Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 28


__ADS_3

Kasya kini sedang terbaring di atas tempat tidur, terlihat seorang Dokter lelaki sedang memeriksanya.


"Apa Anda terlalu tertekan akhir - akhir ini Nyonya?" Tanya Dokter Shen memakai bahasa mandarin.


"Ehm, aku tidak mengerti kata - katamu. Aku kurang pintar berbahasa asing, jadi bisakah kamu berbicara bahasa Indonesia?" Pinta Kasya sambil menatap Dokter Shen.


"Axel, Apa dia dari Indonesia?" Tanya Dokter Shen masih menggunakan bahasa mandarin, ia adalah sahabat Axel asli orang China.


"Ya, dari dulu aku kan sudah bilang sama kamu, cobalah belajar bahasa Indonesia. Semua pengawalku yang asli orang Inggris saja, mereka sudah pintar berbicara Indonesia dan mengerti. Kalau kamu bukan sahabatku, aku tak mau kamu jadi Dokter pribadiku." Axel menggerutu padanya.


"Hei, kenapa jadi panjang lebar sih. Ayo kamu jadi penerjemahnya saja." Dokter Shen menggelengkan kepalanya mendengar Axel menggerutu.


"Bahasa inggrismu emang masih jelek?" tanya Axel.


"Masih suka berbelit, jadi malas bicara," Dokter Shen menggeleng.


"Maaf tuan - tuan, saya saja yang menerjemahkannya." Rama yang mendengar percakapan mereka pun ikut berbicara dalam bahasa mandarin, dia adalah asisten Kasya yang memang pintar berbicara beberapa bahasa Negara asing.


Axel menatap Rama, ia pun mengangguk.


"Shen, kamu dengar. Jadi bicaralah pada asistennya, dan aku peringatkan padamu. Tangan yang kamu pakai untuk memeriksanya, jangan menyentuhnya berlebihan. Wanita ini adalah milikku, dan aku sudah memberinya stempel kepemilikan! Mengerti?!" Axel berbicara dengan menekan kalimat stempel kepemilikan.


Sontak saja semua orang yang ada disana tertawa, saat mereka mendengar ucapan Axel yang mengklaim Kasya sebagai wanita miliknya yang sudah di stempel. Hanya Kasya lah yang tidak tertawa kerena memang dia tidak mengerti, dia terlihat terbengong menatap mereka yang sedang tertawa, sedangkan Axel hanya diam dan menutup rapat mulutnya.


"Bos, apa kamu berani mengatakan perkataanmu barusan dengan bahasa Indonesia di depan Nyonya Kasya. Aku menantang mu Bos!" Dion bahkan tertawa paling keras.


Axel hanya mendelik kesal pada Dion, karena dia tidak berani mengambil tantangannya.


Setelah semua pemeriksan selesai, Dokter Shen mengatakan jika Kasya hanya terlalu memforsir dirinya sendiri. Sakit kepalanya hanya karena Kasya terlalu tertekan dan sangat kelelahan.

__ADS_1


Setelah itu Dokter Shen pun memberikan beberapa resep obat, dan segera pamit pergi dari sana.


Dokter Shen pergi dengan diantar kembali oleh Dion, sedangkan Rama pergi untuk menebus resep obatnya. Kini, di kamar itu hanya tertinggal mereka berdua Kasya dan Axel.


Axel duduk di sofa di dekat ranjang, dia menyilangkan kedua kakinya dengan kedua tangannya bersedekap di dada. Tatapan matanya seperti elang yang sedang mengincar mangsanya.


Terlihat Kasya juga sedang duduk bersandar di kepala tempat tidur, dengan sebuah bantal menyangga kepalanya.


Kasya merasa tidak nyaman diperhatikan seperti itu oleh Axel, ia langsung membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.


"Aku akan istirahat, jadi bisakah kamu sekarang pergi dari kamar ini, Axel?" Sambil bicara Kasya bergerak mengubah posisinya, dari duduk bersandar menjadi posisi berbaring tidur telentang.


"Kasya, aku tidak akan mengganggumu. Aku hanya akan duduk diam disini, jika kamu ingin tidur, tidurlah." Axel berbicara dengan suara paling lembut.


Bagaimana aku bisa tidur jika kamu liatin kayak gitu, ish! Kasya menggerutu dalam hatinya.


"Apa kamu sedang berkata dalam hatimu, bagaimana kamu bisa tidur jika aku memperhatikanmu, iya kan?" Axel melihat ekspresi wajah Kasya yang mudah terbaca.


Setelah beberapa menit akhirnya Kasya pun tertidur. Axel yang melihat Kasya sudah tertidur pulas, segera bangun dari sofa duduknya. Dia berjalan mendekati ranjang lalu mengelus lembut kepala wanita itu.


"Kamu adalah wanita hebat, sudah berhasil berjuang sampai sekarang. Kasya, mulai sekarang aku akan menjagamu. Selamat malam wanita berduri - ku, semoga bermimpi indah." Selesai mengucapkannya, Axel mencium dahi Kasya dengan sayang.


***


Hampir tengah malam Abyan berbaring di tempat tidur, ia sudah menutup kedua matanya berniat untuk tidur. Tiba - tiba suara notifikasi chat di WA dari ponsel di atas meja kecil samping ranjang berbunyi, seketika ia membuka kembali matanya.


Abyan menjulurkan sebelah tangan untuk mengambil ponselnya, dia melihat chat yang masuk itu dari Pamannya Raditya. Pamannya mengirim sebuah foto.


Byan segera membuka kiriman foto dari pamannya itu, saat melihat foto itu rasa kantuknya seketika langsung hilang.

__ADS_1


Foto itu adalah foto ketika Marsya makan malam dengan pamannya, di dalam foto itu terlihat wajah cantiknya sedang tertawa lepas. Tapi, di dalam foto itu tatapan mata Marsya sedang mengarah kepada seorang lelaki. Lelaki yang sama saat di Restoran, Sammy.


"Marsya..." Byan merasakan sakit di hatinya melihat foto itu.


"Tidak! Aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Tunggu aku sayang, aku akan segera datang padamu." Ucapnya seraya mencium wajah cantik Marsya di layar ponselnya.


Esok harinya Abyan sedang berusaha meminta ijin kepada Ibunya.


"Mah, ayolah! Aku harus segera pergi ke Amerika. Masalah perusahaan, biarkan paman Rama pulang, bukankah mamah sudah ada paman Axel disana." Abyan memohon pada ibunya agar diijinkan pergi. Dia juga sudah mendengar cerita tentang ibunya dan Axel yang berjalan mulus dari Rama.


Percakapan di telepon antara ibu dan anak itu sudah berlangsung lama, karena tidak ada yang mau mengalah. Kasya hanya khawatir karena tubuh Byan masih belum kuat, sedangkan Byan juga sudah tak sabar jika memikirkan Marsya disana dengan lelaki lain.


"Baiklah! Baik. Mama Ngalah, kamu terkadang sangat keras kepala sekali." Akhirnya Kasya mengijinkannya.


"Makasih mah, nanti kalau aku udah sampai. Aku akan kabarin mama, Love u Mom." Byan segera memutuskan panggilannya.


****


Belasan jam kemudian Abyan mengeluarkan kopernya dari dalam bagasi sebuah Taxi, setelah Taxi itu pergi dia masih berdiri di halaman depan rumah pamannya itu. Dia lalu berjalan ke depan pintu dan segera mengetuk pintu.


Selang tak berapa lama pintu rumah pun terbuka, di depannya berdiri adik perempuan sepupunya yang berusia 17 tahun. Parasnya yang campuran Indonesia - Amerika terlihat sangat cantik, sepupunya itu langsung memeluk Byan.


"Kak Byan! Kamu akhirnya datang juga. Welcome." Kata sepupunya sambil memeluknya hangat.


"Hai, sepupuku, kamu semakin cantik saja." Byan mengusap lembut kepala sepupunya itu.


"Tentu saja, aku kan sekarang anak kuliahan, jadi harus dandan sedikit." Katanya sambil tertawa.


"Oh ya Adelin, dimana papah - mu?" Byan menanyakan keberadaan pamannya Raditya.

__ADS_1


"Ada di ruang kerjanya, emang kak Byan gak mau istirahat dulu?" Kata Adelin perhatian, dia memang perempuan yang lembut dan ceria.


Abyan hanya tersenyum padanya, ia segera berlalu pergi berjalan ke arah ruang kerja pamannya dengan menarik koper besarnya.


__ADS_2