Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 7


__ADS_3

Bah iman dan Bu Arum kini tengah duduk diatas karpet tipis yang digelar diruang tv yang menyatu dengan ruang makan rumah bah iman.


Setelah selesai makan malam,mereka melanjutkan aktivitasnya sebelum akhirnya mereka pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat menyiapkan tenaga agar esok harinya dapat kembali bugar untuk melakukan tugas mereka seperti biasanya.


Bah iman duduk dengan memanjangkan kakinya sambil memijit mijit ringan kakinya untuk menghilangkan rasa pegal di kakinya yang telah digunakan untuk berlayar mencari nafkah.


Dalam benaknya masih terbayang bagaimana dirinya mengungkapkan kegelisahan hatinya pada Naima tentang permintaan menikah yang dibicarakan rival tadi siang saat mereka berpapasan menjuju pulang kerumah.


Safi yang baru membereskan perlengkapan berlayarnya yang dipersiapkan untuk esok pagi sudah ikut duduk disamping bah iman tepat membelakangi tembok.


Dengan ditemani tv tabung jaman dulu yang masih dapat digunakan untuk satu satunya alat penghibur yang dimiliki keluarga bah iman,mereka pun ngobrol kesana kemari hingga pada akhirnya Bu Arum datang membawakan dua gelas teh hangat beserta pisang goreng yang sengaja dibawakannya untuk menemani obrolan santai mereka sebelum akhirnya harus beristirahat melepas penat setelah seharian beraktivitas.


“ Ini nak Safi,uang hasil tangkapan ikan kita hari ini.alhamdulillah banyak sekali hasil tangkapan kita sehingga uang yang kita dapat juga lumayan banyak “ bah iman memberikan uang hak safi hasil berlayar mereka.


“ Tidak usah bah,ini buat ibu saja,buat tambah tambah biaya dapur “ tolak Safi secara halus


“ untuk uang dapur,ibu sudah menerimanya,dan ini terimalah,ini hak kamu,hasil jerih payah kamu tadi.jika Abah tidak pergi dengan nak Safi, tidak mungkin hasil tangkapan kita mendapatkan sebanyak itu.untuk berdiri lagi saja Abah tadi sudah lelah “ bah iman mengingatkan


“ Tapi bah,ini ___” Safi merasa tidak enak


“ sudah terima saja.terima kasih karena mau membantu Abah berlayar mencari ikan,semenjak dibantu kamu,hasil tangkapan kita selalu banyak,kamu selalu gigih dalam bekerja sehingga menghasilkan ikan yang banyak “ ucap bah iman tulus


“ Seharusnya Safi yang berterima kasih karena Abah dan Bu Arum telah menolong saya hingga saya bisa kembali beraktivitas walaupun saya masih tidak mengingat apapun kecuali ibu dan adik saya “ Ucap Safi


penuh rasa syukur atas segala kebaikan keluarga bah iman yang diterimanya


“ ya sudah,ini simpan saja,kumpulkan untuk biaya kamu agar bisa segera pulang menemui adik dan ibumu.mereka pasti sudah sangat khawatir karena kamu tidak ada kabar sama sekali sudah hampir satu tahun” ucap bah Safi


Lagi lagi Safi menerima uang hasil tangkapan ikannya yang diberikan bah iman agar bah iman tidak kecewa dengan penolakannya yang sudah sangat sering dilakukannya mengingat Safi tinggal di rumah bah iman saja itu sudah lebih dari cukup untuk Safi.


Tapi bah iman tidak ingin mengambil hak yang bukan miliknya karena bah iman tahu itu hak safi dan Safi berhak menerimanya.


“ iya bang,simpan saja,siapa tahu kita bisa pulang kampung bersama,aku juga udah ingin pindah dari sini membawa ibu dan Abah pulang kampung ,Abang betah betah tinggal disini jadi uang yang Abang hasilkan bisa buat tambah tambah ongkos pulang “ timpal Naima yang tiba tiba datang ikut duduk bersama Abah dan ibunya beserta Safi diruang tv yang tidak terlalu luas tersebut sambil.mengambil.pisang goreng yang Bu Arum suguhkan untuk Safi dan bah iman

__ADS_1


“ Hus,anak ini,itukan punya nak Safi,main comot aja “ kesal abu Arum melihat tingkah petakilan anak gadisnya sambil memukul tangan Naima yang sudah mengambil sepotong pisang goreng di piring yang tersedia.


“ ish ibu,pelit banget sih,orang aku ambilnya juga Cuma satu kok “ sahut Naima tidak terima dengan pukulan kesal ibunya sambil mengerucutkan bibirnya


“ tidak sopan,sana kamu ambil di dapur,masih ada kok !”titah Bu Arum yang masih kesal


“ Ya ampun Bu,aku mintanya juga sedikit kok,lagian bang Safi aja tidak marah,ya kan bang !?” Naima meminta pembelaan Safi atas kekesalan ibunya karena kelakuan Naima yang jauh dari kata jaim.


“ Iya Bu tidak apa apa”jawab Safi sambil tersenyum geli melihat tingkah wanita yang ada dihadapannya yang sudah dirinya anggap seperti adiknya sendiri.


“Oh iya ma,apa nak rival sudah pulang !?” tanya bah iman pada Naima yang masih sibuk mengunyah pisang gorengnya.


“ sudah,tadi aku suruh pulang.habisnya aku ngantuk “ jawab Naima malas


“ Kalo ngantuk,kenapa masih disini,sudah sana masuk kamar.anak orang main di usir sembarangan saja kamu ma “ Bu Arum sudah sangat kesal dengan tingkah acuh anaknya yang bisa membuat mereka malu dihadapan ayah rival,pa zaki.


“ tidak jadi ngantuknya.aku mau ikut ngobrol saja disini sama ibu sama Abah dan juga bang safi,.boleh kan Bu !?” tanya Naima sambil bergelayut manja memeluk ibunya agar Bu Arum tidak lagi marah padanya.


“ Ima, sepertinya kita sudah harus serius .bagaimana dengan hubungan kamu dengan rival,setiap bertemu rival selalu saja meminta Abah dan ibumu untuk membujukmu mau segera menikah.tapi kamu tidak pernah memberikan jawaban yang pasti pada kami agar bisa memberikan kepastian pada rival.abah malu jika harus bertemu dengan pa zaki karena rival sudah mau mengajak ayahnya mempir kemari.kerumah kita “ bah iman mulai berbicara serius pada anak gadisnya


Ish anak itu, selalu saja menggunakan ayahnya sebagai senjata meluluhkan hati abah.hmmm aku harus apa ya Robb,aku tidak mau memiliki suami bajing*n seperti rival.aku juga tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada Abah dan ibu.aku takut mereka kecewa.aku takut mereka sedih.batin Naima kembali dilema.


“ maafkan aku ya bah,izinkan aku untuk mencari waktu yang tepat agar bisa menjawab pertanyaan dan ajakan rival untuk menikah.aku akan kembali mencoba istikharah untuk menentukannya.siapa tahu kali ini aku bisa mendapatkan jawaban yang aku mengerti dan pahami “ pinta Naima


Padahal setiap kali aku istikharah tidak pernah ada jawaban rival didalamnya,tapi bagaimana aku mengatakannya pada Abah,,,hikshikshiks ya Robb tolong aku Naima kembali membatin.


“ apa kamu tidak takut,rival akan jenuh lalu mencari wanita lain karena terlalu lama menunggu jawabanmu !?” kini Bu Arum yang bertanya.


Mengingat siapa rival,sangat mungkin sekali wanita diluar sana tidak akan menolak pesona rival yang manis dan tampan untuk ukuran pria dikampungnya terlebih status rival yang merupakan anak dari orang kaya terpandang di daerah terpencil tersebut.


“ Ya itu artinya kita bukan jodoh Bu,iya kan bang !?” Naima kembali meminta dukungan atas jawaban asalnya pada Safi yang hanya terdiam memperhatikan obrolan keluarga kecil tersebut.


Namun,Safi hanya menjawabnya dengan senyuman tidak percaya karena jawaban wanita yang ada dihadapannya selalu menganggap jodoh adalah hal yang biasa padahal diluar sana banyak gadis seumurannya yang sudah mulai galau karena tak kunjung mendapatkan jodoh.

__ADS_1


Percakapan pun sudah mulai merambah kemana mana.tidak ada lagi pembahasan pernikahan Naima dengan rival.celotehan celotehan Naima membuat suasana semakin hangat namun kehangatan itu harus terhenti secara tiba tiba saat mendengar suara riuh yang berasal dari arah luar rumah bah iman.


BAH IMAAAN,,,,,AYOOO KELUAR


BAH IMAN, CEPAT KELUAR,KAMI DISINI SENGAJA DATANG UNTUK BERTEMU DENGAN MU,,,,,


BAH IMAN JANGAN MENYIMPAN PASANGAN KUMPUL KEBO DI RUMAH MU,,,,,KAMI TIDAK INGIN KETULARAN SIAL,,,


“ada apa ini bah !? Kenapa diluar terdengar ramai sekali !?” tanya Bu Arum mulai panik


begitu juga dengan bah iman yang tidak tahu apa yang terjadi hingga membuat riuh diluar rumahnya.sedangkan Safi dan naima saling bertatapan seolah mencari jawaban yang mereka sendiri sama sama tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


...🔸...


...🔸...


...🔸...


...yang minta Safi cepet2 ketemu Rasya sabar ya,kalo udah ketemu berarti udahan donk,kan ini lagi nyeritain kisah Safi pas hilang selama 2 tahun dan perjalanan susahnya Safi tinggal di tempat orang tanpa perbekalan apapun....


...sama gimana ceritanya Safi bisa jatuh cinta sama Naima dan gimana juga Naima bisa cinta sama Safi karena semua butuh proses dan mari kita nikmati prosesnya 😂...


...(apaan sih othor ga jelas 😏)...


...tetep temenin aku ngehalu ya karena aku hampa tanpa kalian para readers terbaik...


...😢...


...jangan lupa like,koment dan vote vote vote nya...


...happy reading...


...🤗🤗🤗...

__ADS_1


__ADS_2