Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2
75. Berdoa Sebelum Gaspoll.


__ADS_3

"Kenneth?!"


Ya, ternyata dalang dari penculikan Angela. adalah Kenneth. orang yang sama, orang yang berniat menghancurkan pernikahan Angela bersama Adrian.


"Ken, Lepaskan Aku!" pinta Angela dengan berteriak. Kenneth hanya tersenyum smirk. "Apa-apaan kamu? Kamu sudah gila ya?" teriak Angela kembali.


"Aku tidak akan sudi menikah denganmu. Aku sudah memiliki suami. Jika pun aku tidak memiliki suami, cuih! aku tidak akan pernah menikah dengan kamu. Manusia menjijikkan." Geram Angela kembali. Kenneth masih bergaya santai.


"Hai Baby tenang! jangan emosi begitu, kamu lupa? kamu pernah sangat brutal di atas tubuh ku?" Kenneth menghampiri Angela, kata-kata terakhir Kenneth membuat Angela neg.


"Mimpi, kamu!"


"Ayolah Baby, jangan berteriak seperti itu. kasihan anak kita di dalam sini. Pasti ia terusik mendengar Ibunya berteriak." ucap Kenneth. sembari tangannya mengusap perut Angela.


"Singkirkan, tangan kotor mu, dari perut ku. Bajingan!"


"Ahahhahaha, semakin kamu, memberontak. Semakin aku suka, Sayang!"


"Baby.... baik-baik di dalam perut Mommy. Daddy dan Mommy akan segera bersatu, sebentar lagi."


"Hei, pria gila! ini bukan anak mu. Ini anakku dengan Ryan, Suamiku!" teriak Angela dengan lantang.


Plak!


Sebelah telapak tangan Kenneth mendarat bebas dengan kencang pada pipi mulus Angela.


Darah segar mengalir kecil, dari hidung mancung dan juga sudut bibir tipis Angela.


"Jangan kau berani membanggakan laki-laki lemah itu di hadapanku!" Hardik Kenneth dengan geram.


Tubuh Kenneth condong ke arah Angela. Wajah Angela di cengkramnya kuat. Kini mata mereka bertemu dengan kilatan amarah dan kebencian dari Angela.


"Lepaskan Aku. Kenneth!" teriak Angela dengan meronta-ronta. Seringai Kenneth meremehkan.


"Sabar Sayang! setelah kita resmi menikah. Kamu akan bebas memeluk ku."


Cuih!


"Gak, sudi" Angela meludahi wajah Kenneth, lalu ia berteriak dengan keras.


"Heeemm! rupanya kekasih ku ini. Ingin main-main dengan ku. Belum cukup yah, Boom, wuzzz!! itu baru tempat kerja laki-laki yang merebut mu dariku. Bagaimana kalau....Boom, Wuzzz!!! itu mobil yang sedang di tumpangi laki-laki bodoh itu? fikirkan kembali Baby."


"Ja--jadi, kamu yang menyerang hotel dengan Bom murahan itu. Bahkan Bom mu itu tidak lebih besar dari pemantik api kompor. aahahahah. Payah!" cibir Angela dengan kembali meludahi wajah Kenneth.


"Perempuan kurang ajar!" Kenneth murka.


Plak! satu kali lagi telapak tangan itu mendarat bebas di pipi Angela. Dan kini Nampak merah keunguan.


"Dasar pengecut. Beraninya hanya terhadap perempuan," Angela tidak gentar sedikitpun. Tangan Kenneth kembali terangkat. Namun urung.


"Bos! yang akan menikahkan kalian sudah siap. Turunlah." Tiba-tiba saja seorang pria masuk dengan santai nya ke kamar hotel tempat Angela di sandera.

__ADS_1


"Pengantin ku, belum siap Mark. Tunggu sebentar." ucap Kenneth menarik dirinya untuk berdiri tegak, lalu menghampiri pria tersebut.


Angela mendengar, nama seseorang yang tidak asing dipanggil oleh Kenneth.


Angela sedang berusaha melepaskan tali ikatanya saat ini. Lalu ia mendongak melihat kearah sumber suara yang ia kenal.


Matanya membola. Tatkala siapa yang ia lihat. Orang yang pernah ia kenal berada di sana "Mark!" gumam Angela. Ya Mark si penghianat ada juga di kamar hotel tersebut. Sedang apa Mark? apakah ada kaitannya dengan kejadian selama ini.


"Mari bicara di luar." ajak Kenneth. "Pelayan. Pakaikan gaun untuk Nona Angela. Cepat! waktu kalian sepuluh menit! kalau tidak, kalian akan keluar dari sini hanya tinggal Nama." ucap Kenneth terdengar mengancam.


Para pelayan mengangguk patuh. Kenneth keluar dari kamar tersebut bersama Mark. Para pelayan segera mendandani Angela.


**


Di sudut jalan lainnya. Afnan menelpon Ubaydillah.


"Dek! butuh berapa lama lagi, untuk kita sampai Sana?" /Afnan.


"Satu jam!"/ Ubaydillah.


"Terlalu lama. Ana tunggu di bahu jalan, depan restoran Ponyo. Anta pindah ke mobil ini, Sob. Dua puluh menit, Ana usahakan sampai di sana!" /Afnan.


"Na'am A'a Bro!" walaupun di dalam hatinya, Ubaydillah merasa ketar-ketir. Namun ia menyanggupi permintaan Afnan.


Afnan telah menepi dan berhenti sejenak untuk menanti mobil Ubaydillah. Ia pun melafalkan doa ketika singgah di suatu tempat dalam perjalanan. Di Aamiinkan oleh Hasna.


Sedikit agar tahu: Doa ini dapat melindungi dari hal buruk, yang tidak terlihat, semacam gangguan jin, sihir dan hal bahaya lainnya. Jikapun tidak bepergian, Doa ini bisa di baca selepas Ashar sebanyak tiga kali. Dapat melindungi dari binatang berbisa juga, bacalah dengan kesungguhan dan keyakinan kepada Allah Ta'ala.)


Doa-nya:


Laten: A'uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min syarri maa kholaq.


Arti: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya."


(HR: Muslim)


Tidak berapa lama, mobil Ubaydillah pun sudah berada di belakang mobil Hasna. "Sayang, kamu bisa menyusul kami. Jika Byby akan mengusahakan sampai sana dalam dua puluh menit. Setidaknya, kamu bisa usahakan dalam tiga puluh menit."


Afnan membujuk Hasna yang sedang merengek, tidak mau berpisah darinya. "Kalau begitu, boleh Nana ngebut memakai mobil Lintang?" Afnan mengangguk pelan. "Kalaupun sampai menerobos, lampu merah?"


Afnan menghela nafasnya pelan. Menatap Hasna dengan lembut. "Maka..... setelah aksi penyelamatan Angela. Kita berdua harus bersiap-siap berurusan dengan aparat kepolisian setempat." Afnan menyentuh ujung hidung Hasna dari balik niqobnya. Bagi Hasna Perkataan Afnan adalah Izin yang tidak tersurat .


"Yeeaayyy! selama Byby mengizinkan, Nana melakukannya. Maka berurusan dengan polisi adalah hal yang amat menyenangkan." Pekik kegirangan Hasna. Ia berceloteh dengan semangat baru.


"Astaghfirullah!" Afnan geleng-geleng kepala.


Hasna mengecupi wajah Afnan dengan gemas tak ada yang ia sisakan, bahkan untuk udara sekalipun yang kerap membelai wajah Afnan tanpa permisi. "Terima kasih By! Byby memang terbaik. Aaaaaa, makin love...love deh!"


Hasna menjauhkan wajahnya dari Afnan. Lalu ia angkat jarinya. Membentuk finger love. Afnan hanya mengekeh, melihat tingkah lucu istrinya, yang amnesia usia. Lalu ia kecup kening Hasna mendalam.


"Jangan lewatkan berdoa sebelum gaspoll, hati-hati! Byby masih butuh kamu, untuk menghangatkan ranjang kita." Bisik Afnan genit, dengan tertawa kecil.

__ADS_1


Setelah nya ia membuka pintu mobil, hendak turun.


(Piss Readers Gemez. Kami cuma becanda 😁).



"Ustaaadz, iikkhhh..... sempat-sempatnya Fiktor!" pekik Hasna. Afnan kembali tertawa. Lalu ia turun dari mobil dan menemui Ubaydillah dan pindah posisi. Afnan masuk ke dalam mobil Hasna kembali dan duduk di bangku kemudi.


Ubaydillah mengikuti Afnan dan duduk di bangku penumpang sebelah Afnan.


Hasna kini berada di balik kemudi mobil Lintang. Merasa horor karena Hasna yang mengemudi. Maka Daddy Dadryck pindah ke mobil Polisi Imron. Daddy Dadryck tahu kelakuan Hasna dari sejak masih sekolah. Karena Hasna teman dekat Devano, tentu saja sedikit banyak ia pernah mendengar kelakuan Hasna di luaran.


Sedangkan Adrian pasrah di bangku penumpang bagian belakang mobil Lintang. Tanpa bicara apapun. Fkiran nya fokus berdoa demi keselamatan Istri dan calon Anaknya.


"Siap?"


"Insya Allah. A!"


Afnan dan Ubaydillah pun memulai dengan bacaan Basmallah. Lalu doa dalam melakukan perjalanan dan juga doa memohon keselamatan Diri.


Doa mohon keselamatan Diri.


"Allahumma Inni as-alukal mu'afah fid dunya wl akhirah."


Arti : "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon agar Engkau menyelamatkanku dari manusia dan menyelamatkan manusia dariku, di dunia dan akhirat ( HR : Ibnu Majah)


Doa lainnya, di kutif dari Al-Qur'an:


Rabbanaa laa tu'aakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa rabbanaa walaa tahmil 'alainaa ishran kamaa hamaltahu 'alaal-ladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi waa'fu 'annaa waaghfir lanaa waarhamnaa anta maulaanaa faanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin(a)


Artinya: "Ya Allah, jangan siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Allah, jangan bebankan pada kami beban berat seperti Kau bebankan pada orang‐orang sebelum kami. Ya Allah, jangan Kau pikulkan pada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Ampunilah dan maafkan kami, serta rahmatilah kami. Kaulah Penolong kami, maka tolonglah kami untuk mengalahkan orang‐orang kafir." (QS. Al-Baqarah : 286).


Setelah di rasa cukup. Afnan segera melajukan mobilnya. Seperti biasa, jika keadaan lengang. Maka cengkraman gas akan ia tambah. Terlebih mobil Hasna yang di modifikasi dengan peralatan canggih, amat memudahkan Afnan bermanuver di jalan raya biasa dan juga berkelok tajam yang lengang.


Hasna pun berjalan setelah Afnan kemudian. Tidak terlupa Hasna melafalkan Doa memohon keselamat yang agak pendek. (Yang lebih Afdhol di baca Setelah shalat Fardu, sebagai pelengkap dzikir).


Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta dzal jalaali wal ikraam.


Artinya: Ya Allah, Engkaulah As-salam (Keselamatan, keberkahan, kemulian, ketenangan), dari-Mu keselamatan, Maha suci Engkau, Wahai Dzat yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan (HR: Muslim)


Hasna pun mengikuti jejak Afnan dengan menaikkan kecepatan. Kini ia leluasa menancap gas nya. Karena Afnan telah memberikan Izin. Lintang dan Adrian tidak berhenti ber takbir. Demi untuk menunjang keselamatan.


**


Angela telah selesai di rias, kini mereka berada di ballroom hotel lantai tiga. Angela menanti keajaiban untuk dirinya dapat terbebas dari pernikahan yang sudah pasti tidak ia inginkan.


Cklek!


Kenneth memborgol tangan mereka."Ini apa-apaan, Ken?" Angela terkejut. Pasalnya, harapan untuk melarikan diri tipis, jika tangan Mereka dalam belenggu sebuah borgol.


"Borgol Cinta, Sayang." Ucapnya santai dengan tersenyum. Sungguh Angela ingin mencengkeram senyuman itu dengan gunting rumput.

__ADS_1


Angela hanya mendengus kasar. Pernikahan pun akan segera di mulai.


Bersambung....


__ADS_2