
“ a ayah !!!??? “ Senyum Safi ke arah seseorang yang sedang menghampirinya.
Tanpa menjawab,orang yang Safi panggil ayah hanya tersenyum dan terus berjalan ke arahnya.
“ A,ayah,Safi rindu ayah “ Safi langsung menghamburkan tubuhnya memeluk oarang yang sangat dirinya rindukan saat mereka sudah saling berhadapan.
Ayahnya belum juga menjawab apa apa dan hanya membalas pelukan Safi dengan erat saling melepas rindu karena rasa yang telah lama tertahankan.
“ Ayah,apa ayah tinggal di sini,boleh Safi ikut tinggal bersama ayah disini.safi sangat suka tempat ini dan Safi juga akan mengajak ibu serta Rasya untuk tinggal bersama kita “ ucap Safi antusias setelah pelukan mereka terlepas dan kini mereka berdiri saling berhadapan.
Ayahnya terlihat tersenyum sebelum akan mengucapkan sesuatu pada Safi “ jangan,ini bukan tempat kamu,ini bukan tempat kalian “ jawab sang ayah.
“ Kenapa ? Apa ayah sudah tidak menyayangi kami lagi sehingga ayah tidak mau tinggal bersama kita disini di tempat seindah ini.safi yakin ibu dan Rasya pasti menyukainya “ Safi keukeuh.
“ ayah sangat sayang kalian,tapi ini bukan tempat untuk kalian,kalian belum waktunya untuk tinggal ditempat ini bersama ayah “ ucap ayah menggantung.
“ Ta tapi kenapa yah,Safi suka tempat ini,Safi betah disini sa safi___”
“ pulanglah nak,ibu dan adikmu sudah menunggu,kamu sudah terlalu lama berjalan jalan hingga tiba disini.jangan buat mereka menangis karena menahan rindu padamu.jaga mereka untuk ayah.dan terima kasih atas segala kiriman yang selalu kau berikan pada ayah,,,”
“ ta tapi pulang kemana yah,,,sekian lama aku berjalan menyusuri jalanan tapi yang kutemukan hanya tempat ini “ Safi mulai bingung
“ Kamu mengambil jalan yang salah nak,,,coba kamu ikuti jalan setapak itu,,,diujung jalan sana kamu akan menemukan tempat yang seharusnya kamu berada “ ucapan ayahnya sambil menunjuk ke arah jalan yang harus Safi tempuh membuat Safi mau tidak mau menoleh ke arah yang ditunjuk.
“ pulanglah nak,,,terima kasih karena telah selalu mengirimi kebaikan untuk ayah,,,ayah betah disini,,, karena kamu “ belum Safi mengucapkan kata-kata yang ingin dirinya kembali ucapkan pada ayahnya,namun beliau sudah berbalik berjalan meninggalkan Safi tanpa menoleh lagi kearahnya.
Panggilang Safi pun seolah tak di dengarnya. Safi mulai bingung,ucapan ayahnya yang menggantung tidak memberi jawaban atas pertanyaannya yang sedari tadi bersarang dibenaknya.
Secara bergantian Safi menoleh ke arah ayahnya yang terus berjalan dan kembali menoleh ke arah jalan yang di tunjukan oleh ayahnya.
Semakin lama ayahnya semakin menjauh seolah tak ingin lagi hidup dan tinggal bersamanya beserta ibu dan adiknya seperti dulu.
Namun,teringat pesan sang ayah,Safi pun memilih untuk melanjutkan perjalanan dimana jalan tersebut yang telah di tunjukan oleh ayahnya,,,
Safi terus dan terus berjalan menyusurinya hingga tanpa sadar,pemandangan indah yang tadi Safi nikmati hilang entah kemana
__ADS_1
Yang ada hanya ruang kosong tak berpenghuni yang Safi sendiri tidak tahu dimana lagi kini dia berada.kakinya terus melangkah mengikuti jalan lurus yang ada dihadapannya.
Sampai pada akhirnya,dari kejauhan Safi mulai melihat titik terang yang semakin lama seolah semakin mendekatinya,,,dia pun berjalan bahkan setengah berlari mengejar cahaya tersebut.
Cahaya kecil itupun seolah melakukan hal yang sama dengannya yaitu berjalan ke arahnya semakin lama semakin cepat.rasanya dekat namun Safi dan cahaya itu belum kunjung berdekatan.
Safi mulai lelah,,,rasa haus yang dirasakannya membuat tenggorokannya seolah terasa kering seperti tidak terbasahi oleh air yang dia minum selama bertahun tahun.
Namun karena titik cahaya itu semakin jelas terlihat dan semakin mendekat,Safi putuskan untuk melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukan rasa dahaganya.
Hingga pada akhirnya Safi dapat lebih dekat lagi dengan cahaya yang berubah menjadi menyilaukan mata,,,tidak lagi dapat terlihat seberapa besar cahaya yang sedari tadi ditujunya
Semakin dekat semakin menyilaukan sehingga Safi sendiri tidak dapat melihat apa yang berada dihadapannya.kilau cahaya itu membuat Safi menggerak gerakan tubuhnya seolah sedang mengatakan “ tolong aku,dimana aku,kemana cahaya yang menyilaukan ini membawaku “
Namun tiba tiba Safi merasakan ada sentuhan yang mengguncang ditubuhnya dan membuat Safi perlahan membuka matanya melihat siapa yang menyentuh dirinya.
Safi mengerjapkan kembali kedua matanya untuk menetralisir cahaya yang mulai masuk ke celah matanya yang dia tutup buka perlahan secara bergantian.
“ Dimana aku ?” tanya Safi lirih saat mendapati dirinya kini sedang dalam posisi tertidur dan melihat ada tiga orang yang berada dihadapannya.
“ dimana aku ?” kembali Safi menanyakan pertanyaan yang tidak kunjung dirinya dapatkan jawabannya dari mulai dirinya sadar berada mengambang di atas air,di tempat indah dan kini dia mendapati dirinya sendiri sedang merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
“ Kamu sudah sadar nak ?” suara pria paruh baya yang terdengar menggema diruangan kecil tempat Safi berada.
Dilihatnya pria tersebut tersenyum kearahnya dengan kedua wanita beda generasi berdiri disamping kiri kanannya yang ikut tersenyum.
“ Kamu berada di rumah kami nak,,, kami menemukan mu di pesisir pantai dalam keadaan tergeletak pingsang di atas puing puing serpihan pesawat “ jawab pria paruh baya tersebut.
Safi gusar,,,ternyata ingatannya berada di atas permukaan air itu nyata.tapi bagaimana dengan tempat indah dimana ayahnya tinggal itu berada? Apakan dirinya bermimpi ??? Tapi semua itu terasa sangat nyata dan terlalu indah jika dikatakan hanya mimpi.
“ Apa kamu mau minum ? Sepetinya pingsan dalam waktu yang sangat lama membuatmu kehausan dan kelaparan.karena selama kamu pingsan,kami hanya bisa memberimu beberapa sendok makan air putih agar kamu tidak merasa haus.” Ucap wanita paruh baya yang berada dihadapannya.
“ memangnya,saya berapa lama ada di tempat ini ?” tanya Safi masih tidak faham dengan apa yang telah terjadi pada dirinya.
“ kamu pingsan sudah hampir dua bulan dari semenjak kami menemukanmu di pesisir pantai di atas puing puing sisa serpihan dari pesawat terbang .lukamu cukup parah dan kami tidak tahu harus membawamu kemana jadi kami putuskan untuk mambawa tubuhmu yang pingsan ke gubuk kami “ jelas sang pria.
__ADS_1
“ terima kasih karena kalian mau menolong ku “ ucap Safi tulus
Safi sudah tidak begitu perduli dengan apa yang dilaluinya karena sekarang dirinya benar benar merasakan sakit yang teramat disekujur tubuhnya.seolah dia merasakan retak di semua bagian tubuhnya.
“ tapi kenapa saya bisa di atas pesawat terbang,memangnya saya dari mana !?” tanya Safi bingung sedangkan ketiga orang yang ada di hadapan Safi pun merasakan hal yang sama dengan Safi
“ Abang tidak ingat kenapa bisa kecelakaan pesawat !? “ tanya wanita muda yang berada dihadapannya
Safi menjawab pertanyaan wanita muda tersebut dengan gelengan kepala karena jujur dirinya tidak mengingat apa apa selain dirinya anak dari seorang wanita yang bernama Rita dan adiknya bernama Rasya.
Ketiga orang yang ada di hadapan Safi pun saling bertatapan karena pria yang ditolongnya ternyata tidak mengingat apa apa selain keluarganya
“ ya sudah,jangan terlalu dipikirkan dulu.sepertinya anda harus banyak beristirahat karena luka anda sangat parah,maafkan kami yang tidak bisa membawa anda untuk berobat karena di sini jauh dari kota dan hanya bisa dibantu oleh dokter yang bertugas di puskesmas.tapi melihat anda sudah sadar,setidaknya kami bisa mengobati luka luka di tubuh anda.”ucap bah iman
“ te terima kasih “ jawab Safi lirih sambil.menahan rasa sakit yang teramat di sekujur tubuhnya.
..._...
..._...
..._...
..._...
..._...
...yang masih mau kelanjutan kisah Safi,minta suaranya donk pake koment,kayanya sepi amat...
...😶...
...jangan lupa kasih bonus vote ya buat author...
...😁😁😁...
...happy reading...
__ADS_1
...🤗🤗🤗...