Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 17


__ADS_3

Kasya berteriak memanggil Rama yang berada di ruang tamu, dia berteriak-teriak histeris dan menangis melihat keadaan putranya.


"Ramaaa!!!!!" Teriak Kasya, kini tubuhnya sudah gemetar hebat.


Rama segera datang saat mendegar teriakan Bos-nya tapi seketika terkejut, ia segera menghampiri Bos-nya dan Byan.


"Cepat bantu aku bawa Byan ke Rumah sakit, tubuhnya sangat panas dan nafasnya tersengal - sengal. Dia mengalami gejala saat dia gagal ginjal dulu, cepat!" Kasya sangat panik.


Mereka berdua segera membopong Byan untuk segera pergi ke Rumah sakit, Marsya tidak ingin menelepon ambulans karena akan membutuhkan waktu yang lama.


Setelah sampai di Rumah sakit semua staf paramedis yang bertugas segera melakukan tindakan, mereka mendorong ranjang yang di atasnya terbaring Byan yang lemah ke dalam ruangan UGD.


Kasya memberitahukan riwayat penyakit Byan kepada paramedis yang bertugas itu.


"Rama, Byan mengatakan jika semua kejadian kemarin terjadi di apartemennya. Byan memang tidak memasang Cctv di dalam apartemen, karena dia memang tidak suka. Tapi bukankah ada Cctv yang dipasang di sekitar luar unit apartemennya? Pergilah periksa dan kamu minta rekaman Cctv nya ke petugas keamanan Apartemen!" Kasya merasa marah melihat keadaan putra satu - satunya, dia menduga anaknya menjadi seperti ini pasti gara-gara kejadian yang dia ceritakan di telepon padanya.


"Baik Bu, saya segera pergi. Saya juga akan segera menyelidiki nona Davina." Setelah mengatakannya Rama segera pergi dengan secepatnya, dia tidak ingin Presdirnya itu menunggu lama.


Setelah beberapa jam, akhirnya Dokter keluar dari ruangan UGD. Dokter mengatakan kepadanya, kondisi Abyan sekarang disebabkan karena pola makan yang buruk dan juga minum alkohol yang berlebihan.


Sehingga menyebabkan ginjal yang pernah dia terima dari pendonor ginjal memburuk. Kemudian Dokter juga mengatakan satu hal lagi yang membuat kondisinya memburuk, itu karena stres yang berlebih.

__ADS_1


Dokter mengatakan pada Kasya jika ingin putranya hidup lebih lama, ia harus segera mencari pendonor ginjal baru. Karena meskipun Abyan bisa cuci darah seperti dulu, tapi karena ini yang kedua kalinya jika tidak segera mendapatkan donor ginjal kembali kemungkinan hidupnya hanya sekitar 20 - 30%, hidupnya tak lebih dari beberapa tahun lagi.


Setelah Dokter pergi, Kasya masih syok dengan penjelasan dari Dokter. Ia tak kuat menahan tubuh gemetarnya, saat tubuhnya sepertinya akan terjatuh pintu UGD terbuka dari dalam.


Terlihat Byan yang terbaring lemah di atas ranjang pasien, ia di dorong ke arah ruang rawat VVIP yang sudah dipesan oleh Kasya.


Kasya ikut mendorong ranjang pasien Byan, dia tak henti-hentinya menangis sepanjang jalan.


Setelah sampai di ruang rawat tubuh Byan kemudian diangkat dan dipindahkan ke ranjang rawat, Kasya mendekatinya lalu segera duduk di samping ranjang rawatnya.


Akhirnya matahari sudah menenggelamkan sinarnya, siang pun berganti dengan malam. Tapi Byan masih belum sadarkan diri, Kasya hanya memegang tangan putranya dan menciuminya terus menerus.


Kasya melihat wajah putra semata wayangnya itu pucat seperti kertas putih kosong, terdapat selang pernafasan di wajahnya.


Suara ketukan di pintu segera menyadarkannya, Kasya segera mempersilahkannya masuk.


Rama segera masuk ke dalam ruang rawat putra Presdirnya, dia menatap kasihan pada Bos- nya itu karena selalu saja ada kesedihan di hidupnya.


"Bu, saya sudah mendapatkan semua rekaman Cctv diluar unit apartemen tuan muda Byan. Juga semua tentang kehidupan masa lalu nona Davina, semuanya sangat lengkap." Rama berbicara sambil menyodorkan sebuah map dan juga sebuah iPad yang di dalamnya terdapat video rekaman Cctv.


Kasya segera membuka map - nya terlebih dahulu, saat melihat isinya wajahnya berubah memerah. Kemudian dia mengambil iPad dan segera membuka fail tersimpan dan membukanya.

__ADS_1


Terlihat dalam rekaman itu semua yang terjadi, dari awal Byan datang bersama Davina lalu saat Marsya datang dan mengusir Davina. Juga dalam rekaman itu terlihat Marsya pergi dari unit apartemen Byan sambil berjalan tertatih-tatih seperti kesakitan dengan menggunakan pakaian Byan.


Semuanya terlihat sangat jelas di mata Kasya, tentu saja dia juga tau apa yang terjadi antara putranya dengan Marsya.


"Rama, terlihat di dalam Cctv kondisi Byan yang seperti tak sadar sepenuhnya. Periksa lagi kemarin malam dia pergi dengan siapa saja dan pergi kemana. Jangan sampai ada yang terlewat! Aku melihat ada sesuatu yang aneh terjadi pada anakku!" Perintahnya pada Rama.


"Baik." Rama pun pergi dari sana.


Kerja Rama terbilang sangat cepat, dia mulai memeriksa dari Cctv Perusahaan lalu mengikuti Cctv setiap jalan yang dilewati mobil sang CEO dan berakhir di Night Club.


Rama dengan keahliannya akhirnya bisa melihat Cctv di dalam Klub malam tersebut dengan membayar berlipat kepada keamanan disana, ia bertemu dengan seorang pelayan yang memberikan minuman.


Akhirnya pelayan itu mengakui kalau dia dibayar untuk memasukkan obat ke dalam minuman jus, yang tadinya untuk wanita yang memesannya.


Rama melihat lagi Cctv dan memperjelas visual dari orang yang memberikan obat itu, terlihat seorang lelaki muda sekitar awal 20 - an.


Rama segera menelepon seseorang dan mengirimkan visual pemuda itu padanya, ia memerintah pada seseorang di seberang sana agar bagaimanapun caranya harus bisa menemukan pemuda itu.


Rama segera kembali ke Rumah sakit dan dia memberikan hasil pemeriksaannya pada Presdirnya.


"Wanita kurang aj4r! Beraninya dia memberikan obat pada Marsya, dan dia malah mencelakai anakku. Ternyata semuanya sudah direncanakan!" Kasya sangat marah karena putranya bisa seperti sekarang benar saja karena Davina.

__ADS_1


"Rama, segera urus wanita itu! Bahkan buat dia dipenjara dan jika perlu biarkan semua wartawan tau. Agar nanti jika dia sudah keluar dari penjara, dia bahkan tak bisa menegakkan kepalanya lagi!" Kasya berkata dengan kejam.


"Saya akan melakukan semuanya, Bos jangan memikirkannya lagi. Saya akan membuat wanita itu sengsara, sampai dia akan berpikir lebih baik mati daripada tetap hidup."


__ADS_2