Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2
52. Korban penculikan.


__ADS_3

"Lalu, Abi dan Devano di mana?" tanya Afnan sembari memapah Umi yang masih sesenggukan. Karena ia tidak melihat keberadaan Abi dan Devano dari sejak ia masuk tadi.


"Abi, Dev dan Roy serta para Usatdz dan santri, sedang berkeliling area ponpes untuk mencari keberadaan mereka. Kami masih berfikir positif, mungkin saja, Anak-anak hanya bermain petak umpat." Tutur Elyavira dalam Isak nya.


"Semoga saja. Insya Allah!" ucap Afnan.


"Mudah-mudahan pemikiran baik akan menghasilkan titik terbaik." timpal Ubaydillah dan mereka mengaminkan.


"Umi tenang, bertawaqal dan bersabarlah. A'a lihat Umi tidak setegar seperti biasanya." Ujar Afnan dengan lembut, ia membawa Umi duduk di sofa dan Afnan berjongkok di hadapan Umi, ia menyeka air mata Umi.


Ubaydillah pun ikut duduk dan kembali memeluk Umi, untuk beberapa saat,ia tidak melepaskan Umi dari pelukan nya. Hasna dan Lintang memaklumi keadaan itu. Para suami sedang menguatkan Ibu mereka.


"Umi. Abi pernah mengatakan, tentang kesabaran dari sejak kami kecil. إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dipenuhi pahala mereka tanpa hitungan)." Ucap Ubaydillah.


"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Kesabaran adalah separuh dari iman dan yakin adalah keseluruhan iman."(HR. Baihaqi)." sambung Afnan.


"Astaghfirullah'aladzim!"


Umi menghela nafas pelan. Ia menoleh kepada Ubaydillah, Umi menatap nya sendu dan lalu tatapan nya beralih kepada Afnan. Umi mengelus wajah Afnan dengan lembut. "Ma'afkan Umi, mungkin Umi hanya syok karena Anak-anak hilang semua."


"Hemm, manusiawi Umi. Tidak mengapa, kami faham. Sehari- hari, Anak- anak selalu bersama Umi. Jadi wajar bila Umi merasa syok, karena tiba-tiba saja mereka menghilang." Tandas Afnan dengan tersenyum.


"Mungkin A, terima kasih. Peluklah Istri kalian, mereka juga butuh pelukan kalian," pinta Umi pada akhirnya.


"Umi, sudah lebih baik?" tanya Ubaydillah untuk memastikan.


"Insya Allah. Umi sudah jauh lebih baik dari sebelumnya." Jawab Umi dengan senyum keikhlasan.


"Alhamdulillah!"


Afnan dan Ubaydillah berucap syukur secara bersamaan.


"A'a dan Dedek! kening dan tangan kalian di perban? kenapa?" tanya Umi yang baru menyadari keadaan Afnan dan Ubaydillah.


"Am....," Ubaydillah dan Afnan nampak kikuk dan saling memandang. Mereka bingung harus menjawab apa! tidak mungkin mereka bercerita kalau hotel mereka menjadi sasaran Bom, siang ini. Keadaan Umi Sedang terguncang karena Anak-anak menghilang.

__ADS_1


"Kecelakaan kecil Umi. Tadi siang, lampu gantung di hotel hampir jatuh menimpa A'a dan kak Ubay menyelamatkan A'a.


Karena dorongan Kak Ubay, kening A'a membentur meja dan tangan kak Ubay terkena serpihan kaca lampu." Ujar Hasna dan itu jujur, hanya saja kejadian secara gamblang nya tidak ia ceritakan.


"Betul Umi. Kami tadi menemui A'a Ustadz dan A'a Dav! maka dari itu kami pulang agak terlambat." Sambung Lintang.


"Innalilahi. Alhamdulillah nya Kalian hanya mengalami luka ringan." Ucap Umi.


"Alhamdulillah Mi!" nampak Kelegaan dari Afnan dan Ubaydillah. Takut Umi akan bertanya kembali. Maka Afnan dan Ubaydillah memilih menghampiri Istri mereka. Sesuai dengan permintaan Umi sebelum nya.


Kini pelukan mereka sudah berpindah kepada istri masing- masing. Afnan dan Ubaydillah membisikkan kata terima kasih kepada istri mereka, karena telah meluluhkan sedikit beban dari pertanyaan Umi yang tiba-tiba.


Umi kini berangkulan dengan Elyavira, setelah Afnan dan Ubaydillah berpindah pelukan kepada para Istri. Umi dan Elyavira sedang saling mengutamakan satu sama lain.


"By, A'a dan Dedek sedang apa? Kalau mereka memang di culik, apa mereka baik-baik saja?" tanya Hasna, ia bersandar lemah di bahu Afnan. Fikirannya entah meratap ke arah mana.


"Insya Allah. Mereka akan baik-baik saja. Allah yang akan menjaga mereka." Ucap Afnan menenangkan.


"Dad's, Abang! apakah Abang sudah makan? kemana mereka membawa Abang dan yang lainnya?" tanya Lintang dalam dekapan Ubaydillah.


"Ia, Dad's!"


"By, cepat bertindak, lapor ke pihak berwajib atau mari kita mencari nya sendiri. Aku tidak takut. Aku akan menghajar mereka By." Pinta Hasna dengan setengah merengek.


"Mimma, sabar dulu! kita tunggu Abi dan Devano serta Roy kembali. Ingat sayang, sabar merupakan kunci untuk menghadapi berbagai ujian dari Allah SWT. Dengan memiliki sifat sabar, umat Muslim juga akan mendapatkan pahala yang besar. Mimma ingin mendapatkan pahala kan?" tanya Afnan di akhir kalimat.


"Tentu By! tapi ...."


"Sssttt ....! sayang itu perempuan kuat. Perempuan hebat, Istri dan Ibu yang di penuhi rasa sabar dan ketabahan. Isya Allah perempuan Shalihah yang akan mampu bijak di dalam setiap keadaan." Bujuk Afnan dengan mengelus lembut kepala Hasna .


"Insya Allah By! terima kasih."


"Alhamdulillah ala kulli hal."


(Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan) ucap Afnan dan Hasna secara bersamaan.

__ADS_1


"Astaghfirullah'aladzim. Kita harus tetap berserah diri kepada Allah, By."


"Insya Allah sayang!"


Afnan menengadahkan tangan dan di ikuti Ubaydillah, Umi serta yang lainnya. Afnan melafalkan Doa memohon kesabaran;


رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ


(Al-Baqarah ayat 250.)


Rabbanaa afrigh alainaa shabra wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa alal qaumil kaafiriin


Artinya: "Ya Tuhan kami, tuangkan lah kesabaran atas diri kami, dan kokohkan lah pendirian kami dan tolong lah kami terhadap orang-orang kafir."


"Aamiin." Umi dan yang lainnya serempak menjawab doa Afnan.


Setelah nya mereka hening, hanya doa di dalam hati masing-masing yang mereka panjatkan untuk keselamatan Anak-anak.


Hingga Abi Kyai, Devano dan Roy serta beberapa Usatdz guru pembimbing, kembali ke rumah utama.


"Assalamu'alaikum warahmatullah."


"Wa'alaikum salam."


Afnan menyongsong Abi dengan rangkulan. "Bagaimana Bi?" tanya Afnan.


"Seperti nya Anak-anak memang menjadi korban penculikan. Ada beberapa orang jamaah Mesjid,melihat Anak-anak di tarik paksa masuk ke dalam mobil. Namun mereka takut untuk berteriak meminta tolong apalagi menolongnya secara langsung. Keselamatan Anak-anak terancam, Kerena....,"


Abi menghentikan ucapannya dan ia menghela nafas. Abi nampak berat untuk meneruskan kata-katanya.


"Karena, apa Bi?" tanya Afnan, Ubaydillah pun ikut bertanya. Abi Kyai masih diam. Ia sedang menguatkan diri untuk tetap mengatakan kebenaran nya. Namun para wanita pasti akan mendengar nya, apa mungkin setelah Abi mengatakan kata-kata nya yang terhenti, Umi dan para Ibu dari Anak-anak itu akan baik-baik saja?


"Hemmm!


"Astaghfirullah'aladzim"

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2