Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 12


__ADS_3

Marsya yang melihat Byan dan Davina pergi, tiba-tiba merasakan firasat yang tak enak. Hatinya sangat gelisah, akhirnya dia menatap Sammy.


"Sam, maaf. Tapi aku harus segera pulang bersama mereka, lain kali kita bertemu lagi." Marsya berkata dengan sangat cepat dan tanpa menunggu jawaban Sammy dia segera mengikuti mereka berdua.


Saat mobil Byan baru saja pergi, Marsya mengikuti mobilnya dari arah belakang. Entah kenapa hatinya terasa sangat gelisah dan seakan sesuatu yang buruk akan terjadi.


Marsya masih mengikuti mobil Byan dengan mobilnya, dia melihat mobil Byan sempat berhenti tapi tak lama mobilnya kembali berjalan.


Kemudian saat telah sampai di depan apartemen Byan, Marsya melihat Davina memapah Byan yang tubuhnya menyender ke tubuh Davina. Dia mengerutkan keningnya melihat keadaan Byan, sebenarnya Byan kenapa?


Marsya segera mengikuti mereka berdua dan naik di lift selanjutnya, agar Davina tidak tau dia mengikuti mereka.


Kini Marsya sedang menatap pintu unit apartemen Byan, dia sedikit ragu ingin mengetuk pintu.

__ADS_1


Akhirnya Marsya memberanikan diri membuka 'kode' pintu unit apartemen Byan, yang memang sudah dia tau karena Byan lah yang memberitahukannya sendiri.


Marsya memijit sederetan angka kode pintu dan akhirnya pintu apartemen Byan terbuka. Dia segera melangkahkan kakinya masuk dan menutup pintu apartemen dengan perlahan.


Terlihat oleh kedua matanya sendiri pakaian-pakaian yang sudah berserakan di lantai, pakaian bercampur wanita dan lelaki.


Marsya membulatkan matanya karena setau dia Byan adalah lelaki yang kuat akan pendiriannya, lelaki itu selalu berkata tidak akan pernah melakukan hubungan intim sebelum menikah.


Sontak saja perasaan Marsya semakin gelisah, dia mengikuti arah pakaian yang berserakan lalu sampailah dia di depan pintu kamar yang tertutup.


Bagaimana tidak terkejut? Dia melihat Byan yang terbaring telanjang di atas ranjanng seperti orang yang kurang kesadaran. Sedangkan Davina sudah 'semi' telanjang sedang berada di atas lelaki itu hanya memakai pakaian dalamnya.


"Davina! Apa yang kamu lakukan padanya?!" Raungan marah Marsya menggelegar di dalam kamar itu.

__ADS_1


Davina mendengarnya dia memalingkan wajahnya pada Marsya, seketika wajahnya pucat.


Sialan! Kenapa dia datang?! Padahal tinggal sedikit lagi aku berhasil! Argghhhtttt, dasar wanita sialan!


Marsya segera mendekati tempat tidur dengan wajahnya yang sudah memerah karena marah, matanya sangat menyeramkan menatap Davina.


Marsya menarik paksa Davina turun dari tempat tidur, dia menjambak rambutnya dengan sangat keras.


"Beraninya kamu! Aku tak menyangka kamu adalah wanita gampangan! Sini kamu! Pergi dari sini sekarang juga!" Marsya menarik tubuh serta menjambak rambut Davina, lalu menyeret wanita itu keluar dari kamar.


"Lepasin tanganmu! Arggghttt sakit... lepasin!" Davina berteriak sambil mencoba melepaskan tangan Marsya yang menyakitinya.


"Kamu pantas mendapatkannya! Cinta hah! Cinta apa yang seperti ini! Selama ini aku menganggapmu wanita baik dan selalu menghormatimu! Tapi sekarang lihatlah perbuatanmu, bahkan pelacur diluar sana lebih baik daripada kamu!" Setelah mengatakannya Marsya menyeret tubuh Davina ke depan pintu apartemen, setelah membuka pintu dia mendorong kasar Davina keluar pintu apartemen, bahkan Davina masih mengenakan pakaian dalam di tubuhnya.

__ADS_1


Marsya segera menutup pintu apartemen dengan keras di depan wajah Davina, dia mengatur nafasnya agar bisa lebih tenang.


__ADS_2