
Kasya lalu mengalihkan tatapan matanya dari anaknya, ke arah mobil Lamborghini Aventador warna Arancio Argos milik Dion.
"Kenapa Dion ada disini? Apa Dean yang menyuruhnya? Hadeh, nih anak kenapa gak bilang - bilang dulu," gumam Kasya.
Axel juga sudah sampai di restoran, Ia melihat Kasya dan anaknya yang sangat dia rindukan itu dari dalam mobil. Masih dengan senyuman yang mengembang, Axel turun dari dalam mobil.
Saat itulah Dion juga membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam. Setelah menutup pintu mobilnya, Dion berjalan mendekati Kasya dan Dean.
"Papaa..." Dean berteriak memanggil Dion dan berlari dengan kaki kecilnya mendekati Dion.
Dion langsung menggendongnya, ia mengangkat tubuh kecil Deanitu tinggi ke atas lalu memutar - mutarnya. Dean yang merasa tubuhnya melayang ke atas dan berputar, tertawa dengan senangnya.
Degh!
Axel seketika terkejut. "Ada apa ini? Papa? Dion? Kenapa aku tidak tau?" Axel menatap adegan yang hangat dan bahagia antara anaknya dan asistennya itu dengan kebingungan juga dengan amarah yang tertahan.
***
Kota Paris, Prancis. Jam 5 pagi waktu setempat.
__ADS_1
Emily sedang berolahraga lari pagi di tempat yang memang untuk orang-orang biasa lari, ia mendadak mengingat suatu hal penting yang sudah dia lupakan.
"Astaga! Aku lupa memberitahu Axel soal Dion, aku selama ini merahasiakannya, aku akan mengatakannya ketika Axel akan kembali pulang ke Indonesia. Tuhan, maafkan aku. Axel maafkan aku yang pelupa ini. Semoga saat Axel bertemu Dion, tidak akan ada masalah. Aku mohon Tuhan....." Emily menatap langit yang masih gelap, sambil menakupkan kedua tangannya meminta ampun dan memohon.
Saat dia masih berdiri di jalan setapak, dengan wajahnya yang masih menatap ke atas langit. Tiba - tiba tubuhnya terjerembab ke bawah, seketika lutut dan dahinya kesakitan.
Dengan amarahnya, dia segera berdiri dan membalikkan tubuhnya ke belakang. Dia ingin melihat orang yang sudah menyenggolnya, tapi saat dia sudah melihatnya, dia merasa kalau dia mengenal lelaki di hadapannya.
"Kamu!"
"Kamu!"
Teriak Emily dan lelaki tersebut berbarengan.
( Love In Paris the next ❤️ )
***
Macau.
__ADS_1
Mayleen sedang memasukkan semua pakaian yang sudah ia siapkan ke dalam koper, setelah selesai ia menarik kopernya itu keluar kamar.
Zhuting kakinya juga sudah sembuh total, ia sedang duduk di sofa di ruang keluarga. Saat ia melihat adiknya sudah siap untuk pergi, ia segera bangkit berdiri dan mendekatinya.
"Mayleen, kamu benar-benar sudah yakin ingin menetap di Indonesia?"
"Ya kakak, sudah 4 tahun ini aku mencoba bertahan disini. Padahal hatiku sudah ada di Indonesia, aku ingin selalu dekat dengannya dan berusaha mendapatkan cinta Dion." Ucapannya terjeda, lalu Mayleen melanjutkan perkataannya.
"Tapi kakak pun tau, jika aku pergi saat kakak masih sakit, siapa yang akan mengurus bisnis kita? Selama ini aku sudah menjalankan bisnis kita dengan baik, jadi sekarang Lepaskan aku kak." Mata Mayleen berkaca - kaca menatap kakaknya.
Zhuting merasakan tekad yang kuat dari adiknya, dia pun menghela nafasnya.
"Terimakasih dan maaf karena selama kakak sakit, kamu harus ekstra menjaga bisnis kita. Sekarang pergilah, tidak akan ada yang akan melarang mu lagi. Ayah sudah tiada, jadi sudah saatnya kamu menjadi dirimu sendiri. Jadilah wanita yang feminim dan jangan pernah memakai pakaian lelaki lagi." Zhuting mengelus sayang kepalanya adiknya.
"Pergilah, kejarlah cintamu. Doa kakak disini akan menyertaimu. Teruslah berpenampilan seperti sekarang yang feminim dan anggun. Sekarang kamu adalah Mayleen, bukan Black Rose lagi." Lalu Zhuting memeluknya.
"Terimakasih kakak, jaga diri kakak. Jika ada apa-apa hubungi aku, aku pasti akan segera pulang."
"Jangan berpikir terlalu banyak, sekarang cukup pikirkan kehidupanmu sendiri. Jika kamu berhasil mendapatkan cintamu, segeralah menikah. Usiamu sudah tak muda lagi."
__ADS_1
Mayleen mengangguk, akhirnya Mayleen pun pergi dari rumahnya. Meninggalkan semua kenangan menyakitkan, dan melangkah kakinya untuk mengejar cintanya.
"Dion, aku datang!"