Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 70


__ADS_3

Sudah sebulan ini Dion meninggalkan Indonesia, ia bergelut dengan bisnis - bisnis baru. Ia masih mengurus Perusahaan Axel, tapi ia memulai Bisnis kecil dari tabungannya selama belasan tahun bekerja pada Axel.


Mayleen mendekati Dion dengan membawa sebuah map, ia memakai kacamata terlihat seperti seorang sekretaris manis padahal jika orang yang mengenalnya tidak akan tertipu dengan wajah lugunya itu.


"Dion, ini laporan tentang bangunan yang akan kau beli. Profitnya jelek selama beberapa tahun dan hampir mengalami kebangkrutan. Kau yakin ingin mengambil alih kepemilikannya?" Mayleen menaruh map ke atas meja, ia lalu duduk dengan santai di kursi putar meja kerja Dion.


Dion mengambil berkas - berkas itu, ia membuka dan memeriksanya, "Jika kita mengganti target pasarnya, sepertinya ketika kita selesai merenovasi dan memasarkannya aku yakin kita akan mendapatkan kembali uang pembelian bangunan ini beserta laba yang berkali - kali lipat. Segera beli dan kerjakan semua perkataanku tadi, aku ingin semua selesai dalam waktu 4 bulan. Aku percaya padamu, ada lagi?" tanya Dion.


"Tidak ada, aku hanya bosan. Selama sebulan ini kita hanya bekerja dan bekerja, aku ingin sedikit liburan. Nanti malam mari kita pergi ke club night di pusat kota, bagaimana? Ayo kita berpesta, Smith bisa memesan ruangan dari sekarang. Ya... ya..." Ajak Mayleen dengan mata memohon.


Dion menghela nafasnya, ia sengaja menyibukan diri dengan pekerjaan. Jika pikirannya santai sedikit saja, ia akan selalu memikirkan Dean dan Kasya. Ia menatap wajah memohon Mayleen, "Baiklah, kita selesaikan dulu pekerjaan hari ini. Kau telepon lah Smith, biarkan dia yang mengatur untuk nanti malam."

__ADS_1


"Yes, thanks you Boss!" Mayleen tersenyum ceria.


Gadis itu segera menelepon Smith, memintanya menyiapkan satu ruangan VVIP di club untuk nanti malam.


Mayleen bahkan memilihkan pakaian yang pantas untuk Dion agar pas dengan situasi club yang terkenal eksentrik. Mayleen sendiri memakai riasan eyeshadow serba gelap tapi dengan bibir berwarna merah terang sangat kontras dengan riasan matanya.


Ia memakai gaun hitam pendek sexy yang memperlihatkan lekuk - lekuk tubuhnya, sesekali ia menari dan berjingkrak - jingkrak di lantai dance.


Smith sudah berada di ruangan yang mereka pesan, ia keluar ruangan mencari Mayleen dan Dion diantara para pengunjung.


"Boss, dimana Mayleen?" lelaki itu menepuk pundak Dion Bos barunya itu, dengan tatapannya berkeliling mencari keberadaan Mayleen.

__ADS_1


"Ah! Aku menemukannya. Ayo Bos, ikut denganku menari disana dengan gadis nakal itu." Teriak Smith diantara kebisingan suara - suara musik bertabrakan dengan suara teriakan orang - orang di dalam club.


Dion menggeleng, " Pergilah! Aku akan masuk lebih dulu ke ruangan. Ruangan mana?"


"Ruangan 7, Bos! Kalau begitu aku pergi menyusul Mayleen!" Setelahnya Smith pergi menuju Mayleen yang sudah berada di tengah lantai dance bersama pengunjung yang lain.


Dion tersenyum melihat mereka berdua, saat ia berniat pergi ke Inggris keduanya meminta untuk ikut dengannya. Ia juga merasa tak ingin sendiri, akhirnya ia mengajak mereka berdua.


Dion berjalan menuju ruangan 7 tempat ia menyewanya, saat melewati ruangan 6 pintu ruangan itu terbuka. Langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita sedang dipukuli oleh beberapa pria di dalam ruangan itu, ia menggeleng tak ingin ikut campur tapi rasa kemanusiaannya lebih kuat dari rasa tidak perdulinya. "Lepaskan wanita itu!" teriaknya saat masuk ke dalam ruangan itu.


Semua mata memandang ke arahnya, salah satu bibir pria bahkan tersenyum saat melihatnya di ruangan itu. Ia sangat mengenal dengan jelas siapa pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan dengan berteriak itu.

__ADS_1


__ADS_2