup.
tiada kebahagiaan yang bisa melebihi dari kebahagiaan berkumpul bersama orang orang yang kita cintai dan kita sayangi terlebih itu bersama keluarga.
" assalamualaikum " tiba tiba terdengar suara berat milik pria yang amat mereka kenal menghentikan percakapan dua keluarga yang sedang saling bercengkrama.
tidak ada yang tidak terkejut melihat sosok yang kini barada dihadapan mereka pasalnya sudah hampir dua tahun pria tersebut hilang bahkan mereka menganggap bahwa dirinya sudah tidak bernyawa.
namun melihat senyum yang terpancar diwajahnya meyakinkan Bu Rita,Rasya dan Nissa bahwa pria yang dilihatnya saat ini adalah nyata.pria yang mereka tangisi dua tahun yang lalu karena dikabarkan menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat yang hilang kontak.
Rasya langsung beranjak dari duduknya dan segera menghamburkan tubuhnya pada tubuh seseorang yang amat sangat dia rindukan memastikan bahwa dirinya memang benar-benar tidak sedang bermimpi.
" b,bang Safi " panggil Rasya tidak percaya dengan pria yang kini berada dihadapannya yang membalas pelukan hangatnya dengan penuh kerinduan.
" sya " balas Safi menyapa adik tersayangnya sambil merasakan deraian air mata bahagia yang keluar tanpa permisi di matanya.
setelah lama melepas rindu melalui pelukan hangat keduanya,Safi langsung menghampiri ibunya yang masih terpaku tidak percaya melihat dirinya yang masih bisa tegak berdiri dihadapannya setelah di yakini bahwa anak sulung kebanggaanya Telah dinyatakan tewas dalam kecelakaan pesawat yang di tumpanginya.
hal yang sama pun dilakukan Bu Rita pada Safi sambil lelehan air mata bahagia terus mengalir di pipinya yang sudah terlihat menua.
" nak,,,apa benar ini kamu !?" tanya Bu Rita di sela Isak tangisnya dalam pelukan Safi yang hanya dibalas dengan anggukan dan senyuman.
setelah berlama lama memeluk ibunya,Safi beranjak menoleh ke arah Nissa yang ikut menangis namun dengan posisi masih menggendong baby Kia di tangannya.
" apa ini anak kalian !?" tanya Safi sambil tersenyum ke arah baby Kia yang terlelap di pangkuan Nissa.
" iya " jawab Rasya pasti dengan senyum penuh kebahagiaan didalamnya.
" akhirnya,kalian menikah juga " sahut Safi tersenyum puas mendengar jawaban adiknya.
" ta tapi bang " ucap Rasya menggantung namun dapat dimengerti oleh Safi.
" Abang baik sya,dan Abang ingin memperkenalkan seseorang pada kalian " ucap Safi dan memanggil seseorang di balik tembok penyekat antara ruang tamu dengan ruang tv
" siapa dia nak !?" tanya Bu Rita heran sambil terus menatap wanita yang keluar dibalik tembok penyekat dan berhenti tepat disamping safi
" perkenalkan Bu,ini calon istri Safi,dia yang merawat Safi ketika Safi dalam masa kritis setelah kecelakaan hingga pada akhirnya Safi bisa kembali berada di tengah tengah kalian " ucapan Safi yang penuh keyakinan membuat keluarganya tidak dapat berkata apa apa selain bersyukur karena orang yang mereka anggap telah tiada dan mereka rindukan,kembali hadir di tengah tengah mereka membawa kabar bahagia yang membuat Rasya dan Bu Rita tak henti-hentinya mengucap syukur atas anugerah dan keajaiban yang Allah berikan kepada mereka terlebih dapat menghadirkan kembali Safi ditengah tengah mereka bersama seseorang yang dia kenalkan sebagai calon istrinya.
lengkap sudah kebahagiaan yang Rasya rasakan setelah terlengkapi oleh kehadiran baby Kia di tengah keluarga mereka.dan kini Safi yang mereka anggap sudah tiada pun kembali dalam keadaan sehat dengan membawa kabar bahagia.
ajaib memang,dimana mereka telah pasrah atas kehilangan Safi namun disaat yang tidak terduga dia hadir kembali membuat Rasya merasa manusia yang paling bahagia didunia ini.
*terima kasih ya Robb,atas anugerah dan kekuasaanmu Engkau berikan ni'mat kebahagiaan pada hamba yang hanya seorang pendosa besar ini.
tiada ni'mat Mu yang manapun yang dapat hamba dustakan*.
..._ TAMAT_...
__ADS_1