Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
47


__ADS_3

Hari sudah petang,Rasya telah sampai di rumahnya sebelum tiba waktu magrib.rumah sangat terlihat sepi terlebih Bu Rita yang biasanya duduk di sofa ruang tv belum pulang dari ibadah umrohnya.


Nissa yang diminta Rasya untuk diam di rumah tidak terlihat berada di ruangan tv.rasya terus berjalan melewati ruang tv menuju kamarnya berharap Nissa sedang berada dikamar.


Rasya membuka pintu kamar mereka dan benar saja,tampak Nissa sedang duduk di sofa yang berada dikamarnya sambil membaca buku yang sedang berada di tangannya.


Nissa yang fokus dengan buku yang dibacanya tidak menyadari jika suaminya telah pulang dari kantor dan sedang berjalan menghampirinya.


“ Sayang “ panggil Rasya mengagetkan Nissa yang sedang fokus pada buku novel yang dibacanya


“ mas,sudah pulang “ tanya Nissa terkejut saat melihat suaminya sudah berada dihadapannya


“ Kamu baca apa sih serius sekali sampai suamimu pulang saja kamu tidak menyadarinya “ ucap Rasya.


Nissa hanya tersenyum miris tanpa menjawab pertanyaan Rasya sepatah kata pun


Nissa beranjak dari duduknya berjalan menuju ruang pakaian untuk mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.


Sepertinya Nissa masih sangat kecewa pada keputusan dan ancaman yang dilontarkan Rasya sehingga dia menjawab semua pertanyaan Rasya seperlunya dan juga hanya dengan senyuman atau anggukan .


Tidak ada ocehan atau rengekan manja yang keluar dari bibir tipis Nissa yang selalu membuat Rasya gemas melihatnya.namun keterdiaman Nissa membuat Rasya menjadi semakin merasa bersalah.


Waktu dimana Bu Rita pergi seharusnya dapat menjadi moment untuk mereka bisa saling mengeratkan rasa cinta mereka.


Bu Rita yang berharap dengan kepergiannya dapat dimanfaatkan oleh Rasya dan Nissa untuk berbulan madu walaupun hanya sekedar menghabiskan waktu di rumah namun pada kenyataanya mereka malah terlibat pada situasi dimana Nissa lebih banyak diam karena memendam kekecewaan yang diberikan oleh Rasya suaminya.


Baginya,untuk Rasya meminta dirinya berdiam di rumah bukan satu hal yang sulit untuk dituruti namun ancaman jika Nissa harus bertemu dengan Bhekti walau tak sengaja menyeret nama pamannya yang Nissa pikir tidak ada sangkut pautnya dengan kecemburuan Rasya pada Bhekti membuat Nissa menganggap bahwa Rasya terlalu bersikap kejam pada pamannya yang meskipun tidak pernah bersikap baik padanya namun Darsa adalah keluarga ayahnya yang bersisa satu-satunya.


“ sayang,besok kita pergi ke bandara menjemput ibu “ ucap Rasya berharap dapat sedikit menghibur istrinya yang masih terus merajuk


Nissa sempat menghentikan langkahnya namun kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang pakaian setelah menganggukan kepalanya untuk menjawab pernyataan Rasya.


“ setelah itu mas akan pergi ke luar kota selama beberapa hari “ Rasya melanjutkan ucapannya saat melihat istrinya tidak menoleh sedikitpun ke arahnya dan malah melanjutkan langkahnya menuju ruang pakaian.


Nissa langsung menghentikan langkahnya setelah mendengar ucapan Rasya yang akan pergi keluar kota.ingin rasanya Nissa menoleh ke arah Rasya namun alasannya menyeret nama Darsa atas kekesalannya kemarin pada Bhekti yang tidak dijabarkan Rasya membuat Nissa enggan untuk menolehkan kepalanya namun berat rasanya jika harus melepas suaminya pergi dalam keadaan suasana hatinya yang sedang dalam keadaan kesal.


Tak ada yang bisa Nissa lakukan selain diam mematung untuk menetralisir rasa kecewa dan rasa takut kehilangan yang berkecamuk menjadi satu meciptakan dilema yang teramat besar dalam hatinya.


Namun tiba tiba Nissa merasakan hangatnya tangan Rasya yang memeluknya dari belakang membuat cairan bening yang berasal dari matanya mengalir tanpa permisi.


“ Maafkan mas sayang,mas tahu kamu sangat kecewa sama mas,namun ini semua mas lakukan karena mas sangat menyayangimu dan mas takut kehilanganmu.mungkin kamu akan berpikir bahwa mas egois namun tidak ada yang bisa mas lakukan selain menjauhkanmu dari priaa yang ingin memilikimu dan pamanmu itu ” ucap Rasya tulus sambil mencium puncak kepala Nissa dari belakang


Andai saja kamu tahu paman mu rela menjual kamu dan berniat memisahkan kita hanya demi sejumlah uang.mas yakin kecewa yang kamu rasakan akan melebihi kecewanya mas menyeret nama pamanmu dalam ancaman mas.ingin rasanya mas mengungkapkan itu semua namun mas tidak tega melihat kamu merasakan sakit yang teramat saat mendapati kamu akan dijual kembali oleh pamanmu yang serakah itu.Batin Rasya

__ADS_1


Nissa yang mendapati perlakuan Rasya merasa sangat bersalah,kecemburuan Rasya yang berujung pada ancaman menghancurkan pamannya membuat Nissa memilih untuk diam dari pada menanyakan hal yang sebenarnya ingin dia ketahui.


Lelehan air matanya yang terus mengalir membuktikan dilema yang hinggap di hatinya terasa menyesakan didadanya .


Nissa tahu ini semua sebagai bukti cinta mas pada nissa.namun tolong beri Nissa alasan yang pasti kenapa kecemburuan yang mas Rasya rasakan pada pa Bhekti malah membuat mas Rasya mengancam akan menghancurkan paman yang tidak ada sangkut pautnya dengan ini semua.batin Nissa


Ingin rasanya pertanyaan itu Nissa ungkapkan namun,Nissa lebih memilih diam sampai dia bisa menerima kenyataan bahwa suaminya sangat membenci paman yang amat dia hormati.


Setelah lama dalam diam Nissa pun mengurai pelukan Rasya yang sangat terasa hangat namun tidak jua memberikan jawaban atas semua pertanyaannya.nissa segera berjalan mengambilkan suaminya pakaian bersih untuk dia gunakan beristirahat malam ini.


▪️


▪️


▪️


▪️


▪️


▪️


▪️


Hari ini Rasya dan Nissa berada di bandara menjemput Bu Rita yang telah menyelesaikan ibadah umrohnya.


Dalam perjalanan pulang ke rumah,bu Rita merasakan ada yang aneh dari sikap yang ditunjukan anak dan menantunya di dalam mobil.


Nissa yang biasanya cerewet dan ceria,terlihat lebih pendiam dan tidak banyak mengeluarkan kata kata.


Begitu pun dengan anakny,rasya.dia yang biasanya selalu menggoda istrinya di depan ibunya, kali ini terlihat lebih fokus pada jalanan yang terus dilaluinya menuju rumah.


Bu Rita yang lelah karena telah melakukan perjalanan jauh pun lebih memilih untuk beristirahat di dalam mobil sambil menikmati perjalanan menuju tempat tinggalnya.


“ Bu,apa ibu tidur!? “ tanya Nissa


“ belum,tapi ibu merasa lelah karena perjalanan jauh membuat ibu lunglai “ jawab Bu Rita


“ ya sudah ibu istirahat saja dulu “ ucap Nissa


“ nak,katanya kamu mau pergi keluar kota !?” tanya Bu Rita pada Rasya


“ Iya Bu tapi nanti petang setelah mas Dion selesai menyiapkan apa saja yang harus dibawa “ jawab Rasya.

__ADS_1


Bu Rita hanya mengangguk mendengar jawaban Rasya.


“ ya sudah,ibu sekarang istirahat saja, toh perjalanan pulang pun masih cukup jauh “ titah Rasya.


Bu Rita pun menuruti perintah dari anak dan menantunya yang mamintanya untuk beristirahat.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang,akhirnya mereka tiba di rumah.nissa segera turun untuk membukakan pintu membantu Bu Rita untuk turun dari mobilnya.


Lalu diikuti Rasya yang langsung menurunkan semua barang yang dibawa oleh ibunya sepulang umroh yang langsung di sambut oleh ke dua asisten rumah tangganya.


Nissa mengantarkan Bu Rita langsung ke kamarnya untuk segera beristirahat meregangkan urat diseluruh tubuhnya setelah melakukan perjalanan jauh.


Lalu Nissa pergi menuju kamarnya untuk memastikan barang barang yang akan di bawa oleh Rasya selama perjalanan keluar kota.


Sedangkan Rasya kembali ke kantornya setelah memastikan Bu Rita beristirahat untuk memulihkan lagi kebugaran tubuhnya setelah kelelahan diperjalan.


Waktu pun beranjak sore.rasya kembali kerumahnya bersama Dion untuk membawa keperluannya yang sudah di persiapkan oleh Nissa sambil akan pamit terlebih dahulu pada ibunya dan Nissa istrinya.


“ Bu,Rasya pergi dulu ya .ibu banyak banyak istirahat karena telah melalui perjalanan jauh “ ucap Rasya.


“ iya ,kamu hati hati ya,kalau sudah sampai kabari kita,agar kita tidak merasa cemas “ pinta Bu Rita.


Rasya hanya mengangguk dan tersenyum lalu mencium punggung tangan ibunya dan mencium dahi.


“ Nis,mas pergi dulu ya,mas minta kamu diam dirumah bersama ibu.jangan kemana mana.” pinta Rasya.


Nissa hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas permintaan suaminya.


“ mas hati hati,jangan lupa makan “nissa masih tetap memperingatkan Rasya.Walaupun masih dalam keadaan kecewa yang belum terobati namun rasa sayangnya lebih besar daripada segalanya sehingga membuat Nissa terus memberikan perhatian terlebih Rasya yang akan pergi berhari hari.


Mendengar wejangan dari istrinYa yang sedang dalam mode ngambek,Rasya pun tersenyum simpul.diciumnya puncak kepala


Nissa lalu Rasya pun segera memasuki mobil yang sudah menunggunya menuju kota yang akan mereka tuju bersama Dion dan mang Dodo yang akan membawa kemudi .


_


_


_


_


_

__ADS_1


jangan lupa like sama komentnya ya


🤗🤗🤗


__ADS_2