Janda Ketemu Duda GET MARRIED

Janda Ketemu Duda GET MARRIED
Chapter 21


__ADS_3

"Ayo, aku akan memberikan pertunjukan padamu." Kasya melanjutkan langkah kakinya kembali, ia merasa senang karena akhirnya bisa bertemu kembali dengan si pria 'pemaki'.


"Tuan, permisi." Kasya menghentikan perjalanan si pria pemaki serta rombongan pengawalnya.


Langkah Axel seketika terhenti, ia berbalik menatap wajah orang yang berani menghentikan langkahnya . Tatapan mata Axel seketika dingin, seakan dengan mata dinginnya ia bisa membunuh orang itu.


Kasya langsung bergidik ngeri tapi dia tidak akan mundur, siapa suruh lelaki di depannya ini berani menghina dan memakinya?!


"Anu, i-itu. Resleting celana Anda terbuka. Benda kecil milik Anda mengintip keluar." Kasya berkata dengan nada serius padahal dia sedang menahan tawanya, apalagi tatapan mata serta telunjuk tangannya sengaja dia arahkan ke bagian bawah tubuh lelaki dengan mata dingin itu.


Seketika wajah Axel berubah merah karena malu, tangannya dengan cepat turun menuju ke arah bagian bawah tubuhnya untuk menutup resletingnya. Tapi saat tangannya sibuk meraba-raba bagian bawah tubuhnya, ternyata resletingnya aman tertutup dan 'senjatanya' juga sudah dipastikan aman.


"Tapi bo'ong! hahahahahaha." Kasya seketika menertawakan kelakuan si pria pemaki, dia segera mengambil langkah seribu untuk segera kabur dari situasi itu. Tapi sayang, lengan tangannya di tahan oleh para pengawal pria di hadapannya.


Axel merasa tersinggung wanita di depannya menyebut 'benda' nya kecil apalagi wanita itu juga sudah berani mempermainkannya, ia seketika memerintah para body guard-nya hanya dengan lirikan matanya.

__ADS_1


"Hei! Hei! Lepaskan! Aku hanya bercanda, ayolah kamu memang pantas mendapatkannya. Ramaaaa! Lepasin tangan mereka dari lenganku!" berontak Kasya sambil meminta pertolongan pada asistennya.


Tapi saat mata Kasya melihat kondisi Rama yang ditahan sama sepertinya, ia pun akhirnya menggelengkan kepalanya.


"Maaf, Bu Bos." Rama menatap Kasya dengan sorot mata menyesal.


"Oke, tuan. Kita bisa bicara baik-baik. Eh, hey! Hey tanganku sangat berharga, kalian jangan terlalu menahannya dengan keras. Sialan!" Kasya terus saja mengoceh sambil masih berusaha melepaskan diri dari cekalan para pria berpakaian hitam.


"Dion, bukankah dia wanita di Bandara?" Axel akhirnya mengingat siapa wanita yang mempermainkannya itu.


Dion sedari tadi masih terbengong karena ada wanita yang berani mengerjai Bos - nya. Bahkan sampai Bos- nya itu bicara padanya, ia tak mendengarnya.


"Ya, Bos!" Seketika Dion tersadar dia menjawab spontan.


"Apa dia wanita waktu itu? Yang kamu bilang tr4nsgender, saat di bandara?!" Axel berkata keras sambil menunjuk ke wajah wanita yang sedang memberontak.

__ADS_1


Kasya membuka mulutnya lebar karena tak percaya apa yang dia dengar, dia apa? Dia tr4nsgender?!


"Hei! Siapa yang berani mengatakan aku tr4nsgender! Aku wanita asli, mau aku buktikan! Hah!" Kasya merasa marah, muncul semburat warna merah muda di kedua pipi nya yang membuatnya terlihat seperti wanita muda yang masih polos.


Axel terpesona sampai ia tertegun menatap wajah wanita di hadapannya itu, wanita yang sangat cantik dan polos. Ia merasa wanita di depannya itu bagaikan oasis di padang gurun, sangat menyegarkan dan membuatnya ingin segera meminumnya dengan rakus.


"Bos! Bos!" Sekarang Dion lah yang menyadarkan lamunan Axel.


Axel seketika tersadar ia segera menormalkan kembali wajahnya, tapi tiba - tiba tenggorokan nya merasa kehausan.


"Sudah, lepaskan dia! Ayo pergi!" Setelah memerintah anak buahnya, Axel dengan cepat melanjutkan langkahnya meninggalkan wanita oasis - nya yang masih terus memakinya di belakang.


Bibir Axel malah tersenyum senang mendengar kata - kata makian yang keluar dari mulut wanita di belakangnya. Itu untuk pertama kalinya lagi dia merasakan sesuatu pada seorang wanita, setelah dia dikhianati berpuluh tahun lalu.


"Wanita yang menarik!" gumam Axel.

__ADS_1


Dion mempunyai pendengaran tajam tentu saja ia mendengarnya, apalagi sang Bos alergi wanita itu tersenyum karena seorang wanita lagi! Wah! Sepertinya matahari sudah terbit dari Barat!


"Oh! Sungguh wanita yang menakjubkan, dia bisa membuat seorang pria pembenci wanita seperti si Bos tersenyum! Aha, aku harus mencari info tentang wanita tadi!" gumam Dion semangat.


__ADS_2