Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2
25. Al-Wakirah


__ADS_3

"Silahkan masuk Pak, Bu, Akhy, Ukhty, Antum dan Antuma." Ubaydillah dan keluarga mempersilahkan para tamu untuk masuk ke dalam rumah.


"Terimakasih, syukron, hatur nuhun," balas ucapan dari pada mereka.


Grandad, Granny, Daddy, Mommy, Devano, Elyavira, Alnaira pun sudah hadir di sana, mereka tiba ba'da Magrib tadi.


"Granny,Grandad, Dad and Mom's! terima kasih telah hadir dalam acara tasyakuran rumah Dav!" ungkapan Ubaydillah kepada mereka.


"Sama-sama Baby," ucap Mommy Aaralyn mengelus lembut Wajah Ubaydillah yang sedang bergelayut manja di pundaknya.


Daddy Dadrick yang duduk di sebelahnya pun ikut menepuk pelan bahu Ubaydillah pertanda sebuah dukungan.


"A.. tolong Anta yang jadi pembicara," pinta Ubaydillah.


"Baiklah Dek! kenapa bukan Anta saja?" tanya Afnan.


"Suasana Hati Ana sedang kurang fit," Jawab Ubaydillah sembari menyeringai.


"Walah itu hati koq mirip anti body, kurang fit," ledek Afnan.


"Biarkanlah, yang penting hatinya tidak kurang waras,"


"Sudah A di mulai saja pembuka Majelis nya, jangan meladeni si utun terus, sampai pagi juga tidak akan selesai," ucap Pak Kyai. Para keluarga inti pun ikut tertawa.


"Baiklah Abi, sumuhun Bade di Enggal keun, hawatos para uleman bubar jalan Upami ka lamian mah," Sunda 👉( Iya, hendak di percepat, khawatir para tamu bubar jalan kalau kelmaan)." ucap Afnan sembari tertawa kecil.


"Sumuhun, mangga," Sunda 👉 ( Baiklah, silahkan)." ucap Pak Kyai.


Setelah dirasa para undangan dan keluarga berkumpul maka tasyakuran rumah baru Ubaydillah pun di mulai.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Afnan yang memimpin acara pembuka, atau pembuka majelis.


(Wa'alaikum salam Warahmatullah) jawaban serempak.


"Alhamdulilahi rabbil 'alamin, Was sholatu wassalamu 'ala, Asyrofil ambiyaa iwal mursalin,


Sayyidina wa maulana Muhammadin,Wa 'alaa 'alihi wa shohbihi ajmain. Ama ba'du."


"pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta'ala. Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita panjatkan puji dan syukur ke haddirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kesehatan  lahir dan batin kepada kita semua, sehingga kita dapat bertemu dan berkumpul di tempat ini dalam rangka menghambakan diri kepada Allah SWT.


"Shalawat dan salam tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW."


"Baiklah untuk menyingkat acara, maka saya selaku perwakilan dari keluarga, ingin menghaturkan ucapan terima kasih karena Bapak dan Ibu sudah berkenan hadir dalam rangka walimatul bina, atau selamatan rumah baru milik adik saya, yaitu Ustadz Ubaydillah."


"Di dalam kitab Almausu’al Alfiqhiyah alkuwaitiyah  disebutkan bahwa selamatan rumah baru disebut dengan walimatul bina'. Sementara Imam Syafii menyebut nya dengan  al-Wakirah. Meskipun anjuran mengadakan selamatan rumah baru tidak sekuat anjuran walimatun nikah, namun kebanyakan ulama berpendapat bahwa hal tersebut dianjurkan atau mustahabbah.  Sebagai bentuk menyempurnakan rasa syukur itu, kita dianjurkan untuk mengadakan walimah, mengundang tetangga, para sanak saudara, untuk makan-makan. Walimah ini sering diistilahkan dengan Al-Wakirah. Sebagian ulama sangat menganjurkan hal ini, diantaranya Al-Imam As-Syafii. Beliau mengatakan tentang Al-Wakirah:


"Diantara bentuk walimah adalah Al-Wakirah. Saya tidak memberi kelonggoran untuk meninggalkannya." (Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 8/207).


"Ingatlah ketika Tuhanmu, saat berfirman "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7)


"Baiklah Bapak- Ibu kita mulai saja. Maka mari kita lantunkan terlebih dahulu Ayat-Ayat suci dalam walimatul bina ini.


(Maka di mulai lah dengan membaca istigfar dan


memanjatkan Shalawat atas Nabi, membaca Ayat suci Al-Qur'an, seperti melafalkan Surah Al-Falaq, An-Naas sebanyak 100 kali. Surah Yasin. Surah Al-Waqi’ah & Ar-Rahman untuk Mengundang Rezeki, lalu Surah Al-Baqarah: 5 Ayat Pertama dan 3 Ayat Terakhir, Ayat-ayat tersebut diyakini akan dari segala perbuatan setan yang datang, kemudian Ayat Kursi agar doa menempati rumah baru lebih lengkap, rangkaian Kalam Allah pun selesai dengan khidmat).


Setelah beberapa waktu dan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur'an selesai. Afnan melanjutkan doa lalu ia kembali memberikan pencerahan, "Alhamdulillah telah kita lantunkan Ayat-ayat suci Al-Qur'an, dengan begitu khidmat, semoga keberkahan melimpah untuk kita semua," ucap Afnan.


(Aamiin ya Rabbal A'lamiin) serempak.


"Baiklah sedikit agar lebih tahu, maka masuklah rumah baru dengan mambaca:


...مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ MASYAA-ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH...


Bacaan ini terdapat dalam firman Allah di surat Al-Kahfi,


وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالاً وَوَلَداً


"Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan." (QS. Al-Kahfi: 39).


"Bersilaturahmi lah dengan tetangga saat kita menempati rumah baru, karena Merekalah orang yang bisa membantu kita paling pertama ketika kita mengalami musibah. Keutamaan bersilaturahmi dengan tetangga sekitar, tertera dalam hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah.


"Demi Allah Tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman, demi Allah tidaklah beriman. Ditanyakan kepada Rasul: "Siapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda: "Orang yang tetangganya tidak merasa aman karena gangguan nya." (Hr. Ahmad, A l-Bukhari). ucap Afnan. Lalu ia melanjutkan pencerahan nya.


"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari suatu rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah." (HR. Muslim)


"Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah ta'ala Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."(QS Al Ikhlas)


"Mungkin dari sebagian mereka melantunkan Adzan di setiap sudut ruangan, namun beberapa ulama mengatakan ini dapat di katakan bid'ah."


"Imam Syafi'i berkata, bid'ah itu terbagi dua. Bid'ah mahmudah (terpuji) dan bid'ah Madzmumah (tercela). Jika sesuai dengan sunnah, maka bid'ah mahmudah, namun jika bertentangan dengan sunnah, maka itu itu bid'ah madzmummah." 


"Disebutkan oleh Abu Nua'im dengan maknanya dari jalur riwayat Ibrahim bin al-Junaidi dari Imam Syafi'i, disebutkan kriteria pembagian bid'ah mahmudah dan madzmumah.


"Perkara yang dibuat-buat, bertentangan dengan Alquran, atau sunnah, atau Atsar, atau Ijma, maka itu bid'ah dhalalah (bidah sesat)."


"Perkara yang dibuat-buat, dari kebaikan, tidak bertentangan dengan Alquran, Sunnah, Atsar dan Ijma, maka itu Bid'ah Ghair Madzemumah (bid'ah tidak tercela)."


"Sementara, kriteria pembagian bi'dah menurut al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan dua kali dengan dua istilah berbeda, Pertama bid'ah hasanah, bid'ah musaqbahah, bid'ah mubah. Berdasarkan penelitiannya, jika bid'ah itu tergolong dalam perkara yang dianggap baik menurut syariat Islam, maka itu disebut bid'ah hasanah. Jika tergolong dalam suatu yang dianggap buruk menurut syariat Islam maka itu disebut bid'ah mustaqbahah (Bid'ah buruk)."


"Jika tidak termasuk dalam kedua kelompok ini maka termasuk mubah," katanya.


"Kedua, bid'ah hasanah, bid'ah dhalalah, Bid'ah Mubah. Jika perbuatan itu sesuai dengan sunnah, maka itu adalah bid'ah hasanah. Jika bertentangan dengan sunnah, maka itu adalah bid'ah dhalalah itulah yang dimaksudkan."


"Oleh sebab itu Bid'ah dikecam. Jika tidak sesuai dengan sunnah dan tidak pula bertentangan dengan sunnah, maka hukum asalnya adalah mubah."

__ADS_1


"Dasar pembagian bid'ah menurut Imam an-Nawawi adalah hadits yang berbunyi semua perkara yang dibuat-buat itu adalah bid'ah dan setiap yang bid'ah itu sesat."


"Hadits ini bersifat umum. Dikhususkan oleh hadits lain yang berbunyi.  "Siapa yang membuat tradisi yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan balasan pahalanya."


"Dan yang dimaksud dengan bid'ah dhalalah dalam hadits pertama adalah perkara yang diada-adakan yang batil dan perkara dibuat-buat yang tercela. Sedangkan bid'ah itu sendiri dibagi lima yaitu bid'ah wajib, bid'ah mandub, bid'ah haram, bid'ah makruh dan bid'ah mubah."


"Ada yang menyebut, semua Bid'ah itu sesat." Apa maksudnya? Imam an-Nawawi menjawab, Sabda Rasulullah SAW, "semua bidah itu sesat," ini kalimat yang bersifat umum, tetapi dikhususkan. Maka maknanya," pada umumnya bidah itu sesat.


"Bid'ah dibagi lima: Pendapat Imam al-Izz bin Abdissalam: 


"Bid'ah terbagi kepada wajib, haram, mendub (anjuran) makruh dan mubah."


"Cara untuk mengetahuinya, bid'ah tersebut ditimbang dengan kaidah-kaidah syariat Islam."


"Jika bid'ah tersebut masuk dalam keadaan wajib, maka itu adalah bid'ah wajib.


Jika masuk dalam keadaan haram, maka itu bid'ah haram. 


Jika masuk dalam keadaan mandub maka itu bid'ah mandub. Jika masuk dalam keadaan makruh maka itu bid'ah makruh. Jika masuk dalam keadaan mubah, maka itu bid'ah mubah."


"Contoh bid'ah wajib: pertama, sibuk mempelajari ilmu Nahwu (Gramatikal bahasa Arab) untuk memahami Al-Qur'an dan sabda Rasulullah. Itu wajib, karena untuk menjaga syariat itu wajib."


"Syariat tidak mungkin dapat dijaga kecuali dengan mengetahui bahasa Arab. Jika sesuatu tidak sempurna karena ia, maka ia pun ikut menjadi wajib. Contoh kedua menghafal gharib (kata-kata asing) dalam Alquran dan Sunnah."


"Bapak- Ibu, Jika mengadzani rumah dapat di golongkan ke dalam bid'ah, maka karena hal ini termasuk ke dalam golongan bermaksud baik, yaitu bermakna ibadah mengagungkan Allah. Maka termasuk Mubah. karena melaksanakan Adzan nya di antara tiang-tiang bangunan, berbeda dengan Adzan dalam menyerukan Shalat itu di lakukan karena memang ada hukum wajib nya." tutur Afnan.


Mereka masih senantiasa menyimak dengan seksama.


"Lalu kita harus senantiasa Menjaga kebersihan rumah, Agama Islam adalah agama yang bersih dan suci. Karena itu kita harus menjaga kebersihan. "Maka sesunggguhnya tidak akan masuk surga kecuali hanya orang-orang yang suci." (HR Al-Baihaqi).


"Usahakan tidak Memajang benda-benda yang Bersifat Syirik, Islam sangat mengharamkan segala bentuk perbuatan syirik dan menggolongkannya ke dalam sebuah dosa besar."


"Syirik adalah kepercayaan kepada selain Allah, termasuk dosa besar dalam islam yang amat diharamkan seperti firman Allah SWT berikut :


"Sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS Luqman : 13).


"Perbuatan syirik ini bisa berwujud berbagai hal baik yang kecil ataupun yang besar."


"Di dalam kehidupan sehari-hari di rumah, perbuatan syirik juga bisa muncul dalam bentuk barang-barang pajangan rumah seperti patung atau gambar bernyawa. Rasulullah SAW


bersabda "Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada patung." (HR Bukhari dan muslim)."


"Memperbanyak Ibadah untuk Menghiasi Rumah Baru."


"Sinarilah rumahmu dengan memperbanyak shalat dan membaca Al Qur’an," (HR Al Baihaqi). Amalan ibadah tersebut bisa berupa Shlat dan juga memperbanyak bacaan Al-Qur’an."


"Afwnan Ustadz, menyelak sebentar," potong salah satu tamu undangan dari pihak Warga sekitar.


"Oh iya, silakan Pak!" ucap Afnan dengan ramah.


"Baikalah, terima kasih atas pertanyaannya Pak! jadi memang betul musik itu diharamkan, jadi usahakan untuk menjauhkan rumah dari musik," jawab Afnan lalu ia melanjutkan kembali.


"Banyak orang tidak sadar, ternyata suara ini berbahaya. Nabi SAW menyebutnya "mizmarus syaithan." (musik itu setan). Nabi SAW 


mencontohkan salah satunya adalah lonceng. "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang lonceng: musik setan. (HR. Abu Daud)."


"Di kesempatan yang sama, malaikat penebar rahmat menghindari rumah yang dipenuhi dengan musik. Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


"Sesungguhnya malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di sana ada loncengnya." (HR : Thabrani)


"Kita telah memahami, terjadi sikap kontradiktif antara malaikat penebar rahmat dengan setan pembangkang. Ketika salah satunya menghindar, di saat itulah yang satunya menggantikan. Jadikan rumah kita seperti taman-taman malaikat penebar rahmat, bukan tempat peristirahatan yang nyaman bagi setan." ujar Afnan kembali.


Para tamu menyimak dengan saksama.


"Baiklah adapun Doa pindah rumah , salah satunya yaitu:


...أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ...


Laten: A’uudzu bi kalimaatillahit taamaati min syarri maa khalaq.


Arti: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan,” (HR. Imam Muslim).


"Ada pula doa pindah rumah lainnya yang diriwayatkan oleh Abu Daud.


...اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا...


Laten: "Allahumma innii as-aluka khairal mawlaji wa khairal makhraji bismillahi wa lajnaa wa bismillahi kharajnaa wa ‘alaallahi rabbanaa tawakkalnaa."


Arti: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu atas kebaikan rumah yang aku masuki dan kebaikan rumah yang aku tinggalkan. Dengan menyebut nama Allah aku masuk dan dengan menyebut nama Allah aku keluar dan kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal." (HR. Abu Daud).


"Nampaknya sekian, sedikit pencerahan dari saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika ada kesalahan! Karena saya hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan salah, karena yang benar datang nya hanya dari Allah SWT.


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ


إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ


Laten: Subhaanakallaahumma wa bihamdika, Asyhadu Al-laa ilaaha Illa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.


Arti: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.


ini merupakan lafal Do'a Kafaratul Majelis (Penutup)


"Siapa yang membaca doa. ini sebelum ia berdiri dari tempat duduknya maka seluruh kesalahan selama dalam majelis tersebut terampuni. (HR: At-Tirmidzi).


"Demikian kiranya yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat, Akhirul Kalam saya ucapkan terimakasih dan Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." ucap Afnan

__ADS_1


(waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh jawab mereka serempak.)


"Alhamdulillah.. mari Bapak- Ibu langsung saja untuk menikmati hidangan yang sudah ada, nanti ada beberapa bingkisan juga yang dapat dibawa pulang, setelah selesai makan bersama di sini! mari silakan Pak-Bu, para santri putra dan Putri,' tawar Umi.


Akhirnya mereka makan bersama dengan sukacita.


"Biy, boleh kami bubu di lumah O'om," tanya Afkha.


"Iya Biyya..Imma, boyeh yah?" sambung Afsha.


"Tanya dulu dong, sama O'om dan Anteu Lilin. Boleh atau tidak?!" ucap Afnan.


"Boleh koq, ya Dek," ucap Afkha.


"Iya boyeh," balas Afsha.


"Biyya Nan, Imma Ana, A'a Kha dan Kakak Sha boyeh koq inap cini, nanti bubu nya di kamal Acha," ucap Arsya.


"Iya Biya Nan, Imma Na, Nai juga inap cini loh," timpal Alnaira.


"O yah! Nai Cantik menginap di rumah Abang Acha juga toh," ucap Hasna.


"Iyah," Alnaira mengangguk.


"Baiklah, A'a dan Dedek boleh koq bubu di rumah Dek Acha, ya kan Mimma?" tanya Afnan sembari menoleh dan mengedipkan sebelah mata pada Hasna.


"Iyyeeeeaaayyyy.. cukyon Biyya..Imma," pekik kegirangan mereka. akhirnya twins A, Arsya dan Alnaira pun berlalu dari hadapan Hasna dan Afnan, mereka berlalu masuk ke kamar bermain Arsya.


"Biyya mulai yah!" protes pelan Hasna sembari menyikut pelan perut Afnan. Hingga membuat Afnan mengekeh.


"Apa nya yang mulai Mimma sayang, belum mulai lagi koq, sejak gantung tadi sore," bisik Afnan.


"Ish, Byby kondisikan yah pikiran nya!" ucap Hasna.


"Hehe, Mimma snewen!" ledek Afnan.


"Biar, suminya mesum!"bisik Hasna.


Saat Afnan dan Hasna sedang asik sikut sikutan sayang, Ubaydillah dan Lintang menghampiri mereka.


"A'a..Na! makan dulu, koq malah mojok sih," goda Lintang.


"Nanti Neng, makan di rumah saja, biar suap-suapan," ucap nyeleneh Afnan.


"Haduh A'a Bro, mau merdeka nih yah cerita nya! Anak-anak di sini semua," ucap Ubaydillah.


"Iya dong Dek Sob! makanya jagain Anak-anak yah, jangan sampai mereka minta pulang tengah malam," balas Afnan.


"Siap A'a Bro! urusan beres kalau sama Ana sih! yang pasti besok malam, Ana titip Acha ngungsi ke sebelah," ujar Ubaydillah sembari tersenyum mengesalkan.


"Isshh..Lin, kita ke kak Elya yuk! Bapak-Bapak mulai kumat mode mesum nya," ajak Hasna pada Lintang.


"Mari Na!" Lintang pun mengiyakan. "Dadah Byby sayang, puas- puasin ya gosip nya!" bisik Hasna.


"Yah Mimma koq pergi," ucap Afnan.


"Bye Dad's," Lintang pun pamit pada Ubaydillah sembari mencubit gemas pipi Ubaydillah.


"Yah..Yank koq kami di tinggal," ucap Ubaydillah.


"Nanti kita panggilkan Devano, agar pasukan piktor nya nambah! besok-besok pasti Adrian ketularan mesum nya kalian deh, ya kan Lin," ucap Hasna.


"Bisa jadi, hihi," timpal Lintang.


"Astagfirullah Al Adzim, segitunya apa Dek?" tanya Afnan pada Ubaydillah.


"Mungkin juga sih A, Ahahah," jawab Ubaydillah.


Hasna dan Lintang menghampiri Elyavira dan Devano yang sedang bercengkrama dengan keluarga yang lainnya.


"Kak Elya, sudah makan?" tanya Lintang.


"Sudah koq Dek Lilin!" jawab Elyavira.


"Yang lain nya?" tanya Lintang kembali.


"Alhamdulillah sudah," jawab Granny.


Disusul anggukan oleh Daddy, Mommy, Grandad, Pak Kyai, Umi.


"Dev di cari Ustadz sama kak Ubay tuh," ucap Hasna pada Devano.


"Ada apa memang nya?" tanya Devano.


"Sepertinya ada hal penting deh! mungkin urusan dunia laki-laki," jawab Lintang dengan tersenyum.


"Ya sudah sana Pih! mungkin memang ada hal penting," timpal Elyavira.


"Oke!" ucap Devano, lalu ia pun berpamitan kepada orang tuanya untuk bergabung bersama Afnan dan Ubaydillah.


kepergian Devano dari hadapan mereka disambut tertawa kecil oleh Lintang dan Hasna.


Sedangkan Adrian tidak hadir di acara malam ini, dia beralasan bahwa Angela kurang fit, padahal Angela kurang fit karena perbuatannya, dalam satu hari itu, ia tidak melepaskan Angela dari kamar. untuk makan dan minum saja ia yang mengambilkan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2