
Lima hari kemudian,
Siang menjelang Dzuhur, Hasna dan Lintang sama-sama sudah berada di taman kampus tempat mereka menimba ilmu. Mereka berdua sedang bersantai sejenak untuk melanjutkan kelas yang belum usai.
"Ouuwaa, akhirnya gue bebas juga dari sekapan Ustadz nakal itu." Ucap Hasna sembari meregangkan otot-otot nya yang terasa pegal.
"Hahahaha, Suami sendiri di bilang Ustadz nakal. Dasar Istri durjana lo Na!" ledek Lintang.
"Lalu, kalau bukan nakal, apa namanya? seorang Suami yang bergelar Ustadz, menyekap Istrinya di dalam kamar hotel sampai hampir satu minggu lama nya." Hasna membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Lintang.
"Mmmm, bahasa halus nya penculikan yang menyebabkan bahagia!" seringai Lintang dan pada akhirnya mendapatkan cibiran dari Hasna di balik niqab nya.
"Jangan ngeledek gue Na! gue tahu, lo sedang mencibir gue dari balik tirai lo itu!" protes Lintang dengan menatapnya sinis.
"Lilin, kesayangan Kak Ubay! bahasa lo menggelikan!" Hasna mengekeh pada akhirnya dan Lintang pun baru menyadari perkataan dari nya membuat dirinya pun meringis jengah.
"Body gue perlu di servis nih! harus ke Spa deh kayak nya! Lo mau ikut gak?" tanya Hasna.
"Ikut dong! sepertinya body gue pun, baut nya banyak yang lepas!" kelakar Lintang.
"Yah, Konslet dong!" Hasna tertawa. Lintang pun ikut tertawa.
Kemudian mereka saling pandang! lalu tersenyum jahil. Hasna dan Lintang mengangguk secara bersamaan. Ada rencana lain rupanya. Mereka pun buru-buru meninggalkan taman kampus dengan tertawa bersama.
Tujuan mereka adalah parkiran yang mana mobil Lintang tengah terparkir rapi di pelataran parkir kampus tersebut.
"Yakin Na?" tanya Lintang yang sudah berada di balik kemudi.
"Yakin dong! sesekali gak apa apa kan! Pokok nya hari ini lo yang akan menjadi supir, karena lo yang keluar lebih dulu dari penyekapan kak Ubay!" ucap Hasna.
"Yah! gak bisa gitu dong Na! lo lupa tadi pagi siapa yang menyelamatkan elo dari penyekapan A'a Usatdz! kalau bukan gue sama Ayank Dav, mungkin Lo baru di bebaskan A'a Ustadz seminggu kemudian!" protes Lintang.
"Hehe ia juga! maciw Lilin Chayank!" Hasna menoel gemas dagu Lintang. Membuat nya bergidik ngeri.
"Masih kurang kasih sayang lo Na? sampai gue yang jadi korban?"
"Ikh jijay! sorry yah, kasih sayang dari Ustadz overdosis malah! udah jalan, keburu di tangkap satpam lalu di arak keliling kampus baru tahu lo!"
__ADS_1
"Yeay apa hubungannya?" Lintang menjalankan mobilnya keluar dari area parkir tersebut.
"Karena kita bolos kelas," jawab Hasna.
"Halah! siapa yang peduli. Memang nya anak SMA. Eh bentar," Lintang menepikan mobilnya sejenak.
"Ada apa? mobil baru lo mengalami kendala?" tanya Hasna.
"Enak saja! gak lah. Gue mau Izin Ayank Dav, kalau kita hendak bolos kuliah." Tandas Lintang.
Hasna nampak berpikir, Sebetulnya ia pun hendak meminta Izin bolos kelas kepada Afnan. Namun Hasna masih kesal dan untuk tiga hari kedepan ia berencana mogok bicara dengan Afnan! pasal nya Afnan telah mengingkari janjinya, perjanjian awal, mereka hanya akan tiga hari di dalam hotel. Namun kenyataannya, Afnan menyekap nya dengan asamara selama lima hari.
Maka dari itu ia diam diam menghubungi Ubaydillah agar membantu untuk mengeluarkan nya dari sekapan Afnan. Ubaydillah dan Lintang pun setuju untuk membantu Hasna. Dengan dalih pekerjaan Urgent yang harus segera di tangani oleh Afnan.
Pekerjaan Urgent nya hanya memasak untuk Umi. Mau tidak mau Afnan menurut. Ubaydillah Sebetulnya sudah bekerja sama dengan Umi yang membujuk Umi agar meminta Afnan memasak makanan khas Turki, karena Umi sedang menginginkan nya.
Maka Karena Afnan sedang sibuk dengan masakan nya, Hasna meminta Lintang membantu nya untuk minggat, tentu saja minggat nya pakai Izin di dalam secarik kertas. Hasna berlasan ada kuis di kelas bahasa. Memang itu benar adanya. Afnan yang sadar ia tengah di kerjai hanya bisa pasrah dengan sabar. Apalagi ini menyangkut permintaan orang spesial dalam sepanjang hidup nya, yaitu Umi.
Kini Afnan sudah selesai memasak. Dan karena Hasna sudah tidak ada di kamar hotel, maka ia putuskan untuk kembali pada pekerjaan di dalam kantor nya. Ia sudah membaca note dari Hasna dalam secarik kertas yang di tinggalkan Hasna.
Notifikasi dalam ponsel Afnan. "Siapa?"
Afnan pun menjeda sejenak pekerjaan nya. Ia menoleh pada ponsel nya. Senyum Afnan pun merekah. "Sayang! Akhirnya kamu mengirimi Aku pesan."
"Ya Assalamua'laikum Yank!" Afnan menoleh pada sumber suara yang baru saja masuk ke dalam kantor nya. Nampak Ubaydillah sedang berbicara di dalam telepon sembari berjalan ke arah nya dengan beberapa map di tangan kirinya.
"What? bolos kuliah?" pekik Ubaydillah. Ia meletakan map yang dibawa nya tanpa menoleh kepada Afnan.
"Si Dedek! gak sopan! masa wajah Ana di jejelin map! ia pikir filing kabinet." gumam Afnan menghela nafas nya sambil geleng-geleng kepala.
Ubaydillah yang sadar salah menaruh map. Ia menyeringai seraya membungkuk, sebagai permintaan maaf kepada Afnan. Lalu ia menarik kursi dan duduk di hadapan Afnan dengan ponsel masih menempel pada telinga nya.
"Memang Ayank ada kepentingan apa? hingga bolos kuliah segala?" / Ubaydillah.
"Lilin dan Nana mau ke Spa Muslimah yang di dekat tugu batas kota." / Lintang.
"Baiklah Yank! Jangan pulang malam." /Ubaydillah.
__ADS_1
"Sebelum magrib, Insya Allah, pulang Koq. Terima kasih Ayank Dav! Love you. Assalamu'alaikum." / Lintang.
"Love you More, Yank! Wa'alaikum salam." / Ubaydillah.
Afnan pun sedang senyum senyum ke arah layar ponsel nya. Ia sedang membaca pesan dari Hasna. terbayang rengekan manja Hasna dari cara berkirim pesan tersebut.
Hasna : "Byby, sayang! setelah kuis, Nana langsung bolos kuliah sama sama Lintang. Maaf juga, tadi Nana minggat dari kamar hotel. Semoga Byby sudah membaca Note dari Aku. Tidak perlu membalas pesan ini, cukup di baca ya By! Nana sedang mogok bicara pada Byby hingga tiga hari kedepan. O yah, Nana minggat ke Spa Muslimah untuk relaksasi. Setelah nya mungkin akan mengunjungi panti asuhan yang ada di batas kota. Sudah ya By, salam manyun dari Nana! Assalamu'alaikum."
Afnan mengekeh. "Sayang, sayang! memang masih saja menggemaskan dirimu itu. Boleh tidak ya, kalau Aku culik lagi." Gumam Afnan.
Ubaydillah yang sudah selesai menerima telepon dari Lintang. Ia memperhatikan Afnan secara intens. Yang di perhatikan masih asik tersenyum ke arah layar ponsel. Ubaydillah memegangi tengkuknya yang agak merinding. Lalu ia melafalkan doa.
رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّیٰطِیْنِۙ وَ اَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ یَّحْضُرُوْنِ
Laten : Robbi a'uuzu bika min hamazaatisy- syayaathiin wa a'uuzu bika robbi ay yahdhuruun." ucap Ubaydillah.
Afnan refleks mengartikan doa tersebut, memang sudah menjadi kebiasaan mereka saling melengkapi.
Artinya: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan dan aku berlindung pula kepada-Mu ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku." (Al-Mu’minun Ayat 97-98).
"Astaghfirullah'aladzim Dek! koq baca doa untuk penangkal gangguan jin dan syaitan." Lanjut Afnan ketika menyadari doa apa yang di lafalkan oleh Ubaydillah.
Ubaydillah pun mengekeh dengan menepuk pelan meja yang ada di hadapannya. "Ya habis nya A'a bro senyum senyum sendiri ke arah ponsel. Ana takut nya anta tergoda oleh makluk yang gentayangan di sosmed, itu loh yang pakaian nya Innalillahi, A'a bro."
"Astaghfirullah! Naudzubillah min dzalik. Enak saja, jangan sampai deh. Ana sedang menatap pesan dari Nana! katanya mogok bicara sama Ana selama tiga hari."
"Ouh gitu toh! walah si gemes nakal, memang belum sepenuhnya berubah! akhir nya A'a bro mendapatkan jatah marahan tiga hari. Pisah ranjang juga dong?" tanya Ubaydillah.
Tangan Ubaydillah mengambil map yang ia bawa sebelumnya. Lalu ia mengarahkan kepada Afnan, berkas mana saja yang perlu ia tandatangani.
"Nah, ana belum tahu tuh! waduh semoga hanya mogok bicara, jangan sampai pisah ranjang juga." Ucap Afnan. Yang di jawab Aaminn oleh Ubaydillah.
Pada akhir nya mereka, Kembali fokus pada pekerjaan nya hari itu.
Sedangkan Hasna dan Lintang telah sampai di tempat Spa Muslimah yang menyediakan pelayanan spa khusus para Perempuan saja. Karena merasa harus selalu menjadi Istri yang baik walaupun sedang kesal terhadap Afnan. Maka Hasna tetap mengirimkan pesan kepada Afnan untuk izin bolos kuliah dan meminta izin nya pergi ke tempat Spa.
Bersambung ....
__ADS_1