Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 66


__ADS_3

Dion membawa pulang Dean, ia sudah diberitahu oleh Smith jika Kasya dan Axel telah resmi menikah dan sudah pulang ke rumah Pramudita. Hatinya sekali lagi mencelos, sepertinya sudah saatnya ia pergi dari kediaman Pramudita.


"Sini Mama peluk, emuachh." Kasya memeluk Dean seraya memcium kedua pipinya.


Dean menatap Axel dengan tatapan tidak suka, ia melepaskan pelukan Ibunya lalu menarik tangan Dion, "Papa, ayo masuk kamar temani aku tidur lagi malam ini."


Kasya menatap wajah Axel tak enak, "Sayang, ketemu Papa Axel dulu ya. Kan, Papa Axel kangen, pengen peluk Dean," rayunya.


Tapi Dean semakin memeluk erat kaki Dion, ia menggeleng menolak.


Axel mulai mendekati putranya, ia berjongkok. " Dean, Papa kangen sama Dean loh. Sekali aja peluk Papa."


"Gak mau! Papa Dean cuma Papa Dion," Dean berlari pergi ke kamarnya.


"Biar saya susul Nyonya." Dion menyusul Dean ke kamarnya.


"Sayang, hadapi Dean dengan kesabaran. Aku sudah sering ceritain kamu sama Dean tapi dia selalu begitu, aku juga kurang paham." Kasya menggeleng tak mengerti.


Axel tersenyum seraya memeluk Kasya dari belakang, "Aku bukan Axel yang dulu sayang, kesabaranku sekarang tak ada batasnya. Aku yakin lambat laun putra kita akan menerimaku. Kamar kita dimana?" celetuk Axel, seraya mulai menggigiti telinga Kasya.

__ADS_1


"Geli, kamu ini ya."


"Malam ini kan bulan madu kita, nanti kalau kamu mau kita adakan resepsi pernikahan dan bulan madu kembali. Tapi malam ini, biarkan aku menikmati kebersamaan kita setelah berpisah 4 tahun ini."


Kasya melepaskan pelukan suaminya, ia balik memeluk Axel dari depan, " Aku merindukanmu."


Axel seketika mengangkat tubuh istrinya dan berjalan sambil membopong Kasya dalam pelukan, " Jadi, dimana kamar kita?"


"Sebelah kanan," ucap Kasya seraya mengaitkan kedua tangannya di leher Axel.


Axel segera berjalan ke arah kamar yang ditunjuk Kasya, ia lalu membuka pintu dan menendang dengan sebelah kakinya agar pintu tertutup lalu ia menguncinya.


"Aku mencintaimu, Istriku." Ucap Axel seraya mulai memasuki milik istrinya yang sempit.


"Kau sempit sekali, sayang. Aku... ah~"


Kasya meringis ia sedikit kesakitan karena mungkin sudah terlalu lama ia tak melakukan hubungan intim.


"Apa kamu kesakitan? Mau aku berhenti?" Tanya Axel menahan diri dari rasa nikmatnya.

__ADS_1


"Tidak, hanya sedikit sakit karena sudah terlalu lama. Aku mencintaimu, sayang." Kasya mendorong hasrat mereka berdua kembali.


Axel akhirnya mendorong semakin dalam senjata kerasnya ke dalam milik istrinya, ia terus mendorong dan menarik bagian bawah tubuh telanjangnya membuat nafasnya seketika berat.


Kasya mengimbangi gerakan tubuh Axel, ia bergerak berirama dengan tubuh kekar Axel.


Setelah beberapa lama mereka akhirnya terbaring lemas, keduanya saling berpelukan setelah berhasil melepaskan gairah mereka berdua.


"Aku lupa memberi Dean su 5u, kamu tidur lah lebih dulu." Kasya bangun lalu turun dari ranjang. Ia menarik gaun dan jubah tidur lalu memakainya.


"Apa Dion sering tidur di rumah ini?" tanya Axel tiba - tiba membuat langkah Kasya yang akan ke kamar mandi terhenti.


Kasya terdiam selama beberapa detik, " Tidak sering, hanya beberapa kali jika Dean sedang merajuk."


Kasya menghela nafas, sepertinya ia harus berbicara dengan Axel. Ia berbalik kembali dan duduk di samping ranjang menatap Axel dengan serius.


"Axel, selama 4 tahun Dion sudah menjadi penggantimu menjagaku. Selama Dean dilahirkan sampai anak kita bisa bicara ada Dion disampingnya. Kamu harus lebih pengertian pada Dean dan Dion, bagaimanapun kamu tetap Papa nya tapi Dean selalu menganggap Dion figur seorang Ayah. Kelak keberadaan Dion jangan terlalu kamu pikirkan, dia sudah seperti keluargaku." Ucap Kasya.


Axel menatap mata istrinya, saat Kasya mengucapkan jika Dion hanya keluarga baginya ada sedikit kebohongan dalam matanya. Tapi ia tak ingin mempermasalahkannya, ia akan selalu percaya pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2