
“ Abang kenapa !?” Tanya Naima saat melihat ekspresi wajah Safi yang terlihat sangat terkejut menatap fokus ke satu arah
“ Akh,ti tidak “ jawab Safi gugup berusaha agar Naima tidak melihat apa yang dia lihat tapi terlambat,rasa penasaran Naima membuat dirinya mencari tahu apa yang dilihat Safi sehingga membuat ekspresi wajahnya berubah.
“ Apa Abang lihat itu !?” Tanya Naima dingin saat mendapati yang dilihat Safi ternyata adalah rival yang tengah menggandeng seorang wanita dengan pakaiannya yang sangat minim seperti kekurangan bahan saat dijahitnya.
Sejenak Safi melihat kearah Naima yang malah terlihat dingin saat mendapati pacarnya menggandeng wanita lain dengan sangat mesra.
“ Kamu melihatnya nay !?” tanya Safi lirih yang dijawab anggukan oleh Naima.
“ ka kamu tidak marah !?” tanya Safi hati hati karena Safi takut menyakiti hati wanita cantik yang ada disebelahnya.
Naima hanya menggelengkan kepalanya cepat.lalu pergi untuk menghindari Safi agar tidak bertanya yang lain lain padanya.namun saat hendak menghindar,Naima yang tidak fokus pada jalan raya yang dilaluinya bersama Safi tidak melihat ada motor yang akan melintas dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Safi yang melihatnya langsung berlari meraih tubuh Naima dan membawanya cepat dengan melingkarkan tangannya di pinggang Naima dengan erat untuk menghindari kecelakaan yang bisa Naima alami akibat motor yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi .
“ Astagfirulloh, untung tidak sampai menabrak “ ucap Safi terengah engah karena panik melihat motor yang hampir saja menabrak Naima dengan posisi tangan yang belum beranjak di pinggang Naima.
Tidak lupa satu tangannya lagi masih menggenggam erat tangan Naima yang tanpa disadari oleh Safi sedang merasakan keterkejutan,bukan hanya karena motor yang hampir menabraknya namun juga posisi Safi yang sedang mendekap tubuh Naima dengan erat di tubuh kekar milik Safi.sampai Naima bisa mendengar detak jantung Safi yang berdag dig dug kencang akibat dari rasa panik yang dialaminya.membuat Naima diam tak bergeming.
Ya ampun,apa aku tidak sedang bermimpi kan ,bang Safi lagi meluk aku,,, aaakh detak jantungnya saja bisa kudengar dengan jelas.ya Robb aku makin lemas batin Naima.
“ hampir saja saya tendang motornya jika saja benar benar menabrakmu “ gerutu Safi Masih dengan posisi yang sama dan belum melepas genggamannya.
Sejenak Naima menetralisir detak jantungnya sebelum akhirnya dia melerai pelukan Safi yang masih sangat betah berada di tubuhnya demi kebaikan mereka dan demi kebaikan hatinya juga yang sudah sangat terbawa perasaan oleh kejadian yang membuat keduanya olah raga jantung dengan alasan yang berbeda.
“ jalannya hati hati nay,takutnya ada yang bawa motor seenaknya lagi “ Safi khawatir dan melonggarkan dekapannya di tubuh Naima yang tanpa dirinya sadari telah mendekap sangat erat tubuh wanita yang sudah menguasai hatinya.
Naima mulai gusar dengan perhatian Safi karena bagaimana pun dirinya tidak boleh terbawa perasaan dengan segala perhatian Safi dan harus realistis dengan keadaan Safi yang belum sepenuhnya mengingat masa lalunya yang masih Naima yakini Safi telah memiliki pasangan.entah itu pacar ataupun istri. Namun terkadang cinta yang dirasakannya sejenak meminta Naima untuk egois dan ingin memiliki Safi seutuhnya.
__ADS_1
Isi kepala Naima kini dipenuhi dengan Safi terlebih perlakuan Safi barusan membuat pertahanannya semakin runtuh untuk tidak mengagumi dan menyukai sosok Safi yang selama ini sudah menyita waktu dan pikirannya hingga Naima lupa dengan kejadian dimana dirinya harus menjelaskan pada Safi tentang Rival yang sempat dilihatnya sesaat sebelum insident Naima yang hampir tertabrak oleh motor dan berakhir dengan sikap manis Safi yang membuat Naima semakin kalut dengan hatinya sendiri.
“ katanya tidak marah,tapi kamu langsung tidak fokus melihat jalan,untung tidak tertabrak “ ucap Safi
“ marah kenapa !?” tanya Naima datar
“ ya karena lihat pacarmu jalan dengan wanita lain “ jawab Safi sambil terus mengikuti langkah Naima yang mulai memasuki kecepatan normal orang berjalan.
“ sudah biasa “ jawab Naima seolah tidak ada beban dalam mengucapkannya
“ maksud kamu !?” tanya Safi tidak faham
“ memangnya Abang pikir kenapa aku selalu menolak ajakan nikah dari rival kalo dia benar-benar pria yang baik dan bertanggung jawab.aku sebagai wanita ya pasti maunya punya suami yang baik walaupun aku sendiri tahu kalau aku bukan wanita baik “ jawab Naima sambil terus melangkahkan kakinya menuju taman ria diiringi Safi disampingnya.
“ terus kenapa kamu masih terus bertahan,bukankah kamu punya hak untuk memutuskan hubungan kalian yang memang sudah tidak sehat!?”
“ Maksud kamu !?” tanya Safi yang bingung karena tidak dapat membaca raut wajah yang ditampilkan gadis cantik yang selalu menghibur dirinya selama dirinya berada di tempat asing tersebut
“ Ayah rival yang merupakan kepala sekolah Abah saat dulu beliau masih menjadi guru selalu mengungkit semua kebaikannya pada Abah dan ibu terlebih jika rival sudah mengadukan keinginannya untuk menginginkan aku membuat ibu dan Abah sedikitnya sakit hati dan tidak enak dengan ucapan pa zaki yang selalu bernada sindiran.dan aku sakit hati melihat Abah dan ibu selalu diperlakukan itu oleh pa zaki “
“ Kenapa kamu tidak jujur saja pada mereka.orang tua mana yang tidak menginginkan kebahagiaan untuk anaknya !?”
“ aku tidak mau membebani Abah dan ibu dengan masalah hubunganku dengan rival.lagi pula percuma,jika aku bilang sama Abah semua kelakuan rival dan Abah bilang alasan aku meninggalkan rival karena kelakuan bejad anaknya.pa Zaki tidak akan menerimanya begitu saja dia akan lebih mempercayai anak laki laki kesayangannya yang selalu terlihat. Baik dimatanya “
“ sampai kapan ,lambat laun bah iman dan Bu Arum pasti akan mengetahuinya dan pasti tidak akan rela jika anak gadisnya menderita karena ingin.membahagiakan mereka”
“ Hingga Allah yang akan menjawab semuanya.aku pernah dengar,wanita baik akan diberikan jodoh yang baik.meskipun aku bukan wanita baik sempurna sesuai ajaran agama,setidaknya aku berusaha baik untuk orang tuaku yang sudah memberikan kasih sayangnya buat aku dan itula juga alasan kenapa aku sangat ingin membawa abah dan ibu pulang kampung agar tidak ada bayang bayang pa zaki dikehidupan mereka yang sudah lanjut ini “ ucap Naima sambil menoleh ke arah Safi yang terus memandangi wajah cantik Naima yang terlihat sendu dengan seksama.
Safi mengangkat tangannya lalu mengusap puncak kepala Naima dengan lembut “ kamu wanita yang baik nay,jika saya sudah ingat semuanya tentang masa lalu yang masih saya lupakan dan ternyata saya belum memiliki pasangan,saya akan ___” Safi ingin mengucapkannya namun di urungkannya karena masih ragu dan takut Naima akan menjauhinya jika gadis itu tahu apa keinginan yang tersimpan rapat didalam hatinya.
__ADS_1
“ Akan apa !?” tanya Naima penasaran dan menghentikan langkahnya dengan tatapan yang tertuju pada Safi dengan lekat
“ akan bawa kamu ke ibu kota dan mencarikan pria aneh yang mau dengan gadis seperti kamu “ gelak Safi mencairkan suasana yang mulai terasa canggung
“ Abaaaaang “ teriak Naima sambil memukul lengan Safi yang terasa berotot dibalik kaos lengan panjang yang dikenakannya.
“ Jangan marah dong nay,nanti cantiknya hilang lho “ bujuk Safi sambil menjentikkan jari telunjuknya kehidung mancung Naima yang sedang dalam mode marah
“ Tau akh,aku benci sama Abang “ tepatnya aku kecewa sama diriku sendiri yang berharap Abang mengajak aku menikah dan ternyata hmmm entahlah batin Naima merutuki kebodohannya
tampak Naima mengerucutkan bibir tipisnya yang membuat Safi menggeleng melihat kelakuan gadis yang selalu membuatnya selalu tersenyum.terlebih saat melihat ekspresi wajah yang sangat menggemaskan membuat Safi tidak henti hentinya melengkungkan bibirnya ke atas.
" Ima,sedang apa kamu disini dengan pria itu !? " suara pria yang tiba tiba terdengar memanggil namanya membuat Naima menoleh ke arah sumber suara tersebut berada diikuti oleh Safi yang berdiri berhadapan dengan Naima.
" Rival !!! " ucap Naima
" ya aku, kenapa kamu ada disini dengan dia !?" tanya rival kembali sambil menunjuk kearah Safi dengan tatapan yang tajam
" bukan urusan mu,urus saja wanita wanita yang menemanimu disini " ketus Naima.
" jelas ini urusanku karena kamu calon istriku " jawab Rival dengan nada tidak sukanya
" heh,jangan mimpi kamu,siapa juga yang mau menikah dengan mu,di sentuh oleh mu saja aku jijik " Naima mulai mengeluarkan taringnya.ini mungkin di jalan namun Naima merasa ini sudah waktunya dia mengucapkan segala perasaan yang mengganjal dihatinya
" berani sekali kamu berkata seperti itu di depan laki laki ini.apa semua karena dia kamu mengucapkannya dengan penuh percaya diri dan tanpa takut !? " tanya Rival mulai emosi
" takut !? untuk apa aku takut pada pria seperti mu,ini sudah waktunya aku bicarakan dengan mu aku ingin hubungan kita berakhir.cukup sampai disini.jadi aku minta kamu jangan pernah lagi mengganggu hidupku dan keluargaku.pergilah dengan wanita wanita mainanmu " tegas Naima sambil hendak berlalu meninggalkan Rival namun sayangnya cekalan tangan rival ditangannya membuat Naima berhenti dan kembali berbalik.
" kamu jangan mimpi untuk pergi dariku sebelum melihat pria ini mati ditangan ku " ancam rival sambil melirik ke arah Safi.
__ADS_1