Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chpater 77


__ADS_3

Setelah pulang, Mayleen mencari Amora. Dia melihat wanita itu baru saja mengangkat jemuran, ia melangkah cepat dan menarik tangan wanita itu. "Ikut aku!"


Amora mengikuti langkah Mayleen dengan wajah ketakutan, tangannya yang dicekal terasa sakit.


Mayleen membawanya masuk ke dalam kamarnya ia lalu mengunci pintu. Ia melepaskan tangan Amora yang dicekalnya dengan kasar.


Tubuh Amora terbanting ke lantai, "Ada apa, Nona?" tanyanya ketakutan.


"Jangan berpura - pura lagi, siapa lelaki yang kau temui tadi?"


Amora menggeleng menolak menjawab.


"Dia mantan suamimu bukan? Apa maksud putrimu menjadi sandera?" cecar Mayleen.


"Nona Mayleen, Anda?!" Amora terkejut.


"Ya, aku sudah mengetahui semuanya. Jadi, cepat katakan dengan jujur, apa yang sedang kau lakukan di dekat Dion?"


Amora tak kuasa lagi menahan tangisnya, ia menunduk malu. "Maaf, Nona. Tuan Dion adalah orang baik, aku hanya disuruh mendekati Tuan Dion lalu setiap hari memasukkan racun ke dalam makanannya sedikit demi sedikit, agar saat kematiannya tidak ada yang bisa mengetahuinya."

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhnya, apa orang yang menyiksamu tempo hari di club? Tuan Fred yang kamu sebut itu?!"


"Bukan, Tuan Fred hanya suruhan juga. Memang Tuan Fred yang menyandera putriku tapi ada Bos besar dibalik itu semua."


"Darimana kamu tau?"


"Mantan suamiku yang bilang, jika Tuan Fred bukan lah orang dibalik ini. Sepertinya ada seseorang yang membenci Tuan Dion, saya tidak tau siapa." Amora menggeleng.


Mayleen kebingungan, ia tidak bisa menebak siapa dalang sebenarnya.


"Kau tidak perlu mencuri, aku akan memberikanmu uang berikan uang itu pada mantan suamimu. Tapi ingat, perbincangan kita saat ini jangan kau katakan pada siapapun. Aku akan berusaha mencari siapa yang menyandera putrimu, kau tak perlu menyakiti Dion. Mengerti!"


"Ya, Nona Mayleen. Terima kasih."


"Bantu aku masak, Dion ingin masakan laut." Ucap Mayleen seraya berjalan ke dapur.


Mereka berdua tak lama menjadi akrab, sesekali Amora tertawa mendengar cerita Mayleen tentang masa lalunya yang seperti laki - laki.


"Sekarang Anda sangat cantik, Nona. Aku bersungguh - sungguh." Amora tersenyum.

__ADS_1


"Ini karena Dion, aku ingin terlihat feminim di depannya. Sejak pertama kali melihatnya meskipun aku berniat balas dendam tapi tak disangka lelaki itu membuatku menjadi wanita bodoh. Lelaki itu membuatku berpikir 2x ingin berbuat jahat, tapi sayang kali ini lelaki itu yang bodoh. xixixi..."


"Anda memang benar, Tuan Dion sangat buta karena tidak menyukai Anda... dia pasti akan menyesal saat sudah kehilangan Anda, Nona."


Degh!


Dion sedang bersembunyi di balik pintu dapur, mendengarkan obrolan dua wanita itu yang sedang membicarakannya. "Aku bodoh? Aku akan menyesal? Benarkah?" gumamnya.


"Kau sedang apa, Bos?" tiba - tiba Smith muncul.


"Stttt!" Dion menarik tubuh Smith menjauh dari dapur.


"Kau sedang menguping para wanita itu?" Smith menyipitkan matanya curiga.


"Mana ada! Mulutmu semakin kurang ajar! Cih!" elak Dion, dia langsung masuk ke dalam kamarnya.


Setelah Bos nya tak terlihat, Smith nyengir, "Wah! Selamat Mayleen, sepertinya Bos sudah masuk dalam jeratmu! Wkwkw..."


Tengah malam setelah semua orang tertidur, Mayleen dengan perlengkapan di tubuhnya keluar mengendap dari dalam rumah. Sebelum ia pergi, terlebih dulu ia memberi tau pada Axel jika ia akan menyusup ke ruangan mencurigakan tadi siang.

__ADS_1


---Tuan Axel, jika aku tak ada kabar. Hubungi Smith dan beritahu dia aku menulis alamat di dalam buku catatanku di atas meja. Jangan beritahu Dion, aku tak ingin membebaninya.


Mayleen menekan tombol kirim lalu tanpa ragu ia pergi sendiri mempertaruhkan nyawanya.


__ADS_2