Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
extra part 2


__ADS_3

setelah meminta asih art yang selama ini membantu mba Tarmi di rumah Nissa yang dibawakan oleh Dion tempo hari membersihkan kamar tamu yang pernah ditempati suster Inge.nissa mengantarkan Naima ke kamar tamu untuk beristirahat.


wajah lelah yang ditampilkan Naima sangat terlihat jelas dan dapat dirasakan oleh Nissa yang sangat peka dengan perasaan wanita cantik yang ada dihadapannya saat ini.


" kak Naima istirahat saja dulu disini.setelah menempuh perjalanan jauh,kakak pasti lelah." ucap Nissa sambil hendak beranjak meninggalkan Naima untuk beristirahat di kamar tamu.


" Makasih " jawab Naima singkat karena dirinya tidak tahu apa yang harus dilakukannya mengingat sikap dan sifat Nissa sangat berbesa jauh dengan dirinya yang terkadang lebih bersikap petakilan dibandingkan anggun layaknya wanita seumurannya.


Nissa hanya membalas ucapan Naima dengan senyum hangatnya dan itu membuat Naima kembali mengagumi sosok wanita kalem yang dilihatnya.pribadi Nissa yang hangat membuat Naima merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama dan membuat dirinya memiliki keinginan untuk merubah sikap seperti layaknya Nissa.


setelah Nissa pergi dan menutup pintu kamar yang ditempati naima.membiarkan Naima beristirahat melepas penatnya.naima malah sedang tersenyum.mengejek pada dirinya sendiri karena memiliki pemikiran yang aneh.


" Nissa ya Nissa,Naima ya Naima,,,aaaaa tapi kenapa aku suka sama semua yang ada dalam diri Nissa " gumamnya pada dirinya sendiri.


penat setelah melakukan perjalanan jauh ditambah memikirkan Nissa yang begitu sempurna dimatanya membuat dirinya segera merebahkan tubuh jenjangnya di atas ranjang yang telah di bersihkan oleh asih dan tidak lama kemudian Naima pun terlelap menjangkau mimpinya yang hanya dirinya dan Tuhanlah yang tahu isi dari bunga tidurnya tersebut.


di ruang tv,terlihat Safi dan Rasya yang kembali duduk untuk melepas segala kerinduan yang tersimpan erat di hati mereka.serta rasa keingin tahuan yang besar antara Safi dan Rasya dengan perjalanan hidup mereka selama dua tahun yang terpisah oleh jarak ruang dan waktu serta keadaan yang berbeda.


" mas Nissa ke kamar dulu ya,sepertinya Kia sudah ingin minum susu lagi.stock ASI yang Nissa pumping sudah habis " pamit Nissa pada suaminya yang tengah duduk bersama Safi


" ya sudah sayang,kamu juga harus istirahat, sepertinya kamu juga sudah lelah,nanti mas menyusul "


" bang Safi maaf,Nissa pamit ke kamar dulu " pamit Nissa pada abang iparnya yang sebelumnya adalah calon suaminya.


" iya" jawab Safi sambil tersenyum


setelah kepergian Nissa menuju kamarnya,kedua kakak beradik itupun melanjutkan acara melepas rindu mereka dengan saling berbagi cerita selama dua tahun mereka tidak saling tahu kabar mereka masing masing yang sempat membuat Rasya dan keluarganya yang lain menganggap Safi sudah tidak berada satu dunia bersama mereka.

__ADS_1


" Abang senang Sya melihat kamu dan Nissa akhirnya menikah,Abang juga yakin,perubahan yang terjadi pada kamu dan ibu tidak luput dari peran Nissa yang sabar dalam menghadapi sikap kalian " Safi mengawali percakapan setelah kepergian Nissa.


Rasya pun tersenyum miris mendengar ucapan abangnya yang tepat sasaran.


" aku merasa berdosa bang pada nissa di awal pernikahan kami " terlihat aura wajah Rasya yang berubah sedih kala mengingat awal pernikahannya dengan nissa,.dimana dia memperlakukan Nissa bukan sebagai istrinya namun menjadi perawat ibunya,walaupun Rasya masih memberikan perhatian pada kedua wanita yang dititipkan Safi namun semua itu amat membuat dirinya menyesal terlebih saat dia harus bersikap.dingin pada Nissa.


" maksud kamu !? "


Rasya kemudian menceritakan awal mula alasan kenapa dirinya hingga menikahi Nissa uang kala itu berstatuskan calon kakak iparnya karena jujur tidak pernah sedikitpun ada keinginan untuk Rasya melabuhkan statusnya menjadi suami bersama Nissa mengingat betapa dirinya masih mengharapkan Mita kembali dan mau menikah dengannya.


namun keadaan yang mendesak membuatnya harus membuat keputusan instan tanpa memikirkan dampak dari keputusan yang dirinya ambil.


Rasya pun tidak lupa menceritakan bagaimana dirinya dan Bu Rita memperlakukan Nissa.namun Nissa yang memang seorang wanita yang baik memperlakukan dirinya terutama merawat ibu mereka dengan begitu sabar dan telaten.


Nissa memperlakukan Bu Rita selayaknya dia merawat dan menjaga ibunya sendiri.apa yang sempat dirinya janjikan pada Safi untuk merawat dan menjaga ibu dan Rasya benar benar dilaksanakannya dengan baik.


Rasya bersyukur, saat-saat terberat dalam hidupnya dan Bu Rita ditemani wanita sebaik Nissa sehingga segala beban berat mereka dapat dijalani dengan baik dan mereka kembali mendapatkan kebahagiaan mereka hingga pada akhirnya Safi kembali hadir ditengah tengah mereka.


terlihat sekilas linangan air mata yang masih tertampung dipelupuk mata tajam milik Rasya yang terlihat sendu oleh Safi saat memperhatikan adik kesayangannya menceritakan pengalaman terberatnya saat tidak dalam pengawasannya.


entahlah,Safi masih terus menganggap Rasya adik kecilnya yang harus selalu dirinya lindungi meskipun Rasya bisa menjaga dirinya sendiri bahkan ibu dan istrinya.namun Safi seolah terus menganggap Rasya adik lelaki satu-satunya yang dirinya miliki untuk selalu dia jaga dengan baik.


" inilah sya,kita sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya.karena kita sebagai manusia hanya bisa berencana sedangkan yang menentukan tetaplah Allah yang berkuasa atas makhluknya termasuk apa yang terjadi pada kita dua tahun kebelakang yang sama sekali diluar dari rencana dan expektasi kita " ucap Safi menanggapi kisah yang diceritakan Rasya sepeninggalan dirinya selama dua tahun.


" iya bang,tapi Rasya tahu,semua ini ada hikmah dibalik rasa sakit dan tanggung jawab yang besar yang harus Rasya emban selama Abang tidak ada.akhirnya Allah memberikan Rasya wanita terbaik yang mendampingi Rasya dengan tulus yang kini menjadi istri Rasya,walaupun sebelumnya Rasya selalu berpikir bahwa Nissa adalah istri Rasya yang berstatus calon kakak ipar tapi tidak dapat dipungkiri Rasya sangat menyayanginya "


" itulah sya,dari awal Abang yakin,jika Nissa memang yang terbaik untuk kamu "

__ADS_1


Rasya hanya tersenyum mendengar penuturan Safi tentang Nissa yang memang Safi inginkan untuk menjadi pendamping adiknya yang akhirnya terlaksana juga karena kepergiannya yang tidak ada kabar berita.


" bagaimana dengan Abang !? kenapa Abang harus menunggu waktu hingga dua tahun untuk kembali ke rumah !? kemana Abang pergi selama ini hingga pada akhirnya Abang datang dengan memperkenalkan Naima sebagai calon istri Abang !? "


cecaran pertanyaan yang diberikan Rasya pada Safi membuat Safi mengambil nafas panjang sebelum dia akan menjawab semua pertanyaan pertanyaan yang diberikan Rasya karena penasaran dengan kisah abangnya yang menghilang selama dua tahun dan kembali membawa seorang wanita yang dikenalkannya sebagai calon istri.


......_......


..._...


..._...


..._...


..._...


...ayo masih penasaran kan kemana Safi selama dua tahun ???...


...boleh donk minta like koment dan vote vote votenya buat penyemangat aku ngehalu...


...😁...


...happy reading aja deh...


...jangang lupa bahagia...


...🤗🤗🤗...

__ADS_1


__ADS_2