Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2
28. Plesiran ke Padang Kasur


__ADS_3

Afnan merangkul Hasna, dan tangan Hasna sudah ia bawa menempel pada poros inti pemuas syahwat tubuh nya. Tanpa ada yang melihat karena Afnan sudah merangkul bahu Hasna membawanya agak jauh dari tempat mereka berkumpul dan membelakangi yang lain.


"Coba saja hayati deh sayang! ini yang sedang meminta di ajak plesiran! Plesiran ke Padang kasur." Bisik Afnan dengan mengekeh. Ia tahu betul saat ini memang sedang menggoda Hasna.


Kata-kata Afnan membuat Hasna terlonjak karena terkejut, spontan ia tarik tangan nya dari poros inti pemuas syahwat tubuh Afnan.


"Ikh Ustadz yang berpikiran porsi! nanti jangan lupa cuci juga tuh isi kepalanya sambil berwudhu! masa plesiran nya ke Padang kasur." Hasna merengut di balik Niqab nya sembari ngedumel.


"Porsi? apa itu sayang?" tanya Afnan karena tidak mengerti atas ucapan Hasna.


"Porno Aksi," jawab Hasna sembari berbisik namun ia menekankan kata-katanya.


Afnan terkekeh lucu! kebiasaan menggoda istri labil Shalihah nya masih sering ia lakukan dan seperti biasa dan akan berakhir dengan kericuhan kecil yang membuat nya tersenyum bahagia.


Satu hari saja tidak menggoda Hasna, sepertinya kebahagiaan yang ia rasakan, belum lengkap dalam rumah tangga mereka.


Namun Hasna pun akan merasa baik-baik saja! karena bercanda Afnan masih dalam tahap wajar, jika di luaran, Afnan akan berubah dari sifat aslinya, yang lebih tegas, Walaupun tetap ramah, namun lebih berwibawa dan tentu sopan santun yang amat kental dalam dirinya. Malah Hasna pikir itu cara Afnan menghibur diri mereka.


"A'a bro Mari! ajak Ubaydillah yang melihat bingung karena Afnan sedang mengekeh dengan punggung tangan menutupi mulutnya.


"Oh iya Dek! Anak-anak mari Sholat Jum'at, kita harus mendapatkan syaf terdepan. Terkecuali yang perempuan yah, Shalatnya di rumah!" Afnan mengiyakan lalu ia panggil Afkha dan Arsya yang sedang bermain di kamar bermain Afkha.


"Baik Biyya," jawab Afkha. Lalu Mereka menghampiri orang tuanya masing-masing.


Akhir nya setelah bersiap-siap, maka mereka pun pergi ke Mesjid untuk melaksanakan shalat Jum'at.


Sedangkan untuk para Istri mereka, Karena ini belum waktu nya Shalat Dzuhur! maka mereka pun menyiapkan untuk makan siang.


"Bi .... mengapa kita harus mendapatkan shaf terdepan, adakah keundulan nya?" tanya Afkha.


"Masya Allah .... A'a pintar sekali pertanyaan nya! Baiklah." ucap Afnan.


"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf awal, dan muadzin itu akan diampuni dosanya sepanjang radius suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya” (HR. Ahmad dan An Nasa’i dengan sanad yang jayyid).


"Lalu Biyya Nan?" tanya Arsya.

__ADS_1


"Baik Dek Acha! Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari)


"Masya Allah! wah kelen Dek Acha," ucap Afkha.


Afnan, Ubaydillah, Devano dan Andrian tersenyum senang mendengar celotehan, Anak- anak itu.


"Juga Sesungguh nya, Rosulullah, bersholawat untuk orang-orang di shaf pertama sebanyak tiga kali dan untuk orang-orang yang berada di shaf ke dua sebanyak satu kali." (HR : An-nasa'i) sambung Ubaydillah.


"Begitu yah Dad's!" ucap kagum Arsya pada Ubaydillah.


"Ya begitulah Bang Acha!" ujar Ubaydillah.


"Sesungguhnya Shaf,pertama itu seperti Shaf nya Malaikat. Seandainya kalian mengetahui keutamaannya, niscaya kalian akan saling memperebutkan nya." (HR: Abu Dawud) sambung Ubaydillah kembali.


"Barangsiapa yang menyambung Shaf, maka Allah akan menyambung nya. Barangsiapa memutuskan Shaf, maka Allah akan memutus nya." ( HR : An- nasa'i dan Abu Daud). Afnan menimpali perkataan Ubaydillah dengan menyambung kembali.


"Talau begitu janan campai Shaf nya terputus! nanti di putus Allah, Atut!" gumam Afkha, namun masih terdengar oleh yang lain.


Kini mereka masih berjalan sambil ngobrol menuju ke Mesjid. "A'a Kha, mari kita berlomba mendapatkan Shaf terdepan!" ujar Arsya yang sudah berlari.


"Tunggu A'a, Dek!" pekik Afkha lalu ia pun menyusul Arsya berlari menuju Mesjid.


"Insya Allah, tidak akan Biyya!" balas Afkha dengan suara yang juga di keraskan.


Siang itu pelaksanaan Shalat Jumat berjalan dengan khusyu dan Khidmat di Mesjid ponpes. Afnan, Ubaydillah, Devano, Adrian, Afkha dan Arsya mereka mendapatkan Shaf terdepan.


Sedangkan di rumah kayu, setelah selesai memasak. Hasna, Lintang, Angela dan Elyavira pun berjamaah Shalat Dzuhur dengan Elyavira menjadi Imam Shalat.


***


Beberapa hari kemudian ....


Hasna baru saja keluar dari kampus nya, bersama Lintang. Kini mereka sudah berada di area parkiran hendak mengendarai motor nya.


"Lin, gue hendak ke rumah Ninen, lo ikut kan? tapi gue ke kantor Ustadz sebentar ya, hendak meminta Izin dan juga siapa tahu Ustadz hendak ikut ke sana." ucap Hasna kepada Lintang saat ia hendak memasang helm dan sudah duduk di atas motor milik nya.

__ADS_1


"Oke Na! aaa gue rindu Ayank Davi," ucap Lintang dengan senyam senyum tak jelas.


"Jambreeett .... Jambreeett .... tolong saya di jambreeet!" tiba-tiba saja tedengar teriakan yang meneriaki seorang pelaku penjambretan, dari arah luar gerbang kampus.


"Lin, lo tunggu di sini!"


Belum pun Lintang menjawab ucapan Hasna, ia sudah tidak ada di hadapannya. Hasna sudah berlari menuju ke arah gerbang.


"Nana! ah si Nana kebiasaan deh! gak boleh ada yang menarik perhatian nya sama sekali." gerutu Lintang.


"Jambreeett .... Jambreeett!"


"Pak! ada yang berteriak jambret, di jalan depan," ujar Hasna pada satpam sambil terus berlari kecil.


"Di mana neng?" tanya Pak satpam yang tengah asik minum kopi di dalam pos. Pak satpam pun langsung mengikuti Hasna.


Terlihat si penjambret sedang berlari dan si korban berusaha mengejar dengan berteriak bersama beberapa orang lainnya, di seberang jalan kampus yang terdapat deretan ruko.


"Di jalanan yang dekat ruko pak! mereka sepertinya sedang saling mengejar. Bapak lari di depan, nanti setelah dekat saya sergap penjambret nya dan Bapak amankan langsung ya!" pinta Hasna.


Hasna tidak mau Bapak itu berada di belakang nya menurut Afnan wanita diciptakan dengan berbagai 'keunggulannya' dan keunggulan ini bisa menjadi fitnah bila ia tak pandai menjaganya.


Dari paras yang ayu, mata yang indah, kulit yang mulus, bahkan hanya Karena gerakan tubuh, sebagai orang yang normal yang mempunyai syahwat, bisa saja menjadi itu pemicu yang sangat berbahaya laksana bom yang daya ledaknya bisa menghancurkan kehidupan ini.


Katakan dengan harimau, bila laki-laki berjalan dibelakang entah itu harimau atau wanita maka keduanya sama berbahayanya, mestilah laki-laki melihat orang tersebut, cara dia berjalan, atau bahkan mungkin menikmati ayunan pinggulnya yang aduhai. Ingat dari mata turun ke hati, dari hati turun ke .... (nganu).


Mata merupakan alat pertama yang mempersepsikan sesuatu dan akhirnya menimbulkan keinginan. Jika keinginan itu bertambah kuat maka ia akan menjadi tekad dan bila dilakukan akan menjadi tindakan. Tindakan bisa positif/negative tergantung niat nya.


Maka untuk menghindari fitnah penglihatan yang akan menimbulkan syahwat maka lebih baik laki-laki berjalan di depan wanita.


"Baik Neng!"


Hasna dan Pak satpam segera menyeberangi Jalan, beruntung jalanan lengang. Setelah Hasna sudah dapat meraih si pelaku jambret, maka ia segera meraih tas yang si penjambret pegang.


"Sreeeeet .... bukh ....! jdug ....!"

__ADS_1


"Aaaaa .... aa-ampuuun!"


Bersambung ....


__ADS_2