
Assalamu'alaikum warahmatullah.
"Adrian! Angela!" pekik Hasna. Ternyata yang baru tiba, adalah Adrian dan Angela.
"Apa kabar Na? Om Ustadz?" tanya Adrin dan menyalami Hasna, Afnan, Pak Kyai, Umi, Devano, Elyavira dan para tamu yang hadir.
"Hai Dev!" tak tertinggal Adrian menyapa Devano. "Hai Yan!" balas Devano.
"Alhamdulillah. Kabar baik!" jawab Afnan. "Kamu dan Angela bagaimana bulan madu nya?" tanya Afnan.
"Nana, Lintang, Kak Elya!" Angela pun ikut menyapa Hasna, Lintang dan Elyavira serta menyalami yang ada di ruang tersebut. "Ange!" pekik mereka dan saling berpelukan dengan Angela.
"Lancar! Alhamdulillah, ucap Adrian, ia melirik Angela seraya tersenyum. Senyuman yang menandakan kebahagiaan.
"Alhamdulillah wa syukurillah," ucap Pak Kyai dan yang lain nya.
"Kapan kalian pulang dari bulan madu? koq sudah ada di sini? bukan nya masa bulan madu kalian masih ada beberapa hari lagi ya?" tanya Hasna.
"Semalam kami sudah sampai rumah. Begitu mendengar A'a Kha hendak di Khitan. Maka kita putuskan untuk pulang! Kita juga kan ingin menyaksikan keponakan di khitan, ya kan Baby?" jawab Adrin, lalu meyakinkan dari kata-kata pada Angela dan di balas dengan anggukan serta senyum manis dari Angela.
"Oh Alhamdulillah, terima kasih Drian, Angela!" ucap Afnan. "Thanks Yan, Ange!" Hasna ikut menimpali.
"Sama-sama .... Om, Na! Lokh Dedek Sha, koq nangis?" tanya Adrian pada Akhirnya.
"Ngambek! gak mau turun, Padahal Biyya nya hendak memangku A'a." Hasna berucap agak berbisik pada Adrian dan Angela. Hasna menghargai perasaan Afsha dengan tidak berbicara keras, agar tidak di dengar oleh nya dan para tamu.
"Oohh! Dek Sha, sama Paman Ian yuk! Paman Ian dan Aunty Ange, punya kejutan lokh, untuk A'a dan Dek Sha! namun berhubung A'a hendak di khitan, maka nanti saja setelah selesai. Dedek Sha boleh melihat kejutan nya terlebih dahulu." Ajak Adrian.
Afkha nampak berpikir. "Tidak tipu kan?" tanya polos nya setelah beberapa detik berfikir dan membuat yang berada di situ tertawa kecil.
"Tentu tidak! masa kami berani menipu Dek Sha! tuh su'udzon deh!" canda Adrian.
"Hihi, maaf Paman Ian, Aunty Ange .... baiklah! Biyya, Imma, Dedek itut paman Ian dan Aunty Ange yah!" akhirnya Afsha mau di rayu.
"Tentu saja sayang," ucap Afnan. "Baik-baik dengan Paman Ian dan Aunty Ange!" sambung Hasna.
"Assiap Biyya, Mimma. Gendong!" ucap Afsha, lalu ia merentangkan tangannya, minta di gendong pada Adrian.
Adrian menggendong Afsha. "Baby, jangan cemburu yah!" kelakar Adrian pada Angela sembari tersenyum.
"Ofcourse no, Honey! for my nephew. but if kamu gendong perempuan lain Awas saja!" ancam Angela. Membuat yang mendengar ingin mengekeh.
Adrian dan Angela serta Afsha pun berlalu dari ruang keluarga rumah utama setelah berucap salam. Mereka menuju parikan.
"Mari A, Biyya gendong! A'a baca Basmallah dulu yah!" pinta Afnan. "Baik Biy!" ucap Afkha.
Akhirnya Afkha mulai di khitan. Dengan mulai di bersihkan, di suntik obat untuk mati rasa. Afkha begitu tenang, hanya ringisan kecil nampak dari wajah nya.
__ADS_1
Adrian, Angela dan Afsha masih berjalan menuju ke mobil Adrin. Terdengar suara Ubaydillah sedang sedikit memberikan penjelasan tentang Khitan di panggung yang berada di hadapan Mesjid.
"Khitan, dalam bahasa Arab di sebut Khatnun Bapak, Ibu. Arti nya adalah, memotong bagian depan. Bagi orang Indonesia di sebut memotong kulup (kulit bagian depan kelamin laki-laki)." suara Ubaydillah.
"Bapak! Ibu! Khitan termasuk bagian bersuci yah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ada lima macam yang termasuk fitrah. Yaitu; khitan, mencukur rambut yang tumbuh di sekitar ********, menggunting kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (H.R. Bukhari, Muslim dan Ahmad)." sambung suaranya Ubaydillah.
"Lalu .... ada lagi Pak, Bu! dalam riwayat lain, Nabi SAW berkata, "Khitan merupakan sunah (ketetapan Rasul) bagi laki-laki dan makrumah (kemuliaan) bagi perempuan" (H.R. Ahmad, Baihaqi)." suara Ubaydillah kembali terdengar, Adrian dan Angela ikut menyimak sembari berjalan, kebetulan makin ia mendekati parkiran suara Ubaydillah makin jelas terdengar.
"Sudah sampai Dek!" ujar Adrian, saat mereka sudah berada di dekat mobil Adrian.
"Mana hadiah kejutan nya?" tanya Afsha.
"Ada di dalam mobil sayang!" jawab Adrian.
"Sini Aunty yang gendong, Paman Ian, hendak membuka pintu bagasi," tawar Angela.
"Tidak perlu Aunty, teyima acih! Dedek tuyun caja, nanti Aunty beyat tayau gendong Dedek." ucap Afsha merasa tidak enak
"Hehe .... tidak Koq, Aunty kuat koq!" ucap Angela mengekeh.
"Biar saja Baby, Dek Sha ingin turun." ucap Adrian. "Baiklah Honey, mari tunggu di sini Dek!" Angela mengajak Afsha duduk di bangku kayu, di bawah rimbun nya pohon anggur yang merambat pada anyaman bambu yang tersusun rapi.
"Ok! Dek sha tunggu sebentar, nanti tutup dulu mata nya yah!" pinta Adrian.
"Baik Paman Ian!" jawab Afsha lalu ia menuruti Angela untuk duduk pada tempat yang Angela tunjuk tadi.
"Pak, Bu! Khitan ini adalah ajaran yang telah dilakukan dari sejak zaman Nabi Ibrahim AS, itu berarti sudah berlangsung dari sejak lama sekali.
"Apa bukti nya?" tanya Ubaydillah kepada para tamu undangan dan peserta sunat massal.
"Khitan adalah ajaran yang sudah dilakukan, terutama sejak zaman Nabi Ibrahim. Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan kemuliaan bagi wanita." ( Hadits Baihaqi)
"Dalam surah Al Baqarah Ayat: 124, Allah swt berfirman:
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "JanjiKu (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim,"
"Nabi Ibrahim berkhitan setelah mencapai usia 80 tahun, dan beliau berkhitan dengan Al Qodum."
"Dalam Al-quran terdapat perintah untuk mengikuti agama Ibrahim yang hanif dan ajaran Rasulullah seperti pada surat An Nahl ayat 123. Adapun khitan itu sendiri secara gamblang disebutkan dalam hadits merupakan salah satu ajaran yang dilakukan sejak nabi Ibrahim alaihi wa salam dan dilakukan pula oleh nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam."
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (123)
Artinya:
Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif. Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (An Nahl: 123)
"Adapun hukum Khitan dalam Islam itu Ibu, Bapak! dalam kitab fiqh sunnah ada 3 pendapat mengenai hukum khitan
__ADS_1
Wajib bagi laki-laki dan perempuan
Sunnah (dianjurkan) bagi laki-laki dan perempuan
Wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi perempuan
"Yang lebih tepat, hukum khitan bagi laki-laki adalah wajib. Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, "Khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan bagi wanita merupakan kemuliaan namun hukumnya tidak wajib. Ini merupakan pendapat mayoritas para ulama." Inilah pendapat yang dipilih oleh Imam Asy Syu’bi, Rabi’ah, Al Auza’i, Yahya bin Sa’id Al Anshari, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan ulama-ulama lainnya Bapak, Ibu Hafidzakumullah." pungkas Ubaydillah.
Ubaydillah masih terdengar melanjutkan pembahasan nya mengenai Khitan. Sedangkan Adrian baru saja membuka bagasi mobil nya. Lalu Adrin menurunkan sebuah barang.
"Dek Sha, boleh di buka yah matanya." Pinta Adrian.
"Iya Paman Ian," Afsha pun membuka matanya perlahan.
"Macha Ayyoh! Ini untuk Dedek Paman, Aunty?" tanya Afsha amat bahagia. Ketika ia lihat hadiah apa yang Adrian berikan. Mainan motor mini, berwarna Pink, berbahan bakar Accu.
"Tentu saja, ini hadiah untuk Afsha dan untuk A'a Kha, nanti menyusul, karena hadiah nya masih di dalam perjalanan." ucap Adrian.
"Cyukyon Paman, Aunty." ujar Afsha. "sama-sama sayang," balas Angela.
"Suka?" tanya Adrian. "Cuka! cuka cekali," jawab Afsha, lalu ia memeluk Adrian dan Angela.
"Mau di coba?" tanya Adrian kembali. "Tentu!" jawab Afsha.
"Mungkin tidak disini Honey! di sini terlalu ramai dan sepertinya kita, menjadi pusat perhatian mereka." ucap Angela.
"Ouh iya, hihi." Adrian menyeringai, ia baru sadar bahwa mereka sudah menjadi pusat perhatian dari beberapa tamu calon pengantin Khitan masal.
"Di depan rumah Dek Sha saja yuk naik motor nya." ajak Adrian.
"Mari Paman!" Afsha pun menggenggam tangan Angela dengan sumur menuju ke belakang ponpes.
__ADS_1
Bersambung ....