
Assalamu'alaikum..Hai, ini Visual Nana sama A'a Ustadz ya, ceritanyaaa!! 🤭.
Maaf Kalau gak sesuai dengan apa yang di harapkan. Ya anggaplah Ini Nana, sama A'a Ustadz waktu lagi pacaran halal, kemarin. Ini sisa Selfi yang belum di hapus 😄.
Gimana_gimana??!!! A'a Ustadz nampak konyol kah, atau apakah?!!🙉😅
back to Story'
Kini Afnan dan Hasna tengah dalam perjalanan, menuju rumah Adrian. Mengendarai Lamborghini Aventador milik Hasna. Sebagai mahar pernikahan dari Afnan untuk Hasna.
"By, memang nya yakin, Angela di culik?" tanya Hasna.
"Menurut Kak Ubay sih, begitu." jawab Afnan. Lalu ia kembali mengingat pembicaraan nya tadi dengan Ubaydillah.
Memory Afnan saat menerima telepon:
"Assalamu'alaikum." Ia, Dek?" / Afnan.
"Wa'alaikum salam! A, tiba-tiba Angela menghilang di taman kompleks, tadi pagi. Adrian memperkirakan, ini penculikan." / Ubaydillah.
"Astaghfirullah'aladzim. Innalilahi! betulan, Dek?" /Afnan
"Betul A! beberapa orang melihat Angela di bawa masuk ke dalam mobil dan di todong senpi. Lalu syal,
serta sandal Angela di ketemukan tergeletak di pinggir jalan, saat Adrian kembali dari membeli air mineral. Bahkan Adrian menemukan Zippo yang mirip dengan apa yang polisi ketemukan, di dalam penyelidikan pasca pengeboman hotel. Mungkin mereka ada kaitannya antara Bom hotel dan juga hilangnya Angela." / Ubaydillah.
"By....Byby!!!"
"Astaghfirullah. Iya sayang, ada apa?" Afnan yang sedang berwajah serius, karena memikirkan dari percakapan dengan Ubaydillah di telepon. Ia terkejut saat Hasna memanggil nya dengan suara nyaring.
"Loh koq, Aku? ada juga Byby tuh, yang ada apa? bisa-bisanya, melamun!" protes Hasna. "Lihat, sampai lupa belok."
"Ah iya! Astaghfirullah. Maaf Sayang, maaf! Byby tidak fokus." Afnan menghela nafas. "Harus putar balik deh!" lanjutnya. Lalu Afnan meminggirkan mobil dan berhenti.
Hasna mencoba memahami apa yang sedang terjadi. "ada hal yang Byby fikirkan?"
"Hal apa itu? Byby sayang, kekasih hatiku, ganteng nya aku! katakanlah!" rayu Hasna kemudian, dengan tersenyum lembut dan mengulurkan tangan untuk membelai halus pipi Afnan.
"Hemmm, orang yang menculik Angela, sepertinya orang yang juga terlibat, dalam pengeboman hotel, Sayang." jawab Afnan pada Akhirnya.
"Astaghfirullah'aladzim. Mungkinkah mereka orang yang sama?" tanya Hasna.
__ADS_1
"Belum tahu, Sayang! Kak Ubay hanya mengatakan, Adrian menemukan sebuah Zippo, yang sama persis dengan apa yang polisi temukan di area depan hotel. o yah! Sayang....Byby antar pulang saja yah!" Tawar Afnan. Ia menggenggam tangan Hasna, lalu mengecup nya berkali-kali.
"Tidak mau. Nana Ingin ikut ke rumah Adrian. Kasihan Adrian pasti sedih, By. Sebagai sahabat yang baik, Nana ingin menghibur nya. Mohon izinkan, yaaahh. Please!!" Rengek, Hasna dengan memohon.
"Hem! baiklah, Byby Izinkan!" tandas Afnan dengan tersenyum. Lalu mengecup tangan Hasna sekali lagi. Setelah nya ia kembali melajukan mobil.
"Byyyy!" panggil Hasna selembut mungkin.
"Ya, Sayang?" Afnan pun menoleh sejenak pada Hasna. Lalu ia tersenyum dan mengalihkan kembali tatapan lurus ke depan.
"Boleh berlama-lama di rumah Adrian?" tanya Hasna polos. Ia takut di suruh pulang cepat. Hasna ingin terlibat lebih jauh, pada kasus ini.
"Tentu, Sayang." Suara lembut dan bersahaja. Tatapan Afnan yang hanya sekilas nampak Sexy.
Hasna tersenyum senang, dengan jantung yang berdebar. Entahlah, di mata Hasna, ketampanan Afnan makin menjadi. Baik hari kemarin dengan motor bebek klasik, terlebih saat ini, dengan mengendarai mobil sport miliknya.
Lagipula debaran jantung nya bertambah, karena di antara kesemsem dengan suami nya, juga ia berdebar karena adrenalin nya yang mulai terbentuk, atas keyakinan dirinya untuk melibatkan diri dalam kasus hilangnya Angela.
**
Kini Afnan Dan Hasna sampailah di rumah Adrian.
Ubaydillah dan Lintang sudah menunggu nya di halaman. Beberapa polisi nampak juga berada di rumah Adrian.
Afnan juga melihat mobil polisi Imron, sudah terparkir di depan rumah Adrian.
"Wa'alaikum salam," jawaban serempak.
"Lintang."
"Nana."
Hasna dan lintang saling berpelukan melepas rindu dan juga berbagai kesedihan, dengan hal yang menimpa Adrian dan Angela.
"Bagaimana, Sob?" tanya Afnan.
"Sebaiknya kita masuk! di dalam sudah ada polisi Imron dan juga dua polisi Intel. mereka sedang menunggu kedatangan A'a bro." Ucap Ubaydillah.
"Ana? memangnya ada hal serius, lainnya?" tanya Afnan.
"Yups!! tentang si pelaku pengeboman hotel. Seperti nya polisi telah menemukan bukti baru, dari perkembangan kasusnya, A." Tutur Ubaydillah.
Mereka pun masuk ke dalam rumah. Di sambut kesedihan Adrian, Polisi Imron dan yang lainnya saling menyapa.
Ternyata Daddy Dadryck dan juga Grandad sudah ada di dalam. Hasna segera menghampiri Adrian. Afnan tidak lupa menyapa Daddy dan Grandad. Lalu menanyakan perihal hilang nya Angela kepada Adrian.
"Kami hanya sedang jalan pagi di taman. Seperti biasanya, sebelum aku ke hotel. Angela meminta di temani ke taman, untuk menghirup udara pagi. Tidak lama Angela mengeluh haus. Dan Aku membelikan nya minum di toko seberang. Namun ketika kembali, aku mendengar teriakan Angela yang meminta tolong. Akan tetapi aku terlambat menyebrang karena ada motor yang lewat. Aku hanya menemukan Syal serta sebelah sandal Angela. Lalu Zippo, yang tersangkut di dalam syal. Sepertinya ketika Angela berontak, mungkin tertarik dan ikut jatuh bersama Syalnya." Tutur Adrian, Afnan pun mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
"Sabar Drian. Jangan lepas berdoa. Kami akan membantumu, sekuat tenaga. Hingga Angela kembali ke dalam pelukanmu." kata-kata Afnan disambut dengan Aamiin serempak.
"Yan! tabah yah. Insya Allah, Angela pasti kembali dengan selamat." Ujar Hasna kemudian.
"Iya Na! tapi kenapa...? siapa yang sudah melakukan hal ini?! gue gagal menjaga Istri dan Calon anak gue, hingga...." Adrian tidak mampu lagi melanjutkan kata-katanya.
Fikiran Adrian, sudah tidak menentu. Ada calon anak mereka di dalam perut Angela. Adrian juga merasa bersalah, karena tidak dapat menjaga Angela.
"Yan! ini salah satu takdir, yang harus di hadapi dengan ikhlas. Jangan putus asa dan menyalakan diri sendiri. Tidak baik!" ucap lembut nan tulus Hasna, berusaha menenangkan Adrian. Adrian pun mengangguk pelan.
Setelah menghampiri Adrian. Afnan bergeser mendekati polisi Imron dan yang lainnya. Lalu ia bertanya mengenai penemuan baru tentang kasus hotel, yang ada hubungannya dengan penculikan Angela.
"Jadi begini Ustadz! dari hasil penelitian terbaru, atas di temukan nya Zippo di TKP. Maka kami menyimpulkan, bahwa si pelaku pengeboman dan juga penculikan Angela, adalah komplotan yang sama. Namun motifnya belum kami ketahui. Dan ini komplotan pelaku kejahatan jaringan internasional." Tutur Polisi Imron.
"SubhanAllah. Kejahatan seperti apa yang mereka lakukan, Akhi?" tanya Afnan.
"Jika di lihat dari lambang dan initial yang ada pada Zippo. Maka mereka melakukan kejahatan dari berbagai aspek. Di antaranya, penyelundupan barang antik, hewan langka, senjata api, bahkan obat- obatan terlarang dan juga perdagangan manusia." Jelas Polisi Imron kembali.
"Alhamdulillah ala kulli haal." Desah nafas Afnan. "Apa perlu melibatkan polisi dari luar negeri untuk menangkap mereka?" tanya Afnan kemudian dengan serius.
"Untuk saat ini, sepertinya tidak perlu. Karena kami belum mengetahui siapa mereka. Masih orang-orang Indonesia atau sudah gabungan dari negara lain. Mungkin nanti setelah kami mendapatkan penjahat nya, baru dapat memutuskan, untuk berhubungan dengan polisi lintas negara atau tidak." Jawab tegas polisi Imron.
Polisi lainnya menyerahkan beberapa lembar berkas kepada Afnan. Berkas bukti kesamaan si pelaku pengeboman hotel dan si penculik Angela.
"Ana, sudah mendapatkan petunjuk A'a Bro. Tadi kami langsung melihat rekaman Cctv di area taman dan juga Cctv milik bangunan terdekat dari taman." Imbuh Ubaydillah.
"Lalu?" tanya Afnan.
"Ana masih melacak plat nomor si pelaku. Masih berputar-putar di arah Bandung." Jawab Ubaydillah.
"Namun, tidak perlu khawatir Ustadz. kami sudah menghubungi polisi sektor Bandung, untuk menghadang beberapa jalan. yang kemungkinan akan dilewati oleh mereka." Sambung Polisi Imron.
"Baik! lalu kapan kita bergerak?" tanya Afnan.
"Harus tahu dulu Angela di bawa ke mana Nak! karena kami masih bingung harus mencari ke mana. Mereka masih saja berputar di kota Bandung." Daddy Dadryck ikut bicara.
"Terlalu lama. Harusnya kita bergerak dari sekarang, setidaknya mendekati mereka. Agar kita lebih mudah untuk segera melakukan penyergapan. Coba Dek, Ana lihat jalur yang mereka lalaui." Pinta Afnan kemudian.
Ubaydillah pun menyerahkan laptop nya. Semua berkumpul mengerubungi laptop, termasuk Adrian yang sepertinya kini lebih bersemangat.
"Jalur Bandara! apa mungkin mereka akan membawa Angela, ke luar negeri?" ucap Afnan.
"Astaghfirullah'aladzim. Bisa saja! mengapa kami tidak sampai berfikir kearah situ!!" Ubaydillah menepuk keningnya.
Raut-raut wajah kekawatiran makin bertambah. terlebih pada Adrian. Ia merasa tidak berguna, karena tidak dapat melakukan apapun.
Bersambung ....
__ADS_1