Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2
36. Kalung Berlian nya Raib


__ADS_3

"Astagfirullah!"


"Apa itu Yank?" tanya Ubaydillah, karena Lintang nampak terkejut sangat.


Lintang diam sebentar, menatap Ubaydillah dengan bibir mengerucut. "Ok, itu memang kerjaan A'a Bro! bukan A'a Dav yang menyiapkan nya. Tapi tujuannya kejutan untuk Ayank dari A'a Dav juga koq." Ubaydillah mengerti kalau Lintang sedang mengintimidasi nya.


"Terimakasih Ayank! Alhamdulillah walaupun bersuamikan Ustdaz, tapi Ustadz nya pada mesum sama Istri." celetuk Lintang.


"Loh koq begitu?" tanya Ubaydillah tidak mengerti.


"Lihat saja!" Lintang mengambil pakaian yang ada di dalam kotak tersebut dan membuka nya, lalu membentangkan nya di hadapan wajah Ubaydillah.


"Hooooo, Jaring Hiu perempuan! Astaghfirullah'aladzim. A'a Bro keterlaluan!" ngiiiikkk, Ubaydillah menginjak pedal rem mendadak, beruntung jalan lengang.


Di restoran.


Afnan sedang senyam senyum sendiri. Ia sadar telah mengerjai Ubaydillah dengan memberikan lingerie super sexy untuk Lintang.


Lingerie Lebih mirip bikini dengan sangat transparan. Tujuan nya lelucon, sedikit shock teraphy bagi yang baru berbaikan.


"Hihi! sudah tahu belum ya Nenk Lilin tentang isi kotak itu, untung si utun berjenggot tadi Ana sibukkan dengan card hotel, sebelum ia sempat membuka kotak itu. Kalau ia buka, gagal deh ngerjain mereka," Afnan bicara sendiri, hingga pintu Kantornya terbuka tanpa di ketuk.


"Assalamu'alaikum By!" Hasna baru saja masuk ke dalam kantor Afnan dengan lesu.


"Wa'alaikumussalam Mimma sayang!" Afnan mengamati Hasna yang baru saja masuk dengan tidak bersemangat.


Hasna menghampiri Afnan lalu mengecup tangan kanan Afnan. Kini Hasna sudah duduk di dalam pangkuan Afnan tanpa bicara apapun.


"30 menit! pasti ngebut lagi." tebak Afnan dengan tangan sebelah nya merangkul pinggang Hasna dan tangan sebelah nya pada keyboard komputer di mejanya.


"Koq tahu?" tanya Hasna. "Dari Mesjid perbatasan kota sebelah itu, butuh waktu lima puluh lima menit untuk sampai di kantor Byby."


"Ia, Nana ngebut, habis yang lain di jemput suami nya, masa Nan tidak!" akunya Hasna.


Afnan tersenyum lembut dengan mata fokus pada layar komputer dan jari-jari pada sebelah tangan nya berpegang teguh pada keyboard, sesekali menyentuh mouse. Ia tahu Hasna sedang kesal. "Coba itu bibir nya, tolong di alokasikan pada keadaan yang baik. Byby suka tidak tahan, pingin narik kalau bibir sayang cemberut."

__ADS_1


"Loh koq Byby tahu Nana sedang cemberut? Kan niqab nya Nana belum di lepas?" tanya Hasna.


"Tahu dong! Byby kan punya ilmu tembus pandang." kelakar Afnan.


Hasna beranggapan serius, lalu ia turun dari pangkuan Afnan dan berdiri di hadapan meja Afnan.


"Kalau gitu tebak Pakaian dalam yang Nana kenakan?" tanya Hasna lagi. "Baik!" Afnan menatap Hasna sembari mengerutkan bibirnya. "Lalu, jika Byby dapat menebak nya?" tanya Afnan.


"Nana akan ikuti mau nya Byby tanpa membantah!" ucap Hasna.


"Deal!" ucap Afnan cepat. "Untung, tadi pagi, waktu Nana menyiapkan pakaian nya, Ana sempat melihat, hihi .... jadi lebih mudah nih untuk menebak, lagi pula, sayang koq percaya, aku hanya bercanda tentang ilmu tembus pandang itu." Batin Afnan.


"Ya sudah! lalu apa?" Hasna tidak sabar menunggu jawaban Afnan.


Afnan seolah-olah serius, menilik dan memindai tubuh Hasna dengan pandangan matanya yang menyusuri tubuh Hasna dari atas hingga bawah.


"Atasan, bra hitam dan tanktop soft pink, bawah nya underwear hitam, leging coklat tua."


"koq bisa menebak? Byby dapat melihat perempuan lain juga dong?" tanya Hasna tidak senang.


"Bybyyyyy .... ngerjain Nana yah! rindu di hajar nih seperti nya." Hasna berjalan cepat dan kembali naik ke panggung Afnan dan mulai mengelitiki Afnan.


"Sayang geli .... sudah! ampun...." pekik Afnan. Hingga suara kegaduhan pun samar-samar terdengar para karyawan Afnan dan membuat mereka senyum- senyum berjamaah.


Bila Hasna berkunjung ke Kantor Afnan, memang sudah pasti akan ada kegaduhan yang terdengar dari dalam dan membuat para karyawan nya senyum-senyum berjamaah, akibat ulah suami istri tersebut.


Kini Afnan dan Hasna sudah pindah posisi, mereka duduk di sofa dengan nafas Afnan yang tesengal akibat menahan geli dan tertawa. Afnan duduk dan bersandar di sofa sedangkan Hasna dengan santai nya duduk di pangkuan Afnan dan mereka saling berhadapan.


"Buka niqab nya," pinta Afnan masih dengan mengatur nafas nya. "Byby yang buka."Hasna malah merebahkan tubuhnya di atas dada beton Afnan dan memeluk nya. Lalu Afnan membuka niqab Hasna.


Tiba-tiba ponsel Hasna berdering. "Lintang By!" setelah Hasna melirik ponsel nya yang tergeletak di sisi Afnan.


"Loud speaker sayang! pasti Neng Lilin langsung nge gas." Tebak Afnan.


Hasna pun menurut. Ia menerima panggilan telepon Lintang dan langsung menyentuh gambar loud speaker.

__ADS_1


"Nanaaaaaa ..... suami lo kurang kerjaan yah! masa gue di suruh pakai jaring hiu!" teriak Lintang di ujung telepon sana.


"Maaf ya Neng Lilin. A'a Ustadz hanya ingin kalian makin mesra." Afnan yang menjawabnya.


"Haaa .... ini A'a Ustadz? iiikkkkkhhh Ayank! terdengar Lintang terpekik lalu Ubaydillah yang bicara. "Wah A'a Bro kacau!"


Yang terjadi, Lintang melempar kan ponsel nya ke arah Ubaydillah dan Ubaydillah menangkap dengan sigap, lalu ia bicara pada Afnan. Sedangkan Lintang tengah menutupi wajahnya karena malu dan bergerak-gerak bak cacing kepanasan di tempat duduk nya.


"Kacau apanya sih Dek? Ana kan ingin kalian makin mesra." jawab Afnan. "Ok deh A'a Bro, terima kasih atas kejutan nya, Ana sukses terkejut!" ujar suara Ubaydillah dan ia mengekeh.


Setelah menutup telepon Ubaydillah meraih tangan Lintang. "Sudah, sini nengger di dada A'a Dav lagi." ajak nya.


"Di fikir burung nengger! Yank Lilin malu, habis di fikir Nana masih di jalan, gak tahunya sudah sampai kantor A'a Ustadz dan sedang bersama nya." ucap Lintang yang sudah menyusup kan wajah nya di antara dada dan ketiak Ubaydillah.


"Pasti Dek Nana ngebut bawa mobil nya, maka nya lebih cepat sampai. Sudah lah tidak apa, bukan nya seantero pesantren sudah tahu kalau Ayank pandai ber seriosa."


"Ayaaank jangaaann buka aib Lilin lebih jauh," pekik Lintang membuat Ubaydillah tertawa.


"Kriingg .... kriingg ... jam weker milik Ubaydillah berbunyi secara bersamaan. Menandakan bahwa waktu masa hukuman nya selesai. "Yeeaaayy Alhamdulillah. Berakhir juga masa hukuman ini. Nanti malam tidak pisah ranjang lagi kan Yank?" tanya Ubaydillah dengan sumringah.


"Tentu tidak Yank! duuuhh nih jam nya berisik sekali." Lintang mengambil kelima jam weker di bangku belakang. Di luar dugaan Ubaydillah, ia fikir setelah Lintang mematikan alarm pada jam-jam itu, ia akan kembali menaruh nya, namun ia meminta Ubaydillah menepikan mobilnya dan ia turun, lalu tanpa izin, Lintang membagikan jam nya pada anak-anak kecil di pinggir jalan yang ia lewati.


"Uuugghh senang nya Anak-anak itu mendapatkan sebuah jam karakter yang cantik." senyum kepuasan Lintang yang baru saja masuk ke dalam mobil.


"Yank! koq jam nya di bagi-bagi kan?" tanya Ubaydillah dengan cemas.


"Tidak mengapa Yank! untuk apa jam sebanyak itu di simpan, kan muba'dzir, lebih baik untuk mereka, tuh lihat mereka senang sekali. Ayuk jalan, katanya mau cepat sampai hotel reservasi nya A'a Ustadz." Lintang nyerocos saja.


"Tapi Yank!"


"Tapi apalagi sih Dad's! Diddad's bawel nih!"


"Tapi ..... di dalam salah satu jam itu, ada sebuah kalung berlian, sebagai hadiah yang telah ku persiapkan untuk mu! sekarang kalung berlian nya raib."


"What????!!!!!"

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2