Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2
49. Insiden Hotel (Terluka)


__ADS_3

Srek... tubuh Afnan terhuyung dan jatuh tersungkur dengan pelipis membentur meja bundar receptionis.


"Allahuakbar," gumam Afnan.


Tak ada yang menguntungkan sebetulnya dari dorongan Ubaydillah. Bagai buah simalakama Posisi Afnan yang tepat berada dibawah lampu, maka lebih berbahaya lagi. Keselamatan Afnan terancam jika benda itu jatuh tepat pada tubuh Afna.


Praaangg! suara lampu itu jatuh berhamburan di atas lantai. Sreet.. tangan Ubaydillah sempat terkena serpihan beling dari lampu.


"Awwsshh, Astagfirullah," ucap Ubaydillah meringis menahan perih. Darah mulai merembes dari lukanya. Begitupun luka Afnan kini darah mengalir begitu saja melewati pipi mulus maskulin nya.


"Dek! Anta baik-baik saja?" tanya Afnan pada Ubaydillah. "Ana, Alhamdulillah baik, A'a Bro!" jawab Ubaydillah.


Ubaydillah segera bangkit dan menghampiri seorang laki-laki yang meringis tak dapat beranjak berdiri. "Pak, saya bantu berjalan keluar ya!" ucap Ubaydillah membantu pria itu berdiri.


"Kaki saya lemas, biarkan saya mati di sini! saya sudah pasrah," ucap pria tersebut pesimis.


"Tidak pak! tolong jangan putus Asa. Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim kecuali Allah akan hapuskan (dosanya) karena musibahnya tersebut, sampai pun duri yang menusuknya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ujar Ubaydillah.


“Apa sajakah yang termasuk dosa-dosa besar? Beliau menjawab, ‘Mempersekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, dan berputus asa dari rahmat Allah."(HR Tabrani) ucap nya Ubaydillah kembali.


"Bersemangatlah dalam apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah.” (HR. Muslim) Ubaydillah terus menyemangati


"Astagfirullah, kalau begitu tolong Bapak Dik!" ucap orang tersebut pada Ubaydillah. Semangat hidup nya kembali.


Dengan perasaan lega, dan dengan susah payah Ubaydillah membantu laki-laki itu berdiri untuk segera keluar dari lobby yang sudah terlihat semerawut.


Sedangkan di sisi lain,


"Pak! bangun pak! teriak Afnan berlari menghampiri seorang laki-laki yang sedang tergeletak tak jauh dari sofa yang terbakar.


Ubaydillah dengan lengannya yang juga terluka, sudah keluar memapah paksa dengan susah payah pria yang ia tolong. sepertinya mengalami cedera berat pada bagian kaki.

__ADS_1


Tak lama, mobil pemadam kebakaran pun tiba di susul dengan Ambulans. Afnan menarik Pria yang tidak sadarkan diri menjauhkan nya dari kobaran api.


Tak lama dua orang petugas kebakaran masuk ke dalam lobby. "Halo....ada orang?" panggil petugas pemadam kebakaran tersebut.


"Di sini pak!" seru Afnan yang sedang mengamankan dua orang pria tak sadarkan diri, dan kedua orang tersebut sepertinya pengunjung hotel.


Para petugas menghampiri pada arah suara. "Pak, tolong bantu saya mengangkat kedua korban ini. Mereka masih hidup, hanya tidak sadarkan diri saja," ucap Afnan saat ia melihat kedua orang petugas pemadam kebakaran menghampiri nya.


"Biar kami yang mengangkat, Bapak keluar saja terlebih dahulu, kondisi Bapak pun terluka," pinta petugas pemadam kebakaran itu.


"Baiklah, tolong Pastikan mereka baik-baik saja!" ujar Afnan lalu ia berlari keluar dari lobby yang sudah porak-poranda itu. Ubaydillah sudah menyambutnya dari luar lobby. Terlihat para petugas pemadam kebakaran sudah mulai bekerja. Api sudah mulai mengecil.


Beberapa Ambulans sudah meninggalkan pelataran hotel dengan membawa pasien.Tak lama mobil polisi dan para anggota polisi pun mulai berdatangan, salah satunya polisi Imron.


Afnan baru saja keluar dari lobby dengan jalan terhuyung. Sedangkan lengan Ubaydillah yang terluka, kini telah di perban.


"Assalamua'laikum ya Akhy," sapa polisi Imron.


Lalu polisi Imron dan Afnan saling berangkulan. "Sabar, Ustadz! Ana akan bantu mengusut insiden teror ini, apakah ada korban meninggal Ustadz?" tanya polisi Imron.


"Syukron Akhy. Jazaakallahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), sepertinya tidak ada. Insya Allah Ana sabar dan tawakal serta Ikhlas dengan apa yang terjadi. Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya lah aku bertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.” (Q.S At-Taubah: 129)." Ucap Afnan dengan mantap dan yakin.


"Afwan Akhy. Aamiin..Wa iyyaka (dan 'kebaikan' untukmu juga)," balas polisi Imron. "Ya sudah, obati saja dulu, lukanya Ustadz, Ana hendak melihat keadaan di dalam. Seperti nya apinya sudah padam," ucap polisi Imron kembali.


"Silakan, Ana juga akan memastikan keadaan para karyawan, apakah mereka baik-baik saja," ujar Afnan.


Sedangkan Ubaydillah sejak Afnan dan polisi Imron saling berangkulan, ia malah sudah pergi untuk memastikan para pekerjanya tidak terluka. Dan memperolehkan para karyawan rapi-rapi untuk pulang dan libur sementara waktu.


"Dek! bagaimana keadaan para pekerja?" tanya Afnan yang sudah bertemu kembali dengan Ubaydillah.


"Alhamdulillah, para pekerja baik-baik saja, dan Ana sudah meminta para pekerja untuk segera pulang, agar mereka dapat beristirahat . Ana juga berjanji untuk keputusan selanjutnya yaitu dua hari kedepan kita akan adakan pertemuan dengan mereka," tutur Ubaydillah.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kalau begitu Dek! Lalu para korban luka dan tidak sadarkan diri?" tanya Afnan.


"Sudah dalam perawatan A, tadi mereka langsung di bawa ke rumah sakit menggunakan Ambulans," jawab Ubaydillah.


"Sebaiknya Luka Anta di obati dulu A, takut nya Nanti infeksi," ucap Ubaydillah Kembali.


"Baik Sob! Nampak nya kita harus pulang dahulu ke rumah kecil, jangan sampai Anak-anak kita melihat kita pulang dengan keadaan kacau begini, oh iya, tolong telepon Dek Lilin! agar mengajak Nana pulang ke rumah kecil. Bagaimana pun mereka harus tahu kejadian ini terlebih dahulu sebelum Abi dan Umi," Ujar Afnan.


"Baik, nanti Ana telepon. Seperti nya mereka masih ada kelas. Ya sudah, sini Ana obati lukanya A, di restoran saja!" ajak Ubaydillah. Lalu mereka bergegas masuk kedalam restoran yang telah sepi, karena para pekerja sudah di pulangkan.


Ubaydillah mengambil kotak P3k dari dalam kantor Afnan. Setelah nya ia menghampiri Afnan yang tengah menuggu nya dan terduduk lesu di sebuah bangku.


"Sini Ana lihat A'a Bro! kalau seumpama nya luka ini serius, sebaiknya kita ke rumah sakit saja, agar ditangani dengan baik," ucap Ubaydillah sembari membolak-balikan wajah Afnan kesamping kiri dan kesamping kanan karena ia sedang mengamati luka pada wajah Afnan.


"Seperti nya ini hanya luka ringan Dek! tak perlu sampai ke rumah sakit. Tolong pastikan saja orang-orang yang terluka di tangani dengan baik! berikan mereka perawatan di ruang VVIP agar mereka nyaman dan pihak keluarga mereka juga nyaman saat menemani mereka," ucap Afnan.


"Sudah Ana pastikan, mereka mendapatkan perawatan terbaik A. Ana sudah mengutus Pak Iwan agar mengurus segalanya hingga selesai," tukas Ubaydillah sembari mulai membasuh luka Afnan yang menganga dan cukup panjang pada pelipis Afnan.


"Awwsshh.." Afnan meringis saat lukanya tersentuh kapas dari gerakan tangan Ubaydillah. "Astagfirullah!  الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ 


“Alhamdulillah ‘ala kulli hal” [HR Ibnu Majah]


Artinya : Segala Puji bagi Allah di setiap keadaan. ('Keadaan' di sini adalah tingkatan paling tinggi ungkapan rasa syukur dengan di berikannya musibah kepadanya. dan kalimah di atas adalah, tunjuannya mensyukuri Nikmat Allah pada saat dilanda musibah atau kesulitan).


"Kita pulang sekarang A"a Bro! seperti nya luka A'a Bro harus tetap di lihat Dokter untuk di jahit. walaupun tidak dalam, tapi Lukanya menganga, Ana tidak berani menyentuh nya takut malah infeksi," ucap Ubaydillah.


"Baiklah, Panggil Dokter saja ke rumah kecil, Biar Ana di rawat di sana. Ana juga lupa belum mengabari pak Wiranata dan Adrian, kalau hotel kita ada yang menyerang dan mengakibatkan kebakaran, nanti Ana telepon di mobil saja," ucap Afnan, lalu ia berjalan keluar dari restoran dengan langkah sedikit gontai.


Bersambung ....


Sebelum Next bab..Ayok Readers gemez kesayangan,siapa yang belum Vote, like , komen, rate? No lupa yaaa🤭 Biar Author Semangat Update kaaann. Okeh? Terimakasih😍

__ADS_1


__ADS_2