Istriku Calon Kakak Iparku

Istriku Calon Kakak Iparku
kisah Safi 32


__ADS_3

“ apa ada sesuatu yang abang sembunyikan dari aku !? “ Kembali Naima balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari pria yang kini tengah memegang lengannya erat.


Seolah mengintimidasi,tatapan mata Naima yang awalnya selalu menghindar dari Safi kini menatap dalam mata Safi yang terlihat jelas penuh kerinduan didalamnya.


Orang bilang,orang yang kita rindu akan merasakan hal yang sama terlebih jika kita selalu mengingatnya.begitu juga halnya dengan Safi dan naima.seolah menjadi ikatan batin yang sangat kuat,Naima yang terlihat oleh Safi berdiri sendiri menghadap pantai sedang merasakan betapa besar rasa rindunya pada Safi sehingga mengantarkan pria tampan ini untuk bertemu dengan sang pencuri hati hingga membuat mereka berada saling berhadapan saat ini mencari kebenaran atas sikap yang ditujukan Naima untuk Safi.dan berujung pada saling meminta penjelasan atas kejujuran dari masing masing hati yang saling memendam rasa.


“ maafkan abang “ pada akhirnya hanya ucapan itu yang keluar dari mulut Safi saat mendapati tatapan mata yang mengintimidasi dari gadisnya sambil menundukan wajahnya.


“ Untuk !?” Naima menaikan sebelah alisnya Meminta penjelasan lebih.


“ untuk sesuatu yang telah Abang sembunyikan dari kamu “ jawab Safi lirih


“ Tentang !?” lanjut Naima yang ingin mendengar langsung dari Safi


“ Tentang masa lalu Abang yang telah kembali diingatan Abang”


“ sejak kapan !?”


“ beberapa Minggu terakhir”jawab Safi masih dengan nada lirih


“ kenapa baru sekarang Abang bilang sama aku kalau ingatan Abang sudah kembali !?” Naima terus menginterogasi pria yang kini tertunduk lemah dihadapannya.


“ Abang tidak memiliki cukup keberanian untuk mengatakan pada mu tentang masa lalu Abang yang ternyata memiliki wanita yang telah Abang janjikan untuk menikah “ ungkap Safi pada akhirnya


“ tapi kenapa Abang tidak jujur sama aku kalau Abang sudah ingat bahwa Abang punya wanita lain di masa lalu Abang,sekalipun baru menjanjikan menikah,tapi apa Abang tahu perasaan wanita itu saat tahu calon suaminya pergi tanpa kabar kepulangannya dengan jelas!?” cecar Naima


“ Tapi kita akan menikah bukan atas dasar cinta “ Safi berusaha membela diri


“ Bukankah seorang pria akan dinilai seberapa baiknya dia dari bagaimana caranya bertanggung jawab atas ucapan dan janjinya !?”


“ Tapi Abang ga mau kehilangan kamu,Abang sudah terlanjur jatuh cinta sama kamu dan jujur Abang ingin kamu mendampingi disisa hidup abang dan izinkan Abang untuk membahagiakan kamu “ safi terlihat tulus.


Mata Naima telah menampung air mata yang siap untuk meluncur bebas membasahi wajahnya namun sekuat tenaga Naima tahan agar tidak memperlihatkan sisi kelemahannya karena telah mencintai dalam diam pada Safi.


Naima pun menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya dengan perlahan seolah sedang menyiapkan energi untuk mengatakan isi hatinya pada pria yang dia cintai namun telah memiliki wanita lain di masa lalunya .


“ aku juga mencintai Abang,sempat terpikir untuk ingin memiliki Abang seutuhnya dan untuk hidup disamping Abang disisa umur aku tapi,bukankah aku udah pernah bilang,jika ada wanita lain di masa lalu Abang yang sempat Abang lupakan,aku lebih memilih mundur dan merelakan Abang untuk kembali padanya.aku juga wanita bang yang akan merasakan hal yang sama saat calon suami aku pergi dan tak kunjung kembali terlebih tanpa kabar berita,bukankah wanita itu akan sama khawatirnya dengan ibu dan adik Abang “ ucap Naima


“ tapi nay ___”


“ Sudahlah bang,pulanglah,tepati janji abang untuk menikahi wanita beruntung tersebut karena akan menjadi calon istri dari pria sebaik Abang “ pinta Naima pada akhirnya.walaupun sakit saat harus mengatakannya namun dengan lancar Naima mengatakannya pada Safi.

__ADS_1


“ Tapi kamu___”


“ aku akan baik baik saja.aku ikhlas melepas orang yang aku cintai berbahagia bersama orang lain dan aku tidak akan pernah menyesal karena pernah mencintai pria luar biasa seperti Abang “ ucap Naima tulus namun dengan nada yang terdengar bergetar seolah menahan isakan yang ingin keluar dari mulutnya.


Tangan Safi pun naik menyentuh pipi mulus Naima dengan lembut.ditatapnya lekat mata indah milik Naima yang selalu memberinya keteduhan namun kini terlihat sendu.


Hatinya menjerit mendengar ucapan gadis pujaan hati mengungkapkan keikhlasannya.jika saja Safi salah satu pria yang mampu dengan mudah mengeluarkan air mata,mungkin kini Safi ingin rasanya terisak mendengar ucapan Naima.namun tak ada air mata yang keluar dari mata safi.yang ada hanya rasa sakit.


Ternyata sesakit ini rasanya mencintai seseorang yang mencintai kita namun pada akhirnya mereka harus menerima bahwa cinta yang mereka rasakan tidak dapat membuat mereka bisa untuk saling memiliki.


Sejenak Naima pun menutup matanya merasakan sentuhan lembut yang Safi berikan dipipinya namun tidak lama kemudian Naima meraih tangan Safi lalu diturunkannya perlahan dari wajahnya.


“ Aku pulang “ pamit Naima berlalu membawa sendalnya yang dia simpan di atas batu karang tidak jauh dari tempatnya berdiri tanpa meminta jawaban Safi yang malah terpaku melihatnya.


Dan akhirnya Naima pun pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Safi yang masih terpaku menatap punggung Naima yang semakin lama semakin menjauh tanpa menoleh kembali kearahnya.


Namun saat Safi telah menundukan kepalanya mencoba mencerna dengan baik ucapan Naima yang terdengar menyakitkan hingga ke hatinya,Naima menoleh menatap sejenak Safi yang tengah menundukan kepalanya dan kembali berjalan untuk pulang.


Dengan langkah gontai,Naima terus mengayunkan kakinya pergi meninggalkan Safi pulang menuju rumahnya.air mata yang sedari tadi ditahannya leleh sudah mengalir melewati pipinya.sesekali Naima menghapus air matanya yang terus membasahi wajahnya.


Tidak dapat dipungkiri,rasa sakit yang teramat dalam karena harus merelakan orang yang dirinya cintai pergi bersama wanita lain sungguh menyayat hati hingga Naima tak bisa membendung air mata yang secara terus menerus meminta untuk keluar dari matanya.


Dengan susah payah Naima melangkahkan kakinya hingga tibalah dirinya dirumah tempat tinggalnya.dengan wajah yang terlihat kusut,Naima memasuki rumah melewati Abah dan ibunya yang tengah duduk di teras depan rumahnya namun harus terhenti saat sang bunda menyapanya.


“ iya Bu “ jawab Naima terdengar lesu


“ Kamu kenapa Ima !?” tanya bah iman


“ Ga bah,aku Cuma lelah,aku masuk kamar dulu ya “ pamit Naima tanpa ingin berlama lama bercengkrama dengan orang tuanya yang tengah duduk santai sambil menatap kepergiannya.


Kedua orangtua Naima pun saling bertatapan saat melihat wajah putrinya yang semakin hari semakin terlihat murung.


Setelah susah payah untuk mengayunkan kakinya agar dapat tiba di rumahnya.akhirnya kini Naima tiba di kamarnya setelah meninggalkan kedua orangtuanya dengan penuh pertanyaan yang belum terucap.


Saat tiba di kamar tempat dirinya beristirahat setelah penat melakukan aktivitasnya seperti biasa,tiba tiba netra matanya tertuju pada benda yang dirinya gantung di atas meja tempat Naima bekerja dengan laptop kesayangannya.


Langkah kakinya pun tertuju pada tempat dimana benda bulat dengan hiasan ungu didalamnya yang sempat dibuatkan Safi saat mereka sedang berjalan jalan di tempat indah yang pernah dirinya tunjukan pada Safi berada.


Naima ingat betul saat Safi memberikan benda bernama crown tersebut padanya lalu menyematkannya tepat diatas kepalanya sambil menatapnya dengan hangat dan disitulah Naima merasa tidak yakin untuk tidak mencintai pria tampan yang begitu istimewa baginya.


Di tatapnya lekat crown sederhana buatan tangan Safi lalu ibu jari nya mengusap lembut bagian yang tersentuh olehnya membuat dirinya semakin tidak dapat menahan bendungan air mata yang sedari tadi meminta untuk terus dikeluarkan dari bawah bulu matanya yang lentik.

__ADS_1


Terlebih saat laptop kesayangan Naima yang memang sedang memutarkan lagu MP3 yang lupa dirinya matikan sesaat sebelum Naima akan pergi ke tempat yang dia namakan ujung dunia memutarkan lagu 'tak jodoh’ milik penyanyi duo T2 yang sangat terkenal pada jamannya,membuat air mata Naima jatuh mengalir semakin deras dan sesekali terdengar isakan yang keluar menandakan bahwa hatinya benar benar rapuh saat ini.


Kering air mataku


Mengingat tentangmu


Tentang kita yang tak jodoh


Dulu pernah bermimpi


Saling memiliki


Nyatanya pun tak kesampaian


Rela relakanlah masa itu


Biarkanlah jadi masa lalu


Kenang diriku


Selalu dihatimu


Selalu dijiwamu


Simpan dimemorimu


Kunanti dirimu


Bila malam pun tiba


Cukup kita yang tahu


Mimpi jadi saksinya


...


maaf karena ada beberapa kendala jadi aku ga jadi up 2 part kemaren...


...🙏🙏🙏...


...makasih yang masih mau nunggu...

__ADS_1


...Happy reading...


...🤗...


__ADS_2