Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2
35. Minta di jemput.


__ADS_3

"Astaghfirullah! iya juga." Ubaydillah berfikir sembari manggut-manggut. Terdengar ada yang datang dengan ketukan dari luar pintu.


Tok .... tok ....


"Ya, masuk!" pinta Afnan. Seseorang itu pun masuk ke dalam kantor Afnan. "Assalamu'alaikum Pak! ini pesanan yang Bapak pinta, sudah tersedia dengan lengkap." seorang perempuan muda nan cantik alami, berbalut hijab warna pink menghampiri Afnan dan Ubaydillah. Di tangan nya sebuah kotak berukuran besar dan satu buah buket bunga di atas nya.


"Wa'alaikumussalam. Terima kasih Nona Widya." ucap Afnan kepada Widya, ia adalah sekretaris Pak Wiranata Ahmad.


Widya meletakkan barang bawaan nya di atas meja Afnan dan di hadapan Ubaydillah.


"Ada hal lain yang di perlukan lagi Pak?" tanya Widya. "Sepertinya tidak Nona Wid!" balas Afnan.


"Baik! kalau begitu saya Pamit kembali ke kantor hotel."


"Silakan Nona Widya."


Akhir nya Widya pun pamit dengan berucap salam dan setelah membalas salam Widya, Afnan mengangkat sebelah tangan nya agar Ubaydillah melihat kotak tersebut.


"Apa ini A'a bro?"


"Lihatlah." Pinta Afnan, kemudian Afnan menyodorkan pula sebuah card, itu kunci pintu hotel.


"Wow penuh kejutan sepertinya!" pekik Ubaydillah, saat ia melihat Afnan menguluarkan sebuah Card! ia tahu itu apa.


"Pulanglah cepat! jemput Neng Lilin mu, langsung Anta bawa ke suite room hotel ini. untuk urusan Abang Acha, serahkan pada kami." Afnan berucap dengan tersenyum.


"Syukron laak Akhi Kabiir!" ujar Ubaydillah.


جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا


Jazaakalloohu khoiron


Artinya: "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan."


(Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya jazaakallah khairan, maka ia telah memujinya dengan setinggi-tingginya.” (HR. Tirmidzi) 


"Aamiin ya Rabb.” Afwan Akhi shogiir," ucap Afnan.


فَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا


Fa jazaakalloohu khoiron


Artinya: "Semoga Allah juga membalasmu dengan kebaikan".


(Dan barangsiapa yang berbuat kepada kalian maka balaslah. Jika ia tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia, sampai kalian melihat bahwa kalian sudah membalasnya.”(HR. Abu Daud) 


Ubaydillah memeluk Afnan dengan berlinangan air mata. Ternyata perhatian Afnan tidak pernah luntur padanya.


"Sudah! lebay bener Anta pakai tertawa segala, kemeja Ana basah nih kena air dodot Anta." (iler✌️) kelakar Afnan.


"A'a bro yang lebay. Ini nangis tahu dan itu air mata, bukan air dodot Ana!" Mereka pun mengekeh.


Setelah Ubaydillah puas meluapkan rasa terharu, maka ia segera berlalu dari kantor Afnan dengan riang. Tujuan nya tentu saja menjemput Lintang.

__ADS_1


Sedangkan Afnan yang sadar pulang tidak ada kendaraan, maka ia putuskan untuk meminta tolong Hasna agar menjemput nya.


"Assalamu'alaikum By!" sambungan telepon di terima Hasna.


"Wa'alaikumussalam! Sayang, sudah selesai tausiah?"/Afnan


"Sudah By! Nana masih di Mesjid nunggu shalat Ashar terlebih dahulu."/ Hasna.


"Baiklah. Byby minta tolong dong, sayang jemput Byby di restoran, selepas Ashar."/ Afnan.


"Tentu By! loh memang mobil nya Byby kemana?"/ Hasna.


"Di bawa utun berjenggot jemput Neng Lilin. Sayang jangan beri tahu Neng Lilin yah! agar menjadi kejuatan."/ Afnan.


"Siap Boss Byby!" / Hasna.


"Ya sudah! Byby hendak siap-siap berjamaah Ashar di Mesjid depan."/Afnan.


"Silakan. Love you By!" /Hasna.


"Love you More, sayang!"/ Afnan.


Sambungan telepon pun terputus setelah mereka sama-sama, mengakhirinya dengan salam.


Di tempat lain.


Beberapa waktu kemudian, Ubaydillah telah sampai di Mesjid tempat Trio hijrah menyampaikan tausiah. Ia lihat keadaan sudah lengang. Hanya sisa-sisa sampah para jama'ah yang belum dibersihkan semua.


"Assalamu'alaikum!" sapa Ubaydillah setelah turun dari mobil dan menghampiri mereka tanpa mereka menyadari akan kehadiran nya.


"Wa'alaikumussalam!" jawab serentak mereka. Lintang yang merasa mendengar suara yang tidak asing baginya, ia mendongakkan wajahnya.


"Ayank!" gumam Lintang. "Kak Ubay, jemput Lintang yah!" sapa Hasna.


"Iya Dek Nana." Ubaydillah pun memperkenalkan dirinya sebagai suami Litang pada yang berada di tempat itu.


Setelah beberapa waktu berlalu, Devano pun tiba di Mesjid itu. Ba'da Ashar tepat nya, setelah mereka bersiap meninggalkan Mesjid untuk pulang.


"Kak Elya pulang bersama Nana kan?" tanya Hasna saat sedang berjalan menuju luar Mesjid.


"Iya Dek, Dav seperti nya tidak dapat menjemput. Mungkin masih ada kelas." Namun Elyavira begitu terkejut saat mereka sampai luar Mesjid. Ia melihat Devano sedang bersandar pada mobil nya dengan gaya cool menunggu nya di pelataran Mesjid yang berfungsi sebagai tempat parkir.


"Lho itu Dev Kak Elya. Yah Nana pulang sendiri deh!" ada raut kecewa dari Hasna. Mereka berdua di jemput suami nya, sedangkan Hasna tidak.


"Iya Dek! maaf ya Kak Elya pun tidak tahu jika Dev akan menjemput." Elyavira merasa tidak enak hati. Ia tahu apa yang Hasna rasakan.


"Tidak mengapa Kak!" Hasna berusaha tegar.


"Na! Lo juga sering di jemput A'a Ustadz! please jangan sedih." hibur Lintang, ia faham dengan apa yang Hasna rasakan.


"Tenang saja, gue gak apa-apa Lin. Ya sudah suami kalian sudah menunggu." Hasna melihat Ubaydillah menyapa Devano dengan bergenggam tangan dan berangkulan.


"Assalamu'alaikum Bang!" Devano menyapa Ubaydillah. "Wa'alaikumussalam." Ubaydillah membalas salam Devano.

__ADS_1


"Apa kabar Dev. hampir satu minggu kita tidak bertemu," ucap Ubaydillah dengan saling berangkulan.


"Ia Bang! Dev sibuk ngampus, Abang jemput Lintang?" tanya Devano.


"Ia Dev!"


Hasna, Elyavira dan Lintang tiba di hadapan mereka. "Mih, sudah selesai kan?" tanya Devano


"Sudah Koq Pih. Mari pulang, kan kita sudah janji mau mengajak Naira ke alun-alun kota."


"Baiklah. Na, Bang, Lin kami duluan yah!" pamit Devano.


"Mari Dek Nana, Neng Lilin, Bang Dav!" Elyavira pun berpamitan dengan bercipika cipiki dengan Hasna dan Lintang.


"Silakan," ucap mereka. Devano merangkul pinggang Elyavira mengantarkan nya masuk ke dalam mobil.


"Kami juga pergi Dek! Silakan Dek Nana jalan di depan kami." Pinta Ubaydillah, ia juga faham perasaan Hasna tanpa di jemput Afnan. Lintang memeluk Hasna. Lalu Mereka pun masuk ke dalam mobil.


Hasna pun bergegas masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil nya di depan mobil Afnan yang Ubaydillah bawa. Karena Devano sudah pergi terlebih dahulu.


Di dalam mobil Devano.


"Pih, Amih fikir tidak dapat menjemput?" tanya Elyavira.


"Apih bolos satu mata pelajaran agar dapat menjemput mooi," jawab jujur Devano.


"Ya Allah Pih! maafkan Amih." Tatap iba Elyavira yang kini telah menanggalkan niqab nya.


"Sudah Mih! tidak apa-apa, Apih senang melakukan nya." Devano mengelus wajah Elyavira dengan tangan kiri nya. Lalu ia menarik Elyavira agar memeluk nya dari samping. Elyavira pun mengikuti maunya Devano, Elyavira pun mengecup pipi Devano serta.


"Thank you Mih! Love you." ucap Devano, ia tersenyum ke arah Elyavira. "Sama-sama sayang, Love you juga."


Di dalam mobil yang di kemudikan Ubaydillah.


"Yank maafkan A'a Dav yah! nih untuk Ayank." Ubaydillah menyerahkan bucket bunga yang berada di jok belakang.


"Masya Allah terima kasih Yank, bunga nya cantik. Terima kasih, Lilin sudah memaafkan Ayank koq! masih ada satu jam loh batas hukuman itu berakhir."


"Baiklah, kita akan berjalan hingga jam-jam itu berbunyi. Ambillah kotak di belakang itu, coba lihat apa isinya."pinta Ubaydillah.


"Ia Yank! Astagfirullah, masih saja jam-jam itu di bawa ke manapun." ucap Lintang ketika ia menoleh untuk mengambil kotak hadiag, ternyata jam-jam milik Ubaydillah pun turut serta di mobil itu.


Lintang dan Ubaydillah tertawa kecil. Kemudian Lintang meraih kotak yang Ubaydillah maksud.


"Buka ya Yank!" izin Lintang. "Silakan Yank!" Ubaydillah sendiri pun tidak tahu apa isi di dalam kotak tersebut karena tadi ia sibuk melow berpelukan dengan Afnan.


"Waah catik!" Ubaydillah melirik apa itu dan terlihat sebuah kotak kecil berisi cincin mas putih yang cantik.


"Cantik Yank! terima kasih," Lintang mengecup tangan kiri Ubaydillah. "Kembali kasih, buka juga dong kotak besar nya."


Lintang pun membuka kotak besar nya. Lalu ia mengamati apa isi di dalam nya. "Hoooo Astaghfirullah!!!!!"


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2